NovelToon NovelToon
Satu Alasan Untuk Bertahan

Satu Alasan Untuk Bertahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Gadis nakal / CEO / Cintamanis / Psikopat itu cintaku / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: LIXX

Elyra Azzahra mencintai Leonard Attahaya tanpa mengetahui siapa sosok Leonard sebenarnya.

Saat kebenarannya terungkap nyatanya perbedaan kasta dan jurang sosial menjadi titik kehancuran keyakinan Elyra akan cinta, namun dia tetap memilih bertahan.

Namun, harapan itu kembali runtuh ketika Leonard ternyata telah dijodohkan. Dalam kehilangan, Leonard memberontak, dan rela mengorbankan segalanya demi Elyra. Bagi Elyra dunia adalah cinta dan cinta bukan berarti dunia.

Mampukah Elyra bertahan demi cinta? atau justru menyerah dengan dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Elyra Cemburu

INI KISAH RANI DAN WALI KELASNYA

RADA KOCAK, SOMPLAK, TENGIL DAN SERING BUAT GELENG KEPALA. TINGGAL KLIK DI BAGIAN PALING BAWAH DI BAB INI, AKU SPIL.

“Sekarang sudah jelas, Leon sudah saya bawa ke sini. Dan hasilnya demikian, masih ingin meminta pertanggungjawaban?” David menatap tajam ke arah Tiara.

“Pak Kiai, tampaknya saya memanggil Anda ke sini adalah hal yang tepat. Sekarang sudah sampai sejauh ini, benar atau salah yang kami lakukan dapat Anda putuskan. Pak RT, Anda juga dapat memahami apa yang kamu lakukan bukan?” Tamam tersenyum pada kedua orang itu, tentu saja senyum evil yang seolah dapat menghunus kapan pun itu.

Elyra merasa bosan, dia kembali ke kamar Leon dan menggunakan kembali dalaman bajunya, tapi masih menggunakan kemeja Leon. Elyra juga menggunakan celana pendek sepaha, yang biasanya Elyra gunakan di balik rok seragamnya.

Elyra keluar rumah dan nampaklah di sana, Tiara dan sang ayah keluar dengan ekspresi tak biasa. Ditambah ada Pak Kiai dan Pak RT juga, Leon dan David nampak berdiri di depan pintu melepas kepergian mereka.

Elyra cemberut, dia menghentakkan kakinya beberapa kali dan tatapannya tajam tertuju pada Leon. Leon menatap ke arah rumahnya karena merasa diperhatikan seseorang. Matanya terbelalak saat Elyra kini tengah menatapnya tajam.

“Astaga,” gumam Leon dan langsung setengah berlari menuju ke arah rumahnya. Elyra membalikkan wajahnya cepat dan membanting pintu rumah itu dengan kencang.

“Wah perang,” gumam David yang memperhatikan, Leon langsung masuk. Di dalam sana Elyra dengan wajah cemberutnya menghentakkan kaki beberapa kali lagi.

“Sayang?” Leon terperanjat saat tatapan horor dari Elyra seolah akan memakan Leon saat itu juga.

Leon baru saja melangkah satu kaki ke dalam rumah ketika Elyra sudah berdiri dengan tangan terlipat di dada, pipinya menggembung sempurna seperti balon mau meletus.

“Sayang?” suara Leon hati-hati, Elyra menghentakkan kaki.

“Jangan panggil aku sayang!” kesal Elyra seraya membuang muka. Leon refleks berhenti. Dalam hati dia merasa gemas tapi bahaya.

“Kamu kenapa?” tanya Leon pelan, dia takut membuat suasana horor itu meledak-ledak lagi, belum juga baikan malah jadi semakin horor.

“Kamu masih tanya kenapa?!” Elyra maju satu langkah. “Aku lihat semuanya, Leon! Kamu berdiri manis nganterin Tiara pergi! Senyum pula! PERGI BERSAMA!” Elyra kesal luar biasa, mulutnya mendahului logika yang dia punya, nyerocos tanpa permisi. Leon mengusap wajahnya pelan.

“Lyra… itu bukan—” Leon hendak membantah, namun ucapannya kembali dipotong Elyra.

“BERARTI KAMU MASIH PEDULI SAMA DIA!” Elyra menunjuk dada Leon.

“Kamu antar mantan calon istri kamu dengan sopan banget! Terus aku di sini kayak apa hah?!” Leon menahan senyum, matanya malah lembut. Dia seolah pria yang sedang diinterogasi istrinya karena main terlalu lama. Menggemaskan sekali, pikir Leon.

“Ya ampun, sayang… kamu cemburu.” goda Leon, Elyra memalingkan lagi wajahnya karena kesal sambil mulut kumat-kamit seperti mbah dukun baca mantra.

“Aku BUKAN cemburu!” Elyra membentak cepat. Seperti mbah dukun nyembur pasiennya, hening beberapa detik.

“…aku cuma kesel aja.” tuntas Elyra, Leon mendekat satu langkah.

“Kesel kenapa kalau nggak cemburu?” goda Leon lagi, karena sikap Elyra yang seperti itu membuatnya sangat dicintai. Elyra makin merah.

“Karena kamu jahat!” kekeh Elyra, dia kembali menghentakkan kakinya.

“Jahat kenapa?” tanya lagi Leon dengan wajah sedikit dicondongkan ke depan, memperhatikan mata Elyra yang enggan menatapnya.

“Karena kamu baik ke perempuan lain!” kesal Elyra, Leon terkekeh kecil. Dan Elyra makin kesal dibuatnya.

“Kok malah ketawa sih?!” kesal lagi Elyra, dia berbalik membelakangi Leon.

“Maaf, soalnya kamu lucu banget kalau marah.” jawab Leon memeluk Elyra dari belakang.

“LEON!” Elyra melepaskan pelukan itu, namun Leon tetap memeluknya erat. Hingga akhirnya Elyra menggigit tangan Leon, namun pria itu tak melepaskan tangannya. Karena Elyra juga tak tega, akhirnya membiarkan Leon.

“Kamu pikir aku boneka?! Aku mikir kamu masih suka sama dia! Aku mikir kamu anterin dia karena masih sayang! Aku mikir—” Leon menghela napas mendengar semua kekesalan Elyra.

“Stop.” Leon langsung memegang kedua tangan Elyra, membalikkan wajah Elyra hingga keduanya saling berhadapan.

“Aku anter mereka karena urusan sudah selesai. Titik. Aku benci ada yang mengganggumu, sayang, aku ingin membereskan segalanya dan kita bisa hidup damai ke depannya. Satu lagi, aku tidak pernah memiliki perasaan cinta pada siapa pun sebelumnya. Ini perasaan pertamaku, dan di sini hanya ada kamu, sayang.” Leon menempatkan tangan Elyra di dadanya, Elyra mendengus.

“Alasan.” Leon menunduk sedikit sejajar dengan wajah Elyra.

“Lyra… aku pulang ke rumah ini karena siapa?” Elyra terdiam.

“Mana kutahu, ini kan rumahmu.” Elyra masih kesal dan memalingkan lagi wajahnya.

“Itu semua karena kamu, sayang,” ungkap Leon lagi.

“Aku masak buat siapa?” tanya lagi Leon.

“Aku…” jawab Elyra makin lirih.

“Aku membuat batasan, dan memberi pelajaran pada keluarga Tiara demi siapa?” Elyra menggigit bibir. Leon mengusap pipinya lembut.

“Kalau aku punya rasa ke dia, aku nggak mungkin balik ke sini. Aku pasti ngejar dia, bukan ngejar kamu yang banting pintu.” kekeh Leon, Elyra makin cemberut.

“Tapi kamu berdiri dekat banget…” Leon terkekeh.

“Dekat itu jaraknya satu meter, Lyra. Hati aku jaraknya cuma ke kamu.” Elyra terdiam beberapa detik.

“…bohong.” Leon mendekat lebih dekat lagi.

“Kalau bohong, aku nggak bakal tahan diri tiap kamu pakai kemeja aku kayak gini.” Elyra refleks menunduk melihat baju yang dikenakan olehnya.

“Kamu perhatiin?!” tanya Elyra malu, Leon senyum miring.

“Dari tadi.” Elyra langsung malu tapi tetap gengsi.

“Huh… tetap aja kamu salah.” kekeh Elyra, jelas dalam pasal pasangan mau siapa pun yang salah, yang bersalah tetaplah pria.

“Salah kenapa?” tanya Leon lagi, dia masih belum peka.

“Bikin aku mikir yang enggak-enggak.” jawab Elyra dengan bibirnya yang maju, Leon memeluk Elyra pelan.

“Maaf ya. Lain kali aku langsung balik ke kamu.” Elyra masih manyun tapi tangannya melingkar juga.

“Janji?” tanya Elyra mengacungkan jari kelingkingnya.

“Janji.” Leon melingkarkan jari kelingkingnya di jari Elyra.

“Kalau bohong?” tanya lagi Elyra dengan mata menyipit.

“Aku siap dimarahin lucu kayak gini tiap hari.” Elyra mencubit pinggang Leon.

“Dasar!” Elyra balik memeluk Leon, dan kini tatapan Leon jatuh pada punggung Elyra. Leon menghela napas beberapa kali.

Susah payah dirinya menahan diri, namun Elyra justru seolah sengaja menaikkan hasratnya.

.

.

Foto siapa lagi yang ingin di-spill nih? Kalau ada req nanti aku up di sini ya. Tapi kalau aku sendiri nggak dapat izin, aku nggak berani up.

Ini kisah Leon dan Elyra, cinta dengan perbedaan usia. Dua pandangan berbeda, dua kepercayaan yang bersatu, dari status sosial yang membuat mereka bersama.

Nakal, centil, konyol, pintar dan sedikit agresif. Begitulah Elyra, sedangkan Leon itu tipe orang yang tenang dan selalu berpikir panjang.

Sekian aja, yang mau foto di-up siapa lagi, ini novel belum tamat karena ini masih awal atas segalanya.

NOVEL BARU YANG KOCAK, BEDA JAUH SAMA ELYRA YANG HIDUPNYA BETULAH..

RANI SAHABATNYA ADALAH PENIKMAT HIDUP DAN TENTU SAJA ROTI SOBEK, CITA-CITANYA SAJA MAU CARI MENANTU BAUT IBUNYA DARI CHINA. TAPI TERNYATA TIDAK, BERAWAL DARI ISENG DAN MENGGODA WALI KELASNYA BERAKHIR DENGAN PERTEMUAN-PERTEMUAN YANG TIDAK TERENCANA.

Bagaimana Rani si tukang rusuh, kang gombal dan dengan otaknya yang sering loading dan tengil diluar nalar itu menaklukkan wali kelasnya.

1
vita
bagus ceritanya
LEX ALEX
menyala om Ziyan😍
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Rؚͬzͧoᷤnͧeͪ°ˢᵒᶠ
dia bilang "Jir, nanti anu gua jadi kecil pas hidup. Gua malu sama Elyra,"
🤣
LIXX: bener lagi🤣🤣
total 1 replies
LIXX
mang iya? wah Icut icut/Facepalm/
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ini nih yg gak bener, selalu membanding-bandingkan anak. Setiap anak itu berbeda, mungkin aja Fahmi emy gak jago di pelajaran. Tapi dia jago di bidang lain
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Wahh ada calon idol nih
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ternyata begini ya awal pertemuan antara Lyra dan Leon.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!