NovelToon NovelToon
Satu Alasan Untuk Bertahan

Satu Alasan Untuk Bertahan

Status: tamat
Genre:Gadis nakal / CEO / Cintamanis / Psikopat itu cintaku / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Tamat
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: LIXX

Elyra Azzahra mencintai Leonard Attahaya tanpa mengetahui siapa sosok Leonard sebenarnya.

Saat kebenarannya terungkap nyatanya perbedaan kasta dan jurang sosial menjadi titik kehancuran keyakinan Elyra akan cinta, namun dia tetap memilih bertahan.

Namun, harapan itu kembali runtuh ketika Leonard ternyata telah dijodohkan. Dalam kehilangan, Leonard memberontak, dan rela mengorbankan segalanya demi Elyra. Bagi Elyra dunia adalah cinta dan cinta bukan berarti dunia.

Mampukah Elyra bertahan demi cinta? atau justru menyerah dengan dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Persiapan Pernikahan Leon

Di lantai satu, suasana jauh dari khidmat calon pengantin. Justru mirip warung kopi di jam sahur.

Leon duduk di sofa dengan rambut masih acak-acakan, wajahnya kusut, sementara Ziyan dan Kyun berdiri di depannya seperti dua jaksa siap sidang. Ziyan melipat tangan di dada.

“Jadi… Tuan Leonard Attahaya tidur sekamar sebelum akad?” Tanya Kyun so mengintimidasi, Leon mengusap mukanya sendiri.

“Tidur doang, WOY! Tidur, merem, pejam. Paham?” Jelas Leon, Kyun mengangguk sok serius.

“Oh jadi sekarang tidur bareng itu ibadah ya?” Tambah Kyun, wajahnya menatap penuh curiga.

“HOI gak merem, melekkan?” Ziyan langsung nyeletuk, sontak Kyun yang sudah pura-pura pakai wajah serius itu, kini hampir tertawa.

“Hari ini nikah, tadi malam latihan dulu ya?” Tambah lagi Ziyan, Leon berdiri.

“Kalian berdua mau mati sebelum subuh apa gimana?!” Leon mulai kesal, Kyun ngakak sampai membungkuk.

“Latihan mental akad, bro! Biar pas bilang ijab gak grogi!” Amanat Kyun, Ziyan menepuk pundak Leon.

“Latihan pelukan juga?” sahut Ziyan cepat.

“WOY ASTAGHFIRULLAH!” Leon menunjuk mereka.

“Kalian fitnah tingkat dewa tau gak!” Ziyan duduk santai sambil senyum licik.

“Fitnah apaan? Tadi kamu manggil ‘baby’ sambil mau loncat ke atas badan Lyra itu fakta sejarah.” Kyun tepuk tangan.

“Disaksikan Sofia, disaksikan matahari belum terbit!” Tambah Kyun, Leon mendesah frustasi.

“Refleks woy refleks. Itu kebiasaan!” Jawab Leon, seketika Kyun dan Ziyan saling bersitatap.

"KEBIASAAN!" Serentak Kyun dan Ziyan menatap Leon.

“Kebiasaan haram?” Kyun nambah bensin. Leon ambil bantal sofa dan lempar ke arah Kyun.

“Mulutmu itu ya, gak disaring!”Bantal meleset, malah kena pot bunga.

PRANG!

Semua diam dua detik. Ziyan pelan-pelan menoleh.

“…Itu pot emak gue, oy somplak!” Ziyan siap menyerang Leon dan Kyun, Leon menelan ludah.

“Hehe… hidup itu penuh cobaan ya Zy.” Kyun langsung kabur ke belakang sofa sambil ngakak brutal.

“SELAMAT YA LEON, DOSA PAGI-PAGI DOUBLE KILL!” Ziyan mengejar Leon keliling ruang tamu.

“POT FAVORIT EMakku WOOOY!”

“Aku calon pengantin, jangan kasar dong!” Leon lari sambil teriak.

“Justru biar tobat sekalian sebelum akad!” Kyun sambil ketawa sampai hampir jatuh.

“Baru subuh udah uji kesabaran rumah tangga!” Leon berhenti sambil ngos-ngosan.

“Kalian ini temen apa musuh sih?!” Ziyan menyeringai.

“Temen yang sayang… makanya digodain sampe mentalmu siap nikah.” Kyun angkat alis.

“Dan siap miskin.” Leon langsung melotot.

“HAH?!”

“Biaya nikah mahal bro. Habis ini Elyra minta es krim jam dua pagi juga kamu turutin.” Ziyan nimpali, Leon belum mengerti maksud Ziyan kala itu.

“Minta tas?” Tambah Kyun mulai menambahkan.

“Beli.” Jawab Ziyan.

“Minta sepatu?” Kembali Leon bersuara.

“Beli.” Jawab lagi Ziyan.

“Dan aku, minta kalian diem?” Leon mikir sebentar.

“…Susah itu.” Jawab Kyun.

RUANG TAMU MELEDAK TAWA. Ziyan sampai pegang perut.

“Fix, kamu budak cinta resmi mulai hari ini!” Leon senyum pasrah tapi bahagia.

“Iya iya… budak halal.” Ziyan nepuk bahu Leon.

“Tapi serius bro… kita bercanda gini karena seneng. Akhirnya kamu nikah juga.” Kyun mengangguk.

“Selamat ya, calon kepala keluarga mesum, eh maksudnya mesra.”

“WOY!”

Tawa kembali meledak, namun tawa mereka terhenti saat pintu ruang depan terbuka dengan kasar.

Brak!

"Buruan subuh, kita siap-siap astaghfirullah!' Kesal dua orang MUA yang akan mendandani Leon, dan ada 4 orang MUA yang juga datang untuk mendandani Elyra.

"Ini MUA buat siapa?" Tanya Leon ngeri, Kyun dan Ziyan saling bersitatap dan kabur meninggalkan Leon. Karena MUA nya adalah seorang pria gemulai yang sungguh membuat mereka ingin tertawa.

Para MUA itu langsung menyebar seperti pasukan khusus. Dua pria gemulai mendekati Leon dengan senyum profesional yang terlalu ramah buat kondisi mental Leon yang masih setengah sadar.

“Mas Leon yaa, calon pengantin paling ganteng hari ini ih..” suara salah satunya melengking manja.

“E-eh… mas… kita ngobrol baik-baik dulu ya…”Leon refleks mundur satu langkah.

“Duduk dulu sayaaang,” ucap MUA itu, seketika Leon bangkit dari duduknya.

“JANGAN SAYANG WOY!” Ziyan dan Kyun yang tadi kabur sekarang ngintip dari balik pintu sambil nahan ketawa.

“Semangat brooo,” bisik Kyun. Leon melotot.

“KALIAN PENGHIANAT!” Ungkap Leon mengepalkan tangannya.

Setelah sholat subuh, Leon dipaksa duduk di kursi rias. Handuk masih di bahu, rambut basah belum kering, sudah diserbu bedak.

“Mas jangan gerak yaaah,”

“Ini diapain sih muka gue?!” Tanya Leon risih.

“Biar glowing pengantin.” Leon mengernyit.

“Laki-laki glowing apaan?! Aku mau gagah, bukan kinclong!” Ziyan nyeletuk dari jauh.

“Elyra sukanya yang kinclong bro!” Leon langsung pasrah setengah mati. Kyun ngakak sambil rekam pakai HP.

“Sejarah tercipta. Leonard Attahaya dibedakin kayak bakso.”

“HP MATIIN SEKARANG KYUN!” Pekik Leon lagi kesal. Kuas bedak mulai menyentuh pipi Leon. Leon refleks menggeliat.

“Mas jangan gerak yaaa,”

“GELI WOY! ASTAGA KAYAK DI COLEK SEMUT!” Satu MUA pegang bahunya.

“Sabar mas pengantin,”

“Aku mau kabur sumpah!” Ziyan ketawa sampai duduk di lantai.

“Baru disentuh bedak aja udah goyah, gimana disentuh Elyra nanti?”

“ZIYANNN!”

.

.

“Mas liat depan ajaa,” Giliran alis dirapihin. Leon langsung tegang.

“Kenapa pegang mata gue?! Aku masih butuh penglihatan buat akad!” Ucap Leon ingin kembali berontak.

“Biar simetris mas, ” Leon tarik napas kayak mau operasi jantung.

“Kalo gue buta sebelum nikah, kalian tanggung jawab ya!” Ucap Leon menunjukan tangannya pada kedua MUA itu, Kyun ngakak.

“Tenang bro, Elyra tetep mau.”

Setelah wajah selesai, drama lanjut ke baju adat. Dua orang MUA dan satu asisten bawa setelan adat mewah penuh bordir emas. Leon melongo.

“INI BAJU APA TAMENG PERANG?! BERAT GILA!”

“Baju pengantin adat, mas ganteng banget nanti.” Leon pasrah dibuka bajunya.

“WOY JANGAN RAMAI-RAMAI GINI!” Ziyan sok sopan.

“Tenang, itu bukan pelecehan. Itu gotong royong nasional.” Celetuk Kyun sambil ngakak.

“Biar cepat halal.” Ucap lagi Kyun, Leon dipakaikan kain lilit. Begitu dililit dan...

“EH KOK KETAT?! AKU MASIH MAU NAPAS!”

“Emang gitu mas biar gagah.”

“INI GAGAH ATAU DISETELO?” Leon sungguh tak habis pikir dengan semua persiapan itu. Sabuk emas dipasang. Leon meringis.

“Perut gue bukan gentong!” Ziyan ngakak.

“Udah mulai peran bapak-bapak tuh perutnya protes.” Leon hampir nangis. Atasan adat disarungkan, tombol satu-satu dikancing. Leon berkali-kali nyengir kaku.

“Panas… berat… sempit… ini nikah apa survival game sih?” Kyun tepuk tangan.

“Welcome to pernikahan adat premium edition.”

Terakhir penutup kepala adat dipasang. Begitu kaca disodorkan, Leon bengong.

“…Ini gue?”

Wajahnya rapi, tegas, berwibawa, aura calon suami kaya raya. Ziyan terdiam sesaat.

“Buset… lo beneran kayak raja nikah.” Kyun mengangguk.

“Elyra bisa langsung pingsan.” Leon swallow.

“Serius gue ganteng?”

“Ganteng," ” jawab Ziyan dan Kyun berbarengan sambil mengangkat jempol bersamaan. Leon senyum gugup.

“…Ya Allah, beneran hari ini gue nikah.” Dari lantai dua terdengar suara riuh persiapan Elyra.

Leon menelan ludah, jantungnya makin cepat. Kyun menepuk bahunya pelan, kali ini serius.

“Bro… sebentar lagi hidup lo berubah.” Ziyan tersenyum hangat.

“Tapi lo gak sendirian.” Leon mengangguk pelan, senyum penuh campur aduk antara takut, bahagia, dan haru.

“Siap jadi suami? Leonard Attahaya.” Tanya Ziyan, Leon mengangguk pasti.

1
falea sezi
gantengan ini dr leon
falea sezi
kurang gahar Thor minimal bertato. lebih wahh gt
falea sezi
moga bagus ampe endingnya
sakura
...
Moms Rafialhusaini 🌺
aku mampir kak thor
vita
bagus ceritanya
LEX ALEX
menyala om Ziyan😍
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Rؚͬzͧoᷤnͧeͪ°ˢᵒᶠ
dia bilang "Jir, nanti anu gua jadi kecil pas hidup. Gua malu sama Elyra,"
🤣
LIXX: bener lagi🤣🤣
total 1 replies
LIXX
mang iya? wah Icut icut/Facepalm/
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ini nih yg gak bener, selalu membanding-bandingkan anak. Setiap anak itu berbeda, mungkin aja Fahmi emy gak jago di pelajaran. Tapi dia jago di bidang lain
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Wahh ada calon idol nih
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ternyata begini ya awal pertemuan antara Lyra dan Leon.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!