NovelToon NovelToon
JALAN MENUJU KEABADIAN

JALAN MENUJU KEABADIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Spiritual / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Mengubah Takdir
Popularitas:33.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu hanyalah seorang anak petani fana dari Desa Qinghe. Hidupnya sederhana membantu di ladang, membaca buku-buku tua, dan memendam mimpi yang dianggap mustahil: menjadi kultivator, manusia yang menentang langit dan mencapai keabadian.
Ketika ia bertanya polos tentang kultivator, ayahnya hanya menegur jalan itu bukan untuk orang seperti mereka.
Namun takdir tidak pernah meminta izin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH.29

Sorakan penonton belum reda ketika suara gemuruh terdengar dari bawah arena.

GGRRRRRR...

Lantai pasir arena bergetar, lalu perlahan turun ke bawah sedalam dua meter. Dari celah-celah dinding batu, pintu-pintu air terbuka.

BYURRR!

Air hitam berbau busuk yang dipompa langsung dari rawa di luar kota membanjiri arena. Dalam waktu kurang dari satu menit, Kandang Besi berubah menjadi kolam keruh sedalam pinggang orang dewasa. Di beberapa bagian yang lebih dalam, airnya bisa menenggelamkan kepala.

"Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya!" teriak pembawa acara. "Untuk ronde kedua, kita hadirkan peliharaan kesayangan kota ini!"

Sebuah gerbang besi raksasa di sisi utara terangkat.

Dari kegelapan air, muncul sepasang mata kuning reptil yang dingin. Lalu moncong panjang penuh gigi bergerigi. Lalu tubuh bersisik hitam legam yang tampak seperti baju zirah kuno.

Buaya Lapis Baja (Iron-Scaled Crocodile). Binatang Buas Tingkat 2 Puncak. Panjangnya empat meter. Kulitnya terkenal kebal terhadap senjata besi biasa, dan rahangnya bisa meremukkan batu menjadi pasir.

"Hahaha! Lihat ukurannya! Dia belum makan tiga hari!"

Shen Yu berdiri di tengah kolam. Air setinggi dadanya terasa dingin dan lengket. Kakinya terbenam dalam lumpur dasar arena, membuatnya sulit bergerak.

"Sial," umpat Shen Yu pelan.

Kecepatan adalah andalan utamanya. Di dalam air dan lumpur, kecepatannya dipotong setengah. Sedangkan lawannya adalah raja air.

Sreeet...

Buaya itu meluncur masuk ke air tanpa suara. Hanya riak kecil yang menandakan pergerakannya. Lalu, ia menghilang ke dalam keruhan air hitam.

Penonton menahan napas. Mereka tahu pola serangan makhluk ini. Serangan tiba-tiba dari bawah.

Shen Yu berdiri diam. Ia menutup matanya lagi, mencoba menggunakan pendengaran supernya.

Tapi suara air yang beriak di segala arah mengacaukan pendengarannya. Su Ling pernah bilang, "Air mendistorsi suara."

Tiba-tiba, insting bahayanya menjerit.

BAWAH!

Shen Yu melompat ke samping sekuat tenaga, melawan hambatan air.

CPLASH!

Rahang raksasa mencuat dari tempat ia berdiri tadi. Gigi-gigi setajam belati mengatup dengan suara KRAK yang mengerikan. Jika Shen Yu terlambat sedetik, kakinya sudah putus.

Ekor buaya itu menyabet.

BUGH!

Hantaman ekor itu mengenai pinggang Shen Yu. Rasanya seperti dipukul batang pohon. Shen Yu terlempar melayang di atas air, menabrak dinding arena, lalu jatuh kembali ke air.

"Uhuk!" Shen Yu memuntahkan air campur darah. Tulang rusuknya yang baru sembuh retak lagi. Tapi karena Hilangnya Rasa Sakit, Shen Yu langsung bangkit berdiri seolah tidak terjadi apa-apa.

"Kulitnya terlalu keras," analisis Shen Yu cepat. "Pukulan biasa tidak akan tembus."

Buaya itu menyelam lagi.

Shen Yu tahu ia tidak bisa menang jika terus bermain kucing-kucingan di permukaan. Ia butuh menyerang bagian lunak: Mata atau Perut. Tapi makhluk itu melindunginya dengan baik.

Shen Yu mengambil keputusan gila.

Ia menarik napas panjang. Sangat panjang.

Teknik Pernapasan Penyu: Hibernasi Dasar Laut.

Shen Yu tidak menunggu diserang. Ia menyelam ke dalam air keruh itu.

Penonton gempar. "Dia bunuh diri?! Dia masuk ke wilayah buaya itu?!"

Di bawah air, pandangan Shen Yu nol. Hitam pekat. Lumpur dan kotoran menghalangi segalanya.

Tapi di sini, getaran menjadi lebih jelas.

Shen Yu melayang di dasar kolam, menahan napasnya sepenuhnya. Detak jantungnya melambat hingga satu detak per menit. Bagi buaya itu, Shen Yu tiba-tiba "mati".

Buaya itu berenang berputar, bingung mencari mangsanya yang menghilang.

Tiba-tiba, buaya itu merasakan gerakan air di dekatnya. Insting predatornya mengambil alih. Ia membuka mulutnya lebar-lebar dan menerjang.

Shen Yu merasakan arus air yang datang. Ia tahu mulut itu datang.

Alih-alih menghindar, Shen Yu mengulurkan tangan kirinya tangan yang sudah rusak langsung ke dalam mulut buaya yang terbuka.

KRAK!

Rahang buaya itu mengatup, menggigit lengan kiri Shen Yu. Gigi-giginya menembus daging, menggerus tulang lengan bawah Shen Yu.

Darah merah menyebar di air hitam.

Jika Shen Yu masih manusia normal, rasa sakit dari tulang yang digerus ini akan membuatnya pingsan atau membuka mulut (tenggelam).

Tapi Shen Yu hanya membuka matanya di dalam air kotor itu. Wajahnya datar.

"Dapat kau," batinnya.

Dengan tangan kiri yang "dikorbankan" sebagai pasak untuk menahan rahang buaya agar tetap terbuka (dan menahan buaya agar tidak kabur), tubuh Shen Yu kini menempel erat di bawah perut buaya.

Tangan kanan Shen Yu bebas. Ia mengepalkan tinjunya. Qi spiral dipadatkan hingga titik maksimal.

Perut buaya itu putih dan lunak, satu-satunya bagian yang tidak terlindungi sisik baja.

Tinju Penghancur Batu Pusaran Air!

BUM!

Pukulan itu mendarat di perut buaya.

Di dalam air, dampaknya teredam, tapi kerusakannya menyebar ke dalam.

Buaya itu meronta gila-gilaan, mencoba melakukan "gulingan maut" (death roll) untuk memutus lengan Shen Yu.

Tubuh Shen Yu ikut berputar-putar di dalam air seperti gasing. Sendi bahunya bergeser lepas. Tapi ia tidak melepaskan. Ia terus memukul.

BUM! (Pukulan kedua ke hati). BUM! (Pukulan ketiga ke empedu).

Buaya itu memuntahkan darah dan potongan organ dalam dari mulutnya, membasahi wajah Shen Yu.

Satu pukulan terakhir. Shen Yu mengarahkan jarinya yang kaku lurus ke atas, menembus perut lunak itu, masuk merobek diafragma, dan menusuk jantung binatang buas itu.

Buaya itu kejang hebat satu kali... lalu diam. Mati kaku.

Shen Yu mendorong rahang buaya yang mati itu dengan sisa tenaga untuk melepaskan tangan kirinya yang hancur.

Permukaan.

Air tenang. Gelembung darah naik ke permukaan.

"Sudah dua menit dia di bawah..." gumam penonton. "Mati konyol."

Tiba-tiba, permukaan air pecah.

Sosok Shen Yu muncul, terengah-engah menghirup udara. Ia menyeret bangkai buaya raksasa itu ke pinggir arena.

Saat ia naik ke daratan, semua orang terdiam ngeri.

Lengan kiri Shen Yu bengkok aneh, dagingnya terkoyak parah bekas gigitan, tulangnya terlihat putih. Tapi Shen Yu tidak berteriak. Ia hanya menatap tangannya yang rusak dengan tatapan seolah melihat alat yang patah.

"Tangan ini butuh dijahit lagi," gumamnya pelan, suaranya terdengar jelas di keheningan arena.

Ia menoleh ke balkon Tabib Gui.

"Dua selesai. Mana yang ketiga?"

Tabib Gui di balkon tertawa terbahak-bahak, suara tawanya melengking gila.

"Luar biasa! Sempurna! Kau benar-benar monster tanpa rasa sakit!"

Tabib Gui mencondongkan tubuhnya.

"Tapi untuk ronde ketiga... aku punya kejutan spesial. Sesuatu yang akan menguji apakah 'Hati'-mu juga sudah mati seperti sarafmu."

Pintu gerbang lawan terbuka lagi.

Kali ini bukan binatang buas. Bukan penjahat gila.

Seorang gadis kecil berusia 10 tahun didorong masuk ke arena. Dia memegang belati kecil dengan tangan gemetar. Matanya kosong, lehernya dilingkari kalung peledak.

"Namanya Xiao Mei," suara Tabib Gui menggema lewat pengeras suara. "Ayahnya berhutang padaku. Aturannya sederhana, Shen Yu: Bunuh dia, dan kau dapat uang obatmu. Atau biarkan dia membunuhmu, dan kalian berdua mati."

Penonton bersorak gila. "BUNUH! BUNUH!"

Shen Yu membeku. Membunuh monster? Bisa. Membunuh penjahat? Bisa.

Tapi anak kecil yang tidak bersalah?

Ini bukan ujian fisik. Ini ujian moralitas terakhir sebelum ia benar-benar jatuh menjadi iblis seutuhnya.

1
Salsa Cuy
👍🏻🙏🏻
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👍🏻👍🏻👍🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️5️⃣5️⃣5️⃣Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎🏻🙎🏻🙎🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👀👀👀Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😈👿😈Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤜🏻💥🤛🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😡🤬😡Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👻👻👻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👿😈👿Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😯😯😯Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🔜🔜🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😁😁😁Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙄🙄🙄Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🥹🥹🥹Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!