Sebuah insiden pahit dalam hidup seorang gadis tangguh, yang mengharuskan dia rela melawan para orang orang yang begitu menginginkan nya mati. saat truk melintas ke arah depan mata nya, gadis itu tak sempat menghindar dan hanya bisa memejamkan mata, namun bukannya mati dengan tenang, jiwa nya malah masuk ke dalam tubuh seorang wanita yang begitu di takuti dan hormati di negri tersebut.
bagaimana cara nya bertahan hidup, dalam menghadapi konflik konflik tersebut? akan kah gadis itu bisa bertahan, atau malah sebaliknya!!
selamat membaca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.7
Flashback.....
Saat Elly menuju ke kediaman ibunya, untuk melaporkan bahwa barang barang di dapur nya sudah tak layak di pakai, tapi langkah nya terhenti oleh para pengawal yang berjaga di depan. Dia dilarang masuk ke dalam, dan hanya boleh menunggu sampai nyonya jendral memperbolehkan nya masuk. Sungguh aneh peraturan di kediaman sang jendral ini. Tapi Elly benar benar kuat bertahan hidup dengan perlakuan kasar dari ibu dan kembaran nya sendiri.
"Ada apa lady Elli datang di kediaman nyonya jendral?" tanya para pengawal yang mencegat langkah Elly untuk bertemu dengan ibunya.
"Paman, aku ingin melihat ibu paman. Ada yang ingin aku sampaikan. Boleh kan paman."
"Mohon maaf lady, nyonya jendral melarang lady untuk masuk ke dalam." ucap pengawal yang menjalankan tugas nya itu.
"Tapi aku hanya ingin berbicara dengan ibu sebentar saja paman."ucap nya dengan wajah yang memelas.
"Tidak boleh lady, sebaiknya lady kembali ke paviliun belakang saja."
"Paman ku mohon. Aku hanya ingin bertemu ibu sebentar saja." ucap nya memelas dengan penuh harap.
Para pengawal saling melirik,dan tak tega langsung bertanya terlebih dahulu kepada nyonya jendral.
"Baiklah, paman akan sampaikan terlebih dahulu, tapi lady Elly harus menunggu di sini, dan jangan berkeliaran di sekitar sini."
mendengar ucapan paman pengawal itu, wajah Elly terlihat antusias. "Baik paman, aku akan menjadi anak yang penurut."
"Tok...tok...tok...
"Cklek.... Pelayan setia nyonya voil lah yang membuka pintu kediaman.
"Ada apa?"
"lady Elly ingin bertemu dengan nyonya jendral. Tolong Sampaikan kepada nyonya."
"Biarkan saja, nyonya pasti akan sangat murka nanti nya."
"Tapi gadis itu masih bersikeras bertemu ibunya."
"huft... Dasar merepotkan saja. Tunggu sebentar akan aku sampaikan." ucap ketus pelayan setia sang nyonya jendral.
"Terima kasih."
pelayan setia nya itu, langsung menyampaikan pesan dari pengawal di depan.
Saat ini, nyonya jendral sedang mengobrol asik dengan lady Ella. Dan beliau juga memberikan satu set perhiasan untuk lady Ella. semua perhatian khusus hanya untuk lady Ella saja.
"Nyonya, maaf menganggu waktu nyonya. pengawal menyampaikan bahwa saat ini, lady Elli menunggu di luar. Dan ingin bertemu dengan nyonya."
"aku tidak ingin waktu dengan putri ku di ganggu. suruh saja dia menunggu." ucap nyonya jendral yang marah saat waktunya di ganggu oleh orang lain. padahal Elly juga anak nya, tapi wanita itu menganggap nya benar benar seperti seorang musuh saja.
Mendengar ucapan ibunya, Ella memiliki ide yang menarik. "Hmm, Bu, bagaimana kalau ibu biarkan saja Elly masuk." ucap gadis itu yang memiliki rencana untuk membuat kembaran nya cemburu.
"Tapi Ella, bagaimana bisa ibu membiarkan nya masuk, tempat ini akan sial kalau dia masuk." protes nya yang ga terima dengan saran dari lady Ella.
"Bu, biarkan dia melihat bagaimana ibu menyayangi ku." ucap Ella sambil tersenyum lebar.
Mendengar ide anak nya, seperti nya sangat menarik. "Hmm, suruh dia masuk." ucap nyonya voil yang ternyata berubah pikiran setelah mendengar ucapan putri nya itu.
Saat Elly di berikan izin untuk masuk ke dalam kediaman ibunya, dia merasa senang dan bahagia. Akhirnya ibunya memperbolehkan nya untuk masuk ke dalam. karena selama ini, dia dilarang untuk masuk ke kediaman ibunya sendiri
"Paman, terima kasih banyak ya. Aku masuk dulu." ucap gadis itu dengan tersenyum ceria tanpa ada beban sedikit pun.
Paman pengawal itu, langsung tersenyum miris. perlakuan majikan nya kepada salah satu anak kembar nya benar benar sangat buruk. Dan mereka selalu di bedakan.
"Kasihan nona muda. Dia gadis yang baik, tapi nasib nya benar benar buruk." gumam pengawal itu yang tau bagaimana perlakuan sang majikan.
saat ia masuk ke dalam, terlihat Ella sedang duduk dengan manja di samping ibunya. Wajah Elly yang tadinya bahagia, perlahan senyum nya langsung hilang melihat pemandangan yang membuat nya begitu sesak. kapan dia bisa seperti itu. bukan kah dia juga anak mereka. walapun wajah nya tak sama dengan Ella, tapi dia terlahir juga di rahim ibunya itu. Tapi mengapa ibunya begitu tega memperlakukan nya dengan buruk.
"Ibu, terima kasih atas perhiasan ini ya. Ella janji akan selalu menyimpan nya dengan sangat baik." ucap gadis itu yang langsung pamer di hadapan kembaran nya sendiri.
"Sama sama sayang,apapun yang putri ku ini minta, pasti akan ku berikan."ucap nyonya jendral sambil mengelus rambut anak kesayangan nya.
Elly langsung tersenyum miris. Dia saja tak pernah mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan. Jangan kan barang yang bagus, perhatian ibu dan ayah nya saja dia tak bisa merasakan seperti ella yang di sayang. mereka hanya terfokus kepada kembaran nya saja.
"Ibu, maaf anak mu datang dan menganggu waktu ibu dan Ella."
"Ada apa kau datang ke tempat ku?" tanya nyonya voil dengan nada ketus nya.
"Bu, barang barang di dapur ku sudah tak layak di gunakan. Bisakah ibu meminta pelayan untuk menggantikan nya dengan yang baru?" tanya nya penuh harap.
wajah Ella terlihat sinis menatap ke arah Elly.
"Tidak! Pakai saja barang barang itu. kau tak layak mendapatkan Yang baru." ucap nyonya jendral dengan perkataan ketus nya.
Deg.... Perasaan Elly benar benar sakit, saat ibu nya mengatakan hal tersebut.
"Bu, tapi aku hanya sekali ini meminta kepada ibu. tidak bisakah ibu menuruti kemauan ku ini bu?" ucap gadis itu yang masih berusaha agar ibunya mau membelikan nya peralatan dapur nya itu.
"Sudahlah Elly, percuma kau meminta kepada ibu. karena ibu tak akan mau memberikan nya kepada mu." celetuk Ella dengan tertawa Sinis nya.
tatapan penuh luka di hati nya benar benar tak membuat ibu nya goyah ataupun kasihan kepada nya. Ibunya benar benar sangat kejam memperlakukan nya seperti ini.
"baiklah Bu, aku kembali saja. Maaf telah menganggu waktu ibu dan juga Ella." ucap nya dengan menahan tangis.
"Pergilah. Jangan berkeliaran di tempat kediaman ku ini. Kehadiran mu hanya akan membuat kediaman ku ini, menjadi sial!" ketus nyonya jendral yang tak memperdulikan Perasaan Elly saat itu yang benar benar terluka akibat ucapan nya.
Deg.... Nyes... sangat sakit. ucapan ibunya benar benar tak bisa membuat nya menahan tangis. perlahan air mata nya menetes. Ella yang melihat hal tersebut, langsung tersenyum puas. Dia suka saat melihat wajah rapuh dari saudara kembarnya itu.
"Kau akan tetap menjadi anak pembawa sial di keluarga ini Elly. dan aku akan tetap menjadi anak kesayangan ibu dan ayah. Kau tak berhak mendapatkan kasih sayang yang sama dengan ku. karena kau dan aku benar benar berbeda." gumam nya dalam hati merasa puas dengan perlakuan ibu nya tadi.
lanjut up yg banyak thor