Astari Rahayu , wanita muda yang sangat gesit dan lincah bertemu dengan seorang pria yang selalu memandang wanita dengan curiga tetapi saat bertemu Astari ia mempunyai ketertarikan yang tidak disembunyikan. Apakah Mereka dapat menjalin hubungan sebagai pimpinan dan bawahan atau bahkan percintaan ?.
Hai hai haaaiii.
Ini adalah buku ketiga aku, Aku mohon dukungan , kritik dan sarannya yang membangun.
Dan jangan lupa untuk Like dan Vote karya aku yaaaa...
Selamat membaca...😘😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
Asta, kamu sudah rapi ?," tanya Kevin dari luar kamar.
" Sudah, ayo berangkat !."
Kevin membawa Asta berbelanja kebutuhan dapur karena kulkas dan lemari makanan diapartement kosong tidak ada apa-apa.
" Mau beli apa ?," tanya Kevin ketika mereka sudah tiba disebuah supermarket.
" Mau beli macam-macam," ucap Asta tersenyum. Asta berjalan sambil mendorong troli belanja dengan Kevin yang mengikuti dari belakang.
Asta mengambil beberapa jenis sayuran segar dan juga ayam, daging telur dan yang lainnya sementara Kevin sendiri mengambil macam-macam buah serta berbagai macam cemilan membuat Asta tertawa geli tidak menyangka kalau suaminya suka ngemil.
Saat berada dikasir Asta ingat ia ingin membeli salah satu peralatan dapur.
" Mas kita kebagian elektronik sebentar ya," pinta Asta yang di iyakan oleh Kevin .
Asta menuju bagian yang menjual aneka macam mixer dan ia membeli mixer roti dan yang biasa .
" Kenapa kok jenisnya beda ?," tanya Kevin .
" He eh, kalau senggang aku mau bikin roti sendiri ."
" Memangnya bisa ?," goda Kevin .
" Bisa lah, Mba Dini kan punya usaha aneka roti, cake dan kuker jadi bisalah sedikit ."
" Apa sih yang tidak bisa dilakukan istriku ini ?," ucap Kevin dalam hati sambil memandang Asta.
" Mas, kita makan malam dulu ya sebelum pulang !."
" Okey."
Kevin dan Asta menikmati malam tanpa banyak bicara, dan hanya sesekali saja Kevin bertanya sesuatu pada Asta.
Baru saja mereka menyelesaikan makan malam tiba-tiba ada yang menyapa Kevin.
" Hallo sayang ," sapa Clara yang tiba-tiba muncul dan memberikan ciuman dibibir Kevin yang belum sempat menghindar.
Asta memandang Kevin yang tampak terkejut dengan kehadiran Clara dan dengan matanya Asta bertanya tentang wanita yang main cium saja.
" Asta, kenalkan Clara dia salah satu mantan menghiburku dan Clara kenalkan Asta,-
" Sayang, aku tidak perlu mengenalnya, karna sama sekali tidak penting buatku ," ucap Cla memotong ucapan Kevin .
" Benar sekali tidak penting untukmu karena Asta wanita terhormat sedangkan dirimu wanita yang bisa dibayar dan dibeli siapapun ," ucap Kevin kejam membuat Clara tertawa menggoda sama sekali tidak marah, sementara Asta menonton mereka berdebat sambil tersenyum.
" Kau benar sayang, dan kamulah yang sering memakai ku, dan Anda sudah berapa kali kamu dipakai olehnya, kau harus lebih banyak belajar agar Kevin tidak bosan." ucap Clara mengejek.
" Terima kasih atas sarannya, tetapi aku rasa kau wanita yang tidak cukup pintar dan sama sekali sudah tidak mempunyai daya tarik Clara karna Kevin melepaskan dirimu ?," jawab Asta dengan senyum menghina.
" Bagaimana kalau kita pulang sekarang Mas !."
" Tentu."
Mereka meninggalkan Clara tanpa perduli dan terlihat wanita itu sangat marah. Dengan sekuat tenaga Clara hendak menarik rambut Asta, tetapi gerakan Asta sangat cepat, ia menghindar dan menjegal kaki Clara hingga wanita itu tersungkur dilantai, sehingga mengejutkan Kevin dan tamu yang lainnya.
Dengan penuh kemarahan Kevin berjongkok didepan Clara dan memegang mulut Clara dengan kasar , " Kau lakukan sekali lagi pada istriku, kau akan merasakan kehancuran sehingga kau akan lebih memilih mati daripada terus hidup. Mengerti ?."
Kevin menarik lengan Asta dan mereka pergi sementara Clara menjadi perhatian dan cibiran dari para pengunjung Restoran.
" Wanita itu istrinya, tapi bagaimana mungkin Kevin bersedia menikah, aku tahu betapa sakit hatinya dia pada Yunita hingga dia tidak ingin terlibat lagi dengan yang namanya perkawinan," ucap Clara dalam hati.
Kevin terlihat masih marah ketika mengendarai mobilnya membuat Asta menegurnya, " Kau tahu Mas, kalau aku marah kakak mengajakku kelapangan tembak atau ke sasana agar aku bisa melampiaskan kemarahan ku tanpa merugikan orang lain."
Mendengar ucapan Asta, Kevin mencoba mengendalikan dirinya dan mulai mengemudikan mobilnya dengan tenang .
" Apakah waktu kamu marah dulu kamu ke lapangan tembak ?."
"He eh, menurut Kak Rizky kalau aku marah biasanya sasaranku selalu tepat."
Kevin tertawa masam dengan cara Asta menegur dirinya yang mengemudikan mobil dengan kencang karena emosi.
******
" Sedang apa ?," tanya Kevin melihat Asta sedang berada dimeja kerjanya, padahal sebelumnya ia sibuk merapikan barang belanjaan.
" Ini, tadi siang aku minta dikirimkan email sama Amanda dan baru sempat membukanya ."
" Astaaa, apakah kamu besok sudah mau mulai kerja ?."
" Kenapa tidak ?."
" Tapi kita baru menikah, dan waktunya buat kita untuk saling mengenal ."
" Mas, saling mengenal untukmu itu artinya beda dengan ku.Kalau aku, saling mengenal ya benar-benar aku mau tahu tentang dirimu yang ternyata suka mengemil, suka main perintah dan suka marah-marah. Sedangkan untukmu ya artikan lah sendiri," jawab Asta membuat Kevin tertawa keras.
" Wanita pintar, tidak salah aku menerima permintaan ayahmu untuk menikahi anak gadisnya ."
" Ha ha ha," Asta membalas dengan tiga kata.
Asta mulai fokus pada pekerjaan nya dan sesekali ia bertanya pada Kevin untuk memastikan dan mengeceknya sebelum mengirimkan ke email Amanda .
" Asta, pisau untuk mengupas buah kamu simpan dimana ?," tanya Kevin dari dapur, " kenapa dipindahkan tempatnya ?."
" Agar lebih aman, karena kemarin diletakkan dipinggir. Mau apa Mas ?."
" Mau ngupas ini, kenapa ?," tanyanya sambil menunjukkan buah apel.
" Aku sudah mengupasnya untukmu," ucap Asta sambil mengeluarkan sebuah kotak makan yang berisi buah yang sudah dikupas dan dipotong-potong.
" Terima kasih. Pekerjaan mu sudah selesai?."
"Sudah, kenapa ?."
"Temani aku !."
Kevin membawa Asta menuju lantai atas dan membuka pintu balkon dimana terdapat kursi santai untuk menikmati udara terbuka .
" Apakah tidak berbahaya Mas?."
" Tidak, kamu lihat balkon ini mempunyai pengaman yang sangat baik ."
Mereka berbaring dikursi santai sambil menikmati malam.
" Clara adalah teman kencan ku sebelum kamu bekerja denganku dan hubungan kami sudah berakhir ketika satu hari kamu menjadi sekretaris ku. Tidak ada emosi ataupun perasaan yang terlibat,"ujar Kevin ketika mereka diam dalam keheningan.
" Kenapa kau mengatakannya padaku ?."
" Kita sudah berumah tangga, aku ingin belajar untuk menghargai dan mencoba jujur dalam perkawinan yang kita jalani ini."
" Terima kasih Mas, apa aku boleh mengajukan permintaan ?."
" Katakanlah ?."
" Kau janji tidak akan marah padaku ?."
" Apakah kalau aku marah, kamu akan diam ?."
"Tidak juga sih, aku pasti akan mengatakannya terus," ucap Asta tertawa kecil membuat Kevin meliriknya.
" Katakan !."
"Kalau kau ijinkan, aku ingin kamu menjadi imam dalam setiap sholat wajib yang aku lakukan Mas, apakah permintaan ku memberatkan dirimu ?."
" Tidak. Permintaan mu sama sekali tidak memberatkan diriku. Aku sudah lama melupakan Nya sejak aku merasakan kekecewaan akibat penolakan Yunita, dan tidak ada seorang pun yang menegur diriku untuk mengingat Nya. Terima kasih Asta kamu telah menegur diriku. Jujur aku merasa malu setiap kali kamu melakukan kewajiban mu," Kevin meraih telapak tangan Asta dan menciumnya lembut penuh rasa terima kasih.
Asta membalas mencium tangan Kevin karena bahagia suaminya mau menerima permintaan nya untuk menjadi imam dalam sholat .
"Kita tidur sekarang, aku tidak ingin kamu kelelahan lagi, padahal aku masih ingin memberikan pelajaran dalam melayani suami ditempat tidur ." ucap Kevin membaut Asta tersipu malu, "Aku senang kalau kamu tersipu seperti itu ," goda Kevin lagi.
kok brasa kurang sreg nya, klo tokoh nya umur br 19th trus luar biasa kebiasaan nya...terlalu nggak ada mnrt saya...klo usia 22-23 msh lah, sarjana, bisa basa asing, kebiasaan yg diatas rata²...🙏
semangat ya dd othor say moga sehat dn bahagia sllu🤲 suka cerita nya gk bertele tele moga sampai ending nya pun begini gk bertele tele🥰🥰🥰🥰