Rachel, harus merelakan tubuhnya menjadi taruhan dalam pesta lajang seorang teman dekatnya demi menyelamatkan nyawa ibunya yang membutuhkan biaya besar untuk operasi.
Namun ternyata pertemuannya malam itu dengan Milano Arkana Putra membawanya untuk hidup menjadi partner ranjang dari laki-laki itu yang ternyata adalah seorang CEO di kantornya tempat dia bekerja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Weny Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perhitungan
"Rachel, lihat itu Pak Milan saat berjalan ke ruangannya tersenyum sambil melirikmu," ujar Nadia sambil terkekeh.
"Biarin aja deh Nad, yang penting dia ga buka rahasia di depan semua orang," jawab Rachel sambil sibuk mengetik di keyboardnya.
"Eh kalian kenapa sih suka banget bisik-bisik," tanya Dinda yang tiba-tiba berdiri di belakang Nadia.
"Kepo banget sih sama urusan orang!" bentak Nadia.
"Eh loe kok jadi sewot, Nad."
"Lagian loe reseh suka banget ikut campur urusan orang lain."
"Ya kalau di kantor ini ada bibit-bibit pelakor emang harus dibasmi."
"Memangnya siapa yang kamu maksud pelakor? Kalau kamu cuma tau setengah-setengah terus bikin fitnah kamu sendiri nanti yang kena batunya!" jawab Nadia sambil mendengus kesal.
"Udah Nad, jangan diladenin. Nanti tambah nglunjak."
Dinda pun kemudian berjalan ke kubikelnya sambil menggerutu.
***
Bella datang kantor Gibran dengan begitu tergesa-gesa. Derap langkahnya begitu cepat memasuki setiap ruangan hingga akhirnya dia sampai di ruangan Gibran dengan membuka pintu ruangan itu secara kasar. Gibran yang sedang menikmati makan siang bersama Vania pun begitu terkejut dengan kedatangan Bella yang terlihat begitu marah.
"Bella, apa-apaan kamu! Kamu ga bisa buka pintu lebih sopan sedikit!" teriak Gibran.
"Gibran kesabaranku sudah habis! Selama ini kalian selalu memojokkanku karena hubunganku dan Milan yang tidak harmonis tapi ternyata kau pun lebih tidak becus dibandingkan diriku!"
"Apa maksudmu?"
"Kau bilang sejak malam itu Rachel tidak terlihat lagi disini karena dia pulang ke kampung halamannya, tapi ternyata dia malah menjalin hubungan dengan Milan! Kau memang benar-benar bodoh Gibran! Mengurus perempuan lemah seperti Rachel saja kau tidak bisa!"
"Cukup Bella! Kau juga seharusnya sadar jika Milan mulai berpaling pada Rachel itu karena sikapmu! Bukankah sudah berulangkali kukatakan jika aku memiliki firasat buruk saat kau memutuskan kuliah di London. Jika kau mau menuruti kata-kataku pasti kau bisa menjaga Milan dengan baik agar tidak berpaling pada wanita lain karena aku tahu dia sangat mencintaimu!"
"Jadi kau menyalahkanku tanpa memandang kesalahan yang kau lakukan?"
"Ya karena ini semua memang sepenuhnya kesalahanmu! Meskipun Milan bisa bertemu Rachel setiap hari tapi jika kau tetap ada di sini dan menjaga hubunganmu dengannya dia pasti tidak akan berpaling pada Rachel!!"
"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya Hana yang tiba-tiba masuk ke ruangan Gibran.
"Mama, ternyata Gibran selama ini juga telah melakukan kesalahan besar Ma, selama ini ternyata Rachel tidak pulang ke kampung halamannya dan malah menjalin hubungan dengan Milan!"
"Apa? Milan kini menjalin hubungan dengan Rachel?" teriak Hana.
"Iya Ma, ini semua terjadi karena kesalahan Gibran! Dia memang tidak becus, jika saja sejak kejadian itu Gibran langsung bertindak untuk membuang jauh-jauh Rachel dari kehidupan Milan tentu hubungan mereka tidak akan terjalin sejauh ini, tidak hanya itu kini Rachel juga bekerja di perusahaan milik Milan ma, lihat ini salah satu teman kantor Rachel yang memberitahukan padaku," ujar Bella sambil memperlihatkan ponselnya.
"Tante, setelah kejadian malam itu memang aku tidak bisa mengontrol sepenuhnya bagaimana hubungan Rachel dan Milan, tetapi kunci dari permasalahan ini tetap ada pada Bella, sudah berulangkali aku meminta Bella untuk membatalkan niatnya kuliah di London sampai kita selesai menjalankan rencana ini, karena aku sudah memiliki firasat buruk tentang hubungan mereka berdua jika Bella mengikuti egonya untuk bisa menjalin hubungan dengan Arvin. Tapi sayangnya Bella tidak pernah mengindahkan kata-kataku."
"Tapi Ma, Gibran juga bersalah karena dia tidak bisa menyingkirkan Rachel sejak kejadian malam itu!"
"Cukup Bella! Benar apa yang dikatakan Gibran, kau memang egois dan selalu saja menuruti nafsumu! Sekarang juga kau putuskan hubunganmu dengan Arvin dan perbaiki hubunganmu dengan Milan bagaimanapun caranya!"
"Tapi Ma!"
"Tidak ada tapi-tapian! Atau kau akan kucoret dari daftar waris keluarga ini!"
"Kalian memang sama saja!" teriak Bella kemudian keluar dari ruang kerja Gibran.
Hana lalu mendekat pada Gibran. "Gibran, tolong kau awasi gerak-gerik Bella, jangan sampai dia menjalin hubungan lagi dengan Arvin."
"Iya tante."
"Baik, tante pulang dulu."
Vania yang sedari tadi duduk di sofa dan hanya mendengarkan pertengkaran mereka pun kemudian mendekat pada Gibran.
"Gibran, keadaan semakin kacau. Jika Bella tidak bisa membuat Milan kembali padanya posisimu semakin terancam karena Bella pasti akan melakukan berbagai cara untuk menyingkirkanmu agar tidak bisa seutuhnya memiliki semua aset kekayaan kakekmu."
"Kau benar, Vania. Sekarang aku harus semakin berhati-hati pada Bella."
"Iya Gibran, dan jangan lupa limpahkan semua aset yang kau miliki menjadi atas namaku agar aset milikmu aman," bisik Vania di telinga Gibran.
"Iya sayang, semua sudah kuurus."
'Hahahahha dasar bodoh, kita tinggal menghitung hari Gibran sayang, maka aku akan menguasai semua aset milikmu,' gumam Vania dalam hati sambil tersenyum menyeringai.
***
Rachel mengamati keadaan sekeliling basemen dengan sedikit cemas, setelah dirasa aman dia lalu bergegas masuk ke dalam mobil Milan.
"Ayo cepat Milan, sebelum ada yang melihat kita."
"Memangnya kenapa Ra? Biarkan saja mereka tahu hubungan kita sebenarnya?"
"Hubungan apa Milan? Kita berbeda, dan semua orang tahu kau adalah kekasih Bella, pasti mereka berpikir jika aku hanya partner ranjang saja bagimu."
"Baik, jika seperti itu lebih baik biarkan semua orang tahu jika kau adalah kekasihku."
"Tidak Milan."
"Rachel jika kita terus menerus seperti ini yang ada hanya akan semakin memperburuk keadaan. Mulai besok aku tidak akan menutupi hubungan ini lagi sebelum semua orang akan berpikir buruk tentangmu."
"Tapi Milan."
"Rachel, keputusanku sudah bulat. Karena setelah ini aku juga akan secepatnya mengenalkanmu pada kedua orang tuaku! Bukankan ini yang kau mau? Kepastian dari hubungan kita berdua?"
Rachel pun mengangguk. Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di apartemen Milan, namun saat mereka akan membuka pintu apartemen itu, tiba-tiba Bella sudah berdiri di belakang mereka.
"Milan! Jadi ini kelakuanmu di belakangku?" teriak Bella sambil mendekat pada Milan dan Rachel.
"Dasar wanita ******! Berani-beraninya kau menggoda kekasihku!" bentak Bella pada Rachel.
"Bella jaga kata-katamu! Apakah kau belum juga sadar akan perbuatanmu! Lihat dulu kelakuanmu yang sudah begitu murahan yang memiliki dua orang kekasih disaat yang bersamaan!"
"Tapi Milan, setidaknya aku tidak pernah merebut kekasih orang seperti yang dilakukan oleh wanita ja*ang ini! Dia bahkan merelakan tubuhnya untuk bisa merebutmu dari diriku dengan menjadi partner ranjang dan pemuas nafsu bagimu selama aku pergi! Dasar wanita murahan!" bentak Bella.
PLAK PLAK PLAK
"Kuperingatkan padamu Bella jangan pernah kau berkata seperti itu lagi pada Rachel jika tidak maka kau akan kubuat menderita selama-lamanya!"
"Ayo Rachel kita masuk!" kata Milan kemudian menarik tangan Rachel masuk ke dalam apartemen.
Bella pun menatapnya dengan tatapan nanar. "Awas kau Rachel, akan kubuat perhitungan denganmu!"
eh Gibran cuma dimanfaatin sm bininya, krn bininya cintanya sm Arvin.
Milan lama² jatuh cinta beneran sm Rachel, untung Rachel jg cinta & nerima² aja gmn kampretnya Milan..
Smoga akhirnya kecurangan Bela & Gibran ketahuan sm Milan sih..
Milan sm Bela yg asal celap celup siih.. iiiyuuuh..
cm penisirin aja..si evan tanggung jwb k sinta gk stlh keluar dr penjara?
ap ttp gk ya...po akoh yg gk mudeng...
lawong evan gk cinta sinta y gk mw.
cinta celine tp dy yg dh gk mw...
ya..akoh berharap aj mbok si evan mo tanggung jwb
tp kok kyk sih sinta deh...
tp iyo po ora embuh...
otak ke rodo kurang pinter sitik...😄😄
biarknlah para readersss yg gk mudeng...
kl akoh sih mudeng2 wae kok...😄😄😄
hahahaha ....musuh bebuyutan jd ipar ran....
hayoloh...milih sapak....
bpke kandung ank ke apa kekasih baru yg dh inuk2...😉
soalna d judul bab pr1 ni dh ad tulisan 4thn
trs lnjt bawahnya 4 thn lg
jd ngiranya 8 thn.
ngungkapin pndpt.
hrse tulisane d atas judul aj yg 4 thn nya.
jd ben gk galfok....
mangap y thor...✌✌✌
tp tiap bab ttp ksh jempol kok....
rebes pokok ke...👍👍👍
akhirnya ktemu lg ma karya author ku ini....😊
ku sllu menanti karya2 mu thor...
sukses sllu...👍💪👄