NovelToon NovelToon
Kontrak Dua Minggu

Kontrak Dua Minggu

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Wanita Karir
Popularitas:119
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

Marisa Sartika Asih sedang berada di titik terendah hidupnya. Dalan satu hari, ia kehilangan pekerjaan dan batal menikah karena tunangannya, Bara, berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Ditengah keputusasaan dan jeratan kebutuhan biaya rumah sakit ibunya di kampung, Marisa bertemu dengan Dalend, seorang Pria asing yang misterius.

Dalend menawarkan sebuah kesepakatan tak terduga. Marisa cukup berpura-pura menjadi pasangannya di depan keluarganya selama dua minggu hingga satu bulan. Imbalannya adalah uang tunai sebesar 50 juta rupiah. Terdesak oleh gengsi dan kebutuhan ekonomi, Marisa pun dihadapkan pada pilihan sulit antara harga diri atau jalan keluar instan dari keterpurukannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 (Part 2)

Keesokan harinya, realitas kembali menghantam. Saat Marisa sedang menyiapkan beberapa contoh menu di dapur barunya di kantor pusat,  seorang resepsionis menghubunginya dengan suara cemas.

"Mbak Marisa, ada seseorang di lobi yang memaksa ingin bertemu Tuan Wijaya atau Anda. Dia bilang dia punya 'informasi penting' tentang latar belakang Anda," lapor resepsionis itu.

Marisa mengerutkan kening. "Siapa namanya?"

"Dia tidak mau menyebutkan namanya, Mbak. Tapi dia membawa berkas-berkas lama dari kafe di Jawa Timur."

Marisa segera tahu siapa itu. Bara.

Ia melepas celemeknya, merapikan kemejanya, dan berjalan menuju lobi dengan langkah yang mantap. Ia tidak akan membiarkan Bara merusak apa yang sudah ia bangun dengan susah payah.

Di lobi, Bara berdiri dengan pakaian yang tampak lusuh. Wajahnya yang dulu sombong kini dipenuhi keputusasaan. Saat melihat Marisa, ia langsung berdiri.

"Marisa! Akhirnya kamu keluar. Dengar, aku mau bicara baik-baik-"

"Tidak ada yang perlu dibicarakan, Bara," potong Marisa dingin. "Kenapa kamu membawa berkas-berkas itu? Apa kamu mau mencoba memeras Angkasa Raya dengan masa laluku sebagai tukang masak kafe? Silakan. Tuan Wijaya sudah tahu semuanya."

Bara mengepalkan tangannya. "Kamu tidak mengerti. Aku hancur, Marisa! Anya mengambil semuanya. Aku butuh uang, dan aku tahu kamu punya akses ke jutaan dolar sekarang. Jika kamu tidak membantuku, aku akan menyebarkan foto-foto lama kita ke media. Aku akan bilang bahwa kamu menggunakan aku untuk belajar menipu orang kaya!"

Marisa menatap Bara dengan rasa kasihan yang mendalam. Pria yang dulu ia puja ini sekarang hanyalah puing-puing karakter yang menyedihkan.

"Lakukan saja, Bara," tantang Marisa. "Sebarkan foto-foto itu. Orang-orang akan melihat seorang wanita yang bekerja keras dari bawah, dan seorang wanita yang bekerja keras bawah, dan seorang pria pecundang     yang mencoba menjatuhkannya karena iri. Menurutmu,  publik akan membela siapa?"

Tepat saat itu, pintu lift terbuka dan Dalend melangkah keluar dengan beberapa pengawal. Ia melihat Bara dan matanya langsung berkilat marah.

"Sepertinya peringatanku lewat telpon tidak cukup jelas buatmu," ujar Dalend, suaranya sangat tenang namun mematikan. Ia berjalan mendekat, berdiri di depan Marisa seperti sebuah perisai baja.

"Tuan Dalend, Anda tidak tahu siapa wanita ini sebenarnya-" Bara mencoba memprovokasi.

"Aku tahu siapa dia jauh lebih baik daripada kamu," Dalend memotong dengan tajam. "Dia adalah calon istriku. Dan kamu? Kamu hanyalah gangguan kecil yang akan segera aku singkirkan secara hukum. Pengawal, bawa pria ini keluar. Jika dia menginjakkan kaki di gedung ini lagi, serahkan langsung ke polisi atas tuduhan percobaan pemerasan."

Bara ditarik paksa keluar dari lobi, berteriak-teriak tidak jelas hingga suaranya menghilang di balik pintu kaca.

...

Marisa menghela napas panjang, tubuhnya sedikit gemetar.  Dalend segera berbalik dan merangkulnya. "Kamu oke?" Tanya Dalend, suaranya berubah menjadi lembut dan penuh perhatian.

"Aku oke. Hanya... aku tidak menyangka dia akan senekat itu," bisik Marisa.

"Dia sudah putus asa. Dan orang putus asa adalah orang yang paling lemah," Dalend mencium dahi Marisa di depan semua staf lobi yang menonton, seolah ingin menegaskan pada dunia siapa Marisa bagi dirinya. "Ayo kembali ke dapur. Aku dengar kamu sedang membuat resep baru? Aku butuh mencicipinya untuk memulihkan suasana hatiku."

Marisa tersenyum, menatap mata Dalend. Rasa takut yang sempat muncul karena ancaman Bara seketika menguap, digantikan oleh kepastian bahwa ia memiliki anchor yang tidak akan pernah melepaskannya.

"Resepnya pedas, Dalend. Sama seperti aku," goda Marisa sambil berjalan menuju lift.

"Aku suka pedas," balas Dalend dengan kerlingan mata nakal. "Dan aku tidak sabar untuk mencoba setiap inci dari resep barumu itu malam ini."

Saat lift tertutup, Marisa menyadari satu hal, Masa lalunya mungkin mencoba mengetuk pintu, tapi pintunya sudah terkunci rapat dari dalam. Dan kunci itu, dipegang erat oleh pria yang baru saja ia cium di bawah selimut semalam.

1
Sherlys01
Semangat yaa😁💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!