Novel ketiga author. Komedi Romantis.
Dera, mahasiswa cantik yang mengidolakan seorang pengusaha muda tampan dan terkenal bernama Zayn Wiguna. Namun, Dera harus mengubur dalam-dalam perasaannya, saat Zayn memutuskan bertunangan dengan kekasihnya.
Patah hati membuat hidup Dera berantakan, hingga tanpa sengaja ia justru terjebak dalam situasi yang memaksanya menikah dengan Zayn. Saat Dera tak bisa menghindar, sifat asli Zayn mulai terbongkar, Semua yang ditampilkan di media hanyalah kepalsuan. Dera juga baru mengetahui fakta bahwa Zayn adalah kakak kandung Zayyan, laki-laki yang selama ini dengan tulus mencintainya.
Mampukah Dera mempertahankan perasaannya pada Zayn, atau justru ia akan berpaling pada Zayyan yang jelas-jelas tulus mencintanya?
Sebelum membaca novel ini, disarankan membaca novel author sebelumnya dengan judul *My Amazing Husband* dan juga *Menikahi Anak Sopir*
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itta Haruka07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Aku baru saja selesai mandi, dan langsung memeriksa kembali beberapa email dari sekretarisku. Menjadi pemimpin perusahaan membuatku tak memiliki banyak waktu untuk bersantai. Sebenarnya, tahun ini pekerjaanku sudah mulai berkurang, karena Zayyan sudah bisa menghandle bengkel Papa yang juga berkembang pesat.
Zayyan memang lebih tertarik dengan dunia otomotif daripada membantuku mengurus bisnis turun temurun ini. Dibandingkan denganku, Zayyan benar-benar lebih mirip Papa, sedangkan aku lebih mirip Kakek dalam hal bisnis.
Zea juga tidak mau membantuku di perusahaan, dia lebih suka membuat kue bersama Mama dan mengelola toko kue milik Mama. Lagi-lagi hanya aku yang tersisa, sendirian mengurus perusahaan, hanya terkadang saja dibantu Papa.
Semenjak lulus SMA, Papa dan GrandPa mulai menyerahkan tanggung jawab perusahaan padaku, sehingga aku sudah terlatih sibuk sejak masa remaja. Membagi waktu antara kuliah dan perusahaan, membuatku tidak memiliki waktu untuk berpacaran, sampai akhirnya aku mengenal Clara dua tahun lalu.
Hubunganku dan Clara juga tidak semudah yang aku bayangkan, Clara sangat sulit mengerti keadaanku yang sangat sibuk waktu itu. Sampai akhirnya, dia benar-benar mengkhianatiku.
Tok tok tok
"Siapa?"
Pintu kamarku terbuka, dan muncullah Zayyan dari balik pintu itu.
"Aku mau bicara, Kakak sibuk?" tanyanya sambil mengamati laptop di mejaku.
"Mau bicara apa? Kakak akan dengarkan," jawabku sambil menatap kembali pada layar laptop yang terus menyala.
Zayyan kemudian menutup pintu dan berjalan menghampiriku. Dia kemudian duduk di sofa di hadapanku. Aku tahu dia ingin membicarakan soal Dera.
"Soal Dera, apa Kakak hanya mempermainkannya?" tanya Zayn yang kini menatapku serius.
"Kalau kakak hanya ingin mempermainkannya, kenapa kakak harus menikahinya?" Aku balik bertanya pada adikku itu.
Zayyan terdiam, ia menundukkan kepalanya. Sebagai seorang kakak, sebenarnya aku tidak tega melihatnya seperti itu. Namun, aku tahu Dera tidak mencintai Zayyan, dan semua juga sudah terjadi.
"Zayyan, kakak memang belum bisa mencintai Dera seperti kamu mencintainya, tapi kakak janji akan terus membahagiakan Dera," kataku mencoba menenangkan adikku itu.
"Kalau Kakak menyakiti Dera, apalagi kalau alasannya karena Clara, aku tidak akan tinggal diam."
Aku mengangguk, baru kali ini Zayyan berani mengancamku. Bagaimanapun juga, Zayyan seorang remaja yang sedang menyukai wanita, jadi wajar saja dia bersikap seperti itu. Aku tidak ingin ambil pusing dengan remaja yang sedang kasmaran.
"Belajarlah mengikhlaskan dia, dia itu jatahnya kakak, kamu masih muda masih ada banyak waktu untuk mencari wanita lain. Kakak sudah mengecewakan Mama, dan kakak ingin menebus semuanya. Kamu mengerti, kan?"
Zayyan mengangguk, lalu kami sama-sama tersenyum.
Semoga saja Zayyan benar-benar bisa melupakan Dera.
*
*
*
Menjelang jam makan siang, aku sudah mengosongkan jadwal untuk bisa makan siang bersama Dera. Aku memang ingin lebih dekat dengannya, dan meyakinkan Dera bahwa aku memang ingin belajar mencintainya.
"Kai, aku mau jemput Dera di kampus, pastikan tidak ada yang mengganggu acara makan siangku," ucapku saat Kaisar masuk ke ruanganku.
"Iya Bos, siap," jawabnya terdengar malas.
Kenapa dia tidak semangat begitu? Apa dia baru saja ditolak lagi oleh istri orang itu?
"Kenapa? Kusut begitu mukamu?" tanyaku sambil merebut berkas yang dibawanya.
"Semangatku lagi nggak ada, Bos. Nggak tau ke mana? Apa magangnya sudah selesai ya?" Kaisar duduk di hadapanku.
"Kimmora?" tebakku. Siapa lagi sih yang dia sukai selain wanita yang sudah menjadi istri pria lain itu.
Dia mengangguk, lalu menjatuhkan kepalanya di meja kerjaku. Benar-benar seperti manusia lemah tanpa daya. Dasar korban cinta!
"Hari ini dia tidak ada di kantor, walaupun istri orang, tapi dia membuatku lebih semangat kerja, Bos," ocehnya masih dengan kepala yang disandarkan di meja.
"Kemarin-kemarin sebelum ada dia, siapa yang bikin kamu semangat?" tanyaku sambil memeriksa berkas pengeluaran keuangan perusahaan.
"Cuma gaji, Bos. Kalau sekarang beda lagi." Kaisar mengankat kepalanya dan menatapku.
"Lagian dia itu istri orang, nggak usah berharap padanya, Kai."
"Nggak berharap, Bos, tapi setiap melihat dia itu rasanya aku seperti hidup lagi."
"Jangan bilang kalau kamu zombi!"
"Ah, si Bos nggak asik. Udah sana pacaran."
"Hei! Jangan lupa! Ini ruanganku!"
❤❤❤
Up Ke dua, semoga suka.
Lagi mengejar Babnya Kimmy-Arsen jadi double up. mungkin juga triple up.. doakan otak Othornya sehat ya 🥰🥰
Like, Komen, Hadiah, dan Vote nya jangan lupa 🥰🥰
Sampai ketemu lagi 😘😘
😏😏😏😏😏
Leh..... ngapain g ambil troli juga....🤦🤦🤦🤦