NovelToon NovelToon
My Beloved Duda

My Beloved Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.4
Nama Author: Gulla

*****


Ray seorang duda, yang jauh cinta pada guru anaknya sendiri...

Dia tahu ia gila karena menyukai wanita itu. Bahkan ia rela melakukan apapun agar Raihanah menjadi miliknya menjadi ibu dari anaknya....

Apakah Raihanah akan jatuh cinta pada Ray?

dan menerima tawaran Ray untuk menjadi istrinya atau sebaliknya Raihanah lah yang tergila-gila pada Ray..

atau Raihanah akan berpaling ketika menemukan sosok pria sempurna seperti Ryan..

jadi bagaimana kah kelanjutannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

TERLUKA

Andai bisa ku bekukan waktu, pasti cinta ini akan menyatu tanpa ragu. Maaf telah melukaimu untuk kesekian kalinya, Rain....

-

-

Raihanah melangkahkan kaki memasuki gedung hotel, hari ini adalah hari pernikahan sahabatnya Cindy ketika SMA dulu. Cindy menikah dengan Heru seorang dosen di salah satu universitas terkenal di Surakarta. Pesta berlangsung dengan meriah, dengan dekorasi khas jawa yang di balut sentuhan modern menjadikan ruangan ini terlihat elegan. Raihanah memakai long dress merah berlengan panjang dengan renda dan kerudung putih panjang yang menutupi dada sampai pinggangnya. Raihanah terlihat anggun dan mempesona malam ini.

Raihanah berjalan tanpa menghiraukan tatapan memuja orang-orang yang ditunjukkan secara terang-terangan kepadanya. Ketika Raihanah sampai di kursi pelaminan, ia menyalami Cindy dan Heru. Mereka terlihat sangat serasi, timbul sedikit rasa iri di benak Raihanah. Andai dulu ia tidak menolak Raihan, pasti ia akan berada di tempat yang sama seperti Cindy. Raihanah menggelengkan kepalanya kenapa ia masih memikirkan Raihan. Tidak seharusnya pria itu berada di pikirannya.

"Barakallah, atas pernikahan kalian. Semoga Allah meridhoi kalian berdua hingga ajal menanti." Ucap Raihanah

"Terimakasih Rai, terimakasih sudah datang," Cindy langsung memeluk erat tubuh sahabatnya itu.

"Maaf kemarin aku tidak bisa menemanimu," Cindy menyesal, kemarin ia sibuk mengurusi jadwal pernikahannya hingga ia menolak ajakan Raihanah.

"Tidak apa-apa, Cin." Raihanah memaklumi itu.

"Aku harap kamu cepet nyusul Rai," sahut Heru tiba-tiba.

Raihanah tersenyum kecil mendengar ucapan Heru, apa ia bisa menikah secepat itu? setelah aku menyakiti hati dua orang pria sekaligus. Apa masih ada pria yang menginginkan aku? Raihanah menggeleng kecil menghapus pikiran itu. sebaiknya ia fokus terhadap kariernya dulu, ia tidak ingin terluka. Penolakan Raihan kemarin membuat Raihanah sadar jika ia tidak pantas untuk dicintai dan kepergian Ryan yang entah kemana juga membuatnya frustasi akan cinta.

"Permisi, aku mau kesana sebentar." Pamit Raihanah pada sahabatnya.

Raihanah melangkah kecil menuju jajaran meja yang berisikan minuman, ketika Raihanah mengambil salah satu minuman disana. Raihanah merasa lututnya dipeluk oleh sepasang tangan kecil. Raihanah menunduk melihatnya, ia kaget namun ia langsung menyembunyikan rasa kagetnya dengan senyumnya. Ia menundukkan badan mensejajarkannya dengan tubuh kecil Rakan. Raihanah tidak mengira ia akan bertemu dengan anak ini.

Apakah ini takdir tuhan? kenapa mereka selalu dipertemukan. jika ada Rakan pasti ada Raihan. Jantung Raihanah berdebar tanpa ia sangka. Padahal ia sudah berkali-kali mencoba menjauh dari Raihan. Tapi pria itu selalu ada di manapun.

"Bunda Rain, kok bisa disini," tanya Rakan. Ia senang akhirnya bisa bertemu Raihanah. Maka dari itu ia langsung menghampiri bundanya itu, padahal ayahnya tadi melarangnya bangkit dari kursi sebelum ada Paman Adrian. Ia rindu, dengan Raihanah.

"Seharusnya bunda yang bertanya seperti itu sama kamu Rakan." Raihanah tidak mempermasalahkan panggilan Rakan padanya.

"Rakan diajak ayah ke sini. Om heru temannya ayah nikah makannya kita kesini sebelum pulang." ucap Rakan.

"Oh." Ujar Rainah seakan mengerti apa yang Rakan katakan.

"Dimana ayahmu?" Raihanah melihat sekeliling tapi ia tidak menemukan keberadaan Raihan di sekitar Rakan.

"Tadi pergi ke sana, Raihan disuruh ikut Om Adrian. Tapi Om Adrian pergi entah kemana." Rakan mengerucutkan bibirnya, ia merasa sendirian di tempat asing. Tapi ketika ia melihat Raihanah. Ia langsung berlari dan memeluk Raihanah.

"Untungnya kau pintar, karena bisa menemukan keberadaanku," ucap Raihanah sambil mengelus lembut rambut hitam milik Rakan.

"Dasar pria itu, bisa-bisanya meninggalkan anak kecil sendirian di hotel yang megah ini." guman Raihanah dalam hati. Ia marah kepada Raihan yang bisa-bisanya meninggalkan anaknya seorang diri. Bagaimana jika anaknya di culik nanti atau terluka? Apa Raihan tidak pernah memikirkan hal itu? Sebenarnya apa sih yang ada di otak Raihan.

Raihanah mengangkat tubuh kecil Rakan ke dalam gendongannya, disambut suka cita oleh Rakan.Tubuh Rakan terasa lebih berat sebelumnya. Raihanah meringis karena itu.

"Kamu kok tambah berat sayang. Banyak makan ya." Rakan hanya tertawa.

"Ayo kita cari ayahmu dan kita beri dia pelajaran!!!" Ucap Raihanah dengan senang. Ia tidak tega membiarkan Rakan seorang diri disana. Andai saja Rakan anaknya pasti dia akan sangat bahagia.

"Ayo!!" seru Rakan senang. Raihanah tertawa melihat betapa menggemaskan ekspresi Rakan. Lalu mereka berjalan mencari dimana keberadaan Raihana. Raihanah bertekad juga ingin memberikan pelajaran ada pria kurang ajar itu karena telah meninggalkan anaknya seorang diri.

*****

Setelah berputar-putar selama 10 menit di sekitar ruangan pernikahan, akhirnya Raihan menemukan Raihan. Dilihatnya sosok tegap itu berjalan menuju lorong kamar mandi, Raihan melangkah pelan mengikuti Raihan, ia agak kesulitan untuk berlari karena ia sedang menggendong Rakan dan memakai sepatu high hels. Raihanah tersenyum bahagia bisa melihat pria tampan itu lagi, timbul sedikit harapan di hatinya. Ia sudah memaafkan Raihan, dan ia ingin memulai semuanya dari awal. lalu meminta Raihan untuk melamarnya kepada sang ayah.

"Rai-" Ucapan Raihanah berhenti, ia terpaku dengan apa yang ia lihat. Hatinya seakan di remas untuk kesekian kalinya. Lagi-lagi Raihan menghancurkan hatinya berkeping-keping. Sesakit ini kah jatuh cinta. Kalau ia kenapa harus dia yang merasakan. Ternyata benar ujian paling berat adalah jatuh cinta sebelum menikah. Ya Allah kuatkan hatinya agar airmatanya tak tumpah dengan sia-sia.

Mata Raihanah melotot, tubuhnya hampir luruh kalau saja ia tidak menyandar ke tembok. Tubuh Raihanah menegang, hatinya belum sanggup menerima kenyataan ini. Raihan laki-laki yang kemarin baru saja mengatakan cinta padanya berciuman dengan wanita lain. Hatinya perih, ia tidak pernah merasa sakit seperti ini, ia jadi ingat ciuman pertama yang ia dapatkan dari Raihan. Raihan pasti sangat berpengalaman dibanding dirinya, bisa saja Raihan hanya mempermainkan hatinya. Pria itu tak sungguh mencintainya. Mana ada cinta tapi masih bisa mencium wanita lain.

Ternyata pria itu sama dengan pria lainnya yang bisa mencium semua wanita. Apa Raihan juga berpikir ia sama dengan wanita-wanitanya? Raihanah sedih memikirkan hal itu. Semudah itukah Raihan mencium wanita lain setelah menciumnya? dan bodohnya kenapa ia harus menangis untuk pria yg bukan siapa-siapa nya. Raihan bebas melakukan apapun. Jadi dia tak perlu sedih. Untuk apa menangisi pria berengsek sepertinya. Seharusnya ia tak menangis.

"Bunda," Suara Rakan menyadarkan Raihanah, dengan cepat Raihanah memalingkan wajah Rakan agar tidak melihat itu. tapi terlambat Rakan melihat sosok ayahnya lebih dulu.

"Ayah." Panggilan Rakan membuat aktivitas itu berhenti.

Raihan menoleh, matanya terbelalak kaget mendapati anak dan wanita yang di cintai nya berada di hadapannya. Habis sudah riwayatnya.

****

jangan lupa Follow Instagram author @wgulla_

jangan lupa like nya.... dan koment juga...

love youuuuuuuuuu semua

1
gulla daisy
Wajib baca
Herlina Riansyah
astaga nagaa membagongkan ...stgh hati keknya yg nulis ini
Herlina Riansyah
bgtu trs drtd mbuleet cm tinggal bilng iya Rain ak terima cintamu jgn prgi lg y kita akn menikah secepatnya
Herlina Riansyah
klau mnurutku mereka ber2 manusia bodoh yg trbelenggu ruang rindu .hmm gada yg mw ngalah pdhl sm cinta tp sma² gengsi
Herlina Riansyah
dahlah capek jg sm Rain ini ..mendingan km sm Ryan aja cucok meong .g usah gnggu Raihan lg biarlah dy urus prmasalahnnya am mantan istrinya
Herlina Riansyah
lagu favoritku ni jaman SMA 🥰🥰
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Mmhh Al Fatih
Raihan oh raihaan ...Reihan itu baiiiik iyakan kan lg viral😀
Nadri Nadri
ini bulak balik certanya
Nadri Nadri
terlalu berbelit 2 ini certa kayak fc
Nurhayati Nia
aku singgah di karya mubthorr
Asyatun 1
lanjut
arfan
up
Ratna Pinky
Makassar hadir 🤗
alfi
linkaran tak ber ujung 🤣🤣🤣🤣🤣 pushing
Muhsana Hj. Kaco
kenapa tidak dilanjutkan dan diselesaikan saja ceritanya..biar endingnya sama2 bahagia seperti darren - ....., adrian - ......., dan ryan - ......, mereka kan belum mendapatkan pasangan juga
Muhsana Hj. Kaco
endingnya gantung banget ya
Ellyana Rosita
aww
Nunung Syariah
Cikampek, Karawang
Shima Jiu
gua aja bingung thor, nama-namanya pada mirip, raihan, raihanah, ryan, rakan, reno, reina, belum yg salah ketik, ane tambah bingung..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!