NovelToon NovelToon
A.M.R.A

A.M.R.A

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Cerai / Selingkuh
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bp. Juenk

Seorang Wanita Kuat-Amara. setelah hampir 15 th pernikahan ternyata suaminya ketahuan Selingkuh.

Semenjak itu Kehidupan Amara dan kehidupan rumah tangga nya berubah.

Masih Mencinta namun tak dapat bersama

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bp. Juenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Baru Awal Baru

Kartu kunci apartemen itu terasa ringan di tangan Amara, namun bobot simbolisnya luar biasa. Apartemen di lantai delapan sebuah bangunan modern di kawasan yang hijau ini bukan rumah mewah.

Luasnya mungkin seperempat dari rumah Pondok Indah mereka. Tapi setiap sentimeter perseginya adalah miliknya. Pilihannya. Jejaknya.

Proses pindah bukanlah perpindahan besar. Dia hanya membawa barang-barang yang benar-benar dia inginkan: buku-bukunya, koleksi kain dan material, pakaian, dan tentu saja, semua barang Luna.

Furnitur lama ditinggalkan atau dijual. Dia ingin memulai dengan yang baru, yang mencerminkan dirinya yang sekarang.

Proses mendekorasi adalah sebuah terapi kreatif yang paling murni. Tanpa perlu berkompromi dengan selera Rafa yang monokrom dan minimalis, Amara memberi warna pada dinding kamarnya dengan cat hijau sage yang lembut.

Di ruang tamu yang menyatu dengan dapur kecil, satu dinding dicat dengan warna mustard berani sebagai aksen. Dia memilih sofa modular berwarna krem yang bisa disusun ulang, karpet berumbai dengan motif geometris, dan rak-rak kayu terbuka yang dipenuhi oleh buku, tanaman hias, dan benda-benda temuan yang berarti baginya: sebuah cangkang kerang dari pantai pertama mereka, vas keramik buatan Luna, sebuah patung kayu kecil dari Bali.

Yang paling istimewa adalah dinding di belakang meja makan kecil. Itu adalah "gallery wall"-nya. Dia memajang sketsa-sketsa terbaik dari koleksi "Fragments & Wholeness", foto-foto dirinya bersama Sari dan klien, dan sebuah kanvas kecil dengan lukisan abstrak berwarna-warni yang dibelinya dari seorang seniman jalanan.

Tidak ada satu pun foto Rafa. Itu bukan penyangkalan, tapi sebuah pernyataan: ruang ini adalah tentang bab barunya.

Luna memiliki kamarnya sendiri, yang didesain bersama. Dindingnya berwarna biru lavender, dengan mural sederhana awan dan bintang yang mereka lukis bersama. Ada ranjang tingkat dengan area bermain di bawahnya, dan rak untuk boneka serta buku.

Di rumah Rafa (sebuah apartemen yang lebih besar di kawasan yang sama), Luna juga memiliki kamar dengan tema laut. Luna, dengan ketahanan anak-anak yang luar biasa, mulai menganggap memiliki "dua rumah" sebagai sebuah petualangan.

"Di rumah Mama aku punya cat air, di rumah Papa aku punya Lego Technic," katanya bangga suatu hari.

Jadwalnya ketat, tercetak rapi di kulkas kedua rumah. Warna biru untuk hari-hari bersama Amara, hijau untuk hari-hari bersama Rafa. Koordinasi via grup chat tiga orang (mereka menyebutnya "Tim Luna") berjalan efisien.

Tidak ada lagi percakapan yang tegang. Hanya pertanyaan praktis: "Luna besok ada tes, sudah belajar?" "Iya, sudah. Dia bawa bekal sandwich ayam." "Oke, terima kasih."

Beberapa minggu setelah menetap, Amara mendapat undangan dari Anton untuk menghadiri pembukaan pameran seni tekstil bertajuk "Interwoven Narratives" di sebuah galeri terkenal. Ini adalah acara profesional, dan dia merasa sedikit gugup.

Dia memilih gaun jumpsuit panjang dari kain linen blended berwarna abu-abu batu, dengan potongan yang sederhana namun elegan. Dia menambahkan syal sutra dengan cetakan abstrak karya seniman lokal dan sepatu hak rendah yang nyaman. Saat berdiri di depan cermin apartemen barunya, dia melihat seorang wanita yang percaya diri, dengan mata yang tenang dan sedikit senyum di bibir.

Dia tidak lagi terlihat seperti "mantan seseorang". Dia terlihat seperti Amara.

Galeri itu ramai. Suasana berbeda dengan pameran "Fragmen & Rekonsiliasi" yang dulu. Ini lebih meriah, penuh dengan seniman, kolektor, dan penggemar seni.

Amara melihat karya-karya luar biasa: instalasi benang raksasa yang menggantung dari langit-langit, permadani tua yang dijahit ulang dengan benang emas, pakaian yang diubah menjadi patung.

Anton menyapanya dengan hangat. "Amara! Senang kamu bisa datang."

"Karya-karya di sini luar biasa, Pak Anton. Sangat inspiratif," jawab Amara tulus.

"Ya. Dan kamu bisa ada di sini juga," ujar Anton, menuntunnya ke sudut yang lebih sepi.

"Saya sudah bicara dengan tim kuratorial tentang proposalmu. 'Fragments & Wholeness' kami rasa sangat cocok dengan tema pameran kami berikutnya: 'Renewal'.

Kami ingin menampilkan cerita transformasi pribadi melalui material. Karyamu, dengan narasi di baliknya tentang... rekonstruksi diri, sangat kuat."

Amara menahan napas. "Jadi... diterima?"

"Tentu saja. Dengan beberapa catatan teknis tentang ukuran dan presentasi, yang akan kita diskusikan. Kami mengalokasikan ruang dinding sepanjang enam meter untukmu. Kamu siap?"

Enam meter. Ruang untuk bercerita. Ruang untuk menunjukkan kepada dunia siapa Amara sekarang. Perasaan yang meluap dari dalam dadanya bukan sekadar kegembiraan, tapi sebuah validasi yang sangat dalam.

"Saya sangat siap," jawabnya, suaranya mantap.

Mereka membicarakan detail lebih lanjut: tenggat waktu, kontrak, pembiayaan. Anton memperlakukannya sebagai profesional sejati. Saat mereka selesai, Anton menepuk bahunya.

"Selamat. Dan selamat datang kembali ke dunia."

Kalimat itu menyentuh. Kembali. Dia memang sedang kembali. Bukan ke masa lalu, tapi ke dirinya yang paling otentik.

Malam itu, di apartemen barunya, Amara berdiri di balkon kecil. Jakarta berkilauan di bawahnya seperti permadani cahaya. Udara malam terasa segar. Di dalam, Luna sudah tertidur lelap di kamarnya setelah membaca tiga buku cerita. Keheningan apartemen ini berbeda dengan keheningan rumah lamanya.

Ini adalah keheningan yang damai, diisi oleh dengung AC dan napas tenang putrinya.

Dia masuk, berjalan mengelilingi ruang tamunya. Tangannya menyentuh kain sofa, membalik halaman buku di rak, menatap gallery wall-nya.

Dia tidak merasa seperti pemenang yang telah "mengalahkan" Rafa atau melarikan diri dari pernikahan yang buruk. Dia juga tidak merasa seperti orang yang kalah, yang kehilangan rumah dan status.

Yang dia rasakan lebih sederhana, namun lebih fundamental: ada.

Dia ada di sini. Seutuhnya. Tidak tersembunyi di balik peran sebagai istri. Tidak terdefinisi oleh kemarahan pada suami. Tidak pula larut dalam kesedihan sebagai korban.

Dia ada sebagai Amara. Seorang ibu yang mencintai putrinya sampai ke tulang sumsum. Seorang desainer yang karyanya akan dipajang di galeri ternama. Seorang pemilik studio kecil yang bangga. Seorang teman bagi Sari. Seorang klien bagi Ibu Dewi. Seorang mitra parenting (yang cukup baik) bagi Rafa.

Rasa "ada" itu tidak dramatis. Tidak seperti api kembang api. Ia seperti lampu temaram yang stabil, hangat, dan dapat diandalkan di tengah kegelapan. Setelah bertahun-tahun merasa seperti hantu di kehidupan sendiri, merasa "ada" adalah sebuah pencapaian yang luar biasa.

Dia mengambil sketchbook biru tuanya, yang sekarang sudah hampir penuh. Dia membuka halaman kosong terakhir, dan dengan pensil favoritnya, dia menulis:

"Rumah Baru.

Di sini, aku tidak berjalan di atas highs hells.

Di sini, warnanya adalah pilihanku.

Di sini, sunyi itu adalah teman, bukan musuh.

Di sini, aku membangun kembali — bukan dari puing-puing 'kita', tapi dari benih 'aku'.

Dan itu... cukup. Bahkan, lebih dari cukup.

Ini adalah awal. Yang sebenarnya."

Dia menutup buku itu, memeluknya ke dada. Malam ini, tidak ada rencana besar, tidak ada musuh yang harus dihadapi, tidak ada luka yang harus dirawat.

Hanya sebuah apartemen yang tenang, seorang anak yang tidur, dan sebuah jiwa yang akhirnya — setelah perjalanan panjang dan berliku — merasa sampai di rumah.

Dan untuk saat ini, merasa "ada" dan "cukup" adalah semua kebahagiaan yang dia butuhkan. Karena dari sanalah, segala sesuatu yang lain yang indah bisa tumbuh.

1
La Rue
Amara masih berat ujiannya, sabar ya Amar
La Rue
koq sama dengan kebiasaanku pensil bahkan sumpit biasanya jadi tusuk konde praktis 🤣🤣🤣🤣🤣
La Rue: aq bukan wonder woman seperti Amara 🤣
total 2 replies
La Rue
Babak baru bagi Amara dan Rafa akan dimulai,ehm kapan Rafa akan bertemu anaknya yang satu lagi, Adit ya kalau ndak salah ?
Bp. Juenk: soon kaka
total 1 replies
Ne Ajja
ka...aku mau tanya, kenapa Kaka pilih ngebahasain Luna manggil ke Gunawan pake "Mas"...?

karena kan jarak umur mereka jauh..

nanya aja koq 🫰
Bp. Juenk: di bab waktu sari memperkenalkan Gunawan ke Amara. memang dia di panggil nya Mas Wan Ka. kayak panggilan kecil gitu. 😄
total 1 replies
La Rue
Proud of you Luna and Amara 👏👏👏👏👏
Ne Ajja
ahhhh....big hug buat Luna...🤗🤗
Ne Ajja
tanggungan jawab kamu kaaa....
air mata aku ngalir nih...jadi bikin hidung mampet...😭😭....

cerita kamu bener2 bagus ka...
semangat nulisnya ya..semoga makin banyak yg baca karya kamu...
banyak sisi positif yg bisa diambil...
Bp. Juenk: siap terima kasih kaka, othor juga berkaca2 koq nulisnya 🙏
total 1 replies
sutiasih kasih
klo sdh bgini.... mau apa coba...
hncur ber keping"...
knapa sblm brtindak tak kaubfikirkn akibatnya rafa....
km org brpndidikn... punya karir cemerlang n tentunya bnyak dwit....
knapa km tak merangkul istrimu n mncari solusi yg trbaik n masuk akal....
eeeee mlah lbh milih lari ke pembantu...
yg bner aja rafa... msa iya km banting mental istrimu dgn brsaing sm pambantumu...🙄🙄
Ne Ajja
😭😭😭...
aku sampe ngga bisa berkata2
Ne Ajja
ahhhhh....
cerita kamu bener2 lhoo Kak.....
bikin hati aku mleyot2...
sedihnya dapat banget...

kadang.... keluarga tidak harus ada hubungan darah...😭😭
Bp. Juenk: thanks for support Kaka. 🙏
total 1 replies
sutiasih kasih
istri harus bersaing dgn pembantu....
rafa.... km mnggali kuburanmu sndiri....
brmain api pasti akn trbakar...
selingkuh = khilangan istrimu....
dasar suami tak tau diri🙄🙄
La Rue
penerimaan dan perdamaian dari masa lalu telah membuat mereka kuat untuk melanjutkan mimpi dan harapan. Senangnya melihat Amara, Luna, Rafa dan Gunawan.
Terimakasih author untuk rangkaian kisah Amara ini
Ne Ajja
kereennn..👍👍👍

beneran bagus lho ceritanya.. penggunaan kata2nya...😍😍...
Bp. Juenk: terima kasih kaka supportnya 🙏
total 1 replies
Yuki San
Mantap author, semangat terus berkarya nya 💪
Bp. Juenk: thanks supportnya kaka 🙏
total 1 replies
La Rue
I loved it 👍
La Rue
Amara kamu layak untuk bahagia 👍
Halwah 4g
ceritanya me nganu - nganu hatiku....gelo author nya..keren karya nya...di tunggu karya karya lainnya
Halwah 4g: sami sami kang author 💪
total 2 replies
La Rue
Oh My, Luna so sweet. Keep it up Amara 😊👍
La Rue
Hey,bagaimana bisa kau mengemas permasalahan dengan filosofi buah dan rempah² 🤔😁👏 Semangat untuk Amara 👍
Bp. Juenk: 🤭 thanks Kk,
total 1 replies
La Rue
Go Amara, find your way and catch your stars 👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!