NovelToon NovelToon
Twins Revenge War

Twins Revenge War

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Supernatural / Balas Dendam / Anak Genius / Tamat
Popularitas:508.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nagi Sanzenin

Kaoru menghabiskan malam panas dengan CEO Organisasi tempat Sang Kakak menjualnya. Tanpa diduga peristiwa di malam tersebut memberikan Kaoru anak kembar yang sangat genius.

Sakaki Akira, CEO dingin dengan tatapan mata rajawali. Pria tampan yang menguasai alam semesta, menundukkan siapa saja yang berani menatapnya, menyibak habis semua status dan menjadikan mereka rakyat jelata.

Terjadi kesalahpahaman tentang peristiwa 8 tahun lalu diantara Si Kembar dan Sang Ayah...

Si kembar akan membalas dendam Kaoru. Hancurkan Organisasi Sakaki Akira, beri hukuman terberat pada Sang Kakak yang berani menjual ibu mereka.

Perang yang sebenarnya menanti, kita hidup dalam different world, tak ada yang tak mungkin dalam dunia Paralel. Petualangan balas dendam Twins menjadi kunci penghubung antar dunia.

Dimulailah perjalanan mereka melakukan pembalasan dan mencari kebenaran...


Novel ini adalah karya pertama dan masih dalam tahap pengembangan.

Genre: Action, Adventure, Comedy, Drama, Fantasy, Romance, School, Slice of Life, Thriller, Supernatural, Super power.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nagi Sanzenin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Penjahatnya Kabur

Suasana langsung hening, mereka beradu pandang.

Rei dan Rin memandang tajam Minami dengan mata rajawali seperti ayahnya, Minami memandang sinis Rei dan Rin.

Darah Neko menetes dan mengalir ke bawah tangga.

"Apa jaminannya kau akan membebaskan kami?" Ujar Rin, memecah kesunyian seraya tetap menatap tajam.

"Wahh, sepertinya aku tidak bisa memberikan jaminan untukmu, akan ku-buang senjataku kalau kita sudah sepakat siapa yang dibunuh dan sudah kubunuh." Jawab Minami, tersenyum lebar.

"Bagaimana kalau kau lepaskan mereka berdua dan bunuh aku?" Tanya Rin tanpa sedikitpun rasa takut. Rei langsung menoleh ke arah Rin dan mengerutkan kening.

"Nona manis, kau tidak berada pada posisi orang yang dapat tawar-menawar." Sahut Minami, semakin tersenyum lebar dan tampak seperti hantu.

"Sudah kubilang, pilihannya hanya ada dua. Pertama: kubunuh harimau ini dan kubebaskan kalian, kedua: kubunuh kalian dan kubebaskan harimau ini. Saran, kalian pilih nyawa sendiri daripada harimau."

Ckrek! Minami mengokang pistol Revolver miliknya.

"Kenapa kau sangat menginginkan harimau ini?" Rei bertanya ketus, merasa tidak respek.

"Kalian tidak perlu tahu, bagaimana? Kalian bisa diskusikan dulu sebentar." Minami menjawab datar, menempelkan laras pistolnya di kepala Neko.

Rin mendekati Rei dan berbisik pelan, "Dia akan tetap membunuh kita karena kita sudah melihat semua ini, dia tak mungkin melepaskan kita maupun Neko, tentu saja dia sangat licik."

"Jadi bagaimana?" Rei balas berbisik pada Rin.

"Mungkin kita harus mengulur waktu lebih banyak lagi, Neko akan melakukan sesuatu... Tadi dia membuka mata birunya dan berkedip." Balas Rin.

"Sudah belum diskusinya? Aku malas menunda pekerjaan... Sebenarnya pekerjaan-ku hanya membereskan keributan, jadi biang keributannya harus dibasmi agar tidak ribut lagi, 'kan? Pokoknya salah satu dari kalian harus mati, navigator atau penyerang garda terdepan." Kata Minami sambil menusuk-nusuk kepala Neko dengan laras pistolnya.

"Kalau kau membunuh kami, apakah kau akan mengobati harimau itu dan membebaskannya?" Ujar Rin, sedikit melirik ke arah Minami.

"Aku tidak ingat pernah bilang kalau aku akan membebaskannya... Mungkin akan ku-jadikan kucing peliharaan kami." Jawab Minami dengan nada yang dimanis-maniskan.

"Untuk apa?" Sambung Rei, terus bertanya untuk mengulur waktu.

"Untuk apa?" Minami mengulang pertanyaan Rei sambil sedikit terkekeh, "Tentu saja, 'kan? Salah satunya menghancurkan Organisasi Sakaki."

"Kalian benar-benar membuang waktuku, kuberi waktu 3 menit dan pikirkan, mana yang lebih penting antara nyawa dan persahabatan."

Rei dan Rin diam saja, setidaknya mereka masih sempat mengulur waktu selama 3 menit.

Dilain pihak...

"Tuan, kami sudah sampai di lokasi!" Anak buah Presdir Akira menghubunginya lewat woki-toki.

"Jangan terlalu dekat, turunkan ratusan pasukan di depan gedung ungu itu. Pilot helikopter tetap siaga di atas gedung, naik lebih tinggi agar mereka tidak menyadari kehadiran kita."

Presdir Akira memberi perintah lewat woki-toki, dia sendiri sedang dalam perjalanan menuju gedung ungu itu. Puluhan mobil Organisasi berdatangan ke persimpangan gedung hijau.

Ratusan orang di dalamnya turun sambil memegang pistol, mereka memakai baju anti peluru... Gedung ungu itu sudah terkepung dari segala sisi.

"Ayo, tinggal 30 detik lagi." Ucap Minami tidak sabaran, "Kalau kalian tidak mengambil keputusan, biar aku yang putuskan siapa yang mati."

Rei dan Rin masih diam saja... Namun dalam hati sedikit panik.

"Baik, hitungan 10 detik terakhir... Sepuluh, sembilan, delapan, tujuh, enam, lima, empat, tiga..."

KRAUK! Neko bangkit dan menggigit patah tangan kanan Minami.

"Kyaa!!!" Minami berteriak, pistol ditangan kanannya jatuh, "Harimau sialan!!"

Dor!

Minami menembak kepala Neko yang masih dalam posisi menggigit tangan kanannya.

Namun Neko lebih cekatan, dia menghindar tepat sesaat sebelum Minami menembak, dan yang kena tembakan malah tangan kanannya sendiri.

"Aghh!!!" Minami berteriak nyaring, senjata pistol di tangan kiri Minami juga terlepas jatuh.

"Ini!" Seru Neko seraya melempar dua pistol yang di bawa Minami ke arah Rei dan Rin, Rei dan Rin menangkap pistol Revolver Watson tipe ke-3 itu dan mengokang-nya.

"Kau ada dalam radius tembak, jangan bergerak!" Kata Rei, memberi ancaman pada Minami sambil menodongkan pistol.

"Kau mau membunuhku? Coba saja!" Sahut Minami, masih meringis menahan sakit, "Kalau aku mati, kalian pun mati." Minami berdiri sambil memegang tangannya yang berlumuran darah.

"Dimana berlian itu?" Tanya Rin cepat.

"Memangnya aku mau memberi tahu pada kalian?"

DOR!

Rin menembak Minami dan meleset 1 inci dari kepalanya. Rambut pendek ungu Minami terpotong puluhan helai... Minami tetap tersenyum lebar dicampur meringis, dia tidak takut.

"Akan ku-urus Nenek tua ini, kalian pergi saja mencari Red Diamond itu." Rei mengambil borgol yang dia las dari dalam saku jubahnya.

Rei dan Rin sudah menyimpan senjata Amunisi roket yang rusak dalam jubah mereka.

"Baik!" Seru Neko dan Rin, kemudian mereka segera berlari menyusuri tangga darurat.

"Lukamu... Bagaimana bisa Neko?" Rin bertanya pada Neko ketika berlari ke ruangan lantai 13.

"Aku bisa beregenerasi, sekarang luka itu sudah sembuh tanpa bekas." Jawab Neko, berlari sambil memindai jejak kaki Minami yang tentu saja habis dari tempat menyimpan Red Diamond.

Ada sebuah pintu lebar diujung lorong lantai 13, lantai ini adalah markas bos mereka...? Tidak ada penjaga karena tempat ini dikeramatkan...

Rin dan Neko berhenti di depan pintu itu dan saling tatapan, lalu mengangguk mantap.

Cklek!

Neko membuka pintunya... Tampaklah seorang pria bertudung hitam, aura pembunuh yang dingin langsung menyelimuti Rin dan Neko.

"... Selamat, kalian telah berhasil melewati rintangan dan menemukan aku." Terdengar suara dingin orang tua dari pria itu, "Apa yang kalian inginkan?"

Suara dingin pria tua itu benar-benar menusuk tulang, Rin sampai merinding dan bulu Neko berdiri.

"Kembalikan Red diamond yang kau curi." Neko menjawab setelah terpaku beberapa saat.

"Mencuri? Aku hanya mengambil kembali barang milikku... Batu itu milikku..." Jawab pria tua bertudung itu.

"Milikmu? Kau tidak berhak memilikinya, lagipula kau akan menjualnya lagi pada orang lain, 'kan? Kembalikan secara baik-baik." Neko memasang kuda-kuda menerkam mangsa.

"Aku yang mendapatkannya... Tidak akan kuberikan pada siapapun... Kalian ingin lihat...? Ini, lihatlah..." Sahut Pria tua itu sembari mengeluarkan Red Diamond dari dalam tudungnya.

"Kembalikan." Neko mengulang kata-katanya dengan nada peringatan.

"Tidak akan..." Jawab pria tua bertudung itu.

"Oh, baiklah!" Neko berlari ke arah pria tua itu, Neko mengeluarkan cakarnya.

Trankk!

Terdengar suara besi yang diadu... Pria tua bertudung itu mengeluarkan sebilah pedang panjang dari dalam tudung jubahnya dan menangkis cakar Neko.

Rin dan Neko terkejut, bagaimana bisa sebuah pedang yang sangat panjang keluar dari dalam tudung jubahnya?

Rin segera membidik pria tua bertudung itu dan menembaknya...

DOR! Trankk!

Peluru dari pistol Revolver Watson tipe ke-3 di tangkis menggunakan pedang yang lagi-lagi ditariknya keluar dari dalam tudung menggunakan tangan kiri, tangan kanannya masih menangkis cakar Neko.

Dia bisa menangkis peluru dengan kecepatan 250 m/s dengan sebilah pedang tipis... Rin dan Neko menyerang bersamaan.

DOR! DOR! Trankk! Crinkk! DOR! Trankk!

Semua serangan cakar Neko dan peluru pistol yang ditembakkan Rin ditangkisnya dengan dua pedang. Red Diamond kembali dimasukkannya kedalam tudung jubah itu.

"Kita harus... Menggores jubahnya untuk menjatuhkan permata Red Diamond itu!" Rin dan Neko memikirkan hal yang sama dalam hati mereka. Mereka segera menyerang dengan brutal tudung yang dipakai pria tua itu.

DOR! Trankk! DOR! DOR! Trankk! Crinkk!

Pria tua itu terus menangkis serangan peluru yang ditembakkan Rin dan cakaran Neko dengan sangat mudahnya.

"Cih... Memang tidak punya pilihan..."

Neko menyerang lagi pria tua bertudung itu dengan cakarnya. Trankk! Serangan itu kembali ditangkis pria tua bertudung itu.

Tapi saat pedang pria itu menangkis serangan cakarnya, Neko langsung menggigit pedang itu dengan mulutnya. Darah mengalir dari mulut Neko. Neko mengayunkan tangan kirinya dan berhasil merobek sisi kanan tudung pria tua itu.

Puluhan barang-barang jatuh dari robekan tudung pria tua bertudung itu... Ada meriam, pistol berlaras panjang, bola besi berduri, X-bow, sabit, shotgun dan masih banyak lagi.

Tanpa sadar Rin sedikit ternganga, benda-benda besar dan berat seperti itu bisa ada dalam tudung jubah?

Red Diamond jatuh paling akhir, permata itu ada di atas tumpukan senjata-senjata. Tanpa pikir panjang, Neko menendang pedang pria tua itu, melompat, dan menelan permata Red Diamond.

Dilain pihak...

Presdir Akira sudah sampai dan berlari turun dari mobil, dia memerintahkan ratusan pasukan bergerak maju.

Drap! Drap! Drap!

Mereka menyerbu gedung itu... Langsung saja masuk dengan cara mendobrak pintu gedung ungu, para penjaga pintu sudah dikirim ke atas untuk membasmi Rei, Rin, dan Neko sehingga tidak ada yang menjaga pintu tersebut.

Tapi ditengah ruangan gedung ungu itu terdapat kolam luas berisi piranha dan semut peluru.

Para pasukan mengeluarkan alat tembak api dan membakar habis piranha serta semut peluru dalam kolam, air kolam itu pun surut dengan cepat.

Mereka segera menyebrangi kolam itu dan bergegas naik kelantai berikutnya...

"Kucing sialan...!" Seru Pria tua bertudung itu dengan nada yang sangat dingin dan kejam, dia menyerang Neko dengan pedangnya, ingin memotong perut Neko dan mengambil kembali batu permata itu.

"Dari mana kau tahu aku seekor kucing?" Tanya Neko sambil menghindari serangan pedang pria tua bertudung itu.

"Tentu saja... Banyak sekali hewan seperti kau dalam duniaku...!" Jawab Pria itu, menebas Neko dan meleset sedikit, beberapa helai bulunya Neko terpotong.

"Pantas, kau tidak terkejut aku bisa bicara... Duniamu pasti sangat kotor." Neko berlari-lari dalam ruangan.

Presdir Akira sudah sampai dilantai 13 dan melihat Rei serta Minami di tangga darurat menuju lantai 14.

"Dimana Rin?" Tanya Presdir Akira pada Rei setelah melihat Rei dan Minami bergantian, Minami diborgol.

"Dia sedang berkeliling lantai 13 ini bersama Neko untuk mencari Red diamond." Jawab Rei.

"Neko? Odd-thief cat 883?" Pikir Presdir Akira, dan langsung berlari menyusuri lantai 13, di ikuti ratusan pasukan Organisasi. Rei menyerahkan Minami pada salah satu pasukan, ikut menyusul ayahnya mencari Rin dan Neko.

DOR! DOR!

Rin menembak pria tua bertudung yang sedang mengejar sambil mengayunkan pedangnya pada Neko.

Trank!

Pria itu menangkis peluru yang ditembakkan Rin... Dia berbalik dan berjalan cepat menuju Rin, Rin menembaknya lagi... Pria itu mengangkat sebelah tangannya dan muncul hawa jahat berwarna hitam.

Dor! Dor! Dor!

Samar-samar terdengar suara tembakan tak jauh dari tempat Presdir Akira dan Rei. Mereka segera berlari menuju asal suara tembakan itu.

Trankk! Neko menyambar punggung pria tua bertudung itu dari belakang, namun ditangkis dengan pedangnya.

Dor! Dor! Trankk! Trankk! Dor! Crinkk!

Peluru+cakar vs dua bilah pedang panjang, kekuatan mereka seimbang... Tapi hawa jahat itu seperti menyerap tenaga Rin dan Neko.

Brak!

Presdir Akira dan Rei tiba di ruangan itu... Puluhan pasukan langsung menodongkan senjata pada pria tua bertudung itu.

"Sialan... Anak-anak sialan..." Pria tua itu sangat marah, aura pembunuh darinya makin kuat, "Ingat kalian nanti...!" Seru pria tua bertudung itu dan tiba-tiba muncul kabut abu-abu disekelilingnya... Dia hilang.

"Atap! Dia lari ke atas atap!" Neko berseru sambil melihat ke atas.

Presdir Akira segera menghubungi pilot helikopter di atas atap, "Penjahatnya lari ke sana, tangkap! Jangan biarkan lolos!"

Mereka pun ikut berlari ke atas atap gedung ungu lewat tangga darurat.

Mereka tiba disana beberapa saat kemudian... Para pasukan dan pilot diatas atap sudah berlumuran darah karena luka sayatan pedang. Pria tua itu masuk ke dalam sebuah tangki air yang ternyata sebuah roket.

"Tunggu!" Seru Rei dan Rin, langsung menembak tangki roket itu.

DOR! DOR! DOR! DOR! DOR! DOR!

Seluruh pasukan juga ikut menembak tangki roket itu, tapi peluru hanya memantul, tangki itu anti peluru.

"Ingatlah...! Ingat...! Ingat aku..." Pria tua bertudung itu menampakkan dirinya pada kaca tangki roket.

Roket itu lepas landas dengan kecepatan 20.000 km/jam meninggalkan atap gedung itu. Angin bertiup sangat kencang diatas atap gedung ungu itu.

Suaranya sangat keras, sehingga terdengar sampai lantai bawah...

"... Tuan, kau sudah pergi... Aku pun akan menyusulnya... Aku menyukaimu..." Minami bergumam ketika mendengar suara tangki roket yang lepas landas, dan...

DUUAARRRR!!!

Dia melakukan aksi bom bunuh diri, gedung ungu itu meledak dan runtuh.

To be continued...

1
mellamello
gantung🥺
Kita_Yama
kalo adik lu dijual, siapa yang bakal nafkahin ente
Kita_Yama
Tiba-tiba keinget lagu LaoNeis
Kita_Yama
jangan bilang situ kalo dah nikah istrinya yang disuruh kerja
Gissa_Chieko
bagus
@Ay_k02
👍👍👍👍👍👍👍👍
Tara
Pengen dech punya anak jenis seperti ini.. Uhuy🤭😉🌹😱🥰🙏
Tara
Untung cuman 1 nyawa. Anyway, turut berduka cita. Sore sore gini enaknya ngopi Cantiq.. Here gift 4 ur kak.. Semangat🎁👍🥰🤭😱🙏💐🌹💕
Tara
Ingat jurit malam waktu itu ada ploncoan😅😱🤭
Tara
Ya lah.. Sing lish dipake.. Ini yg bloon siapa. Bujug bune😤
Gubrak!
Tara
Hadeuh.. Pusying aku Baca ini.. Huibat idenya.. Tapi bisa bisa kutintut guru nya Buat soal ancur Kaya gitu.. Hadeuh.. Gilingan😤😱🙈🤭😉😡🥺🤯
Tara
Gila. Soal apaan tuch.. Yg Buat soal lagi mabuk yach.. Ada Ada aja.. Hadeuh🙈😱😤🤭😉🤔🤯
Tara
Katanya Sultan. Kalo aku mah uda Buat gelang atau kalung dengan GPS didalamnya.. With money u can make it all.. 🤔🙈🤗😉👌
Tara
Betul.. Hajar Bozz...
Tara
Keren
Tara
Wah jadi selebriti terkenal dach🤭😱😉
kak, itu cover nya Soraru sama Mafu ya?
Aisyah Suyuti
seru juga
(◕ᴗ◕✿) CH
Ayo, kapan diupdate?
(◕ᴗ◕✿) CH
Ehem, apaan tuh? Aku aku benci dengan pikiranku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!