Denada yang awalnya sedang menikmati pekerjaan nya, sebagai seorang pengacara. alias pengangguran banyak acara, mati dalam keadaan yang mengenaskan. bukannya mati dengan tenang, dia malah masuk ke salah satu cerita di dalam novel tersebut. apalagi sebagai figuran yang tak penting. sangat miris bukan. memiliki ibu selir yang terobsesi dengan kaisar, dan harus berjuang keras untuk mengindari masalah yang ada. bagiamana perjuangan Denada untuk terhindarkan dari permasalahan permasalah tersebut, akan kah dia berhasil, atau akan mati sia sia.
"Argh... wajah siapa ini?"
"Eh, kok suara ku menjadi berubah?"
"Sial, jangan bilang aku masuk, dan menjadi anaknya selir gila itu?" gumam Denada yang penuh rasa terkejut.
Ini bukan novel terjemahan, ini karangan author sendiri. kalau yang ga suka bisa skip
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.20 di hukum.
"Kau tak sopan! berani nya berbicara omong kosong seperti itu!" bentak ratu elli dengan tatapan yang sudah terlanjur emosi.
"Haha, tak perlu berbicara tentang kesopanan, dan berhenti berpura pura ratu elli. Apa yang diucapkan ibu ku memang benar adanya, apakah kau tau, aku tau semua rahasia mu itu!" ucap rose yang penuh penekanan.
"Hei, apa yang kau katakan kepada ratu Eli. Dasar anak selir rendahan, berani sekali melawan perintah ibu ku ha!' ucap putri Felicia dengan tatapan tajam nya.
Rose terkekeh sinis melihat putri Felicia yang membela sang ratu. Dia juga sudah terlanjur emosi dan menatap tenang wajah Felicia yang sedang terbakar rasa amarah itu.
"Kaisar Tinus memasuki ruangan jamuan." ucap Sam penjaga membuat ratu elli langsung bersikap anggun, dan elegan.
Hal itu mendapatkan tatapan sinis, dari Selir Merry dan juga rose. wanita itu, sangat pandai memainkan emosi nya.
"Ayo rose, segera selesaikan makanan kita, dan pergi dari sini." bisik selir Merry ke telinga putri nya itu.
"Baik Bu." ucap rose yang hanya mengangguk saja
"Kakanda, ayo silahkan duduk." ucap ratu elli yang menyambut kedatangan kaisar dengan penuh kelembutan.
"Ratu mu ini, sudah berdiri sejak tadi, menunggu kehadiran kakanda, disini." ucap nya yang memeluk lengan kaisar tinus dengan manja.
Rose dan selir Merry yang duduk di meja makan, hanya acuh saja.
"Ayahanda, lihat lah selir Merry, dan juga lady rose. Mereka menyentuh makanan terlebih dahulu, sebelum ayahanda datang ke sini. Bukan kah, itu tindakan yang tak sopan. Putri ini sudah mengingatkan mereka, tapi mereka langsung bersikap kasar seperti biasanya." ucap putri Felicia yang pandai mengarang cerita.
"Merry! Berani nya kau melanggar peraturan istana ku. Dan kau juga ikut ikutan dengan ibu mu yang rendahan ini. Apa kalian tak punya etika sama sekali?" bentak kaisar yang langsung mempercayai ucapan kedua ibu dan anak itu.
Rose langsung menatap nya dengan tatapan tenang, dan dingin nya.
"Apakah begini sikap kaisar kepada istri dan juga anak nya. Langsung menyimpulkan sesuatu yang belum tentu kebenarannya. apakah yang mulia tak bertanya dengan para pelayan disini. Apa mereka hanya patung yang berdiri saja. Ah, aku tau, kalau para pelayan istana selalu membela ratu dan juga putri Felicia, saja. karena kedudukan mereka jauh lebih tinggi dari kami berdua." ucap rose dengan mulut julid nya.
"Lancang!" pekik nya dengan keras.
Entah mengapa, kaisar merasa rose cukup berani secara terang-terangan menentang nya. Dia tak menyukai itu. Dan melihat wajah gadis itu mirip sekali dengan nya. Dia sedikit ragu, apakah lady rose benar benar anaknya. atau anak selingkuhan dari selir Merry dengan pria lain nya.
"Hukum lady rose segera. Cambuk dia sebanyak 20 kali." titah nya kepada para penjaga.
"Yang mulia, apa apaan ini. kenapa harus menghukum putri ku. Dia tak bersalah apapun. tolong jangan menghukum nya." pekik selir Merry yang langsung sigap membela rose.
Bahkan rose sendiri merasa nyaman dengan pembelaan selir Merry. Sudah lama sekali dia kehilangan sosok figuran ibu, apakah selir Merry benar benar sudah berubah?
"Bawa dia ke aula hukuman. berikan cambukan sebanyak 20 kali cepat!" bentak kaisar yang menghiraukan ucapan sang selir.
"Jangan menghukum putri ku, aku saja yang dihukum dan dicambuk Yang mulia. ia masih kecil, jadi tolong aku saja yang menggantikan anak ku." ucap selir Merry yang langsung memelas. Tapi kaisar begitu kejam terhadap nya.
"Baiklah jika kau masih tetap bersikeras, cambuk dua dua nya, dan seret mereka ke aula istana!"
Rose menggenggam tangan nya dengan sorot mata yang penuh kebencian. Kini dia tau, bahwa ayah nya lebih buruk dibandingkan ibu kandung nya sendiri.
Sedangkan ratu elli dan juga putri Felicia malah tersenyum lebar melihat hukuman yang diberikan oleh kedua nya.
"Aku tak menyangka, sosok ayah yang ada di dirimu benar benar tak memiliki peran untuk ku!" ucap rose lagi, dengan sorot mata yang penuh kebencian.
"Diam kau lady rose. berani berani nya berbicara seperti itu, kepada yang mulia kaisar." bentak Kasim song dengan tatapan tajam nya.
Rose malah terkekeh geli melihat kedua nya, yang cukup pandai berperan.
"Wow, Kasim song. Kau sungguh menjadi garda terdepan ya, untuk yang mulia kaisar. Padahal tak selama nya orang dekat bisa dipercaya. Ada orang yang dekat dan dipercaya oleh nya, malah menusuk nya dari belakang, sangat sangat miris sekali." cibir rose dengan terang terangan.
Deg.....
ratu elli dan juga Kasim song terpaku mendengar ucapan rose. Apa yang dimaksud bocah tengik itu, apakah dia mengetahui sesuatu.
"Kenapa, kaget ya. aku tau semua nya, loh." ucap rose dengan nada tengil nya melihat wajah kedua nya pucat pasi.
"Yang mulia, sebaiknya bawa saja lady rose dan selir Merry segera, dan mereka harus di hukum segera." ucap ratu elli yang merasa apakah bocah ini, benar benar mengetahui rahasia besar nya.
Kaisar Tinus menatap tajam ke arah rose. Dia. Tak tau apa maksud anak itu. kenapa dia berbicara seperti itu.
"Silahkan bawa selir Merry, dan juga lady rose di aula istana, dan berikan mereka hukum cambuk segera." ucap kaisar kepada para penjaga nya itu.
Rose dan selir Merry hanya diam, dan tak melawan sedikitpun.selir Merry tentu saja hatinya penuh kekecewaan, selama ini dia begitu mencintai pria di depan nya. Dia bahkan rela menjadi salah satu selir nya. Tapi kaisar Tinus, malah semakin membuat nya sadar diri. Dia bahkan rela meninggalkan keluarga nya sendiri. Ada rahasia yang tersimpan yang selir Merry sembunyikan selama ini.
"Rose, maafkan ibu nak. Ayah mu, bahkan tak menghiraukan ucapan ibu." ucap selir Merry dengan tatapan sendu memandang putri nya yang akan dihukum cambuk.
"Bu, aku tak masalah. hukuman ini bukan kah, dulu sering aku dapatkan. Bila membuat putri Felicia menangis, maka aku yang dihukum oleh sang kaisar." kekeh nya dengan miris.
Rose mendapatkan ingatan dulu, saat rose membuat nangis putri Felicia, dan kaisar yang begitu menyayangi sang putri, langsung menghukum rose dengan cambukan juga. Dan itu begitu membuat rose terkekeh miris. Hidup seorang rose memang terpenuhi selama ini, tapi kasih sayang nya tak pernah dia rasakan.
Deg....
Selir Merry yang mendengar penuturan putri nya, langsung memeluk rose dengan penuh rasa penyesalan.
"Maafkan ibu. Maaf." gumam nya dengan air mata yang membasahi pipi nya itu.
Mereka berdua sama sama menjalani hukuman cambukan sebanyak 20 kali. Bahkan rose tak merasakan sakit sama sekali. Ini aneh, tapi dia hanya diam dengan sorot mata yang menatap datar ke arah kaisar dan juga ratu elli yang berdiri tak jauh dari mereka.
Sedangkan selir Merry, sudah meneteskan air mata nya, itu. Dan menatap penuh kesakitan dan kebencian kepada kedua orang yang berdiri di sana menyaksikan nya dihukum di depan para pelayan dan juga para pekerja di istana ini.
semoga paman sam..... gak ketahuan membantu selir dan rose
kalau boleh pergi ke negara kau semula jumpa bapak kau itu
raja gila buncin sangat huhuhuh