NovelToon NovelToon
MENIKAHI AYAH KEKASIHKU

MENIKAHI AYAH KEKASIHKU

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romantis / Tamat
Popularitas:5.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Laura gadis malang yang dipaksa menikah oleh orangtuanya dengan seorang CEO yang sudah beristri dan juga sangat dingin.

Mampukah Laura bertahan disamping Tuan CEO? Atau kembali kepada cinta pertamanya, yang ternyata adalah anak dari Mr. Edward yang dingin itu?

"Pernikahan adalah hal yang suci dan aku akan bertahan walaupun kau terus menyakiti ku." Laura

"Kau hanya seorang selir bagiku, jadi jangan pernah berharap lebih dariku." Mr. Edward Sebastian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Positif Hamil

Tidak berselang lama, Dokter yang dimaksud pun datang. Namun kali ini, Chelsea hanya mengantarkan Dokter itu hingga didepan pintu kamar. Ia tidak ingin masuk, mengingat aku tidak ingin ada dirinya berada didalam kamar kami.

"Selamat siang, Tuan Edward!" sapa Dokter itu, tidak kalah cantik dengan Dokter pertama. Ia mengulurkan tangannya dan Tuan Edward pun segera menyambutnya.

"Selamat siang!" sahut Tuan Edward,

Dokter itu menghampiri ku kemudian duduk disamping ku, ia mulai mengecek tensi darah dan sebagainya.

"Teman saya sudah menceritakan semuanya, Nyonya Laura. Jadi sebaiknya langsung saja kita periksa."

Dokter itu mengeluarkan sebuah alat dan mengajakku masuk kedalam kamar mandi. Tuan Edward kelabakan, dia segera menarik tanganku sambil mengerutkan keningnya.

"Mau kemana kalian?" tanya Tuan Edward sambil menatap Dokter.

Dokter terkekeh pelan, begitupun aku. Wajah Tuan Edward nampak lucu saat ia cemas seperti itu. Memangnya apa yang akan aku lakukan bersama Dokter itu didalam kamar mandi hingga Tuan Edward secemas itu.

"Tenang saja, Tuan Edward. Saya cuma ingin memeriksa urine Nyonya Laura agar kita mengetahui hasilnya." ucap Dokter itu,

Tuan Edward mengerutkan keningnya kemudian mengangguk pelan. Lelaki itu nampak berpikir keras, aku rasa dia sudah mulai curiga padaku.

Bagaimana Tuan Edward masih tidak mengerti dengan prosedur pemeriksaan kehamilan? Padahal Tuan Edward sudah punya anak, Harry. Apa mungkin Tuan Edward tidak pernah turut serta ketika Nyonya Helen memeriksakan kehamilannya?

Didalam kamar mandi, Dokter menyuruhku untuk segera pipis dan mulai memeriksakannya. Jujur, aku gugup. Keringat dingin bahkan berkali-kali mengucur di keningku.

Dokter mengajak ku kembali ketempat tidur sambil menunggu hasilnya. Sedangkan Tuan Edward masih duduk di sofa depan tempat tidur sambil menopang sebelah kakinya yang terus bergerak-gerak dan tangan yang menyilang di dadanya.

Sepertinya Tuan Edward masih mencemaskan keadaan ku. Keningnya saja tidak berhenti mengkerut sambil terus memperhatikan gerak-gerik Dokter.

Dokter itu duduk disamping tempat tidur ku sambil memperhatikan alat tes tersebut. Hingga akhirnya, Dokter itu melebarkan senyumnya.

Dokter cantik itu mulai menanyakan masalah tamu bulanan ku. Kapan terakhir kalinya aku mendapatkan tamu bulanan dan sebagainya.

Aku sempat bingung menjawabnya, karena ini pertama kalinya aku berhadapan dengan yang namanya Dokter Kandungan.

Setelah ku jawab semua pertanyaannya, Dokter itu menghela nafas lega. Ia tersenyum menatapku kemudian beralih kepada Tuan Edward.

"Selamat ya, Nyonya Laura! Sebentar lagi anda akan menjadi seorang Ibu." ucap Dokter itu sambil mengelus tanganku.

Aku membulatkan mataku, aku tak bisa berkata-kata lagi. Tenggorokan ku serasa tercekat. Sedangkan Tuan Edward langsung bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Dokter.

"Apa Dokter, bisa diulangi?!" ucap Tuan Edward dengan ekspresi anehnya.

Beruntung Dokter cantik itu sabar menghadapi reaksi Tuan Edward, diapun kembali tersenyum.

"Ya, Tuan Edward. Anda akan menjadi seorang Ayah dan Nyonya Laura akan segera menjadi seorang Ibu." sahut Dokter itu,

Tuan Edward membelalakan matanya. Ini pertama kalinya aku melihat ekspresi Tuan Edward yang seperti itu. Akhirnya senyuman lebar mengambang di wajahnya.

"Benarkah itu, Dokter?!" tanya Tuan Edward, seolah dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Dokter barusan.

"Iya! Itu benar, Tuan." sahut Dokter itu lagi.

Tuan Edward tersenyum hangat, ia sangat puas mendengar jawaban Dokter itu. Sekarang, malah ia yang terlihat sangat antusias dengan kehamilan ku. Sedangkan aku, aku masih terkejut dan tak mampu berkata-kata.

"Sudah berapa minggu usia kehamilannya, Dokter?" tanya Tuan Edward

"Sudah jalan 8 minggu, Tuan." sahut Dokter itu,

Tuan Edward sempat menatapku sebentar kemudian ia kembali fokus kepada Dokter di depannya.

"Apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga kehamilannya, Dok?!" tanya Tuan Edward dengan raut wajah serius.

Dokter tersenyum kemudian ia menjelaskan apa-apa saja yang harus aku lakukan selama kehamilan ku.

"Kurangi aktivitas yang terlalu berat. Istirahat yang cukup. Banyak minum air putih dan makan makanan yang bernutrisi dan rutin cek kehamilannya." ucap Dokter itu.

Tuan Edward mendengarkan dengan seksama kemudian mengangguk-angguk. Tidak sampai disitu, Tuan Edward bahkan tidak malu-malu menanyakan tentang HAL itu kepada Dokter.

Dokter sempat terkekeh pelan,

"Untuk sementara, sebaiknya hindari dulu ya, Tuan. Paling tidak hingga melewati trisemester pertama. Soalnya kondisi janin diusia kandungan saat ini masih sangat rentan." sahut Dokter itu.

Tuan Edward masih bertanya banyak hal seputar kehamilan kepada Dokter itu dan Dokter itupun setia menjawab semua pertanyaannya.

Astaga, aku benar-benar tidak menyangka reaksi Tuan Edward setelah mengetahui hal ini. Aku kira dia akan marah padaku dan tidak bisa menerima kehadiran bayi ini.

Ternyata aku salah. Dia nampak bahagia dan sangat antusias menyambut kehadiran calon buah hatinya. Aku jadi tenang setelah mengetahui reaksinya.

Setelah puas bertanya jawab dengan Tuan Edward, Dokter itupun segera pamit. Dan kini tinggal aku dan Tuan Edward didalam kamar ini.

Tuan Edward menghampiri ku kemudian duduk disamping tempat tidur sambil mengelus lembut perut ku yang masih belum apa-apa.

"Jaga anak ini, Laura. Kau tahu, sudah sejak lama aku menginginkan kehadirannya untuk menggantikan posisiku. Untuk mengisi hariku dan membuat hidupku lebih berarti lagi." ucapnya pelan sambil menatapku dengan tatapan hangat.

Ini pertama kalinya nada bicara Tuan Edward terdengar seperti itu. Biasanya ia selalu ketus ketika bicara padaku. Aku bersyukur ternyata kehadiran sosok mahluk kecil yang sedang tumbuh di rahimku ini, membawa pengaruh yang sangat besar untukku. Aku harap Tuan Edward bisa bersikap lebih manis kepadaku setelah ini.

Tuan Edward melabuhkan kecupan hangatnya di keningku kemudian menatapku lagi,

"Sekarang kau mau apa? Katakanlah, apapun pasti akan ku turuti. Jika perlu, aku juga akan kursus memasak untukmu. Agar kamu bisa menikmati masakan ku setiap hari. Dan nikmatilah tubuhku sepuas mu, Laura. Sekarang aku adalah milik mu!" ucap Tuan Edward sambil terus mengelus lembut perutku.

Aku terharu dan saking terharunya, aku menangis histeris.

"Laura, Laura! Hei... kenapa kamu malah menangis histeris seperti itu?!" tanya Tuan Edward sambil meraih wajahku,

"Aku terharu, Tuan! Apa Tuan mau berjanji kepadaku? Tuan tidak akan marah-marah lagi padaku? Dan satu lagi... Jangan pernah katakan kalau aku adalah selir mu!" ucap ku disela isak tangis ku.

Tuan Edward menyunggingkan sebuah senyuman, "Baiklah, aku berjanji!" sahutnya.

Tuan Edward menyeka airmata ku kemudian memeluk tubuhku dengan sangat erat. Akupun membalas pelukannya. Sekarang aku tahu, bukan aku yang tergila-gila akan aroma tubuhnya, tetapi Bayi ini. Bayi ini ingin selalu berada dekat dengan Ayahnya.

"Ehm, Tuan... Bolehkah aku minta satu permintaan lagi?" tanyaku,

"Apa itu? Katakan saja!" sahut Tuan Edward seraya melepaskan pelukannya.

"Aku masih ingin makan rujak buah yang tadi dinikmati oleh para Ibu-ibu pekerja..." rengek ku,

"Baiklah!" Tuan Edward segera bangkit dan menuntun ku kembali ke depan Villa untuk menemui Ibu-Ibu pekerja tadi.

***

1
Dewi Pujiarso
GK jelas
nathalia
laura tolol sih emg naif bgt jd orang
Jetva
ya...klo di luar negeri..bayi prematur selain di inkubator..ada waktu juga buat sang ibu/ayah utk skin to skin alias menggendong bayi dgn bertelanjang dada walaupun sang bayi penuh dgn selang" penyambung hidup...krn dgn skin to skin suhu tubuh ayah/ibu akan membawa ketenangan pada bayi secara naluri..
vj'z tri
🥳🥳🥳🥳🥳
vj'z tri
kebuka sekarang kartu nya 🫢🫢🫢
vj'z tri
chelsea harus pake bahasa apa lahk bicara sama ni orang biar ngerti 🤨🤨🤨🤨 pusing pala Berbie pala Berbie auw auw auw 🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
permisi Thor warga baru mau melapor 🤭🤭🤭
myscleoo
Luar biasa
Erina Munir
kok udh tamat aja sih thoor
Debby Feybe Mekutika
Luar biasa
janah bibah
Lumayan
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
👍👍👍
Nuraini Nuraini
Luar biasa
Dewi Zahra
penasaran kak
Bun Yian Cu Dumpit: kpn lanjut nya KK,, up trus lh KK author
total 1 replies
Dewi Zahra
lanjut kak
Dewi Zahra
semangat kak
Dewi Zahra
lanjut lagi
Dewi Zahra
semangat Rania
Dewi Zahra
sabar redra
Dewi Zahra
coba kalau Uda bersi pasti cantik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!