Diwarnai dengan keegoisan karena didik keras sedari kecil, bukan hanya diterima tempat pendidikan ketika mereka bersekolah di akademi militer. Apakah cinta Agatha dan Jefry bisa mengalahkan sifat ego mereka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Pertama
Selesai urusan di dibawa. Melihat mertua dan opa serta oma nya Agatha, Jefry kembali ke kamarnya. Betapa kagetnya Jefry melihat istrinya sudah tertidur pulas.
"Memang istriku, bisa - bisanya tidur duluan. Apes deh malam ini." Jefry yang tadi sempat memesan obat salep buat luka lecet istrinya. Pun mengoles salep itu dikali istrinya yang memerah. Sesudah itu dia pun membersihkan dirinya dan tidur disamping istrinya. Yang dia sudah mengatur posisi tidur Agatha istrinya yang mendekat kepadanya.
"Besok pagi, kamu akan di hukum sayang. Mas janji kamu pasti merintih." Jefry tersenyum kepada istrinya dan mencium bibirnya. Kemudian Jefry membawa istrinya dalan pelukannya dan Jefry pun tertidur.
Pukul lima subuh, Agatha kaget terbangun mendapat dirinya berada dalam pelukan seorang lelaki yang dia cintai yang tidak menggunakan baju. Agatha menghirup bau badan suaminya, dia tidak bahwa Jefry juga sudah bagun. Dia membiarkan Agatha melihat tubuhnya.
"Nakal ya, tidur duluan." Spontan Agatha kaget, dia kira suaminya masih tertidur.
"Mas kaget tahu." Jefry pasang muka serius ke istrinya. Tetapi masih dalam posisi dia memeluk istrinya. Bahkan pelukan Jefry dipererat.
"Kaget... Emmmmmm iya." Jefry mulai mengendus endus telinga dan leher istrinya. Posisinya sekarang Jefry sudah ada diatas tubuh istrinya
"Maaf mas."
"Kenapa minta maaf."
"Ade ngak jalani tugas ade sebagai istri di malam pertama." Jefry tersenyum, dia mencium istrinya.
"Jangan galak - galak ade takut."
"Mana ada mas galak."
"Ini seperti mau mangsa adek."
"Memang mas mau mangsa adek." Jefry langsung mulai menjalankan aksi pemanasannya, membuat tubuh Agatha siap menerima dirinya.
"Sayang mas mau."
"Ini pertama buatku mas, jangan kuat - kuat ya." Jefry tersenyum.
"Ini juga pertama buat mas adek. Ade minum pil dulu."
"Semalam sudah adek minum."
"Lah kenapa minum, malah tidur. Jahat ya. Pagi ini masih bisa."
"Bisa mas."
Karena tubuh mereka sudah siap makan Jefry pun mengarahkan tongkat pusaka kedalam rahim Agatha. Tiga kali percobaan baru tongkat itu masuk. Terdengar rintihan Agatha.
"Sakit sayang." Agatha hanya mengangguk. "Mas lepasin ya"
"Jangan mas, lanjutkan saja."
"Jika ini sakit, adek boleh gigit bahu mas."
Seprei hotel menjadi saksi, Keperawanan Agatha telah dibobol oleh suaminya Jefry. Dia mencium istrinya sangat mesra dan memeluk.
"Terima kasih buat pengalaman berharga ini." Agatha sudah tidak bisa merespon suaminya, karena dia sudah lemas disamping suaminya. Jefry tersenyum. Agatha sudah tertidur kelelahan karena digempur oleh suaminya.
"Mas, ade mau mandi."
"Tunggu nanti mas gendong."
"Ade bisa." Agatha bangun, ketika hendak menurunkan kakinya, anggota tubuh bagian bawa sakit. Terdengar suara rintihan dari mulut Agatha. Jefry langsung mengendong istrinya.
"Sakitkan."
"Ini ulah mas."
"Kan ini juga kewajiban ade, melayani mas."
"Tetapi napsu mas terlalu tinggi."
"Ade candu sih."
"Itunya mas yang kebangetan."
Jefry tertawa, Agatha sedang berendam didalam betaub dengan air hangat untuk merileksasi otot rahimnya. Kemudian Digendong oleh Jefry ke bawa shower. Jefry yang sudah mandi terpaksa mandi ulang bersama istrinya. Pokoknya Jefry layani istrinya dengan baik.
"Mas, trus spreinya gimana?"
"Ya ngak papakan, ada cleaning sevis."
"Ade malu mas, itukan ada nodanya."
"Mereka tahu kita pengantin baru."
"Mas bayar aja spreinya kita bawa pulang."
"Iya sayangku. Kita bawa ini. Kan ada noda perbuatan mas." Agatha malu, jefry memeluk lagi istrinya.
"Tetapi bagaimana peforma mas mengoyang tubuhmu. Jujur suka tidak."
"Mas kan suamiku, jelas sukalah." Agatha mukanya sudah memerah.
Bulan madu kali ini, rencana Agatha menemani suaminya pertandingan renang internasional di Darwin Australia. Hari ini Agatha dan Jefry mengurus keberangkatan mama dan papa serta opa dan oma kembali ke kampung halaman. Selesai Agatha memilih untuk bermalam di rumah Jefry saja. Karena malam ini ada jadwal ibadah keluarga dirumah mereka.
"Langsung terbang dari sini ke Darwin mas?"
"Ngak ma kita ke Jakarta dulu."
"Baru selesai ini rencana apa kamu nak?"
"Agatha mau sekolah Spesialis, selesai pertandingan di Darwin saya kembali ketempat bertugas."
"Berarti Agatha tidak ikut balik ke tempat ke tempat tugas."
"Ngak pa, dia akan urus berkasnya buat jadi dokter residen. Dia sudah permohonan ijin sekolah."
"Di mana?"
"Rencananya di Jakarta saja pa."
"Berarti BKO." Agatha hanya mengangguk. "Papa dan mama tetap berharap yang terbaik buat kalian berdua." Kemudian mama mertua bertanya.
"Kenapa tidak di Surabaya saja nak?" Jefry melihat kepada istrinya.
"Agatha belum tahu rumah sakit mana yang jadi rekomendasinya ma? Untuk Spesialis bedah saraf."
"Mama juga awam. Mama berpikir kalau di sini, kamu bisa dirumah sini saja sama mama dan papa."
"Agatha cari informasi dulu ya ma."
"Iya sayang."
Agatha sudah berada di kamar mereka, Kamar bujang seorang Jefry Xaverius Wibowo, Agatha melihat - lihat seisi kamar, foto - foto dari dia kecil sampai dia besar. Tiba - tiba Agatha tertarik dengan sebuah foto masa sekolah menengah atas bersama seorang cewek yang mukanya mirip dengan dirinya. Tiba - tiba foto itu di ubah posisinya oleh Jefry.
"Itu masa lalu. Sebentar mas sudah buang." Agatha tidak merespon sedikitpun pembicaraan Jefry, dia hanya terdiam. Jefry menyesali kebodohannya. Kenapa dia tidak membuang foto ini.
Malam ini dikamar bujang suaminya Agatha mencoba untuk tidur dengan beribu pikiran. Tak terasa air matanya jatuh.
"Mas bisa jelasin sayang." Agatha tidak merespon.
"Mas tahu kamu tidak tidur." Jefry langsung memeluk istrinya dan mencium sekali lagi Agatha tidak merespon. Dia masih ada dalam pikiran yang rumit tentang kejadian yang baru dia lihat. Ternyata suaminya masih menyimpan foto mantan pacarnya yang mukanya mirip dengannya. Apakah cintanya karena saya mirip dengan mantannya.
"Agatha Anastasya, lihat mas. Mas bisa jelasin."
"Silahkan jelasin."
"Dia Rebeca, mantan pacar mas, dia sudah menikah dan tinggal diluar negeri. Kami berpacaran cukup lama. Lulus Sekolah dia dilamar oleh pria pilihan papanya. Papanya adalah seorang perwira, papa punya komandan. Strata sosial itu yang membuat kami tidak bisa bersama."
"Apa karena muka kami hampir mirip alasan kamu dekati saya mas?"
"Alasan pertama iya, namun sudah berubah. Mas hanya cinta sama kamu sayang. Maafkan mas." Agatha menatap suaminya dalam - dalam, dia tidak menemui kebohongan dalam suaminya. Namun sebagai wanita sakit hati itu masih ada. Agatha kembali tidur. Jefry menyesali kebodohannya. Dia mengambil foto itu dan dia membakar dibalkon kamarnya. Dia mengubur rapat - rapat masa lalunya.
"Maafkan aku sayang." Jefry mencium istrinya mebuka baju dan mengambil tubuh istrinya membawanya dalam pelukan. Jefry melihat bekas air mata dan mata cantik istrinya bengkak. Dia langsung mencium mata itu.
"Maafkan aku sayang, maafkan mas yang telah menyakiti hatimu."
Agatha sudah tertidur dalam pelukan Jefry suaminya. Jefry sedang menghilangkan mata bengkak istrinya dengan mengompres.