NovelToon NovelToon
Merebut Tunangan Orang

Merebut Tunangan Orang

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual
Popularitas:208
Nilai: 5
Nama Author: uwakmu

Chuzuru seorang wanita cantik di Negeri Sakura, dan selalu membawa pedang Katana Hitam pekat, kemanapun dia pergi. Selain cantik, dia pegang nama besar keluarganya, yang bernama Handoyo, sebagai Samurai Sejati di Tokyo, jelas sangat di hormati banyak orang, bahkan termasuk Kaisar Negeri tersebut, tidak luput dapat hormat darinya. Selain itu, dia sudah bertunangan orang hebat, bahkan kadang-kadang dijuluki pasangan serasi. Akan tetapi hidupnya langsung berubah, saat dirinya melabrak seorang pria pekerja kasar, memukul pantatnya, tanpa pikir panjang, siapa pria yang melecehkan dirinya, ia langsung menyerahkan pihak kepolisian, agar dia di penjara. Hal inilah membuat Kota Tokyo terancam bahaya, oleh pria pekerja kasar, membuat dirinya harus menikah orang tersebut, dan segera memutuskan tunangan yang dia cintai, karena betapa bahaya pria pekerja kasar itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uwakmu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Main-main

"Jelas aku datang, padahal... Aku baru saja, selesaikan satu Dungeon, ehh ada kabar misi darurat, secepatnya aku bergegas kemari." Terang Matahari Suke, karena dia tidak nyangka, sudah cepat-cepat datang, malah sudah selesai duluan, sehingga dia tidak ada semangat untuk bertarung. "Kak Agoda... Seharusnya akulah yang turun tangan, anggap aja pemanasan." Sambungnya.

"Tadinya aku biarkan engkau maju, sayangnya di perintahkan oleh Ketua Asosiasi Hunter, untuk cepat selesaikan, karena sudah lewat Jam tidur, semua orang pada ingin istirahat." Terang Panji Agoda, karena dirinya, tidak mau di salahkan, oleh seniornya.

"Setidaknya... Langgar dikit aturan, agar diriku bisa maju untuk bertarung." Saran Matahari Suke, karena dirinya terus mengeluh, disebabkan nggak dapat bagian, membuat dia, semakin nggak semangat.

"Kalau ingin begitu, katakan langsung kepada Ketua Hunter, jangan kepada ku!" Bela Panji Agoda, yang begitu risih banget kepada Matahari Suke, meskipun dia itu, seniornya.

Hal inilah, Pak Abe tenangkan mereka berdua. "Sudah... Sudah... Jangan berantem, setidaknya tahanan satu ini, sudah tertangkap, agar dia bisa dihukum mati kedepannya." Ucapan Pak Abe, dengan pedenya.

Membuat Agoda dan Suke penasaran. "Emangnya, dia melakukan kesalahan apa?" Pertanyaan mereka berdua.

Karena sudah ditanya begitu, Pak Abe, tanpa ragu menjawab. "Salahnya dia, terlahir sebagai Iblis, kematiannya adalah simbol perdamaian Umat Manusia."

Setelah mendengar itu semua, Agoda dan Suke, tidak percaya. "Emangnya kamu yakin, bahwa dia Iblis." Tanya mereka berdua lagi.

"Kalau kalian tidak percaya, lihatlah pada luka anak panah, di bahu kanan tahanan itu, darahnya warna apa?" Ungkapan Pak Abe.

Setelah mendapatkan ungkapan seperti itu, Agoda dan Suke, mata mereka langsung lihat bagian bahu Tio yang sedang terluka, dan mengetahui warna darah Tio seperti apa? hijau kemerahan, hal inilah mereka sadar, bahwa Tio emang bangsa ras Iblis.

Atas bukit itu, Agoda dan Suke, malah marah besar kepada Tio. "Keparat... Kamu bangsa ras Iblis!" Ucapan Matahari Suke baru sadar olehnya.

......................

Kok bisa warna darah Tio berbeda dengan yang lain, emangnya selama tiga tahun terakhir ini, Tio tidak pernah terluka ya.

Dan seharusnya dari dulu, Tio sudah diketahui oleh Masyarakat Jepang, dan saat itu juga, Tio di musuhi kan, nggak mungkin, harus tunggu tiga tahun terakhir, baru nampak.

Karena dia Jenius, itulah jawaban aku, lagipula... Sudah pernah aku katakan, Tio Satrio sadar, bahwa bangsa ras Iblis, sangat di benci di dunia ini.

Hal inilah, dia harus control kekuatannya dengan baik, agar dia nggak kebablasan, meskipun menguarkan energi Sihir peringkat S sekalipun.

Dia melatih itu, sudah cukup lama, kalau potensi ya terlalu tinggi, dalam gunakan energi Sihir, penampakan darah hijau kemerahan, akan mengalir deras, di seluruh organ tubuhnya, dan tidak perlu untuk menahan diri lagi.

Saat dirinya, melakukan serangkaian serangan, lebih maksimal lagi, kekuatan Sihirnya, akan semakin pesat.

Nggak selain itu, pada bab sebelumnya, Tio lah, yang mengatakan secara jujur, dan mengakui dirinya adalah bangsa ras Iblis.

Terus untuk apa? Menyembunyikan warna darah aslinya, kalau tetap disembunyikan percuma, saksi mata terlalu banyak, mustahil... Tio menutupi itu semua.

......................

Bukankah ini lebih baik, untuk menguarkan pontensi yang dia punya.

Kalau Tio dianggap musuh, maka Tio akan menjadi musuhnya, dan menghancurkan orang-orang yang ingin menghancurkan dirinya, seperti hanya kata bahasa yang aku tahu, dimangsa... Atau harus menjadi memangsa, ini seperti hukum rimba.

"Jadi... Kalian semua pengen aku mati, sayangnya aku harus hidup, tidak ada yang boleh menbunuhku." Ucapan Tio, padahal sebelumnya dia sangat tenang, dan rela mendengar ocehan mereka bertiga, karena tidak tahan, dia pun angkat bicara.

"Dengan cara melawan kami semua, dengar anak muda, peringkat mereka ini, sudah berada di tingkat S, dan bisa menbunuhmu ditempat, kalau mereka mau." Ucapan Pak Abe, yang begitu sombong.

Dia sama sekali tidak ada takut-takut ya, seolah-olah didepannya, merupakan seekor semut, yang mudah dinjak, sehingga dirinya lupa, betapa kuatnya Tio itu.

"Pak Abe... Kamu akan sesali, karena berani memusuhiku!" Ucapan Tio, yang begitu sangat marah, dan dendam.

Matahari Suke yang tidak tahan ocehan Tio, dia melangkah maju mendekati, tanpa ragu meninju perut Tio, dengan kekuatan penuh. "Dengarnya... Bangsa ras mu lah, yang memulai peperangan dimasa lalu, kenapa pula tidak terima? Kalau kamu itu, di musuhi semua orang, anggap aja, kamu lagi kena sial." Tanggapan Matahari Suke, karena daritadi, dia nggak tahan untuk memukuli Tio, dan menunjukkan kepada kita, bahwa dirinya sangat benci terhadap bangsa ras Iblis.

"Pak Suke... Tolong jangan bunuh dia sekarang, lebih baik, kita laporkan ke atasan, paling tidak, dia akan mendapatkan hukuman setimpal dimasa lalu." Saran Pak Abe.

Meskipun sudah bermuntah darah, seolah-olah pukulan Pak Suke terasa sakit bagian perutnya, Tio masih berani berkata. "Kalau ingin menyalahkan ku dimasa lalu, bukan aku orangnya, akan tetapi kalau kamu pikir aku orang jahat, akan aku kabulkan keinginanmu, jangan sasali ya."

Perkataan itu, membuat mereka bertiga bergetar ketakutan, pada akhirnya mereka jatuh ke lantai, sehingga nggak tahu, apa yang terjadi pada tubuh mereka bertiga.

Padahal sebelumnya, mereka sudah bersikap sombong, ditambah lagi, anak panah yang tertancap di bahu Tio, dengan pontensi Sihir yang tinggi, terlepas begitu saja.

Earphone di telinga Panji Agoda, seketika bersuara. "Apa yang terjadi pada kalian? Tolong jawab Agoda!"

"Aku sendiri tidak tahu Ketua Hunter! Tubuh ku bergetar ketakutan tanpa sebab, dan tidak mau bergerak sesuai keinginan ku, ini seperti kena Sihir senior Suke." Balasan Pak Agoda tak percaya.

Mendengar perkataan Panji Agoda seperti itu, Tio menyadari, ada satu orang lagi, sedang mengawasi ya, tapi dia tidak peduli soal itu. "Oh iya... Aku berterimakasih kepadamu, kalau tidak, aku tidak bisa menguarkan pontensi Sihirmu, nama jurusnya, no jutsu Intimidasi hati, apakah aku nggak salah penyebutan ya?" Ucapan Tio, secara berbisik di telinga Matahari Suke.

"Kamu gunakan kemampuan pontensi Sihir milik ku!" Ucapan Pak Suke terkejut.

"Tepat sekali... Aku ini ahli mencuri jurus, dan dapat menggunakan ya, ke level lebih tinggi, keren kan, sehingga hati dan pikiran, merasa takut pada lawan." Terang Tio berjalan santai, dan melewati mereka bertiga.

Karena Tio merasakan, bukan cuma mereka yang datang. "Jumlah kalian sangat banyak, keliatannya harus kabur deh."

"Apa kamu pikir?! Bisa kabur dari sini!" Teriakkan Panji Agoda, padahal dirinya, tidak bisa gerakan tubuhnya, seolah-olah dia sangat takut pada Tio, setelah kena Sihir pontensi seniornya.

"Seperti sebelumnya, kamu pernah berkata, bahwa diriku tidak bisa menghancurkan apapun, padahal kamu belum lihat Pontensi Sihir apa yang akan aku gunakan? Tapi aku biarkan perlihatkan untukmu, agar kamu bisa nilai, bisa nggak ya." Ucapan Tio, sambil menguarkan lobang menghisap Iblis, berukuran bola kelereng, sengaja di jatuhkan, dan Tio menghilang dengan bom asap, yang dia ambil dari kantong Suke, saat dirinya berbisik sesuatu, kepada Suke.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!