karya pertama othor.. pasti banyak kesalahan dan mungkin keanehan. So, maafkan ya. but, baca dulu, semoga suka sama alurnya 💋
Marisa, gadis sederhana yang menolak untuk berpacaran. Pertemuannya dengan Elvan yang secara kebetulan membuat mereka saling menyukai. Hingga akhirnya, mereka memutuskan untuk menikah.
Dalam perjalanan mereka menuju hari pernikahan, fakta baru mulai terungkap tentang jati diri Elvan yang sebenarnya. Lalu akankah Marisa mau menerima masa lalu Elvan?
Dan bagaimana Elvan akan melindungi Marisa dari rencana jahat keluarganya?
Season 2 novel ini bisa dibaca di novel aku yang berjudul "Istri Big Boss" Bisa klik profilku ya 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itta Haruka07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Honeymoon 2
Ditepi pantai dengan pasir putih yang indah, ada sapasang manusia yang tengah menikmati masa-masa indah pernikahan mereka. Mereka berjalan bergandengan menikmati suasana pagi yang cerah. Sebelumnya mereka telah berfoto-foto demi mengabadikan momen-momen matahari terbit yang sangat cantik di pulau itu.
Pagi itu Elvan hanya memakai celana boxer dan juga kaos yang sangat pas di tubuhnya. Tak lupa kaca mata hitam yang melekat di wajahnya. Sementara Marisa memakai dress kuning setinggi lutut bermotif bunga.
Marisa berlarian kesana kemari, bermain kejar-kejaran dengan ombak. Sementara Elvan hanya duduk mengamati sang istri yang asyik dengan pasir dan air. Seperti anak kecil yang baru pertama kali menginjakkan kakinya ke pantai.
"Mas, makasih ya udah ajak aku kesini. Ternyata seru banget ya ditepi pantai gini." Kata Marisa yang baru saja duduk disebelah Elvan.
"Kamu happy banget kayaknya." Kata Elvan merangkul pundak istrinya.
Mereka berdua duduk menghadap lautan yang luas. Memandang samudra dengan gulungan ombak yang menyapu dengan tenang.
"Iya mas happy banget. Mas tau nggak, Ayah sama ibu dulu pernah janji saat mereka tua mereka akan hidup di kampung dan beternak kambing. Dan walaupun ibu meninggal tapi ayah tetap menepati janji mereka." Kata Marisa yang menyandarkan kepalanya dalam pundak suaminya.
"Kamu mau kita bikin janji juga?" Tanya Elvan.
"Enggak mas, maksud aku, ayah sama ibu itu suka banget sama kampung dan gunung, dan sepertinya aku malah suka pantai." Kata Marisa tersenyum.
"Kalau gitu gimana kalau kita janji untuk menua bersama di pinggir pantai." Kata Elvan.
"Serius mas?" Tanya Marisa tak percaya, ia bahkan bangun dari pelukan suaminya.
"Iya, nanti mas akan usahakan cari tanah atau rumah dekat pantai. Tapi mas nggak janji ya dipantai mananya." Kata Elvan.
"Terimakasih Mas, kemanapun Mas pergi aku pasti akan ikut." Kata Marisa lalu memeluk kembali tubuh suaminya.
Elvan mengecup mesrah rambut istrinya. Mereka pun lalu berjalan-jalan mengelilingi pulau dengan fasilitas yang cukup lengkap itu. Mulai dari outbond, area bermain anak, dan swimingpool juga tersedia. Mereka juga bisa memancing, bersepeda, tenis meja, voly pantai, surfing, jet ski, bahkan kano juga tersedia.
Setelah jalan-jalan sebentar mereka mencoba olahraga air jet ski. Ini kali pertama untuk Marisa, namun karena ada suami yang mengemudikannya, ia cukup berani untuk mempercayakan Elvan membawanya melaju dengan cepat diatas air.
Semakin cepat Elvan melajukan jet ski nya, semakin erat pula tangan Marisa memeluk pinggang Elvan.
Setelah selesai bermain jet ski, Elvan dan Marisa memutuskan untuk kembali ke kamar untuk membersihkan diri. Lalu mereka menuju restauran untuk sarapan.
Setelah selesai sarapan mereka memutuskan untuk menghabiskan hari mereka di kamar saja. Menikmati masa indah sepasang pengantin yang membuat mereka harus rela berkali-kali keramas saat waktu sholat telah dekat.
Mereka benar-benar menghabiskan hari hingga malam mereka di kamar. Bahkan untuk makan siang dan makan malam pun makanan mereka harus diantar ke kamar.
"Mas, aku sangat lelah." Kata Marisa yang menempelkan kepalanya di dada bidang suaminya itu.
"Hmmm padahal mas masih ingin sekali lagi." Kata Elvan yang mengelus rambut indah istrinya.
"Aku benar-benar lelah mas, maaf ya." Kata Marisa.
"Kita kan sedang berusaha sayang. Tapi besok lagi ya." Kata Elvan.
"Besok aku pengen naik sepeda keliling pantai mas. Memangnya Mas nggak mau coba fasilitas disini, sayang kan kalau udah bayar mahal, tapi cuma di kamar saja." Kata Marisa.
"Hmmmm baiklah, karena hari ini kamu udah bikin mas senang. Besok mas akan senangkan kamu seharian." Kata Elvan mengecup kening Marisa. "Sekarang tidurlah."
Dan dua manusia yang tengah dimabuk asmara itu tertidur dengan nyenyak setelah seharian menghabiskan energi mereka untuk menggapai nirwana yang hanya mereka berdua tau dimana letaknya.
***
Pagi harinya mereka tengah berjalan-jalan di tepi pantai.
"Kamu bisa surfing?" Tanya Elvan kepada Marisa saat keduanya melihat beberapa orang yang tengah berselancar karena ombak cukup bagus saat itu.
"Enggak bisa lah mas, berenang aja aku nggak bisa." Kata Marisa.
"Kamu nggak bisa renang? Kemarin kok berani sekali main jet ski sama Mas?" Tanya Elvan tak percaya.
"Ya kan ada Mas Elvan, lagian kan pakai pelampung pasti aman mas." Kata Marisa.
"Dasar kamu ya." Elvan mengacak acak poni Risa. "Kamu tunggu sini. Mas akan buat kamu terpesona sama aksi Mas. Jangan lihat yang lain ya, fokus sama Mas. Oke." Kata Elvan lalu meninggalkan Risa yang masih duduk diatas pasir itu.
"Mas mau kemana?" Tanya Marisa. Namun Elvan tak menjawab dan berlari menuju tempat penyewaan alat-alat olahraga.
Risa menunggu suaminya yang menghilang entah kemana. Karena bosan ia pun mengambil pasir dan membentuknya menjadi sebuah istana pasir.
Tak lama Elvan datang dengan membawa papan selancar dan juga telah berganti baju.
"Kalau kamu berhayal punya istana, mungkin akan sangat lama Mas bisa mewujudkannya tapi mas gak janji." Kata Elvan.
"Mas Elvan mau surfing?" Tanya Marisa.
"Emmm, kamu lihat Mas ya, dan jangan lihat yang lain." Elvan tersenyum lalu mengecup singkat bibir istrinya dan pergi menuju laut.
Marisa memperhatikan suaminya yang terlihat sangat mahir memainkan papan seluncurnya. Benar kata Elvan, Marisa memang dibuat terpesona oleh aksi suaminya itu.
Tiba-tiba ponsel Elvan berbunyi. Marisa yang sebelumnya membawa ponselnya dan ponsel suaminya itu ke dalam tas, akhirnya mengeluarkan benda pipih itu dari dalam tas nya. Sebuah panggilan video dari Alvero, kakak Elvan yang sekaligus adalah bosnya.
Bagaimana ini, apa mas Elvan sudah cerita ke Pak Al kalau aku dan Mas Elvan sudah menikah? Aku harus gimana, jawab atau tidak ya. Batin Marisa. Ada ketakutan dalam hatinya tentang apa yang dikatakan Papa mertuanya sebelum menikah.
Panggilan pertama itu berakhir sebelum Marisa menjawabnya, lalu masuk lagi panggilan ke dua sampai ketiga, Marisa masih tak melakukan apa-apa.
Ditengah kepanikan dan juga kebimbangannya. Ponsel milik Marisa sendiri juga berbunyi. Cepat-cepat ia membuka tasnya dan mengambil ponsel miliknya. Namun sayangnya saat Marisa tengah sibuk membuka tas, panggilan Alvero telah terjawab secara tidak sengaja.
Marisa yang masih belum menyadari itu lebih memilih menerima telfon di ponselnya yang ternyata adalah Ratna sahabatnya. Sementara ponsel Elvan yang telah terjawab itu ia letakkan dengan posisi terbalik diatas tasnya yang tergelatak di pasir.
"Assalamu'alaikum, masih honeymoon kamu?" Tanya Ratna dari sambungan Videocall.
"Waalaikumsalam, iya ini masih di pulau A, kenapa? Kamu mau aku kirimin foto pantai disini?" Tanya Marisa.
"Mau dong, pasti bagus banget ya. Aku juga pengen kesana, tapi harganya mahal banget." Kata Ratna.
"Aku sendiri juga nggak tau sih, kan Mas Elvan sendiri yang booking, aku malah baru tau pas udah nikah." Kata Marisa.
"Sweet banget sih Kak Elvan." Kata Ratna.
"Iya lah, buat istriku yang cantik dan bikin panas dingin ini apa sih yang enggak." Kata Elvan yang tiba-tiba menghampiri istrinya.
"Mas udah selesai surfingnya?" Tanya Marisa yang terkejut dengan kedatangan suaminya.
"Udah sayang, mas mandi dulu bentar ya." Kata Elvan.
"Mas tunggu, tadi ada telfon, tapi nggak aku angkat." Kata Marisa
Tanpa Risa sadari, Alvero masih mendengarkan percakapan mereka.
"Siapa?" Elvan lalu mengambil ponselnya yang tergeletak diatas tas istrinya.
bersambung....
Assalamualaikum Readers Kece.
selamat menjalankan ibadah puasa ya untuk kalian yang menjalankan.
terimakasih untuk semua suportnya.
autor masih akan lanjutkan beberapa bab ini tanpa konflik dulu ya. nanti setelahnya tunggu konflik apa yang akan mereka hadapi.
terimakasih jangan lupa tinggalkan like, karena gratis ya.
kalau kalian suka dengan cerita autor, silahkan tambahkan ke fovorite untuk dapat notifikasi update nya.
salam hangat untuk kalian readers kece. 😘😘😘
Alvero.... kalian keluarga kaya....sewa detektif handal untuk mengungkap kecelakaan ini...