jika hati sudah memilih, maka logika tak bisa lagi bicara. percuma saja punya kriteria jika yang sesungguhnya menilai adalah perasaan
kita tak pernah tau pada siapa akan jatuh cinta, ketika hati memilih bukan kesempurnaan yang diutamakan, tapi cintalah yang menjadikannya sempurna
ku memilihmu, karena kamulah cintaku!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
malam pertama yang tertunda
"assalamualaikum"
Gaffi pulang kerja dari restoran dan ini hari terakhirnya sebagai chef. Gaffi ingin fokus mengurus wisudanya yang sebentar lagi akan dilaksanakan
"walaikumsalam, sayang"
Keyza menyambut suaminya pulang. Dengan sangat ceria
"kamu bukannya ada jadwal jaga?" gaffi ingat pagi tadi istrinya memberitahunya
"hm, mulai minggu ini jadwalku hanya pagi dan siang, ayo mandi aku udah masakin sesuatu yang enak" keyza menggandeng tangan suaminya dengan manja
"jadi besok masuk apa?" tanya gaffi yang ingin membuat rencana
"besok libur sayang kenapa?" keyza dan gaffi mengobrol menuju kamar
"baguslah!" gaffi menarik tangan keyza sampai duduk dipangkuannya
"gaffi!" keyza kaget dengan yang suaminya lakukan
Keyza senang tapi malu, biasanya menggoda tapi kali ini digoda oleh suaminya
"bu-buruan mandi nanti dingin!" keyza menunduk tak berani menatap mata gaffi
gaffi menahan erat tubuh keyza yang berada dalam pelukannya. gaffi menyadarkan kepalanya didada istrinya yang terdiam kaku
"dadamu berisik tapi aku suka" ucap gaffi dan masih menempel seperti perangko
"em, a-aku_" ucapan keyza terputus
Bibirnya baru saja disambar oleh gaffi. keyza tak menolak dan mengalungkan tangannya dileher
"aku ingin menjadi suami seutuhnya, apakah boleh?" gaffi melepaskan pagutannya dan masih sempat bertanya pada keyza yang sudah terbawa suasana
"aku ke kamar mandi dulu?" keyza gugup untuk menjawab apa, yang terjadi kini hampir sama dengan yang ada di mimpinya
"ngga usah, kita mandi bersama nanti" gaffi menggendong keyza dan membawanya ke kasur
"gaf, aku!" keyza mendorong tubuh gaffi yang ada diatasnya dengan tatapan pemangsa
"boleh?" gaffi masih menunggu jawaban keyza
"bo-boleh" keyza memalingkan wajahnya. perasaan yang sangat membuat jantungnya berpacu lebih cepat
gaffi menarik pelan wajah keyza dan menatapnya sebentar, bibirnya memulai lagi menyentuh bibir keyza. Tak hanya itu tangannya dengan cepat membuka baju yang dipakainya membuang begitu saja
"gaf" keyza lebih malu lagi melihat gaffi tanpa baju. Tubuhnya yang seksi dan atletis karena rajin gym bersama tomi
"kenapa? Mau mundur?" gaffi masih memberikan kesempatan pada keyza
Keyza menggeleng "pelan-pelan" keyza kali ini mengambil inisiatif mencium gaffi
Tak menunggu lama, tak sehelai pun benang ditubuh keyza yang tertinggal, gaffi melucuti semua tanpa ampun
Tangannya menyusuri gunung kembar keyza yang terlihat kenyal dan bulat sempurna. Mata gaffi membelalak semua pemandangannya dihadapannya saat ini adalah pemandangan terindah yang pernah dia lihat
gaffi tak tahan lagi untuk menyentuh bagian inti istrinya, keyza menggeliat entah sakit atau nikmat yang pasti gaffi mencoba sebisa mungkin tak menyakiti istrinya
"katakan jika sakit, saya akan berhenti" gaffi masih terus bergerilya membuat keyza mende*sah dan terus mencekram tubuh gaffi
keduanya sudah terbuai dan tak sadar dengan sedikit rasa sakit. Karena langsung tergantikan oleh rasa nik*mat yang tak bisa digambarkan oleh kata-kata
"kamu sempit banget sayang!" gaffi kesulitan menembus milik keyza meski sudah berusaha dengan keras
"kamu yang kebesaran" keyza juga menahan sakit yang seperti terbakar juga luka perih.
Gaffi kembali membuat keyza lupa akan rasa sakitnya "keluarkan sayang, berteriaklah"
Keyza mulai merasakan sesuatu terjadi dibagian bawah tubuhnya
"sayang a_ku" keyza mengambil nafas dalam. Rasanya kesulitan bernafas sejak tadi. Nafasnya tersengal tapi tubuhnya bergetar
"enak?" gaffi menggoda keyza disela-sela aktifitasnya
Keyza menutup wajahnya dengan tangan.
"enak atau sakit?" gaffi menarik tangan keyza
"sayang, malu!" keyza memukul dada gaffi
Aktifitas masih berlanjut. gaffi masih belum mencapai puncaknya. Tubuhnya yang sering olahraga memang tak diragukan lagi
gaffi merebahkan diri disamping keyza setelah satu jam lamanya menggempur istrinya. Hampir dua minggu gaffi menahan untuk tak menyentuh istrinya yang takut sakit di malam pertama
"makasih sayang!" gaffi memeluk keyza dan mencium keyza berulang-ulang
"aku lapar!" keyza merasakan perutnya keroncongan
gaffi menggendong keyza ke kamar mandi untuk membersihkan diri
"mau makan disini atau dibawah?" gaffi mengambilkan dan memilihkan baju untuk istrinya
"disini aja" keyza merasakan tubuhnya sakit tenaganya habis