NovelToon NovelToon
Cinta Satu Malam Bersama Mafia

Cinta Satu Malam Bersama Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Contest / Tamat
Popularitas:8.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Yayuk Triatmaja

Alvonso adalah seorang Mafia dan juga CEO terkenal dingin dan kejam. Sangat tampan digilai banyak wanita tapi Alvonso tidak pernah tertarik terhadap wanita manapun.

Laras seorang mahasiswi tingkat akhir, cerdas, cantik dan baik hati.

Laras bersama teman - temannya mengadakan acara perpisahan di hotel di kota Surabaya. Akibat ulah teman kampusnya Laras bertemu dengan Alvonso dan kehilangan apa yang dijaganya selama ini

Suatu ketika mereka dipertemukan kembali tapi berdua tidak mengenalnya sampai pada suatu saat 3 anak kembarnya di culik terbukalah rahasia yang disimpan Laras selama ini

Apakah Alvonso dan Laras bisa bersatu atau masing - masing sudah menikah dengan pasangannya.

Simak novel ke 2 saya. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terbongkarnya Identitas Laras

Alvonso junior memeluk Alvonso hingga Alvonso juniorlah yang tertembak. Alvonso junior langsung ambruk sebelum jatuh ditangkap oleh Alvonso .

Alvonso sangat marah mengeluarkan senjata kecil dan ditembakkan ke arah penembak.

"Alvonso" teriak mereka semua

Alvonso langsung membawa ke dalam mobil bersama Laras dan kedua anaknya. Sedangkan Ronald mengendarai mobil di sampingnya Clarisa. Laras menangis membelai anaknya. Laras menyobek bajunya untuk menahan darah yang keluar dari tubuh anaknya.

Dalam hati Alvonso bertanya - tanya tentang ke tiga anak kembar yang mirip dirinya sedangkan ketiga wanita yang dikenal sebagai ibunya kembar tiga tidak ada satupun yang mirip Laras, apakah ketiga anak kembar tersebut bukan anaknya pikir Alvonso.

Ronald mengemudi dengan sangat kencang, lampu merahpun diterobos maklum sebelum kenal Ronald dia dulu seorang pembalap liar dan dalam waktu singkat sudah sampai di rumah sakit.

Dokter Kennath yang sudah ditelephone oleh Alvonso dan dokter Maria yang juga sudah dihubungi oleh Clarisa menunggu di pintu lobby.

Alvonso besar yang menggendong Alvonso kecil sudah disambut oleh mereka kemudian dibawa ke ruang operasi

Dokter Kennath beserta timnya masuk ke ruangan operasi. Setelah beberapa lama keluarlah perawat dan menghampiri mereka.

" Keluarga pasien?" tanya perawat

"Saya dok ?" jawab Laras dan Alvonso bersamaan, Laras memandang Alvonso bingung sedangkan Alvonso hanya tersenyum memandangi Laras

"Begini Ibu dan Bapak anaknya kekurangan darah sedangkan kita tidak ada stock darah mohon segera ya Pak Bu?" jawab perawat tersebut

Perawat itupun masuk kembali ke ruangan operasi.

Laras meminta Clarisa dan Maria untuk membawa 2 anaknya ke ruangan pratek dokter Maria

" Ini yang paling aku takutkan?" jawab Laras sendu

"Apa maksudmu La?" tanya Alvonso bingung

" Darahnya sangat sulit sama seperti dua adiknya. Darahnya sama seperti Daddynya Rh-null." jawab Laras bingung

"Telephone saja Daddynya?" jawab Alvonso

"Aku tidak tahu siapa Daddynya?" jawab Laras

"Maksudmu apa? saya tidak mengerti?" tanya Alvonso

Laras pun menceritakan semuanya dari awal hingga akhirnya dia pergi dari luar kota. Alvonso kaget mendengarnya ternyata selama ini orang yang menjadi sekretarisnya adalah orang yang dicarinya.

"Aku akan mendonorkannya." kata Alvonso tegas

Alvonsopun masuk ke ruangan untuk mengambil darahnya kemudian darahnya langsung dibawa oleh perawat ke ruang operasi.

Laras masih menunggu diruang operasi, Alvonso mendekati Laras dan duduk disebelahnya.

"Terima kasih atas sumbangan darahnya." ucap Laras tulus

"Hmm... La, jika seandainya kamu bertemu dengan pria yang ternyata pria itu adalah ayah ketiga anakmu, apakah kamu membencinya?" tanya Alvonso ragu

"Tidak." jawab Laras tegas

" Kenapa?" tanya Alvonso bingung

" Karena aku yang salah masuk ke kamarnya dan menggoda pria tersebut. Pria tersebut berusaha menahan dirinya tapi aku tetap menggodanya, pengaruh obatnya sangat kuat . Aku justru membenci temanku gara - gara dia hidupku jadi hancur." jelas Laras

Laras menangis dan Alvonso yang tidak tega memeluknya.

" Laras, aku ingin kamu jawab jujur, apakah kamu kenal dengan foto ini?" tanya Alvonso untuk memastikan sambil memperlihatkan foto Laras di ponselnya.

" Itu fotoku, darimana bapak bisa tahu?" tanya Laras terkejut

" Tidak perlu tahu darimana aku mendapatkannya, tapi kenapa kamu berbeda dengan yang di foto?" tanya Alvonso

" Aku sengaja menyamar supaya Tio tidak menemukanku juga pria itu karena pria itu memotretku ketika aku sedang tidur." Jawab Laras

" Apakah kamu ingat dengan wajah pria itu?" tanya Alvonso

" Tidak ingat, karena waktu di kamar mandi hanya melihatnya sepintas dan ketika di ranjang kamarnya agak gelap jadi aku tidak bisa melihatnya dengan jelas." ucap Laras

" La, ketahuilah akulah pelakunya, akulah ayah ketiga anak kita." Jawab Alvonso sambil memandang Laras penuh penyesalan.

Laras terkejut dan melepaskan pelukan bosnya

"Bapak?" tanya Laras terkejut

" Iya, maafkan aku, aku berusaha menolaknya tapi kamu selalu menggodaku membuatku tidak tahan." ucap Alvonso

" Maafkan aku." ucap Laras sambil menundukkan wajahnya

" Tidak apa - apa kamu tidak salah, maukah kita menikah agar aku menebus rasa bersalahku dan apakah mereka bertiga anak kita?" tanya Alvonso

" Iya, mereka anak kita kembar tiga" jawab Laras

" Apakah kamu sudah menikah?" tanya Alvonso

" Maksud Bapak?" tanya Laras bingung

"Jangan panggil bapak, panggil nama saja Alvonso" kata Alvonso

" Mas Alvonso gimana?" tawar Laras

" Terserah, oh ya apakah kamu sudah menikah" tanya Alvonso lagi

"Belum." jawab Laras

" Tapi kenapa anak - anak kita memanggilmu Mommy, aku pernah melihat mereka di mall memanggil seorang wanita dengan sebutan Bunda dan waktu di rumah sakit memanggil dokter Maria dengan sebutan Mama berarti suamimu mempunyai istri 3 atau lebih?" tanya Alvonso

" Hahahaha...." Laras tertawa

" Apa yang lucu." kesal Alvonso

Mereka itu sahabat waktu aku sekolah dulu dan mereka juga yang menguatkan aku saat aku hamil anakmu. Mereka sahabat yang sangat tulus sampai sekarang mereka tidak mencari pasangan karena ingin mengurus anak kita.

"Oh... sahabatmu sangat baik." ucap Alvonso tulus

" Iya sangat baik saling menjaga perasaan." jawab Laras

" Oh ya kenapa kamu kasih nama Alvonso, Alvian dan Alviana?" tanya Laras

" Karena waktu itu aku naksir Mas Alvonso waktu Mas Alvonso mengelus - ngelus perutku tapi bagi saya itu tidak mungkin karena itu anakku aku beri nama Alvonso sesuai namamu, yang kedua Alvian dan ketiga Alviana aku suka nama panggilan Al terkadang aku panggung 3 Al." cerita Laras

"Kamu tahu hampir 4 bulan aku mual - mual, muntah dan ngidam kasihan Ronald aku sering suruh mencari yang aneh - aneh." cerita Alvonso

" Pantesan aku kok tidak mengalami itu semua hanya lapar sampai makanku banyak. Orang banyak melihatku karena aku makan sangat rakus makan sampai 3 piring." cerita Laras sambil tersenyum ingat dulu.

" Itu karena kamu mengandung tiga anak sekaligus makanya makanannya banyak." ucap Alvonso sambil mencubit hidung Laras.

Ruang pintu operasi terbuka lebar brangker didorong keluar Alvonso junior yang masih terbaring lemah dan mata masih terpejam.

Alvonso dikirim keruangan kamar vvip yang lebih luas. Laras dan Alvonso masuk ke dalam dan duduk memandangi putranya dengan sendu.

ceklek

Pintu terbuka muncullah Ronald membawa paper bag kemudian Ronalpun keluar ruangan.

" La, kamu mandi dulu ini bajumu biar aku menunggu anak kita." pinta Alvonso

Ok

Alvonso duduk mendekati anaknya yang sekarang sudah mulai tumbuh, hidupnya sekarang lebih berarti dan berwarna. Alvonso berjanji untuk melindungi keluarga kecilnya yang baru ditemukan, Alvonso ingin menebus masa lalu dan ingin membahagiakan mereka.

ceklek

Laras keluar dari kamar mandi, Alvonso memandangi Laras tanpa berkedip

"Ada apa Mas?" tanya Laras bingung

" Kamu cantik, benarkah kamu? kok beda ya?" tanya Alvonso tak berkedip

" Ya bedalah Mas waktu itu kan aku menyamar jadi cupu hehehe kan tadi aku sudah cerita." ucap Laras

Alvonsopun menghampiri Laras dan memeluknya kemudian

cup

1
Risna Tanjung
yaaa,,, padahal itu yg buat smangat bcnya thor 😔🤭
Triguna Ponsel
ini peling kelakuan tio klu tdk mantan clarisa tu🤬
Majotiku
mantaaaap
Karsa Sanjaya
kenapa gk pake darah saja tes DNA nya kan dh pada tau kecuali yg sembunyi sembunyi baru pake rambut
dah banyak yg cerita seperti ini tpi Lum ada yg menjelaskannya
bahkan bukanya lewat darah bisa lebih cepat dripada rambut
Yundari Gayosa
Luar biasa
🔵Ney Maniez
waduh
🔵Ney Maniez
baik bgt
🔵Ney Maniez
mampir
Yayuk Triatmaja: terima kasih banyak
total 1 replies
Hamliah Lia
aku suka cerita mafia
Dewi Oktavia
mesra x,,,,kapan suami seperti itu😂
Dewi Oktavia
bisa jadi seperti itu,,, yang sabar y Abng ganteng 🤣
Dewi Oktavia
sadis x ortu y,,, kenapa tak di Taru di yayasan atau kurang mampu atau jangan - jangan dari hasil hubungan gelap
Dewi Oktavia
wih,,,,jahat sumpah
Dewi Oktavia
klo mau tanya cara y yang baik atuh,, jangan begitu...
Dewi Oktavia
jangan menangis dan jangan menyesal cukup sabar
Dewi Oktavia
sedih x
Dewi Oktavia
mulai mengerti cerita y
Dewi Oktavia
mulai seru nampak y
Dewi Oktavia
kasihan x,,Maria tak jadi nikah hanya karena kawan dan cinta bertepuk sebelah tangan 😜
Dewi Oktavia
Laras jangan memanfaatkan sahabat untuk mengikuti u,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!