NovelToon NovelToon
Dia Istri Pilihan Nenek

Dia Istri Pilihan Nenek

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Nikah muda
Popularitas:123.1k
Nilai: 5
Nama Author: Gelora Hati

Halo semua. Saya penulis pemula.
Mohon dilike dan diberi masukan, supaya saya semangat menulis.

Saya tidak pernah pacaran, saya tidak tahu apa itu jatuh cinta. Yang jelas saya tahu, sekarang kamu istri saya. Itu berarti saya bertanggung jawab menjaga dan melindungi kamu.
- Gerald Alexandro Bramasta

Kamu ganteng tapi kamu begitu dingin. Aku tidak akan menaruh cinta di atas pernikahan ini.
- Gita Ayu Berlian

Cerita ini mengisahkan sepasang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di universitas yang sama.
Mereka dinikahkan oleh nenek kandung Gerald yang sudah dianggap nenek sendiri oleh Gita. Nenek baik, begitu Gita menyebutnya. Nenek yang memberi namanya.

Akankah Gita bertahan dengan kesalahpahahamannya di awal pernikahan ini? Atau apakah nanti justru dia yang terlebih dahulu mencintai Gerald?

Selamat menikmati!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gelora Hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gerald menguatkan Gita.

Gerald membuka galeri ponselnya, didapatinya video serta foto-foto kebersamaannya dengan sang nenek. Air mata yang ditahan sedari tadi akhirnya jatuh membasahi pipinya. Dia mencium layar ponselnya, lagi dan lagi dia meneteskan air mata disana. " Nek, selamat jalan. Terimakasih banyak nek. Nenek sosok ibu kedua untuk Gerald. Gerald berjanji akan menjaganya nek ", Gerald menyimpan ponselnya lalu mencium kening Gita.

Dia duduk di lantai samping sofa, menahan rasa sakit di kakinya, menahan rasa sakit di dadanya. " Ughhhh ", Gita sadarkan diri. Dia mencari Gerald. " Ger....rald ", dia memanggil suaminya. Gerald bangkit memunculkan diri di hadapan Gita.

" Kau menangis? Kau kenapa? " Gita heran dengan pipi Gerald saat ini.

Dengan cepat Gerad menyeka air matanya, dia tersenyum melihat Gita. " Enggak Git, saya baik-baik saja. Kamu kenapa Git? ", dia balik bertanya pada istrinya. " Jangan bohong Gerald. Kau kenapa? ", Gita tetap berusaha bertanya pada Gerald.

Gerald tak mampu lagi menyembunyikannya.

" Git... ", dia membantu Gita duduk lalu menjatuhan dirinya di samping Gita.

" Nenek sudah meninggal Git, nenek sudah tidak ada ", dia memegang tangan Gita.

" Hahahhaahahaha, becanda kamu. Iya kamu becanda kan? Jawab Gerald Alexandro Bramasta ", Gita menggoyang-goyangkan tubuh Gerald. Gerald mendekapnya kembali, mencoba menenangkannya. " Kita harus ikhlas Git, nenek sudah sembuh dari penyakitnya. Tuhan lebih menyayangi nenek Git ", Gerald menyembunyikan rasa sedihnya yang sudah menggunung sejak tadi.

" Enggak enggak. Kau pasti becanda. Nenek gak mungkin meninggal, nenek udah janji nemanin aku selalu. Kau becanda pasti ", Gita melepas dirinya dari pelukan Gerald.

Gerald mengambil ponselnya, menunjukkan sebuah foto yang dikirim mertuanya tadi saat Gita pingsan. Foto jenazah nenek yang baru selesai dimandikan.

Gita tak berkedip memandangi foto itu. Lalu menjauhkan dirinya dari layar itu. " Gak mungkin gak mungkin gak mungkin gak mungkin ", dia berbicara pada dirinya sendiri.

Gerald sudah menduga hal ini akan terjadi, Gita akan sangat terpukul mendengar berita ini.

" Saya ada disini Git, kamu harus tenang. Kita harus terbang ke Sumatera, saya mohon kamu tenang Git ", Gerald mencoba memeluk Gita kembali.

Lagi lagi Gita melepas dirinya dari pelukan Gerald. " Lepaskan aku lepaskan aku. Aku gak butuh kau Gerald. Aku mau nenek, aku mau nenek. Aku mau nenek. Nenekkkkkkkk ", Gita berteriak histeris. Gerald sangat terluka melihat keadaan Gita.

" Kamu puaskan? Nenek sudah meninggal, kamu bisa membuangku. Itu kan maumu? ", Gita meneriaki wajah Gerald. Gerald tidak tahu apa maksud Gita, dia lebih memilih untuk diam mendengarkan teriakan Gita.

" Nenek baikku. Hahahahha. Nenek yang selalu menemaniku sejak lahir sampai sekarang. Sampai aku mau menerima jadi istri yang tidak dihargai. Semua kulakukan untuk nenek, untuk kesehatan nenek. Kenapa nenek malah pergi. Kenapa nekkkk ", Gita mencengkram sofa.

Gerald merasa bersalah, dia menyadari kesalahannya yang tidak pernah menghabiskan waktu mengenal Gita sejak menikah. Dia pasrah mendengar teriakan Gita.

" Kauuuu... Kenapa kau masih disini? Kenapa kau bersikap seolah peduli? Pura-pura? Pergi!!! Temui kekasihmu. Nenek sudah tidak ada, nenek sudah tidak ada. ", Gita memperkeras suaranya.

" Saya ingin menemanimu. Kamu istri saya. Saya tau saya salah, tapi saya mohon mari ikhlas bersama. Mari saling menguatkan ", Gerald meraih tangan Gita kembali.

Gita menepis tangan Gerald. " Apa kamu bilang? Istri? Istri pilihan nenek? Istri yang tidak dihargai? Ceraikan aku ceraikan aku. Pilih kekasihmu itu ", Gita memukul dada Gerald.

" Saya tidak tahu apa maksud kamu Gita. Saya mohon tenanglah. Kita harus selalu bersama, saling menguatkan. Saya tahu masih banyak yang belum kita selesaikan, tapi saat ini nenek paling penting Git. Kita harus terbang sebelum waktunya habis. Saya mohon. Kamu boleh memukul saya kamu boleh memaki saya. Saya memang suami yang tidak pantas untuk kamu tapi saya mohon izinkan saya untuk bertanggung jawab pada setiap keadaanmu ", Gerald menundukkan kepala di kaki Gita.

" Aktingmu bagus. Bagus bagus. Kamu keren, pura-pura baik. Iya aku tau hanya nenek yang tulus mencintaiku, bukan kau. Nenekkkk ", Gita kembali histeris.

Gerald terus saja menunduk, berharap tidak ada lagi perdebatan diantara mereka.

Gita menjatuhkan tubuhnya ke sofa, mencoba menenangkan diri disana.

" Terimakasih Git, terimakasih sudah kuat. Beristirahatlah, saya akan mengemasi barang-barang kamu ", Gerald mencium kening istrinya lalu beranjak ke lemari.

Dia menyusun beberapa pakaian Gita ke koper, demikian juga dengan miliknya.

Dia meraih ponsel, menghubungi Rendi.

" Halo Ren, saya minta tolong urus semuanya. Saya akan pulang ke kampung nenek, nenek sudah meninggal "

Rendi terkejut mendengar berita itu.

" Tuhan yang memberi Tuhan jugalah yang mengambil. Termulialah Tuhan sang pemilik kehidupan. Selamat jalan untuk nenek, Ger. Kuatin istrimu, dia pasti sangat terluka.

Turut berduka yang sedalam-dalamnya Ger, aku tau jelas kau pasti sangat sedih dengan kenyataan ini. Tapi ingat Ger, utamakan istrimu ", Rendi mengingatkan Gerald.

" Terimakasih Ren, pasti. Saya akan berusaha sebaik mungkin ", Gerald menutup telepon lalu memesan tiket pulang ke Sumatera.

Dia mencoba menopang Gita yang masih lemah saat ini. Beban Gerald semakin bertambah dengan kondisi kakinya yang masih sangat sakit.

" Astaga den, non Gita kenapa? Ini koper kemana den malam begini ? ", Bu Nina terkejut melihat kedua majikannya yang baru saja menuruni lift.

" Bi, nenek saya meninggal dunia di Medan. Saya akan terbang malam ini bersama istri saya. Biarkan yang lain beristirahat bi, sudah hampir larut. Saya titip Loli bi, tolong dijaga. Saya belum bisa memastikan kapan kami kembali ", tutur Gerald pada Bu Nina.

" Astaga, innalilahiwainnailahirojiun. Baik den, semoga sampai tujuan dengan selamat den ", Bu Nina turut berduka dengan kemalangan yang dirasakan pasangan suami istri itu.

Bu Nina membantu Gita memasuki mobil. Tak lupa ia menyemangati Gita, non cantik kesayangannya. " Nona, saya tahu nona sangat bersedih saat ini tapi yakinlah den Alex pasti selalu menemani nona ", ucapnya lalu keluar dari mobil dan melambaikan tangan pada mereka.

Sepanjang perjalanan ke bandara Gita membuang wajah ke jendela mobil. Tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua.

Saat menaiki pesawat, kaki Gerald terantuk di kursi penumpang yang lain.

Gita dengan sigap memeriksanya, melihat wajah Gerald yang sedang menahan rasa sakit.

" Dimana kursi kita? ", akhirnya Gita membuka suara. Itu membuat Gerald senang sekali, dia tersenyum melihat Gita. Menuntun tangannya menuju kursi mereka.

Mereka duduk berdampingan. Tidak banyak penumpang saat ini, mungkin karna jam keberangkatan yang sudah larut malam.

" Istirahatlah Git, jika sudah mendarat saya bangunkan kamu ", ucap Gerald dengan tulus.

Tidak ada jawaban dari Gita, dia memejamkan matanya. Berharap hal ini ampuh menghilangkan dukanya saat ini.

Setelah Gerald memastikan istrinya sudah tertidur, dia meraih kepalanya lalu meletakkannya di bahunya.

Gerald memegang tangan Gita seraya berkata " Saya belum tahu banyak tentang kamu tapi saya akan berusaha selalu ada menjaga dan melindungimu. Tetaplah di samping saya, sekarang kamu menggantikan nenek di hidup saya"

1
Yeni Anggraini
bagus
Maryati Horti
mulai bucin
Ika Indayani
kok maceeet
Ika Indayani
lanjutkannya mna
Diana Puntian
hahaha asyiknya ultah barengan.... lanjutkan thorrr
Srilestari Srilestari
smngt thor
Netty Ellyana M Tobing
berulang -ulang su baca, novel ini, nyata banget, kpn dilanjutkan thor, udh sethn Thot, apakah Thor sehat,
Netty Ellyana M Tobing
bacanya selalu, selalu, takut sy td kebagian ceritanya, ayo Thor, semangat, tulisan mu, sederhana, kpn di lanjutkan. misyou Thor.
Netty Ellyana M Tobing
knp tdk dilanjutkan thor
aurora
lanjut thor
Author SUPERSTAR
Semangat thor lanjutnya, ditungguin readernya...
Lina Supriyadi
lanjut
Neng Win
kpn lanjutannya ?jngan lama"!
Baki Wahi
Lanjutkan
Netty Ellyana M Tobing
kpn ya dilanjut nya,
Ibnatus Sakdiyah
wau keren ceritanya
Bunga Syakila
😆😆😆😆
Bunga Syakila
menyimak
putr!
lanjut dong kak
Nita
lanjut up kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!