melanjutkan perjalanan Lucyfer setelah kekalahan nya dengan Toma.
kini Lucyfer bergabung dengan kelompok Toma dan akan masuk ke ujian high magnus tapi memerlukan 2 orang tambahan.
setelah 2 slot itu di isi mereka kini menghadapi satu masalah akademi odler adalah musuh yang sulit dan tidak mudah di lawan.
arc ini juga memperkuat beberapa character
dan pertarungan masa lalu sang penyihir kegelapan yang bebas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakuho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kilas balik Elviera
Sisi selatan dimensi hutan malam
Elviera sedang mencari teman teman nya yang terpisah.
Aku harus menemukan yang lain nya
Aku lihat hanya 3 bayangan merah yang berdiri di depan kami
saat tuan muda Lucyfer cek kami di pisahkan di berbagai arah
Pikir Elviera namun langkah Elviera berhenti karena dia seperti merasakan firasat tak enak.
Apa ini hawa yang tidak mengenakkan bagi ku
pikir Elviera namun aura itu makin mendekat.
Lalu seseorang berambut pirang dengan mata hitam dan memakai masker seperti ninja.
Kade morvan
Sihir: manipulasi bayangan merah sihir nya bisa mandiri dan dapat di gunakan sebagai pengintain serta dapat bertambah kuat dan cepat dalam gelap malam tetapi seperti manusia biasa saat terkena sinar.
Elviera langsung tertegun.
Ia tak menyangka lawan nya adalah penyihir tipe assassin.
"Nampak nya kau lawan ku, benar bukan Elviera noctane?" kata Kade dengan tenang
Elviera langsung mengeluarkan tongkat sihir nya kemudian memasukkan nya ke dalam tangan nya.
"Elviera noctane tangan kanan Lucyfer, sihir mu manipulasi benang dan dari tatapan mu yang dingin dapat di simpulkan kau menyukai Lucyfer itu sendiri."kata Kade dengan tenang
Elviera langsung malu malu dan wajah nya makin merah.
"Hmmm apa maksud... Mustahil mana mungkin aku menyukai nya."kata Elviera dengan wajah yang dia usahakan stabil
Kade menatap tajam.
Ia langsung mengubah tongkat sihir nya menjadi pedang merah.
Kade berlari dengan cepat.
Tap– tap– tap
Langkah kaki nya terdengar, namun elviera tetap berwajah datar dan dingin.
Tiba tiba dua bayangan sihir mencoba menendang Elviera dari kiri dan kanan.
Elviera menghindari nya dan menumbuhkan benang dari ujung jari nya.
"sihir benang: penjara benang." kata Elviera menarik sepuluh jari nya
Elviera membuat sebuah penjara benang yang berbentuk persegi dan memperkecil ukuran penjara benang itu dengan menarik semua jari nya.
Semua bayangan Kade morvan langsung lenyap dan dari belakang Kade melumpuhkan Elviera.
"menyerahlah, kalau kau menyerah akan ku lepas kau." kata Kade dengan tenang
Elviera hanya menggertak kan gigi nya dengan kesal.
"Tak akan,"
"Sihir benang: pusaran benang."
Seketika sebuah pusaran mengarah ke arah Kade dan membuat Kade harus mundur.
Elviera bangun kembali dengan tangan nya yang masih sakit dan mata nya berkaca kaca.
"apa aku terlalu berlebihan maaf ya."kata Kade dengan tenang
Elviera kembali dengan ekspresi wajah yang tajam dan datar.
"Tidak, kau sangat kelewatan sampai tahu diri ku."kata Elviera dengan serius dan tegas
Kade menatap ke Elviera dengan tatapan tenang
"kalau kau memang benar benar menyukai nya tinggal di katakan saja," kata Kade berhenti berkata kemudian lanjut berkata
"atau kau hanya ingin melihat nya dengan wanita lain, atau di jodohkan."
Kade memprovokasi perasaan Elviera.
"sihir bayangan merah: parade sepuluh bayangan merah." ucap Kade merapal mantra sihir nya
Seketika hujan parade sepuluh bayangan Kade keluar dari sebuah tanah.
Elviera mengibaskan tangannya ke arah bayangan merah itu.
Apa ini kenapa aku tak kunjung fokus juga
Aku hanya tangan kanan sekaligus pelayan tuan muda Lucyfer tidak lebih
Nanti juga dia akan di jodohkan oleh putri lain
Dan itu bukan aku kalau ia di jodohkan maka aku yang akan di pergi dari hidup nya
Kata Elviera dalam hati nya.
Ia tak bisa fokus sedikitpun karena terus menerus memikirkan Lucyfer.
Bayangan Kade menyerbu ke arah Elviera.
Elviera mengeluarkan pusaran benang dan menghancurkan semua bayangan merah itu.
Kilas balik masa lalu Elviera
Sebelum bertemu Lucyfer Elviera hanya gadis dari anak kaya, ayah nya seorang peracik ramuan sihir terhebat di kerajaan vantier.
Di sebuah lorong akademi sihir dasar.
Elviera yang masih tujuh tahun atau kelas 1 akademi dasar sedang di beri sebuah kertas pemberian dari anak bangsawan yang gemuk.
"Ku... Ku mohon terima lah surat ku."kata anak gemuk itu dengan tangan gemetar
Elviera hanya menatap merendahkan.
Ia merobek surat itu terang terangan di depan nya.
"Haaah, mana mungkin aku akan menerima perasaan mu, lihat diri mu, menjijikkan."kata Elviera
Elviera mengangkat tas nya dan berjalan di sekitar pasar sihir.
Elviera sekilas melihat sebuah kue rasa blueberry.
"Tolong satu kue blueberry nya tuan."kata Elviera menunjuk kue nya
sang pemilik toko melihat nya dan tersenyum kecil.
"sebentar ya nona kecil."kata sang pemilik toko
Sang pemilik toko itu mengambil roti yang Elviera pesan dan memberi nya ke Elviera.
"ini dia harga nya 3 koin perak ya nona."kata pemilik toko nya
Elviera memberi 3 koin perak dan pergi sambil memakan kue nya.
Menjijikkan sekali saat di akademi barusan
Apa tidak ada laki laki yang tampan atau manis
Pikir Elviera yang masih merasa jijik pada yang menyatakan perasaan pada Elviera.
"Hei kau tahu, pangeran Lucyfer sedang mencari tangan kanan yang mau mengurus nya."
"Ehh benarkah, gaji nya pasti tinggi ya."
"Benar tapi masalah nya pangeran itu sangat nakal dan sangat manja."
Bisik orang orang yang sedang membicarakan tentang Lucyfer yang mencari tangan kanan sekaligus pengurus nya.
Elviera awal nya tak peduli.
Tapi Elviera melihat ada seorang prajurit yang sedang membagikan brosur dan Elviera mencoba meminta satu.
"aku mau lihat pangeran yang mencari tangan kanan itu, bisa aku minta?"tanya Elviera
prajurit itu sedikit tertegun karena yang meminta nya seorang anak kecil berumur 7 tahun.
"ehhh bo... Boleh saja."kata prajurit itu sambil memberi brosur nya
Elviera sambil memakan kue nya menjatuhkan kue rasa blueberry itu.
Ia tak percaya apa yang ia lihat.
Lucyfer yang di brosur sedang belepotan kue cokelat dengan mulut yang penuh dengan kue dan rambut putih dan mata merah nya.
Elviera melihat nya sangat kaget dan langsung jatuh cinta pada brosur nya dan cepat cepat melamar dan menemui Lucyfer.
"dia... Dia sangat tampan dan manis sekali,"kata Elviera
"suka..."
Setelah mencoba banyak nya percobaan banyak sekali yang gagal.
Saat giliran Elviera.
Elviera masuk dan melihat kamar Lucyfer berantakan sekali.
"wiiii ahahahaha."tawa itu jelas Lucyfer
Lucyfer sedang berlarian dengan memegang mainan anak anak nya.
Elviera hanya bengong dan maju dengan malu malu.
"anu... Anda pasti Lucyfer bukan."kata Elviera dengan wajah merah.
Lucyfer berhenti dan meletakkan mainan nya.
ia langsung berlari ke Elviera dan menatap Elviera sekeliling dengan polos.
"Hei hei... Kau seumuran dengan ku ya."kata Lucyfer sambil menunjuk Elviera dengan senyum.
Elviera tertegun dan mengangguk.
Lucyfer langsung bahagia dan berlari mengelilingi Elviera sambil membawa mainan nya.
"Hei kejar aku kalau mau jadi pelayan ku."kata Lucyfer dengan ceria
Elviera langsung tersenyum dan mengejar Lucyfer dari belakang.
Para pelayan saling menatap saat melihat Lucyfer dan Elviera bermain.
mereka tetap setuju walau persyaratan nya beda setidaknya Lucyfer tidak nakal dan tak kesepian punya teman lagi.
Itu adalah awal mula pertemuan Elviera dengan Lucyfer.
Elviera menyukai Lucyfer bahkan mencintai nya tapi aturan nya tertulis kalau tangan kanan tak boleh menyukai atau mencintai sang pangeran.
Itu lah yang menahan Elviera selama ini.