- Berawal dari benci -
Akhh!
"Lo, kalau jalan pakai mata! "
"Maaf, kak "
"Ck, cewek gendut kaya lo mending pergi deh dari sini! "
" Baik ka! "
"Gendut amat sih! "
- berakhir di pelaminan -
"Apa nikah sama dia?, what! "
" Dewa bangun! "
" Akh, mama dewa ngga bisa nikah sama dia! "
" Harus bisa! "
- love 100 kg -
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 3 Arena balap
"Ra, tolong belikan. Mama sushi di Resto mall yang biasa mama beli dong! " Pinta rianti kala membuka pintu kamar sang anak, membuat aura yang sedang menikmati. Sore nya dengan menonton anime membuat, nya mendengkus sebal "ma, tapi kan aku lagi nonton kenapa ngga aira aja ma? " Tawar aura
Mama berdecak pinggang, lalu menghela napas panjang. Mendengarnya "aura!, adik kamu sedang belajar kamu yang lagi. Free kenapa ngga bisa?, sayang tolong lah! " Jelas rianti penuh harap matanya memelas, membuat aura memutar kedua bola. Matanya malas, " Nanti, mama kasih uang jajan tambahan 100 ribu? Mau? " Tawar sang mama membuat. Gadis tersebut tersenyum senang. "Okay!, sushi aja kan ma? " Sahut aura dengan sebuah lengkungan di bibirnya sempurna.
"Ya! " Lalu rianti berlalu begitu saja,
Aura segera, mengambil jaket miliknya lalu memakai nya. Ia segera turun dari lantai dua kamarnya terletak, ia tersenyum kala melihat rianti. Yang sedang asik nonton sinetron sembari memakan apel, " Hanya, sushi ya ra! " Rianti memberikan, beberapa lembar uang beberapa lembar seratus ribu. " Okay!, beli berapa ma? .. Satu dua tiga? "Tanya auara tangan nya mengambil, uang dari tangan rianti " Dua pack aja!, sisanya. Untuk kamu, kamu naik taksi aja ya! " Ujar rianti
"Sip ma! "
Brmm. Brmm
Ilona, gadis di gerai sebahu tersebut. itu berlarian di arena balapan motor, ia melangkah kan kakinya ke arah motor sport milik, irsyad ia tersenyum manis kala. Melihat lelaki berparas tampan, berbalut jaket kulit berwarna coklat sungguh tampan sekali. Apalagi saat helm full face menutupi wajahnya, " bang Irsyad! " Seru bunga membuat ilona menoleh begitupun dengan irsyad, gadis berparas jelita dengan berbalut jaket kulit berwarna hitam. Dengan celana kargo berwarna cream,
Gadis, cantik tersebut melangkah bersama alex ke arah ilona dan irsyad yang sedang duduk di motor sportnya. " Bang Dewa, belum dateng? "Tanya bunga ketika tidak mendapati. Lelaki tersebut, " Belum" Sahut irsyad matanya tidak lepas dari gadis cantik. Berkulit putih tersebut, " Oh, gue telefon ya! " Alex menjauh sedikit lalu menghubungi dewa. Namun tidak diangkat,
"Mungkin, dia lagi di jalan makanya.. Ngga angkat telefon lo lex! " Sahut irsyad sembari melepas. Helm full facenya, mendekati alex yang berdiri bersisian oleh bunga. " Lo, mau ikut balapan juga, nga? "Tanya irsyad menatap bunga " Ya jelas, tuh si girls udah siap untuk. Bertanding malam. Ini" Tunjuk bunga kepada motor sport berwarna putih hitam miliknya, di dekat sana " Gila!, nga lo emang keren banget!! " Sorak ilona si paling heboh,
"Ya gue dong! " Serunya
Brmm!.. Brm!
"Bang dewa! " Jerit bunga sembari, berlari ke arah dewa. Yang sedang memarkir motor sport nya " Hai, nga! " Sapa dewa sembari tersenyum manis " Hai! " Sambut bunga
Irsyad, hanya menghela. Napas melihat kedekatan dewa dan bunga alex menepuk bahunya membuat nya. Agak tersentak kaget
"Dewa, sama bunga itu cocok banget ya? " Cakap alex sebuah lengkungan. Terlihat di bibirnya membuat irsyad, menatap sendu " Ya banget! " Timpal ilona.
Tepat jam setengah sepuluh, suara - suara bising telah terdengar di arena balapan. Dewa memakai helm full face nya, ia sempat melirik irsyad dan alex dengan ekor matanya. Mereka sedang menggas, motor mereka masing-masing. Ilona maju ke tengah-tengah mereka membawa Sebuah bendera merah. Ia nanti akan tanding dengan bunga, Agatha setelah tiga cowok itu tanding.
" Ready! " Teriak ilona menggantung di udara malam hari yang dingin. Ketiga lelaki tersebut sudah menggas, kereta mereka masing-masing. " Go! " Pekik ilona sembari, mengangkat bendera tersebut.
Bush!
Brmm!. Brmm
"Dewa! "
"Irsyad! "
"Alex! "
"Alex! "
"Bang dewa! "
"Ka Irsyad! "
Dewa, melesat lebih jauh di banding irsyad yang masih di belakang alex. Irsyad segera menggas untuk menyusul dewa yang sudah, berada di tikungan. Alex tidak mau kalah ia langsung mengangkat tubuhnya dari kendaraannya, berlaga seolah dia lah yang paling tangguh. Sementara irsyad hanya menyetir menggunakan satu tangan namun posisinya sekarang sudah melewati dewa
"Gue, bakal menang by! " Pekik irsyad menggantung di udara. Sembari memacu kendaraan nya, " Anjing lo syad! " Umpat alex yang langsung, mengejar lelaki tersebut.
Dewa sudah, putar balik begitupun dengan irsyad. Untung malam ini jalanan sedang sepi, mereka bisa untuk melakukan balapan liar, tetiba muncul seorang wanita berbobot besar. Menghalangi jalan dewa, pupil dewa melebar melihatnya.
Akh!
Brak!
Brugh!
Dewa mau tidak, mau banting stang ke kanan hingga akhirnya. Motornya menabrak ke arah pohon palem, dan badannya terseret hingga ke jalanan sana. Sementara wanita berbobot besar tersebut bergeming lututnya bagaikan jelly lama kelamaan tubuhnya, runtuh ke jalanan tidak jauh dari dewa jatuh.