NovelToon NovelToon
Gadis Dalam Lukisan

Gadis Dalam Lukisan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Janda / Romansa
Popularitas:27.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Alethea adalah seorang kurator museum yang bekerja di museum national gallery art di Washington. Dia sudah dua tahun ditingga! suaminya yang meninggal akibat kecelakaan ski. Suatu hari, dia mendapatkan kiriman lukisan wajahnya. Pengirimnya tertanda dari kota kecil di Irlandia. Alethea diutus oleh bossnya untuk mencari pelukisnya. Tidak mudah untuk mencari hingga dia tiba di desa kecil bernama Cedliff. Di sebuah hotel desa dia bertemu dengan Satoru Shinoda yang terkejut melihatnya. Tanpa Alethea tahu, Satoru adalah pelukisnya. Satu pertanyaan. Mereka belum pernah bertemu sebelumnya tapi bagaimana Satoru bisa melukis wajah Alethea?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merayu Alethea

"Sakit, Thea!" ringis Satoru sambil mengusap telinganya yang merah.

Alethea memilih pergi meninggalkan Satoru. Sungguh dia merasa kesal karena Satoru seperti menggampangkan semuanya.

"Thea! Thea!" panggil Satoru tapi wanita itu masuk ke dalam ruangan yang pintunya tertulis "Hanya Karyawan."

Satoru mengacak-acak rambutnya dan dia mengutuk gen klan Pratomo yang paling jelek, mengalir di dalam tubuhnya. "Siapa sih pembawa gen unromantic ini awalnya?" gumamnya. "Harusnya kan sudah berhenti lama bukan? Tapi kenapa gen itu tetap nempel sih?"

"Permisi ... Apakah Anda Satoru Shinoda?" tanya seorang pengunjung museum.

"Benar." Satoru tersenyum profesional. "Ada yang bisa saya bantu?"

***

Alethea duduk di kursi kerjanya dengan wajah ditekuk sedemikian rupa hingga siapa pun yang melihatnya mungkin akan mengira wanita itu baru saja kehilangan seluruh hartanya dalam satu malam.

Di atas meja, beberapa dokumen menumpuk tanpa tersentuh. Laptopnya menyala, tetapi sejak lima belas menit lalu, tidak ada satu pun kalimat yang berhasil dibacanya dengan benar.

Penyebabnya hanya satu. Satoru.

Pelukis terkenal yang memiliki jutaan penggemar, karya-karya bernilai fantastis, dan wajah yang selalu tampak tenang seolah dunia tidak pernah memberinya masalah.

Sayangnya, pria itu juga memiliki kemampuan romantis yang menurut Alethea berada di bawah standar minimum manusia normal.

"Benar-benar keterlaluan!" gerutunya sambil meletakkan pena dengan kasar.

Nina yang sedang duduk di sofa kecil di sudut ruangan, mengangkat alis. "Siapa yang keterlaluan?"

"Siapa lagi kalau bukan Tuan Satoru Shinoda yang terhormat itu?" cebik Alethea.

"Oh." Nina mengangguk pelan. "Apa dia membatalkan janji makan malam kalian?"

"Lebih buruk!"

"Dia melupakan hari ulang tahunmu?" tanya Nina lagi.

"Lebih buruk lagi!"

"Dia mengkritik penampilanmu?"

Alethea menoleh tajam. "Kenapa semua tebakanmu semakin menyebalkan?"

Nina mengangkat kedua tangan, menyerah. "Baiklah. Jadi, apa yang dia lakukan?"

Alethea menarik napas panjang, kemudian menjatuhkan tubuhnya ke sandaran kursi. "Dia memintaku menjadi kekasihnya."

Nina terdiam sejenak. "Lalu masalahnya di mana?"

Alethea menatapnya datar. "Masalahnya adalah CARANYA!"

Nina buru-buru duduk tegak. "Baik, baik! Jangan berteriak. Aku masih bisa mendengar."

"Bayangkan ini, Nina. Aku sedang berdiri di depan lukisan buatannya. Suasananya tenang, pencahayaannya bagus, dan aku pikir dia akan mengatakan sesuatu yang romantis. Mungkin memuji mataku, atau mengatakan bahwa sejak bertemu denganku, dunia seninya berubah." Alethea berhenti sejenak, mengangkat dagunya, lalu menirukan suara Satoru yang datar. "Alethea, sekarang kita pacaran dulu atau langsung menikah."

Nina menutup mulutnya. Bahunya mulai bergetar.

"Jangan tertawa!" bentak Alethea.

"Aku tidak tertawa."

"Kau sedang tertawa!"

"Tidak Thea," jawab Nina sambil menutup mulutnya.

"Pembohong!" Alethea menyipitkan matanya.

Nina akhirnya tertawa juga. Alethea mengambil bantal sofa yang berada di dekatnya dan melemparkannya ke arah Nina. Wanita itu berhasil menangkapnya sambil tertawa semakin keras.

"Astaga, Alethea! Dia meminta hubungan serius, bukan sedang uji coba!" gelak Nina.

"Itulah masalahnya! Aku ini perempuan, Nina! Perempuan yang memiliki perasaan! Apa sulitnya mengatakan sesuatu yang manis?" omel Alethea.

"Menurutku, untuk ukuran Satoru, kalimat tadi sudah termasuk puisi romantis." Nina tersenyum simpul.

Alethea terdiam. Kemudian dia menghela napas panjang. "Itulah yang membuatku semakin kesal."

Nina memiringkan kepala. "Kenapa?"

"Karena aku tahu dia memang seperti itu." Alethea menyilangkan tangan di dada. "Dia bisa bercerita tentang cerita di balik lukisan ibunya dengan detail tetapi ketika berhadapan dengan perempuan yang disukainya, otaknya mendadak berubah menjadi batu."

Nina kembali tertawa. "Jadi, kau mengakui bahwa dia menyukaimu?"

Alethea langsung terdiam. Pipinya mulai memerah. "Aku tidak mengatakan itu."

"Kau baru saja mengatakan dia meminta menjadi kekasihmu."

"Aku tahu!"

"Dan kau menerimanya?"

Alethea memalingkan wajah ke jendela. "...Itu tidak relevan."

Nina tersenyum lebar. "Oh, sangat relevan."

"Keluar dari ruanganku." Alethea mengusir Nina dengan gaya dibuat-buat.

"Ini ruanganku juga kalau aku sedang membantumu," eyel Nina.

"Kalau begitu, berhenti membantuku!" cebik Alethea membuat Nina tertawa sampai matanya berair.

Di luar ruangan, Satoru berdiri dengan satu tangan di saku celana dan tangan lainnya memegang sebuah buket bunga mawar merah yang mendadak dibelinya tadi.

Pria itu menatap pintu di hadapannya. Wajahnya tetap tenang, tetapi pandangannya sesekali beralih ke buket bunga yang dibawanya. Dia sudah berdiri di sana selama hampir sepuluh menit.

Bukan karena takut menghadapi Alethea. Setidaknya, itulah yang ingin dipercayainya. Masalahnya, Satoru tidak yakin Alethea mau menerima permintaan maaf dengan buket bunga mawar merah.

Satoru tahu bahwa alasan itu tidak sepenuhnya benar. Dari balik pintu, dia bahkan mendengar suara Alethea yang cukup keras untuk membuat seseorang di ujung lorong menoleh.

"...Laki-laki itu punya ratusan lukisan, tetapi tidak punya satu pun ide romantis!" omel Alethea.

Satoru mengerjapkan matanya. Dia menunduk, memandang bunga di tangannya, lalu bergumam, "Aku sudah membeli bunga."

Tiba-tiba pintu itu terbuka dan Nina berdiri di sana. "Kalau hanya berdiri di sini, kamu tidak akan bisa masuk."

Satoru tersenyum. "Bolehkah?"

"Kalau begitu, masuklah." Nina membuka lebar pintunya.

"Baik." Satoru pun masuk ke dalam ruang kerja Alethea yang sangat bau ... Artifak.

"Alethea, ada kiriman untukmu." Nina berjalan lebih dulu dari Satoru.

"Aku tidak memesan apa pun!" balas Alethea sambil menunduk memeriksa lukisan yang baru datang.

"Bukan paket. Bunga," jawab Nina.

Alethea yang sedang memeriksa lukisan, mendongak. "Siapa yang mengirim bunga?"

Nina menggeser tubuhnya dan dari balik lemari besi, munculah Satoru. Mengenakan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku, celana bahan gelap, serta ekspresi tenang yang sangat menyebalkan bagi seseorang yang sedang berusaha marah kepadanya.

Alethea membeku. Satoru berjalan ke arah meja Alethea. Lalu berhenti tepat di depan meja kerja Alethea.

"Aku ingin mengajakmu makan malam," ucapnya tanpa basa basi.

Alethea berkedip. "...Apa?"

"Candlelight dinner." Satoru tersenyum gugup

Hening. Kedua orang itu saling berpandangan.

Nina yang berdiri di belakang Satoru langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan, berusaha keras tidak tertawa.

Alethea memandang Satoru dari kepala hingga kaki. Kemudian dia memandang bunga mawar di tangannya. Lalu kembali menatap pria itu.

"Kau sedang sakit?" tanya Alethea seolah tidak terkesan dengan buket mawar merah yang indah itu.

Satoru mengerutkan kening. "Tidak."

"Demam?"

"Tidak."

"Jangan-jangan kau mengalami cedera kepala?"

"Alethea."

"Karena kalau kau sedang tidak sehat, kita bisa memanggil dokter."

Satoru memejamkan mata sebentar. Fix, Alethea marah.

Nina tidak tahan lagi. Dia berbalik dan tertawa tanpa suara, bahunya berguncang hebat.

"Aku baik-baik saja," jawab Satoru, masih berusaha mempertahankan kesabarannya. "Aku hanya ingin mengajakmu makan malam."

"Dengan lilin?"

"Ya."

"Restoran romantis?"

"Ya."

"Musik lembut?"

"Sudah diatur."

Alethea menatapnya dengan curiga. "Siapa yang mengajarimu?"

Satoru terdiam. "Watashi no Otousan. Kalau Mom marah, pasti diajak candlelight dinner, moodnya akan membaik."

Alethea melongo sementara Nina semakin terbahak. Satoru memandang lembut ke Alethea.

"Jangan marah lagi ya Thea," senyum Satoru.

Alethea hanya bisa menghela napas panjang. "Kali ini, lakukan yang benar, Satoru Shinoda!"

"Haik!"

***

Yuhuuu up Siang Yaaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Elsa Fanie
🤣🤣🤣🤣🤣 yakin Nina kram itu pipi karena ketawa terus gara gara satoru🤣🤣🤣🤦🤦,tapi y MW gimana lagi mang seperti itulah Satoru,,dan y bener Thea kamu yg pertama buat Satoru dan semoga kalian jodoh aamiin 🤲
amilia amel
gapapa.... sekali-kali nepo memang diperlukan
D_wiwied
nepo dikit gpp lah wong kamunya udah cantik spektakuler gini.. pdhl biasanya seniman tu rata2 romantis lho koq yg ini oraaa,,, gpp wong masih dalam tahap belajar romantis ya Toru kencan berjalan lancar aja udah bagus bgt itu 🤭😆
Sayem Sayem
yakin tu Toru dah mentok cinta ny sama gadis dlm lukisan ny...jika ia d tunggu rostingan ala pria Pratomo
Elsa Fanie
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 maaf Satoru y Thea tapi yakin , Toru pria baik kok cuma y gen Pratomo ny masih ada JD y begitu 🤣🤣🤣
Kaylaa
lha wes piye....emang modelnya gitu...gak suka basa basi....🤭
D_wiwied
setidaknya hargai kejujuran Satoru, The.. itu udah ajakan paling romantis menurut dia 🤭
ayo kita ke pojokan Nin, kita ketawa bareng 🤣🤣🤣🤣
Sayem Sayem
mb hana visual e makin imut walau mode anime tp lucu bikin gemes🥰🥰
Sayem Sayem
TTS d mulai y toru..
Marsiyah Minardi
Maafkan aku ya Thea ,aku pun ikut ketawa sama kaya Nina
Duh moga kalian akan terus bersama hingga menua hingga ujung usia
Teuing Saha🙃
Berhenti ngakak kamu, Nina🤣🤣🤣 takutnya ngompol 🤭
amilia amel
Thea belum tau kalo "unromantic" adalah nama tengah para lelaki Pratomo 🤭🤭🤭
Nuraisah Aisah
sangat sangat luar biasa, tidak perlu diragukan lagi kalo karyanya Mbak Hana memang the best, tetap semangat dalam membuat karya-karya yang luar biasa kapanpun akan selalu ditunggu
Hana Reeves: mamaciih 🙏🙏🙏
total 1 replies
Elsa Fanie
🤣🤣🤣🤣 biasanya kalo seniman romantis y Thea tapi maaf Satoru masih keturunan Pratomo kok JD y g2, ngajak nikah kaya orang ngajak beli cilok 😁😁😁,tapi nti pas udah nikah pasti romantis kok🤭
Elsa Fanie
nah bener kan blm ketemu j pusing apalagi kalo udah ketemu smw 🤣🤣🤣🤣,
Elsa Fanie
Masyaa Allah cantik ny anak pak Ben dan Bu Joy,,,g sabar y Thea pengen ketemu m yg lain tapi nti kalo udah ketemu jgn pening y 😁😁😁
D_wiwied
jujur aja ya The, cowok2 di klan Pratomo tu hampir semua ga ada yg romantis.. nglamar anak gadis orang ky ngjakain beli bakso 🤭😆😆
Teuing Saha🙃
Tarik terus sampai copot tu kuping, Thea... Ampun deh🤣🤣🤣
Mira Hastati
bagus
Hana Reeves: mamaciih 🙏🙏🙏
total 1 replies
💟노르 아스마💟
ahhh....melted lah bayikk ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!