Kai Adrian atau kerap di sapa Gus Kai, seorang anak kiyai terkenal, Gus Kai adalah seorang dokter spesialis jantung.
Gus Kai terkenal dengan ketampanannya dan juga prestasinya di bidang akademi dan juga Dakwahnya melalui media sosial pribadi miliknya.
Kepribadinnya yang tenang dan tidak sukanya huru- hara, membuat dirinya harus mengiklaskan calon istrinya untuk sang Kakak.
Namun apakah Gus Kai bisa mencari kebahagiaannya sendiri? dan adakah perempuan yang mampu membuatnya jatuh Cinta? Nantikan kisah perjalanan cinta Gus Kai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
Najma, umi Siti dan Budhe Imah, menoleh ke belakang dan mendapati Kai yang sudah berdiri tegak di belakang mereka sambil, menaruh tanganya di belakang.
" Kamu ngapain berdiri di situ?"tanya umi Siti pada sang putra yang berdiri dan hanya diam di samping kulkas.
Seketika Najma ingat, dia tadi ingin mengambil camilan untk suaminya, " Astagfirullah mas... maaf, Najma lupa, maaf mas, mas mau buah apa biar Najma kupasin?" ujar Najma yang kemudian menghampiri suaminya dan membuka kulkas dan mengambil apel dan juga pepaya yang masih setengah.
"ouhhh kirain tadi nawarinnya basa - basi doang" ujar Kai yang mengangukan kepalanya sambil melihat ke arah Najma yang sedikit panik.
" maaf mas lupa, tadi ketemu budhe terus bantuin budhe " jawab Najma yang mulai mengupas pepaya.
Sedangkan umi Siti dan Budhe Imah hanya saling pandang dan juga tersenyum melihat interaksi Kai dan juga Najma.
Kai menunggu kupasan buah pepaya dan duduk di kursi samping sang istri berdiri, saat sudah ada yang terpotong Kai merasakan rasa lain di pepayanya.
" kok rasa bawang yaa?" tanya Kai.
Najma menhetikan kegiatannya memotong dan tersenyum ke arah Suaminya, " Aduh... lupa cuci tangan mas.. maaf, aku cuci tangan sekranag kok" sahut Najma yang kemudian segera berlari ke wastafel dan mencuci tangannya.
Sedangkan umi Siti dan budhe imah hanya menjadi penonton dan tertawa melihat tingkah Najma yang terlihat begitu gemas.
...****************...
Sedangkan di asrama kini Billa sedang melipat bajunya, tidak berapa lama Balqis datang dengan membawa camilan yang di belikan oleh abi Ibrahim untuk mereka berdua.
" Assalamualaikum wahai para rakyat ku" ucap Balqis ketika masuk ke kamar Billa.
" Waalaikumsalam Balqis" jawab teman- teman kamar Billa, yang hanya memanggil Balqis , tanpa embel - embel Ning, itu pun juga atas permintaan Balqis sendiri.
" loh Billa mana?" tanya Balqis saat tidak melihat Billa di kamarnya.
" Jemur pakaian tadi, di jemuran atas " jawab Nia salah satu santri yang juga satu kelas dengan Balqis dan juga Billa.
" ehhh tau gak gosip baru?" tanya Billa yang baru saja masuk ke dalam kamar dan belum menyadari keberadaan Balqis.
" Apa?" tanya teman- teman Billa yang lain termasuk Balqis yang ikut nimbrung.
" ehhh kamu kok udah di sini? sejak kapan?" tanya Billa yang baru menyadari keberadaan sang sepupu.
" baru aja, cepet gosip nya apa?" tanya Balqis yang penasaran.
" ustadzah Aiza, lagi di marahin habis - habisan sama Ustazah endang, di depan kantor IST" jawab Billa yang tadi tidak sengaja melihat, Aiza di marahin oleh ustadzah Endang.
" di depan para mudabirrah " imbuh Billa.
" hah? kok bisa?" tanya fatimah .
" aku enggak tau pastinya, tapi yang aku denger yaa ... ini tentang IST sih...." jawab Billa.
" hah? kenapa? bukannya IST sekarang lebih proper yaaa seharusnya?" tanya Balqis.
" entah... tapi kayaknya personal bukan keseluruhan " jawab Billa.
Balqis, Billa dan yang lainnya melanjutkan berbincang dari yang ghibah, membahas tidak penting hingga rencana liburan bareng saat perpulangan, nanti.
Sedangka kini Ustazah Endang mengajak Aiza, serta ketua dan beberapa anggota mudabirrah ke kantor kiyai Ibrahim,.Yang berada di dekat kawasan putra.
tok...
tok...
tok...
"Assalamualaikum " Salam ustadzah Endang saat sampai di depan kantor Abi Ibrahim.
" Waalaikumsalam masuk" terdengar jawaban dari dalam.
Ustadzah Endang kemudian masuk ke dalam dan di ikuti oleh Aiza yang sepertinya benar - benar sedang hilang arah dan juga Ketua dan dua anggota IST untuk masuk ke dalam ruangan kiyai Ibrahim.
" Maaf abi, kami harus menggangu waktunya sebentar " ucap ustadzah Endang.
" Iya gapapa us, saya juga sudah mendengarnya, silahkan duduk saya juga akan panggil istri saya dulu " jawab abi Ibrahim.
" baik abi" jawab ustadzah endang, memang abi Ibrahim sendiri yang meminta para penghuni pesantren abi bukan kiyai, begitu pula dengan umi Siti.
Tidak berapa lama umi Siti datang bersama dengan Kai, yang hanya menggunakan sarung dan juga kaos polos yang membuat para ISt terpesona.
" jelaskan sekarang " pinta abi Ibrahim, Kai lebih memelih duduk di kursi abinya sambil melihat, apa yang di lakukan sang istri di rumah melalui Cctv, yang terhubung dengan komputer milik abinya.
Abi Ibrahim meminta untuk mendengarkan dari sudut pandang para santri terlebih dahulu,baru dari sudut pandang calon menantunya.
Ustadzah endang mulai menjelaskan apa yang ia dapatkan dari laporan para santrinya, setelah itu santriwati yang menjelaskan.
" okey baik, kalian boleh balik, biarkan saya mendengar dan memahami dari sudut pandang ustadzah Aiza dan saya akan beri keputusan yang adil" jawab Abi Ibrahim.
" Kami akan beri keputusan dan sanksi seharusnya, walaupun beliau adalah calon mantu kami, silahnkann" imbuh umi Siti yang memang tidak pernah membedakan para santri dan anak- anaknya ketika melakukan kesalahan.
" Baik abi, umi kalau begitu kami permisi dulu, Assalamualaikum " ustadzah endang dan tiga orang santri tersebut keluar dari ruangan abi Ibrahim.
" Waalaikumsalam "
Aiza sedikit melirik ke arah Kai yang sedang fokus dengan komputer yang abi Ibrahim, Aiza melihat Kai yang sedang tersenyum dan entah apa yang sedang di lihat oleh Kai.
" tunggu Ilham dulu nduk" ucap Abi Ibrahim membuat Aiza mengalihkan pandangannya dari Kai.
" Baik abi" jawab Aiza.
Sedangkan Kai yang fokus dengan sang istri melihat, sang istri memasak dan tertawa sedikit lepas dengan budhe imah, membuat Kai senang, ia tahu sang Istri masih sedih atas apa yang terjadi pada dirinya, tapi dia selalu menutupinya.
Kai selalu mendapati sang istri menangis di setiap tahajudnya, selama menikah Najma selalu bangun untuk tahajud dan Kai selalu mendengar dan melihat isak tangis sang istri yang begitu merindukan sang ibu.
Namun jika dirinya bangun Najma selalu berusaha terlihat baik- baik saja, hingga akhirnya dua hari ini Kai membiarkan sang istri menangis dan meluapkan rasa rindu dan keluh kesahnya Pada Sang Pencipta.
Mungkin Kai belum bisa dan mungkin tidak akan bisa menggantikan posisi mertuanya, namun ia sudah berjanji untuk mencintai dan membahagiakan sang istri, hingga akhir hayatnya dan akan menjadikan sang istri satu- satunya wanita yang beruntung memiliki dirinya, walau saat ini cintanya belum sebesar cinta Kai pada Aiza kala itu.
umi Siti melihat sang putra yang fokus dan sesekali tertawa kecil saat melihat komputer, umi Siti mencolek abi Ibrahim sambil menujuk ke arah Kai yang sedang tersenyum sendiri.
" Kamu liatin apa kai, sampai enggak luntur tuh senyum?" tanya Abi Ibrahim sambil menaikan alisnya menggoda sang putra.
" ihh abi kepo aja" Jawab Kai yang kembali menatap ke arah komputer.
Umi Siti berjalan ke arah meja kerja suaminya dan melihat apa yang di tonton oleh putranya, " Allahu Akbar Kai, perasaan pisah belom ada setengah jam, udah mantau istrinya dari cctv aja" ujar Umi Siti setelah melihat apa yang di lihat oleh kai.
" deg".
baguslah KAI niatmu menjaga dn menjadikan najma satu satunya seumur hidupmu
jgn bilang bakal ada poli poligamian ya Thor aku paling GK bisa kalo tntg poligami bawaannya emosi apalagi aiza udh Namba juteknya 🙄