Awalnya hanya ingin sembuh dari penyakit psikologis OCD khusus alergi wanita, tetapi Tuan Muda malah terjebak kisah cinta manis bersama wanita yang membuatnya tidak alergi.
Bulan (19), seorang wanita muda yang dijual oleh ibu tirinya kepada seorang pengusaha, tidak menyangka akan bertemu dengan seorang CEO, Tuan Muda bernama Hardan William (30).
Tuan muda yang membenci wanita dan memiliki alergi terhadap wanita merasa aneh saat mendapati jika Bulan tidak membuat nya benci atau alergi, ini membuat Hardan mencetuskan ide di kepalanya.
Keinginan Hardan ingin sembuh dari alergi wanita membuat Hardan ingin melakukan kontak fisik dan terus berada di sekitar Bulan sesering mungkin, agar Hardan bisa sembuh.
Tetapi siapa sangka keduanya akan menemukan cinta sejati, namun rintangan akan mewarnai hubungan mereka.
.
.
Ikuti Instagram aku ya : @anak_kost_joy
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anak Kost, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25 : Duduk di pangkuan ku saja!
Episode 25 : Duduk di pangkuan ku saja!
***
Masih di perusahaan Hardan William,
Setelah Hardan memberikan nya ijin untuk duduk.
Bulan segera menundukkan kepalanya sebagai status budak dan tuan, walau sekarang Hardan menghadap kearah berbeda dengannya.
Lalu ia melangkah hendak menuju sofa yang tidak jauh arahnya dari mereka.
Akan tetapi saat Bulan berada di sisi Hardan.
Tangan Hardan langsung menarik tangan mungil Bulan sampai Bulan terjerembab di kursi yang di duduki oleh Hardan.
Ya, sekarang Bulan tengah duduk di paha Hardan.
"Ha!"
Bulan menahan nafasnya sejenak dan matanya melebar, dia terkejut sekali dan tidak bisa bergerak.
"Tuan ... ke ... kenapa ...." Belum sempat Bulan melanjutkan ucapannya, Hardan segera menimpali.
"Sssh ... diam lah, kau duduk disini, ingat tugas mu, jangan selalu terkejut jika aku menarik mu seperti ini, kita kan memang harus sering bersentuhan agar aku cepat sembuh!" gerutu Hardan sebenarnya sedang beralasan saja.
Sesungguhnya Hardan suka mencium wangi tubuh Bulan, ukuran tubuhnya juga sangat enak dipeluk.
Bisa dikatakan Hardan sangat kesepian, selama ini tidak ada wanita yang bisa ia peluk, dan sekarang ada gadis cantik walau pembangkang tidak membuat nya alergi, jadi dia akan menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya.
"Benar juga sih Tuan, baiklah kalau begitu, bisa longgar kan sedikit? agar Tuan tidak terganggu saat bekerja," Bulan mencoba maju sedikit agar dia tidak duduk di pangkuan Hardan.
"Tidak! duduk begini saja dan jangan membantah! kau berisik sekali!" Hardan malah semakin menarik pinggang Bulan sampai mereka menempel semakin dekat.
"Haah!"
Bulan menghela nafasnya berat, dia bahkan tak bisa berkutik sedikitpun.
Mereka duduk tanpa jarak sekarang dan sungguh tanpa jarak sedikitpun.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Bulan bisa mendengar detak jantung Hardan, entah mengapa terdengar menenangkan baginya.
"Tadi, anak lelaki yang menggenggam tangan mu, jangan dekat dengannya lagi, jika kau bertemu dia, langsung pergi tanpa berbicara dengannya! mengerti?"
Hardan tiba-tiba saja membahas mengenai Kevin, yang tadi memang sempat menggenggam tangannya erat.
"Tuan ... apakah Tuan memata-matai ku? bahkan di kampus sekalipun?" Bulan memastikan dengan sendirinya, dia merasa tidak nyaman sekali namun dalam versi yang berbeda Bulan seolah memahami mengapa Hardan memata-matai nya.
Menurut Bulan itu semua karena Hardan takut dia akan membongkarnya penyakitnya.
"Ehem ..."
"Tentu saja aku harus memata-matai mu, dengan kondisi ku sekarang ini, aku tidak percaya kepadamu!"
"Juga jangan mengalihkan pembicaraan, jawab saja perintahku!"
Ketus Hardan sudah menghentikan keyboard yang sejak tadi ia gunakan.
Dia sudah berfokus melihat Bulan yang tanpa sadar bersandar di dadanya.
Bulan memejamkan matanya sejenak, mungkin karena dia lelah dia mengantuk.
"Baik Tuan, aku tidak akan bertemu dengan Kak Kevin ...." balas Bulan tanpa sadar matanya terpejam.
"Heh, beraninya kau tidur ... cepat ba ..." Hardan yang masih memiliki banyak hal yang ingin ia perintahkan mencoba membangunkan Bulan.
Akan tetapi saat melihat wajah polos dan damai wanita muda yang tertidur pulas di pundaknya entah mengapa membuat dadanya bergetar lagi.
"Cih! jika kau kelelahan sekali, aku akan membiarkan mu tidur beberapa menit!" gerutu Hardan sembari mengusap rambut Bulan, dan memeluknya dengan nyaman.
Tanpa sadar dia tersenyum lepas, dan menikmati pelukan ini, dengan Bulan ada di pangkuannya seolah menggambarkan Bulan sungguh merupakan miliknya seorang.
"Tubuhmu kecil tapi nyaman sekali di peluk!" Hardan tetap mengusap rambut Bulan lembut.
Hardan juga istirahat sebentar, dan menikmati kenyamanan yang entah mengapa tiba-tiba saja datang kepadanya.
.
.
.
Author : Kejutan, aku kasih crazy up ya, hehe
Maap ya jika ada yang salah, kepenulisan juga, aku kayaknya ga fokus banget deh, apalagi mengenai part saat Hardan meminta menyelidiki mengenai Bulan.
Hadeh, maap ya semua 🥺
Terima kasih utk karyanya Kak & sehat2 selalu 🙏🏼💐🤗