NovelToon NovelToon
Menikahi Pewaris Cacat

Menikahi Pewaris Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Orang Disabilitas / CEO
Popularitas:148.2k
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

​"Satu tahun pernikahan kontrak, Levara," bisik Dante dingin di antara remang ruang kerjanya. "Kamu dapat akses dokumen ayahmu, dan saya dapat mengunci saham perusahaan dari ambisi Paman Julian Perkasa."

​"Dan jika bahaya mengincarku?" tantang Levara.
​Dante memajukan kursi rodanya, menatapnya tajam.

"Selama kamu menyandang nama Velmore, keselamatanmu adalah tanggung jawab saya."

​Di balik kemewahan ibu kota, Levara bertaruh nyawa mengungkap misteri hilangnya sang ayah dua puluh tahun silam. Petunjuk terakhir mengarah pada dokumen rahasia milik Velmore Group. Satu-satunya jalan masuk adalah Dante Castillo Velmore, pewaris tunggal nan dingin di atas kursi roda.

​Perjanjian di atas kertas berubah menjadi ancaman maut saat fakta terkuak. Di tengah gempuran teror dan perang hukum, mampukah pernikahan tanpa rasa itu bertahan ketika dendam masa lalu menuntut keadilan?

Di tambah, sosok bocah menggemaskan yang menjadi tambahan hiburan untuk mereka.
"Om cate magelan, kenapa jadi cuami?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Konferensi Pers

Sebuah gedung pusat konferensi pers di kawasan bisnis Jakarta dipadati oleh puluhan wartawan dan kamera berita yang tak henti-hentinya memancarkan kilatan lampu kilat. Suasana begitu riuh. Berita tentang pernikahan mendadak sang pewaris tunggal Velmore Group telah menjadi pakan empuk media nasional selama 24 jam terakhir.

Namun pagi ini, narasi di media sosial mendadak berbalik mengerikan. Berbagai artikel gosip mendadak menerbitkan rumor terencana, Levara dituduh sebagai wanita matre yang sengaja mendekati dan menikahi Dante Castillo Velmore demi memanfaatkan kelumpuhan pria itu untuk menguasai hartanya.

Di balik serbuan rumor busuk tersebut, berdiri Julian Velmore yang tersenyum puas dari lantai atas area VIP, menyaksikan kekacauan yang berhasil ia ciptakan.

Levara dan Dante baru saja melangkah masuk ke ruang konferensi pers utama. Riko dan tim pengawal membentuk barikade ketat untuk menahan desakan para jurnalis yang saling berebut menyodorkan mikrofon.

"Nyonya Levara! Apakah benar pernikahan ini hanya rekayasa demi menguasai saham Velmore Group?" teriak seorang wartawan pria dari barisan depan.

"Apakah Anda sengaja memanfaatkan kondisi keterbatasan fisik Tuan Dante yang lumpuh agar lebih mudah dikendalikan?" sahut wartawan wanita lainnya tanpa simpati.

Langkah kaki Levara sempat terhenti sejenak. Tuduhan-tuduhan yang menyasar langsung pada integritas dirinya dan kondisi fisik Dante terasa bagaikan taring beracun. Namun, Levara menarik napas panjang. Sebagai mantan jurnalis investigasi, ia tahu betul bahwa ini adalah permaianan catur tingkat rendah yang dimainkan oleh Julian Velmore.

Dante menghentikan kursi rodanya persis di sebelah podium utama. Wajahnya datar, namun sepasang matanya memancarkan kebekuan yang mampu membungkam kegaduhan di ruangan tersebut.

"Tenang semuanya," suara bass Dante bergema nyaring lewat pengeras suara podium, membuat riuh tepuk tangan dan teriakan wartawan mendadak reda.

Dante memutar kursi rodanya, lalu menatap Levara. Ia mengulurkan tangan kirinya yang bebas, menggenggam jemari Levara dengan erat di hadapan seluruh sorot kamera yang menyala.

"Levara," panggil Dante pelan namun mikrofon menangkap jelas nada suaranya yang penuh kehangatan. "Kamu tidak perlu menjawab pertanyaan yang dirancang dari niat jahat."

Levara menatap Dante, lalu menyunggingkan senyuman tipis yang sangat tenang. "Tidak, Dante. Ini panggungku. Biar aku yang selesaikan."

Levara melangkah mendekati podium utama, menyesuaikan posisi mikrofon di hadapannya. Ia berdiri tegak, memandang lurus ke arah puluhan kamera media yang sedang menyiarkan acara tersebut secara langsung.

"Selamat pagi kepada rekan-rekan media," sapa Levara, suaranya jernih, lantang, dan penuh percaya diri. "Saya berdiri di sini bukan untuk membela diri dari rumor murah yang disebarkan oleh pihak-pihak yang ketakutan akan kebenaran."

Suasana ruangan makin hening. Para wartawan terpaku mendengar nada nada ketegasan dalam kalimat pembuka Levara.

"Kalian bertanya apakah saya memanfaatkan kondisi suami saya?" lanjut Levara seraya menoleh menatap Dante dengan binar penghormatan yang tak tertutupi. "Tuan Dante Castillo Velmore mungkin duduk di atas kursi roda akibat sabotase keji dua tahun lalu. Tapi pikirannya, keberaniannya, dan prinsip hidupnya jauh lebih tegap dan kokoh dibandingkan pria-pria berkaki sempurna yang bersembunyi di balik tuduhan palsu!"

Pernyataan tajam Levara langsung memicu bisik-bisik heboh di antara wartawan. Di sudut VIP, raut wajah Julian mendadak berubah tegang.

"Pernikahan kami didasari oleh rasa saling percaya dan komitmen untuk menegakkan keadilan," tegas Levara lagi, menatap lurus ke kamera utama. "Jika ada pihak yang menuduh saya mengejar harta, mari kita bicara soal transparansi aset. Dan jika ada pihak yang merasa terancam dengan pernikahan ini, itu adalah mereka yang selama puluhan tahun ini menikmati uang haram dari hasil pembungkaman kasus hukum!"

Dante memajukan kursi rodanya mendekati posisi Levara di podium. Ia meraih mikrofon kedua.

"Saya ingin menambahkan satu hal," potong Dante, suaranya berat dan mengintimidasi. "Levara adalah istri sah saya. Siapa pun yang mencoba mencemarkan nama baiknya di publik, tim hukum Velmore Group telah menyiapkan gugatan pidana pencemaran nama baik dan manipulasi informasi terencana mulai detik ini."

Dante menatap tajam ke arah balkon VIP tempat Julian berdiri. "Dan kepada dalang di balik rumor ini ... permainan murahmu baru saja membuktikan betapa paniknya kamu saat ini."

Sontak saja, riuh kamera dan pertanyaan wartawan kembali pecah. Namun kali ini, arah narasi telah berubah total. Keberanian Levara yang pasang badan membela harga diri Dante, serta ketegasan Dante dalam melindungi istrinya di depan media nasional justru menampilkan citra pasangan yang tak tergoyahkan.

Levara menunduk menatap Dante, lalu menggenggam balik jemari suaminya dengan erat di atas podium.

"Jawaban yang sangat luar biasa, Nyonya Velmore," bisik Dante di tengah kebisingan wartawan.

"Aku belajar dari yang terbaik, Tuan Velmore," balas Levara dengan senyuman kemenangan.

Konfrontasi media yang dirancang Julian untuk menghancurkan mental Levara justru berbalik menjadi panggung deklarasi kekuatan dan keutuhan hubungan mereka di hadapan publik.

"Sial ...," desis Julian. "Ini belum seberapa, Dante. Kau akan sama seperti ayahmu, juga wanita licik itu," bisiknya tajam.

1
Aprisya
sedih banget😭😭😭😭😭 peyuuuk jauh buat lavera
Aprisya
semoga papa edlan Masih hidup
Aprisya
semoga suatu saat Dante bisa berjalan
Aprisya
Alhamdulilah lavera selamat
juwita
nanti sm othor di kasih istri sholehah🤭🤭
Aprisya
udah kalah tapi Masih sok sokan kamu pak tua bangka bau tanah
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
tak pikir arelio ini pengacara ternyata polisi ya?? 🤔🤔 salah paham sy Thor 🤣
Aprisya
semangat Dante 🥰🥰🥰
🇦 🇵 🇷 🇾👎
aq hdp rp ny ud perg jauh
🇦 🇵 🇷 🇾👎
bnr kn filing dr awal msik hdp
Sastri Dalila
👍👍👍👍
Sastri Dalila
👍👍👍
Gustinur Arofah
aku juga 😭😭😭😭😭😭😭😭
Sastri Dalila
🤗🤗
Syifa Azhar
q kira masih bisa bertemu dalam keadaan hidup 😭😭
Humaira
😭😭😭😭😭
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good syg moga brhsl... gk sbr perang
Sastri Dalila
🥺👍
Syifa Azhar
selamat menikmati hadiah utama di depan mata David Veyron 😬😬
Nisa Via
Layu dan gugur yaa Arelio cintamu
sini onty peluk 😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!