Chandra adalah dewa jatuh yang turun ke bumi menjadi manusia, dia tidak menyadari kekuatan dewa nya tidak hilang. Kesehariannya adalah melukis dan menjualnya di pasar, hidupnya berubah setelah memasuki galeri teratai hitam menemukan banyak keberuntungan dan juga harem yaitu Yueji siluman rubah ekor sembilan cantik dan mempesona, . Apakah hubungan Chandra akan menyadari bahwa dirinya adalah seorang dewa jatuh setelah bertemu Yueji?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Musang_Galau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tangan Dewa
Dandi sama Dila udah gemetaran setengah mati, keringat dingin ngucur deras dari dahi mereka sampai netes ke lantai kayu galeri. Pertanyaan Yueji barusan bener-bener kayak vonis mati yang siap nyabut nyawa mereka kapan aja. Suasana ruangan makin membeku, bahkan napas Chandra yang teratur aja kedengeran jelas banget di tengah keheningan yang mencekik itu.
Tapi pas Dandi baru mau buka mulut buat ngerancang alasan seteliti mungkin, tiba-tiba...
Sreeekkk!
Lukisan Gunung Merapi yang dipegang Dandi mendadak mengeluarkan pendar cahaya warna hijau keemasan yang makin lama makin silau. Ruang galeri yang tadinya suram langsung diterangi cahaya ilahi yang begitu pekat sampai-sampai aroma cat minyak murah yang tadinya menyengat, berubah total jadi wangi dupa kuno dan aura spiritual yang meluap-luap!
"L-Lho? Kok ada lampu kelap-kelipnya?!" Chandra melotot kaget, mengucek matanya berulang kali. "Istrinya Dandi pake trik sulap ya? Atau cat yang tak beli kemarin emang ada kandungan fosfornya?"
Dandi dan Dila sendiri udah melongo kayak orang bego. Di mata spiritual mereka, kanvas murah itu mendadak retak dan membuka sebuah celah dimensi yang amat sangat dahsyat! Energi Hukum Bumi yang bergulung-gulung meluncur keluar dari dalam gambar. Itu bukan sekadar lukisan Gunung Merapi biasa... tapi itu adalah Gunung Qunlun! Gunung suci paling legendaris dalam sejarah kultivasi yang udah hilang dari muka bumi sejak puluhan ribu tahun lalu gara-gara perang dewa! Siapa sangka, gunung keramat yang selama ini dicari-cari ribuan sekte ternyata disegel dan disembunyikan Chandra cuma pake cat minyak lima ribuan!
BOOM!
Cahaya itu meledak pelan, dan dari dalam gelombang energi spiritual tersebut, mendadak melompat keluar tiga sosok kakek-kakek berambut putih panjang dengan jubah keagungan warna abu-abu. Tiga orang itu mendarat mulus di lantai galeri sambil memancarkan tekanan kultivasi tingkat Ranah Jiwa Murni!
Tapi bukannya mengamuk, tiga kakek kultivator itu malah langsung menekuk lutut mereka, berlutut khidmat dan menyembah Dandi yang lagi megang lukisan itu dengan wajah cengo.
"Salam kepada Sang Penakluk Gunung Suci!" seru kultivator yang di tengah dengan suara menggelegar sampai kaca galeri bergetar. "Hamba bertiga adalah Penjaga Gunung Qunlun yang terjebak di dalam segel dimensi! Selama puluhan ribu tahun kami menunggu orang berbakti yang sanggup menenteng dan mengendalikan bobot Gunung Qunlun di tangannya! Yang Mulia pasti seorang Pakar Tiada Tanding!"
Dandi yang disembah-sembah langsung makin jantungan. Woy kakek tua bangkai! Jangan sembarangan nyembah gua di depan Pakar Agung Chandra sama Ratu Siluman Rubah! Nyawa gua udah di ujung tanduk ini! jerit Dandi dalam hati, mukanya udah pucat pasi kayak mayat ditabrak truk.
Belum sempat Dandi mengklarifikasi salah paham raksasa ini, salah satu kultivator tua itu mendadak mengendus udara di dalam galeri. Matanya yang tajam langsung tertuju ke arah Yueji yang berdiri anggun di samping Chandra.
"Aura ini... Hawa jahat yang sangat pekat!" bentak kultivator berkumis panjang. "Aura Siluman Rubah Ekor Sembilan! Bencana bagi alam manusia! Bintang iblis rupanya bersemayam di sini!"
Sring! Sring! Sring!
Tanpa bi ba bu lagi, tiga kultivator itu langsung mencabut pedang pusaka mereka dari punggung. Cahaya pedang yang dingin merobek udara galeri, memancarkan niat membunuh yang luar biasa dahsyat.
Chandra yang berdiri di sebelah Yueji langsung garuk-garuk kepala makin bingung. "Lho, lho, ini apaan sih? Tiba-tiba muncul dari balik lukisan terus cabut pedang? Ini rombongan cosplayer Ninja Hatori apa gimana?! Kok peralatannya niat banget sampai bawa pedang beneran?!"
"Serang siluman itu dan lindungi Pakar Agung Penenteng Gunung!" teriak kultivator utama sambil melompat menerjang Yueji.
PRANGGG! BOOM!
Sabetan pedang pertama langsung meleset gara-gara Yueji cuma menggeser langkahnya sedikit, tapi tebasan energi pedang itu menghantam tiga kursi kayu jati buatan Jepara milik Chandra sampai hancur berkeping-keping jadi kayu bakar!
"KURANG AJAR! KURSI GUA!" teriak Chandra histeris, panik setengah mati melihat perabotan galerinya dihancurkan begitu saja. "Tolong! Ada orang gila ngamuk! Dandi, itu temen-temen lu ya?! Jangan bikin rusuh di toko orang dong!"
Dandi dan Dila ikut panik bukan main, mereka cuma bisa tiarap di bawah meja sambil nutupin kepala. Ini situasi udah kacau balau banget! Tiga penjaga Gunung Qunlun malah nantangin Ratu Siluman di depan suaminya!
Yueji sendiri matanya langsung menyipit tajam. Ada kilatan amarah yang sangat dingin di matanya. Bukan cuma karena tiga kakek-kakek ini mengganggu ketenangannya, tapi gara-gara mereka berani bikin suaminya panik dan ngerusak barang-barang di galeri kesayangan Chandra.
"Dasar lalat-lalat mengganggu..." bisik Yueji dengan suara yang amat sangat dingin.
Tahu kalau pertempuran skala kultivator tingkat tinggi bisa bikin galeri Chandra rata dengan tanah dan bikin identitas rahasianya terbongkar di depan sang suami, Yueji bertindak cepat. Saat tiga kultivator itu melompat ke udara buat menyabetkan pedang mereka bersamaan, Yueji menyentilkan jarinya pelan di balik lengan bajunya.
Fwooosh!
Dalam hitungan milidetik, ruang di sekitar mereka berputar hebat. Dandi, Dila, tiga kultivator, dan Yueji mendadak lenyap dari dalam galeri, berpindah masuk ke dalam Domain Hutan Es Ilusi buatan Yueji—sebuah dimensi terisolasi di mana mereka bisa bertarung bebas tanpa merusak alam nyata. Sementara Chandra yang ditinggal sendirian di galeri cuma bisa bingung melihat orang-orang itu mendadak hilang ditelan angin, meninggalkan tiga kursi jatinya yang udah jadi puing-puing.
Di dalam Domain Hutan Es, udara sangat dingin menusuk tulang. Pohon-pohon es raksasa berdiri kokoh mengelilingi ladang pertempuran.
"Siluman Rubah, serahkan nyawamu!" teriak tiga kultivator penjaga Qunlun.
Mereka bertiga langsung membentuk Formasi Pedang Tridharma. Ribuan bayangan pedang es dan petir meluncur deras menghujani Yueji dari segala arah. Yueji mengibaskan selendangnya, menahan serangan bertubi-tubi itu dengan anggun. Namun, karena tiga kakek ini adalah penjaga kuno Gunung Qunlun yang membawa sebagian Hukum Alam dari gunung suci tersebut, kekuatan gabungan mereka benar-benar tidak bisa diremehkan!
TRANG! TRANG! BANG!
Yueji mulai kewalahan. Ekor-ekor gaibnya yang membara terpaksa keluar buat menahan gempuran Formasi Pedang. Suara ledakan spiritual bergema keras, membuat tanah es retak-retak. Dandi dan Dila yang menonton dari kejauhan cuma bisa berdoa supaya mereka gak kena cipratan energi mematikan itu.
"Dia mulai terdesak! Tingkatkan energi spiritual kalian! Binasakan siluman ini!" seru ketua kultivator dengan wibawa penuh. Tiga pedang mereka menyatu menjadi satu pedang raksasa berukuran sepuluh meter yang siap menghantam Yueji yang sudah sedikit kehabisan napas di tengah lapangan es.
Yueji menggigit bibir bawahnya, bersiap menggunakan teknik terlarang yang bisa menguras inti jiwanya demi menghancurkan tiga orang ini.
Tapi tepat sebelum pedang raksasa itu tebas turun...
GROOOOMMMS!
Langit Domain Hutan Es mendadak terbelah dua secara paksa! Tekanan yang seolah-olah sanggup meremukkan seluruh jagat raya turun secara tiba-tiba, membuat seluruh dimensi ilusi milik Yueji bergetar hebat dan hampir hancur lebur!
Dari balik langit yang terbelah itu, muncul sebuah lengan raksasa berwarna emas murni yang terbuat dari aura Dao paling murni dan sempurna. Lengan emas itu meluncur turun dari angkasa dengan kecepatan luar biasa, memancarkan aura keagungan yang begitu dominan sampai-sampai aliran waktu di dalam domain mendadak berhenti!
BAMMMM!
Hanya dengan satu sentilan santai dari jari telunjuk tangan emas raksasa tersebut, pedang raksasa milik tiga kultivator hancur berkeping-keping jadi debu! Tidak berhenti di situ, gelombang angin dari kebasan tangan emas itu langsung menghempaskan tiga kultivator Penjaga Qunlun secara bersamaan!
CRAAASH!
Tiga kakek-kakek kuat itu terpental ratusan meter, menghantam gunung-gunung es sampai hancur, sebelum akhirnya terhempas ke tanah sambil memuntahkan darah segar berulang kali. Seluruh tulang di tubuh mereka serasa patah, dan kultivasi yang mereka banggakan selama puluhan ribu tahun hancur seketika hanya dalam satu ketukan jari!
Tangan emas raksasa itu kemudian pelan-pelan menyusut dan lenyap begitu saja ke balik celah langit yang perlahan menutup kembali, meninggalkan keheningan yang luar biasa mencekam di dalam domain.
Yueji berdiri membeku dengan mata membelalak penuh rasa syok yang tiada tara. Bahkan Dandi dan Dila sampai pingsan berdiri gara-gara merasakan aura tangan emas barusan. Itu bukan kekuatan kultivator biasa... Itu adalah wujud kekuatan dari seseorang yang sudah melampaui konsep Hukum Alam itu sendiri!
Di tengah reruntuhan es, ketua kultivator penjaga Qunlun berusaha mengangkat kepalanya dengan sisa-sisa tenaga terakhirnya. Matanya menatap ke arah langit yang baru saja tertutup dengan raut wajah penuh ketakutan, kekaguman, dan rasa tidak percaya yang amat sangat mendalam.
Darah terus mengalir dari sudut bibirnya saat dia berbisik dengan suara gemetaran yang hampir tidak terdengar...
"S-Siapa... Siapa sebenarnya Pakar Agung yang baru saja membantu dia...?"