NovelToon NovelToon
The Gods World

The Gods World

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Raja Tentara/Dewa Perang / Kultivasi
Popularitas:509
Nilai: 5
Nama Author: Dyo Erdika

Selama ribuan tahun, Kekaisaran Shen berdiri di Benua Zhanxi, melewati perang, pergantian kaisar, serta zaman yang terus berubah. Namun di balik sejarah panjang itu, terdapat satu nama yang hanya dianggap sebagai legenda.

Shen Hao Feng.

Kaisar pertama sekaligus pendiri Kekaisaran Shen—seorang Dewa Fana yang telah menghilang selama lebih dari sepuluh ribu tahun.

Ketika perang kembali menghancurkan wilayah Kekaisaran Shen dan musuh mulai menginjak tanah yang dahulu ia bangun dengan tangannya sendiri, sosok yang seharusnya hanya tinggal dalam sejarah itu akhirnya kembali.

Ia melihat bagaimana kekaisarannya berubah. Ia melihat rakyatnya menderita. Dan ia melihat tanah yang pernah ia lindungi dihancurkan oleh tangan musuh. Kini, Shen Hao Feng tidak kembali untuk merebut takhta. Ia kembali untuk mencari tahu siapa yang berani menghancurkan Kekaisaran Shen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyo Erdika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Apakah itu Keabadian?... Jika berujung penyesalan.

"Selama 25.000 tahun aku mengikuti perjalanan orang ini..." kata Mong Haochen dari hati.

"Tapi selama 25.000 tahun itupun aku selalu menyadari jika Shen Hao Feng memiliki masa depan yang sangat baii. Begitulah pikirku sampai dia meninggalkan murid dan diriku saat 10.000 tahun yang lalu."

"Shen Hao Feng!!..." teriak Mong Haochen dan suaranya berbenturan dengan serangan bilah Shen Hao Feng. Kedua serangan itu bertabrakan menciptakan gelombang yang dahsyat.

Sinar ledakannya menutupi area termasuk Mong Haochen dan Shen Hao Feng. Namun tiba-tiba ledakan kencang yang mampu menggetarkan ruang semesta Shen Hao Feng terjadi.

Itu adalah akibat dari keduanya yang bergerak cepat untuk bertarung dekat.

"Mong Haochen hentikan segera perilakumu ini. Kau bukanlah iblis yang orang-orang itu katakan!." tegas Shen Hao Feng untuk terus melawan.

Mong Haochen berteriak dan sinar spiritual mendorong Shen Hao Feng mundur menabrak berbagai Planet.

"Kau tahu apa kondisiku saat kau memutuskan meninggalkan kami semua karena kau tidak bisa menembus ranah Dewa Fana!."

Mong Haochen kembali ke bayangannya saat masih menjadi naga kecil yang kumuh dan ornag-orang pasar memanggilnya iblis dan di lempari batu untuk melampiaskan emosi.

"Siapa nanamu?."

Suara lelaki dari belakang punggungnya membuat mata kecil Mong Haochen saat itu melebar. Saat ia berbalik ia melihat Shen Hao Feng yang masih ceria bersama Chang Jia dan beberapa murid lainnya.

"Siapa kau..."

"Aku Shen Hao Feng. Naga kecil apa kau mau ikut bersamaku?."

Mata Mong Haochen berbinar. "Um!." angguknya. "Aku mau!."

"Bagus, bisa beri tahu aku namamu?." Shen Hao Feng mengangkat tubuh kecilnya di bahunya.

"Mong Haochen! aku anak dari naga iblis!."

"Mong Haochen, oke. Mong Haochen mulai sekarang kau adalah bagian dari keluarga kecil Shen ku." Shen Hao Feng tersenyum saat menunjukkan muridnya yang tampak gembira satu sama lain.

Mata Mong Haochen berbinar dan mau merasakan kegembiraan yang mereka rasakan.

Mata Mong Haochen saat menyerang Shen Hao Feng berkaca-kaca. "Shen Hao Feng! Saat itu aku begitu senang tapi kau meninggalkanku begitu pula murid-muridmu!." Mong Haochen bergerak ke depan Shen Hao Feng.

Shen Hao Feng terkejut dan segera pergi ke atas namun Mong Haochen mengikuti arah perginya.

"Aku tidak mengerti apa maksudmu Mong Haochen!." Saat Shen Hao Feng mendapat jarak ia mengeluarkan serangan 3 jiwa naga Emas.

Mong Haochen berubah menjadi manusia setengah iblis naga hitam. "Kau akan tahu saat terus bertarung dengan ku!." Mong Haochen terbang berhadapan 3 jiwa naga Emas.

"12 kepala Naga iblis!." mata Mong Haochen ber aura kegelapan dan muncul 12 kepala naga Iblis dari ruang.

12 kepala naga itu mencabik-cabik Naga Emas Shen Hao Feng hingga hancur dan mereka berdua kembali bertarung fisik.

"Haaa!!..." Mong Haochen menghilangkan senjatanya dan memukul keras perut Shen Hao Feng hingga ia terhempas dan perbatasan ruang semesta nya hancur.

Shen Hao Feng jatuh keras ke tanah dan tertahan di makam Dewa Han. "Uhak!..." Ia memuntahkan seteguk darah lalu meringis.

Mong Haochen menahan rasa ibanya saat melihat teman lamanya seperti ini. "Shen Hao Femg... Apa yang kau pikirkan saat ingin meninggalkan ku dan murid-muridmu."

Shen Hao Feng berdiri kembali setengah tertatih. "Mong Haochen...."

Chang Jia di dalam makam Dewa Han terdiam mendengar Mong Haochen melontarkan pertanyaan itu.

"Guru... Apa anda kenal Mong Haochen?." Fei Xuen bertanya pelan.

Namun Chang Jia tidak menjawab melainkan memegang ujung pedangnya karena menahan diri untuk tidak bertarung.

Mata Mong Haochen terpejam dan dia teringat saat murid-murid Shen Hao Feng saling bertengkar karena berebut warisan Shen Hao Feng.

Mong Haochen yang baru beberapa bulan dan ranah kultivasi yang tidak begitu tinggi terhempas dan tertekan saat ratusan murid Shen Hao Feng bertarung di atas kediaman.

"K-kenapa kalian melakukan ini..." pupil matanya bergetar.

"i-ini bukan yang aku mau, hentikan!." teriaknya.

"Mong Haochen lari!." Chang Jia bersama Jing Yun.

"Kakak Chang Jia. Kakak Jing Yun!." Mong Haochen berusaha berdiri dan berlari ke arah mereka namun Chang Jia dan Jing Yun terkena serangan lain hingga Mong Haochen terluka berat dan terhempad terlalu jauh.

"Hentikan ini semua kalian adalah murid-murid guru Shen Hao Feng!." Chang Jia membunuh adik-adik juniornya dengan tangannya sendiri karena tidak bisa terkendali.

"Senior jika ada menghalangi kami mengambil harta warisan guru maka kami tidak akan segan!."

"Tck." Chang Jia mendecik. "Jing Yun!."

"Ahh! Qiao Hu!!." Jing Yun sendiri marah bercampur air mata saat melihat temannya mati akibat mempertahankan warisan Shen Hao Feng.

"Domain api!!...'"

Chang Jia tersentak sebab Jing Yun memilih membakar junior-juniornya hidup-hidup dan kediaman pun terbakar hebat.

"Jing Yun berhenti!...."

Melalui pantulan pupil Mong Haochen, ia juga melihat kediaman menjadi kacau dan beberapa murid yang menjaga warisan Shen Hao Feng terbunuh secara tragis dan murid-murid yang haus kekuatan terlihat seperti iblis.

"G-guru..." Mong Haochen merintih dan menahan tangisnya. "Apa yang guru pikirkan sampai memgira ini semua tidak terjadi jika guru mengambil langkah ini..."

Saat Mong Haochen kembali membuka matanya dia melihat Shen Hao Feng dengan rasa amarah yang belum padam. "Kak Chang Jia, kakak Jing Yun mereka adalah dua murid mu yang masih hidup. Sisanya mereka tewas di tangan murid-muridmu sendiri!." teriaknya disertai badai besar.

Fei Xuen memerhatikan raut wajah Chang Jia yang mengeras dan tangan yang memegang pedang gemetar tak terkendali. Dia sendirilah yang juga membunuh junior-juniornya yang saat itu haus kekuatan Gurunya.

"Guru..." Fei Xuen mengetatkan pipinya dan berlari keluar.

"Fei Xuen!." Chang Jia memanggilnya namun Fei xuen tidak berhenti hingga ia memutuskan mengejar nya.

Jing Yun yang berdiri di atas dahan pohon besar tak kuasa mengeluarkan air matanya meski wajahnya datar.

"Qiao Hu, Liang Ren, Mei Ling, San San." mereka bertiga menyebutkan nama-nama teman mereka yang terbunuh di kejadian 25.000 tahun lalu.

Chang Jia menembus ranahnya ke ranah Bintang tahap 5 dan merubah dirinya menjadi naga Perak.

"Grarhh!!!...'" kemunculannya mengundang hukuman prasasti. "Li Hunan!."

Jing Yun juga jatuh dari dahan pohon dan menjadi naga Api. "Krahh!!... Junior Na Na!."

Shen Hao Feng dengan cepat memberikan dua jiwa dewa kepada Jing Yun dan Chang Jia yang menembus tekanan ranah mereka.

Mong Haochen memegang kepala naga Chang Jia dan memutarnya dan melempar ke Jing Yun.

"Kakak senior jangan melawanku. Karena Shen Hao Feng lah teman-teman kita tiada!." menunjuk Shen Hao Feng dengan benci.

Shen Hao Feng sendiri menggeleng pelan. "Mong Haochen bukan seperti itu..."

"Benar kata guru!." Chang Jia terbang lagi memutari Mong Haochen. "Ini semua tidak berkaitan dengan keinginan Guru!."

Jing Yun membakar tubuhhya dengan apinya yang semakin membara. "Aku tahu itu sakit Mong Haochen tapi itu bukan salah Guru!." Jing Yun bergerak secepat petir.

Mong Haochen meledakkan energinya hingga Chang Jia dan Jing Yun terjatuh ke tanah. "Kakak senior Chang Jia. Jing Yun. Aku tidak pernah mengerti apa itu keluarga sampai Shen Hao Feng membawaku. Tapi bagiku dia telah merenggut keluarga itu!."

Shen Hao Feng memejamkan matanya dan pedang naga Emas yang ia pegang lepas. Menancap di tanah dan Naga emas di sekitarnya hilang.

"Guru!." keduanya akan ke sisi Shen Hao Feng tapi Mong Haochen berpindah ke tengah sisi kepala mereka lalu menekan nya ke tanah hingga tak bisa melawan.

Mong Haochen berjalan kearah Shen Hao Feng. "Kedua nya hanya akan menganggu pertarunganmu dan aku."

Shen Hao Feng mengalurkan energinya ke kedua tangan. "Jika kau mau maka sebagai teman mu aku akan mewujudkannya."

Mong Haochen bergerak cepat ke depan Shen Hao Feng. "Tepat seperti itulah yang aku mau." ia menendang perut Shen Hao Feng hingga menembus bangunan makam Dewa Han.

"Uhk!..." Shen Hao Feng menghindar menjauh namun Mong Haochen berpindah ke sisi lainnya.

"Gawat-

Shen Hao Feng terlambat karena Mong Haochen menyerangnya lebih dulu dengan naga iblis.

Bom!...

Shen Hao Feng terjatuh keras ke tanah, namun Mong Haochen tidak akan berhenti sampai dia berhasil membunuh Shen Hao Feng.

"Berhenti!." Fei Xuen bertekad melawan walau kalah kuat.

Pedang Jade nya bersinat kehijauan dan ia berubah menjadi naga Jade. "Granmaster!..."

"Hah..." Mong Haochen merentangkan tangannya dan menangkap Fei Xuen saat terbang ke sisinya.

"Apa-

"Jangan mengangguku manusia lemah!!..." Mong Haochen mengangkat dengan mudah lalu melemparnya hingga menabrak gunung.

"Sling!." Chang Jia menekan pedangnya ke leher Mong Haochen. Matanya menunjukkan ketegasan walau sudut bibirnya berdarah.

"Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan Mong Haochen. Tapi itu sudah 25.000 tahun yang lalu!."

"Wush!." tombak Jing Yun juga menekan leher depan Mong Haochen. Sorot matanya tajam seolah siap membunuhnya. "Kumohon Mong Haochen. Jangan membuat tombak Naga api ini membunuh teman-temanku lagi."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!