NovelToon NovelToon
Mereka Pikir Aku Miskin

Mereka Pikir Aku Miskin

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:33.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Keira Anindita menyembunyikan identitasnya sebagai pemilik perusahaan besar demi menjaga harga diri Arsen, pria yang pernah menolongnya dan kemudian menjadi suaminya. Selama empat tahun, Keira diam-diam membantu Arsen membangun bisnis dari nol hingga menjadi perusahaan yang disegani.

Namun, kesuksesan membuat keluarga Arsen berubah. Keira yang dulu begitu disayang, kini dianggap perempuan miskin yang tidak pantas mendampingi Arsen.

Puncaknya terjadi dalam sebuah pesta ketika ibu mertuanya memperkenalkan Clarissa sebagai calon istri Arsen. Saat Keira diperlakukan bak pembantu yang melayani para tamu, Arsen hanya diam. Malam itu juga Keira pergi tanpa membawa satu pun harta keluarga Wijaya.

Tak lama kemudian, fondasi perusahaan Arsen mulai runtuh karena Keira melucuti semua dukungan.

Saat Arsen akhirnya mengetahui identitas asli istrinya, penyesalan datang terlambat. Keira telah bertemu Elvano, pria jauh lebih berkuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14.

.

Kepergian Keira dan rombongannya membuat suasana ballroom menjadi hening namun juga sekaligus sesak. Tidak ada lagi yang memperhatikan dekorasi mewah, rangkaian bunga segar, ataupun hidangan mahal yang tersaji di setiap meja. Seluruh perhatian para tamu kini tertuju pada Arsen Wijaya dan keluarga Halim, yang baru saja mengalami kejadian memalukan di tengah acara yang sejak awal digadang-gadang sebagai pernikahan abad ini.

Puluhan kamera masih merekam, bahkan beberapa tamu terang-terangan mengarahkan ponsel mereka kepada Arsen yang berdiri kaku di atas panggung. Tidak sedikit pula yang mulai berbisik, membicarakan bagaimana seorang wanita yang selama ini dikenal sebagai istri sederhana dari keluarga Wijaya mampu menghentikan prosesi ijab kabul dengan begitu mudah.

“Ya Tuhan. Aku malah baru tahu kalau ternyata tuan Arsen sudah pernah menikah,” bisik seorang wanita yang tampaknya merupakan istri konglomerat kepada temannya.

“Aku juga baru tahu. Ya… maklumlah. Namanya juga pengusaha baru. Namanya juga baru dua tahun ini kan dikenal orang.”

“Baru dua tahun dan langsung melejit. Siapa yang tahu apa yang terjadi di balik kesuksesan nya?”

"Betul. Aku malah penasaran dengan wanita itu tadi. Bukankah yang bersamanya tadi itu Tuan Daren Antasena dan Tuan muda Mahardika?"

Bisikan-bisikan itu semakin menyebar, terutama bagi orang luar yang sama sekali tidak mengetahui seluk beluk keluarga Wijaya. Sementara para tamu yang merupakan anggota keluarga Wijaya yang selama ini juga sering menghina Keira hanya bisa memalingkan wajah berpura-pura tidak tahu situasi.

Wajah Marissa memerah karena menahan amarah. Ia tidak pernah membayangkan Keira akan berani datang dan mempermalukan mereka di hadapan begitu banyak orang. Apalagi wanita itu tidak datang sendirian, melainkan membawa Daren Antasena, pengacara Naufal Baskara, dan Elvano Mahardika yang selama ini dikenal sebagai salah satu pengusaha muda berpengaruh.

“Diam kalian semua!” bentak Marissa kepada beberapa tamu yang berada tidak jauh darinya.

Namun, teriakannya justru membuat orang-orang semakin memperhatikannya. Beberapa tamu bahkan mulai mengalihkan kamera ke arah wanita paruh baya itu, mengabadikan ekspresi marah yang tidak mampu disembunyikannya.

“Tutup semua kamera itu!” perintah Marissa kepada pihak penyelenggara acara. “Apa kalian tidak bisa melihat kalau acara ini sudah selesai?”

Salah seorang koordinator wedding organizer dan beberapa pengawal milik keluarga Wijaya dan keluarga Halim segera bergerak mencoba mengamankan situasi. Namun, mereka tidak tahu bahwa rekaman itu sudah viral di luar gedung hotel.

Sementara itu, Clarissa masih berdiri di dekat penghulu dengan wajah pucat. Seharusnya, dengan gaun pengantin yang dirancang khusus oleh desainer ternama dan perhiasan yang menghiasi leher dan pergelangan tangannya membuatnya menjadi pusat perhatian dalam sebuah pernikahan megah yang akan dikenang banyak orang. Namun, kenyataannya, ia justru menjadi bahan pembicaraan karena istri dari calon suaminya datang membawa surat cerai.

“Ayah, cepat selesaikan masalah ini. Aku tidak mau dipermalukan seperti ini,” ucap Clarissa dengan suara tertahan. Ia berusaha menjaga ekspresinya agar tidak terlihat terlalu terpukul di hadapan para tamu.

Lukman menoleh kepada putrinya. “Ayah juga tidak mau seperti ini. Apalagi kita sudah menghabiskan banyak biaya untuk menggelar acara ini. Kalau saja bukan karena kita punya tujuan, lebih baik Ayah batalkan apa saja pernikahan kamu dengan pria anak Wijaya itu.”

“Risa tahu, Ayah,” bisik Gadis itu dengan wajah kesal. "Ya sudah segera lanjutkan saja. Lagi pula, dia sudah menandatangani surat cerai itu, bukan?”

Selina Halim mendekatkan mulutnya di telinga putrinya. “Tersenyum,” bisik Selina berpura-pura membenarkan posisi rambut putrinya. “Semua orang sedang memperhatikanmu.”

“Aku tidak suka perempuan itu,” jawab Clarissa pelan.

Selina mengeraskan rahangnya. “Simpan dulu perasaan itu. Malam ini kamu harus menjadi istri yang sempurna. Jangan beri siapa pun alasan untuk membandingkanmu dengan Keira. Setelah semuanya selesai baru kita buat perhitungan.”

Lukman lalu mengalihkan pandangannya kepada Arsen yang masih berdiri mematung sambil menatap pintu tempat Keira menghilang.

Arsen yang merasa dirinya sedang diperhatikan mengalihkan pandangan dari pintu dan menatap Lukman dengan wajah tegang.

“Tuan Halim, saya bisa menjelaskan semuanya. Saya tidak pernah berniat mempermalukan keluarga Anda.”

Tuan Lukman menatap tajam. “Apa kamu tahu? Kamu benar-benar sudah mempermalukan wajah keluarga Halim. Bukannya waktu itu kamu bilang akan segera menceraikan istrimu? Kenapa bisa ada kejadian seperti ini?”

Arsen terdiam. Tidak mungkin ia mengatakan bahwa selama ini dirinya masih tetap mencintai Keira dan sama sekali tidak berniat untuk menceraikan wanita itu.

“Maafkan saya, Tuan Halim. Saya mengakui bahwa ini adalah kesalahan saya,” jawab Arsen akhirnya. “Sekarang saya sudah menandatangani surat cerainya,” lanjut Arsen. “Antara saya dan Keira sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi.”

“Permintaan maaf tidak akan menghapus rasa malu yang harus kami tanggung hari ini,” balas Lukman.

Darma yang sejak tadi berusaha menenangkan keadaan segera mendekat. “Tuan Halim, saya mewakili keluarga Wijaya meminta maaf atas kejadian ini. Kami sungguh tidak mengetahui bahwa Keira akan datang dan membuat keributan seperti tadi.”

Lukman menoleh dengan sorot mata dingin. “Sudah! Tidak usah banyak bicara, lanjutkan saja ijab kabulnya. Aku tidak mau kita terus menjadi bahan pembicaraan.”

Darma tidak mampu membantah. Ia hanya menelan ludah, kemudian mencoba mempertahankan senyum yang kini terasa begitu dipaksakan. Setelah itu ia memberikan isyarat kepada putranya untuk segera membawa Clarissa kembali duduk di depan penghulu. Lalu Acara ijab kabul pun dilanjutkan.

“Marissa,” bisik Darma di telinga istrinya.

“Apa lagi?” sahut istrinya kesal.

“Kamu yakin Keira benar-benar tidak memiliki apa-apa?”

Marissa langsung dengan mata menyipit. “Apa maksudmu bertanya seperti itu?”

“Aku juga tidak tahu,” jawab Dharma masih dengan suara berbisik. “Aku masih penasaran, bagaimana bisa dia datang bersama dengan Daren Antasena Dan Elvano Mahardika?”

Marissa mendengus tidak sabar. “Entahlah! Mungkin dia memang sengaja mencari perhatian orang-orang itu. Jangan-jangan dia sudah menjalin hubungan dengan pria lain sejak masih menjadi istri Arsen.”

Darma mengerutkan kening, tetapi tidak langsung menjawab. Ia masih merasa ada sesuatu yang janggal. Penampilan Keira, sikapnya, serta cara orang-orang penting itu menghormatinya sama sekali tidak sesuai dengan gambaran seorang yatim piatu miskin yang selama ini menjadi menantu mereka.

Marissa mengeraskan rahangnya dengan dua tangan terkepal. Hari yang seharusnya menjadi awal kebahagiaan keluarga Wijaya tapi ternyata malah berubah menjadi mimpi buruk.

*

*

*

Sementara itu, Keira sudah duduk di dalam mobil bersama Daren. Elvano dan Naufal berada di kendaraan lain yang mengikuti dari belakang. Wanita itu menyandarkan punggungnya pada kursi, memandangi gedung hotel yang semakin menjauh melalui jendela.

“Mereka pasti sedang memaki Anda, Bos,” Daren yang sedang mengemudikan mobil tertawa tergelak.

Keira menoleh dan tersenyum tipis. “Tiba-tiba saja aku ingin mendengarnya.”

Darren mengambil ponselnya yang berada di dalam saku jas mengutak-atiknya dengan sebelah tangan. Matanya yang sedang fokus menatap jalanan di hadapannya sesekali melirik ke arah layar, lalu memberikannya kepada Keira dengan tangan kirinya. “Berita mereka sudah viral.”

1
Patrick Khan
ahh q gk siapin ambulan lo🤣🤣🤣🤣
Ayuk Witanto
biar saja jantungan pdk darma
Ayuk Witanto
pasti pada syok
Ayuk Witanto
tamat riwayat mu arsen
Ayuk Witanto
itu dulu
Ayuk Witanto
lanjut
adam Ridho
waaaarbiyasaaaa
Ayuk Witanto
tau aja🤭
nayla tsaqif
Kita mahhh gk nyiapin ambulans, thor,, tp nyiapin TPU,, 😅
Dwi Setyaningrum
baguslah keira ga usah peduliin org yg ga penting seperti mantanmu itu emang enak dicuekin🤪
vania larasati
lanjut
Mundri Astuti
seeehhhh mang Keira mau masuk ke lubang yg sama ...ga lah ..
kan skrg kamu ngemis" ...kemarin jam sombong kali kau
Ilfa Yarni
Bagus keira ngapain mikirin kluarga yg meremehkanmu biar kan sajark collabs
Adinda
bagus keira kalau bisa buat mereka semakin menderita
Noor hidayati
kenapa sekarang up nya lelet ya,apa bacanya numpuk bab saja,biar ga bolak balik ngecek sudah up apa belum
merry
duduk drmhh lh renungin penyesalan kliann
Aditya hp/ bunda Lia
mampus ....
vania larasati
lanjut
Muft Smoker
hellloooooo ,,
pegangin nyawa ny pak darma yg udh muak tinggal di raga ny sendiri ,,
selama ini anda begitu sombong ,, menyepelekan keira ,,
skarang kenyataan siapa keiraa ,,
jantungan kn andaa ,,
Muft Smoker
datang laa petir di tengah ruang rapat ,,
🤭🤭😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!