NovelToon NovelToon
The Future With My Grumpy Neighbor

The Future With My Grumpy Neighbor

Status: sedang berlangsung
Genre:Sci-Fi / Time Travel / Menikah dengan Musuhku / Enemy to Lovers / Slice of Life
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Jangan dekat-dekat cowok lain, Cebol. Kau itu tanggung jawabku!"
Bagi Anvaya Dinakara, Narev Elvaro adalah tetangga raksasa setinggi 192 cm yang paling menyebalkan. Narev selalu mengawasi Vaya, melarangnya berteman dengan pria lain dengan alasan "menjaga titipan orang tua".
Namun, satu insiden di malam kelulusan melempar mereka sepuluh tahun ke masa depan. Vaya terbangun bukan di kamarnya, melainkan di pelukan Narev dewasa yang sangat memujanya. Lebih gila lagi, ada seorang bayi cantik bernama Miciella Aracelli yang memanggil mereka "Mama" dan "Papa".
Terjebak dalam pernikahan masa depan yang manis, mampukah mereka kembali ke masa lalu saat status mereka masih "musuh bebuyutan"? Atau justru Narev akan melakukan segala cara agar masa depan itu menjadi nyata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Dingin yang Menikam

[POV: Vaya]

Aku berdiri mematung di tengah butikku yang mewah, menatap serpihan flashdisk yang hancur di bawah sepatu mahal Narev. Hatiku berdenyut sakit. Pengakuan Narev bahwa dia memanipulasi segalanya—perjodohan kami, masa SMA-ku—terasa seperti siraman air es yang membekukan seluruh sarafku.

"Ikut aku. Sekarang," suara Narev rendah, namun penuh otoritas yang tidak bisa dibantah.

Aku hendak berteriak, hendak memaki, bahkan hendak berlari menuju taman belakang untuk menemui Rian. Namun, tepat saat aku membuka mulut, sebuah bisikan lirih kembali menyusup ke kepalaku. Suara itu begitu sedih, seolah pemiliknya sedang meringkuk ketakutan di pojok ruangan.

“Mama... jangan pergi ke taman... ada orang jahat bawa pistol... Papa cuma mau jaga Mama... Papa takut sendirian...”

Deg. Pistol? Rian membawa senjata? Napas menderu di dadaku. Apakah suara hati Mici ini adalah peringatan atau sekadar ketakutan bawah sadarnya? Tapi satu hal yang pasti, kalimat “Papa cuma takut sendirian” meruntuhkan amarahku.

Aku menatap Narev. Pria raksasa ini berdiri tegak dengan bahu yang kaku, namun jika dilihat lebih dekat, ujung jemarinya sedikit bergetar. Dia bukan sedang marah padaku; dia sedang ketakutan setengah mati aku akan meninggalkannya.

"Baik," bisikku lirih. "Aku pulang."

Narev tampak terkejut mendengar jawabanku yang begitu cepat. Dia tidak melepaskan cengkeramannya di pergelangan kantongku, seolah takut aku hanya bersandiwara. Dia menarikku keluar butik, melewati Celine yang hanya bisa menunduk ketakutan.

Di depan butik, mobil hitam besar itu sudah menunggu. Narev membukakan pintu untukku, lalu dia masuk dan duduk di sampingku. Jarak kami hanya beberapa senti, tapi rasanya seperti ada jurang ribuan kilometer yang memisahkan kami.

Di Dalam Mobil

Suasana di dalam kabin mobil benar-benar mencekam. Dingin dari air conditioner terasa menusuk tulang, tapi dingin yang memancar dari tubuh Narev jauh lebih menyakitkan. Narev duduk bersandar, menatap lurus ke jendela luar, sementara tangannya mencengkeram lututnya sendiri hingga buku jarinya memutih.

Aku memberanikan diri untuk bicara. "Narev..."

"Diam, Vaya. Jangan katakan apa pun sebelum kita sampai di rumah," potongnya dingin. Suaranya datar, tanpa emosi, yang justru lebih menakutkan daripada teriakannya.

Aku menelan ludah. Aku merogoh ponsel di tas, ingin melihat jam, tapi Narev dengan cepat menyambar ponsel itu dari tanganku.

"Narev! Itu ponselku!"

"Mulai sekarang, kau tidak butuh ini," ucapnya sambil mematikan ponselku dan menyimpannya di saku jasnya. "Kau tidak butuh berkomunikasi dengan siapa pun, terutama pria brengsek yang mengirimimu sampah itu."

"Tapi Rian bilang—"

"Aku bilang DIAM!" Narev membentak, suaranya menggelegar di ruang sempit mobil. Dia menoleh padaku, matanya berkilat penuh luka. "Kau lebih percaya pada pria yang bahkan tidak ada saat kau menangis karena tugas sekolah dulu? Kau lebih percaya pada dia yang baru muncul sekarang daripada aku yang menjagamu selama sepuluh tahun?!"

"Menjaga atau menyekap, Narev?!" air mataku tumpah lagi. "Kamu memanipulasi keluargaku! Kamu mengusir teman-temanku!"

"Aku memastikan kau tidak jatuh ke tangan yang salah!" Narev mendekatkan wajahnya, napasnya yang hangat terasa di pipiku yang dingin. "Kau terlalu polos, Vaya. Kau tidak tahu betapa busuknya dunia di luar sana. Jika aku tidak bertindak kasar, kau mungkin sudah hancur sejak lama."

Aku memalingkan wajah, menangis sesegukan. Di satu sisi aku membencinya, tapi di sisi lain, bisikan hati Mici terus bergema: Papa takut sendirian...

Narev menghela napas berat. Tiba-tiba, dia menarik tubuhku mendekat. Dia tidak memelukku dengan lembut, melainkan mengunci pinggangku dengan satu lengan kuatnya, memaksaku bersandar pada dadanya yang bidang.

"Benci aku sesukamu, Anvaya," bisiknya di dekat telingaku, suaranya bergetar. "Tapi jangan pernah berpikir untuk melangkah pergi. Karena aku bersumpah, aku akan menghancurkan siapa pun yang mencoba membantumu melarikan diri dariku. Termasuk diriku sendiri."

Aku hanya bisa terdiam, membiarkan diriku tenggelam dalam pelukan "monster" yang sangat kucintai dan kubenci secara bersamaan. Mobil terus melaju menembus kemacetan kota, membawaku kembali ke penjara emas yang kini terasa semakin menyesakkan.

...****************...

1
Lis Lis
labil ......
G konsisten sma omongannya si vaya
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭 mungkin vaya galau kak...
total 1 replies
Lis Lis
AQ jga G tau spa yg harus aku prcya vaya😭😭😭
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak sudah mampir 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Sulas Lis
huaaaaa huaaa 😭😭😭
ko pendek kali babnya panjangin dikit dong kaaaa
Ariska Kamisa: terimakasih kak udah mampir... 🙏🙏🙏 terimakasih atas sarannya... 🙏🙏🙏
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍👍
awesome moment
bingung mo.kasih comment. tll sedikit dan...agak lama. smp hmp lupa. maapkeun
awesome moment
vaya sgt memuakkan. oon g abis2. wanita tu mending dicintai. aman. ogeb dipiara. ragu digedhein. vaya EGOIS!!!
Ariska Kamisa: sabar kak... kita doakan naren bisa meluluhkan Vaya yaa
total 1 replies
awesome moment
vaya n g slese2 ragunya. jd pengin getok palanya
Nadira ST
Kamu seharusnya bersyukur dicintai naren secara ugal2an diluaran Sana banyak istri tidak seberuntung dirimu vaya,ak aja sebagai perempuan sampai iri ,cinta naren kepadamu
Ariska Kamisa: semoga vaya segera dapat hidayah yaa 🤭
terimakasih sudah mampir kK🙏
total 1 replies
awesome moment
di cerita kakak tu, woman leadnya dicintai ugal2an sm man leadnya. 😉👍
Ariska Kamisa: karena itu adalah impian semua wanita ga sih...🤭
total 1 replies
awesome moment
malah terhura dgn cibat narev yg sedunia raya buat vaya. pegang kuat cinta narev, vaya..jgn smp lepas. tar nyesel smp pindah alam lho
Ariska Kamisa: terimakasih kakak🙏🙏
total 1 replies
awesome moment
vaya, syukuri dan terima..dicintai dijadikan pusat dunia tu aman lho.
awesome moment
smg vaya membalas cinta nares dgn sm besar
Ariska Kamisa: Terimakasih kak 🙏
total 1 replies
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪💪
Ariska Kamisa: Terimakasih kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!