NovelToon NovelToon
Sang Dewi Mengembala Cinta Delapan Dewa

Sang Dewi Mengembala Cinta Delapan Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Penyelamat / Mengubah Takdir
Popularitas:386
Nilai: 5
Nama Author: Usu dedek

Igrisia Devalona Bharata terlahir dari darah campuran dewa dan peri, hingga memiliki kekuatan dasyat dan di akui sebagai dewi alam. Namun kekuatan itu membuat para dewa merasa takut, hingga membuatnya jatuh ke dunia manusia dan kehilangan segalanya. Tekad dendam yang membara membuatnya bangkit mencari pecahan kristal jiwa, yang kini dimiliki oleh para pangeran di tiap kerajaan. Perjuangan panjang membuatnya berhasil mencapai tujuan. Namun perasaan yang terjalin dan kontak fisik yang terus terjadi membuatnya bimbang, haruskah dia membalas dendam atau tinggal di bumi dan hidup bahagia bersama pangeran yang dicintainya. Persaingan cinta pun tak terelakkan membuat igris harus mengambil keputusan di saat yang paling krusial.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

menjalin kesepakatan

Uhuk... uhuk... uhukk ... hueeeekkkk .. hueeeekkk.

Saking terkejut nya Igris mendengar hal barusan dia sampai batuk dan muntah. Dadanya menjadi sesak sesaat. Ana refleks panik dan menepuk punggung igris berulang kali.

"nona ... apa kau baik-baik saja? apa makanan nya tak enak?"

"bukan ... bukan itu," jawab igris dengan nafas tersengal sambil menggoyang tangan dan menepuk dadanya.

"Apa yang kau katakan tadi benar?" lanjut nya sembari meneguk air.

"Entahlah, aku juga tidak tau. Tapi dari hari pertama Danji membawa nona masuk ke istana, raja Hermes sudah mengetahui kalau anda adalah seorang dewi yang memiliki darah emas. Berulang kali Danji memeriksa nadi dan darah nona, hasilnya memang cocok. Anda adalah orang yang memiliki kemampuan fisik melebihi wanita lain. Danji juga bilang kalau tubuh anda tak sederhana yang terlihat,"

"Apa karna tubuhku campuran dewa dan peri?"

"Danji juga pernah mengatakan kepada yang mulia raja kalau di bumi ini mungkin hanya nona satu-satunya yang mampu menahan hawa tubuh yang mulia raja, jadi ... nona yang paling cocok untuk menjadi ibu dari anak-anak yang mulia,"

Ana mulai menjelaskan dengan panjang lebar, Igris pun mendengarkan dengan seksama. Tampak ia seperti mengatur siasat atau punya ide yang brilian sambil membayangkan sesuatu di kepalanya. Igris yang mendengarkan cerita Ana terus mondar mandir tak karuan. Entah apa yang ada di benak nya saat ini.

Tak terasa hari berganti malam, igris masih menatap luar jendela dan mengingat perkataan Ana di taman tadi.

"Jika aku ingin mencapai tujuan besar, aku harus belajar dari pengalaman dan kelicikan manusia. Aku harus menemui raja Hermes." ujar nya semangat.

Igris berdandan rapi dan bergegas menuju ruangan sang raja. Sesampainya di depan pintu ia di hadang para pengawal, setelah kabar kedatangan nya di ketahui raja, dia pun di persilahkan masuk. Sambil memasuki ruangan yang belum pernah sekalipun ia lihat, matanya melirik kesana kemari melihat ornamen dan lukisan yang terbentang di ruang pribadi sang raja dunia.

"salam hormat yang mulia," ucapnya sambil menundukan kepala.

Sang raja yang tinggi besar dan sangar itu tengah duduk bersama Danji bermain papan catur.

"ada apa nona igris?" Tanya Danji.

"aku ingin bertanya kepada yang mulia raja, apa benar yang mulia berniat memperistri ku?"

Tanpa sungkan dan basa basi igris blak-balkan langsung ke inti pembicaraan.

"Hahahaha ... duduklah!" Kata raja Hermes tersenyum lebar.

Danji hanya menggeleng. Igris pun duduk di antara ke duanya.

"memang benar aku berniat menjadikan mu istri, karena aku tak memiliki pewaris lagi. Kerajaan ini butuh putra mahkota untuk menggantikan aku kelak. Tapi .... " ucap raja terputus.

"Perbedaan usia dan kemampuan kita terlalu jauh, bisa-bisa aku yang mati saat menyentuh mu,"

"anda tau rahasia rubuhku?"

"kami sudah memeriksa darah nona berulang kali, darah emas murni terlalu panas. Energi angin di tubuhmu tidak akan mampu ditahan yang mulia, sekalipun yang mulia berada di tingkat ke tiga alam spiritual. " jelas Danji sambil menggelengkan kepalanya.

"jadi selama aku tertidur kalian sudah melakukan pemeriksaan?"

Keduanya hanya mengangguk tipis. Igris tersenyum.

"ahh ... aku lega. Aku pikir akan tidur satu ranjang dengan pria tua ini, dan mati sesak nafas," gumam Igris dalam hati seraya menghela nafas panjang.

"Tapi bagaimanapun, kerajaan ini butuh putra mahkota," ujar Danji.

Suasana pun hening sesaat, yang terdengar hanya pergerakan tangan dan bidak catur yang di mainkan kedu pria tua di sana. Igris mulai berpikir lalu menyeletuk.

"mari kita buat kesepakatan yang mulia!" Ujar igris tegas.

"beraninya kau memerintah raja!" Teriak Danji panas sambil menghempas tangan ke papan catur, lalu di redakan oleh raja Hermes. Sang raja pun mempersilahkan Igrisia kembali bicara.

"kesepakatan ini akan menguntungkan kita berdua, terutama kerajaan Neuzella. "

"dari pada memintaku melahirkan putra mahkota, lebih baik nobatkan aku menjadi putrimu!"

hahahhaha gelak tawa raja Hermes menggema. Danji bingung dengan keberanian dewi kecil itu. Danji tak menyangka akan keluar kata-kata yang terasa tak masuk akal namun terdengar meyakinkan. Raja Hermes masih tertawa tipis.

"Apa yang membuatmu berfikir aku butuh seorang putri?"

"Bukankah daratan ini memiliki banyak kerajaan? tapi hanya kerajaan Neuzella yang berdiri kokoh tanpa seorang anak. Jika aku menjadi putrimu, aku siap menjadi senjata rahasia untukmu menaklukkan kerajaan lain." Tegasnya.

"menaklukkan kerajaan tak semudah membalikan telapak tangan nona," sela Danji.

Igris menyengir tipis. "itu mudah bagiku." Ucapnya sombong.

"Apa keuntungannya untuk kerajaan ini" Tanya raja Hermes menatap tajam ke arah nya.

"kerajaan lain memang sudah lama ingin menyerang Neuzella, namun tak sedikit juga yang menjadi sekutu." Tambah nya.

"karena itu yang mulia, mari kita buat Neuzella menjadi sebuah negara!"

Seketika yang mulia dan Danji langsung berenti memainkan bidak catur nya. Mereka menoleh ke arah Igris.

"Neuzella akan mejadi sebuah negara, bukan lagi kerajaan kecil. Tapi satu-satunya negara yang berdaulat dan memerintah kerajaan lain. Di daratan ini hanya akan ada satu kerajaan, yaitu negara Neuzella!"

"itu tidak akan mudah, kerajaan lain tidak akan mungkin menerimanya. Yang ada akan terjadi peperangan besar dan kehancuran di mana-mana."

" jika aku menjadi putri mahkota itu tidak akan terjadi," ucap igris sombong.

"aku akan mendengarkan isi kepala mu nona, silahkan," ucap raja Hermes penasaran dengan ide konyol itu.

"ketika yang mulia akan menobatkanku menjadi putrimu, undang semua kerajaan lain sekalipun itu musuh. Umumkan saja kebenaran tentang tubuhku, katakan kepada mereka bahwa aku seorang dewi yang sengaja turun ke bumi untuk memperbaiki garis keturunan manusia. Katakan juga kepada mereka tentang kehebatan dan rahasia darahku,"

"Bagaimana jika mereka meminta bukti?"

Igris menyengir tipis.

"yang mulia, aku akan membocorkan rahasia ke dewian ku padamu. Aku terlahir dengan kekuatan dasyat yang mampu mengendalikan delapan kekuatan roh spiritual. Aku bisa mengendalikan semua jenis alam. Bahkan hewan suci akan tunduk padaku. Setetes darahku bisa menyembuhkan penyakit, bisa menyuburkan tanah yang tandus. Bahkan aku bisa membangkitkan orang dari kematian. Karena kekuatan besar inilah para dewa yang lain takut padaku. Mereka takut jika aku akan di sembah sebagai dewi semesta. Dan dewa matahari takut akan kehilangan kekuasaannya. "

Raja dan Danji yang mendengar hal itu sungguh merasa tidak percaya. Raja dan Danji saling pandang.

"Lalu bagaimana kau menarik kerajaan lain?"

Igris tersenyum sembari berdiri dan membelakangi ke duanya.

"yang mulia, masih ada satu rahasia besar lagi yang perlu anda ketahui. Aku terdampar di dunia ini karena kristal spiritual ku telah hancur dan bertebaran. Aku memintamu mengumpulkan semua kerajaan dan para pangeran agar aku bisa mendeteksi keberadaan kristalku. Seseorang yang memiliki kristal jiwa spiritual itu akan aku ikat dengan kontrak darah. Kontrak darah itu akan mengikat kami untuk hidup dan mati bersama. Sampaikan ke seluruh penjuru bumi jika aku mencari pemilik tubuh kristal jiwa. Sampaikan jika sang dewi akan menjadikannya pasangan jika dia laki-laki, jika dia perempuan akan ku jadikan saudara."

"Tapi nona ... aku masih bingung. Jika hanya mencari pasangan untuk apa repot mengirim undangan ke seluruh kerajaan?"

"Danji, seseorang yang mengikat kontrak darah denganku akan memiliki sepersepuluh dari kekuatanku. Orang itu akan memiliki kekuatan dewa, bisa mengendalikan hewan suci secara utuh."

"itu akan menjadi kekuatan yang tak terbayangkan nona, sepersuluh kekuatan dewa mampu menghancurkan tiga kerajaan sekaligus hanya dengan satu hentakan."

"maka dari itu yang mulia, jika kabar ini tersebar kita akan semakin mudah melihat kerajaan mana yang setia dan kerajaan mana yang harus di musnahkan." ucapnya tegas meyakinkan.

"setiap kerajaan akan berlomba-lomba memperebutkannya. Masing-masing kerajaan pasti akan mengirim pangeran mereka untuk meminang dan membuat kesepakatan. Aku sudah mendengar dari orang-orang istana, bahwa setiap kerajaan kini memiliki kekuatan militer yang berasal dari pemilik kristal jiwa. Jika aku berhasil mengikat dan mengendalikannya, mereka tidak akan pernah menentang Neuzella karena kontrak hidup dan mati itu,"

"Baiklah, seminggu lagi akan ku adakan pesta besar-besaran sesuai keinginan mu. Tapi sebelum itu pergilah ke perpustakaan kerajaan, pelajari semua hal tentang manusia. Asal kekuatannya, spiritual manusia dan apa saja tentang kerajaan lain." ucap raja Hermes.

"Benar, langkah yang akan kau ambil ini tak hanya butuh kekuatan, tapi juga pengetahuan." Sambung Danji.

Igris mengangguk sambil menerima kunci logam dari Danji. Dia pun meminta undur diri. Selang kepergiannya Danji dan raja Hermes masih meragukan kata-kata Igrisia. Karena beberapa hari sejak dia terbangun tak ada satupun yang pernah melihat kemampuan dan kehebatan nya sebagai dewi. Walaupun tampak dari luar dia memiliki aura yang tak wajar, namun raja Hermes tetap ingin menguji kekuatannya secara langsung.

Sesampainya di kamar, igris langsung membaringkan tubuhnya di kasur. Dia tampak lelah dan berkeringat.

"Apa Danji dan yang mulia percaya apa yang ku katakan? aku sudah menceritakan semua tentang diriku. Apa kesepakatan ini akan menjadi keuntungan atau musibah untukku?" gumamnya bertanya sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!