“Aku ingin memiliki banyak laki-laki tampan di sekelilingku, bukan hanya raja dan kaisar yang memilik harem. Aku juga akan menciptakan nya, rugi sekali jika punya kekuasaan dan wajah yang cantik jika tidak di gunakan dengan baik.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nunpiee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Takluk
Wang Xiufei tak senang jika dirinya di kendalikan seperti ini, dengan cepat dia merubah posisi hingga Tuan Jang yang berada di depannya.
“Terlalu cepat untuk melakukannya…..” Bisik Wang Xiufei, dia tersenyum miring dan kembali memakai cadarnya sebelum akhirnya pergi.
Tuan Jang diam membisu, dia menelan ludah pelan. Apakah dia sudah tergila-gila pada sang Ratu?
“Wewey.” Panggil Wang Xiufei yang menghampiri pelayannya.
“Yang mulia, ini—-“ kagetnya, dia segera memakaikan jubah untuk Xiufei yang memperlihatkan pundaknya, disana terdapat bekas gigitan dan beberapa tanda merah lain.
Mereka berjalan keluar dari rumah bordir tersebut, Jenderah Chen sudah menunggu mereka di depan kereta kuda. Saat hendak naik, Jenderal Chen mengulurkan tangannya pada Wang Xiufei yang menerimanya dengan santai.
“Surat untuk yang mulia kaisar sudah saya kirim melalu burung pengantar, anda tinggal nunggu balasan saja untuk datang ke istana.” Ucap jenderal Chen, dia sedikit melirik pada pundak Xiufei yang memiliki tanda merah saat jubahnya sedikit turun.
“Oke.” Balas Xiufei, dia duduk dengan Wewey didalam kereta kuda. Sesekali Wewey melirik Ratu nya yang nampak memejamkan mata.
“Yang mulia, gaun seperti apa yang anda mau untuk di pakai ke istana bertemu kaisar? Saya akan menyiapkan nya segera.” Ucap Wewey.
“Long dress berwarna merah yang memiliki belahan di samping kanan yang memanjang sampai paha, bagian dadanya biarkan terbuka untuk memperlihatkan tulang selangka ku yang cantik.” Balasnya dengan santai tanpa membuka mata.
“Long…. Dress? Pakaian seperti apa itu yang mulia?” Heran Wewey, sontak detik itu juga Wang Xiufei membuka matanya. Dia tersenyum pada Wewey, dia terlihat penasaran.
“Aku akan menunjukkan padamu bagaimana Ratu yang sesungguhnya! Siapkan kertas dan pena!” Senang Wang Xiufei yang sudah tidak sabar.
Wewey memberikannya dengan cepat, dia melihat Xiufei sibuk menggambar. Bahkan memakai beberapa gulungan kertas, entah apa yang dia lakukan yang jelas Wewey hanya diam sambil menatap dan memperhatikan sang Ratu.
Selama perjalanan, Xiufei masih sibuk menggambar desain pakaiannya sendiri.
“Ini, sewa tukang jahit untuk membuatkan aku baju. Cari yang lebih berpengalaman, lalu aku tidak suka jika dia membuatnya di luar istana.” Ucap Xiufei yang memberikan beberapa gulungan berisi gambar baju nya.
“Baik yang mulia.” Tunduk nya.
Bertepatan dengan itu, Xiufei keluar dari kereta kudanya. Jenderal Chen membantunya turun. Wewey segera bergegas untuk melaksanakan tugasnya, untuk Jenderal Chen dia mengikuti nya masuk kedalam kamar.
“Yang mulia, ada beberapa surat yang harus Anda lihat. Beberapa juga membutuhkan stampel anda.” Ucap Jenderal Chen.
“Bawa kemari semua pekerjaanku, aku akan mengerjakannya disini.” Ucap Xiufei yang membuka jubahnya hingga memperlihatkan beberapa tanda merah di leher dan atas dadanya, bahkan bekas gigitan di pundaknya.
Jenderal menggeram tertahan, dia berusaha tenang. Meskipun dalam hati bergejolak tak senang, tapi apa mau di kata, dia hanya pelayan dan seorang jenderal untuk Xiufei.
Xiufei menyuruhnya untuk pergi, Jenderal Chen menundukkan kepalanya sebelum akhirnya pergi dari kamar Xiufei.
“Kau membuat pakaian baru?”
“Hm, kau akan takjub saat melihatnya nanti. Aku yakin, kau akan jatuh cinta pada tubuhmu sendiri.” Senang Xiufei, dia masuk kedalam ruang dimensi nya dan melihat Xiufei asli sedang duduk.
“Aku tahu…”
Wang Xiufei palsu mulai menceburkan dirinya kedalam kolam air terjun berisi air suci, rasanya segar. Tubuhnya semakin berkilau dan nampak indah, Wang Xiufei asli berjalan mendekat dan berdiri di tepian tanpa menyentuh air.
“Xiufei…”
“Panggil aku Bella saja mulai sekarang, itu adalah namamu sendiri.” Ucap Xiufei palsu tanpa menatap ke arahnya.
“Baiklah, Bella. Saat ini pasti Raja Ji Yun sedang merencanakan sesuatu untuk membunuh mu, meskipun dia bodoh tapi dia sangat licik. Di tambah, selir kesayangannya pun seperti ular.”
“Kau tenang saja, yang mulia. Aku sudah tahu intrik seperti itu, apa kau tahu? Aku sudah menonton banyak serial drama seperti kalian ini.” Senyum Xiufei dengan senang.
“Aku percaya padamu…” Senyumnya dengan tulus.
Xiufei palsu mulai naik ke atas permukaan, dia bangkit tanpa mengenakan sehelai benang pun dan memakai jubahnya setelah di berikan oleh Xiufei yang asli.
“Aku belum bertemu dengan musuh musuhmu selain raja Ji Yun, apa mereka juga ada di kekaisaran?” Tanya Xiufei sambil mengambil buah peach dari pohonnya langsung yang tumbuh dengan lebat.
“Kau akan menyadari nya ketika bertemu langsung, Bella. Aku tidak bisa mengatakannya…..” Jelas Ratu Wang dengan sedih.
“Aku mengerti, kau tenang saja.” Senyum Xiufei yang kembali memakan buah.
“Bella, apa kau senang bermain dengan banyak laki-laki tampan?” Tanya Ratu Wang dengan penuh godaan, mendengar itu Xiufei tertawa pelan.
“Bukankah kau melihatnya?” Balas Xiufei santai.
“Apa kau akan jatuh cinta pada mereka? Jika iya, mana yang lebih kau sukai? Mereka sama sama tampan. Apakah jenderal Chen yang kuat dan setia mati padamu? Atau Tabib Gu yang begitu lembut dan cerdas? Ahh jangan jangan kau suka pada tuan Jang? Pembisnis nomor satu di kekaisaran yang hartanya tak terhitung?” Tanya Ratu Wang penasaran.
“Tidak, aku tidak bisa jatuh cinta asal kau tahu. Entah di kehidupan ini atau pun sebelumnya, hatiku sudah mati. Karena itulah aku bermain dengan banyak laki-laki hahaha.” Tawa Xiufei dengan puas.
Ratu Wang menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah Xiufei, di lihat dari manapun memang benar jika dia tidak sembarang jatuh hati.
“Aku rasa, kau akan menyukai kaisar. Dia laki-laki tertampan di benua ini.” Ucap Ratu Wang dengan santai.
“Benarkah? Sungguh? Apa dia sudah untuk di dekati? Menurut mu dia orang seperti apa?” Penasaran Xiufei.
“Entahlah, aku tidak banyak tahu mengenai dirinya. Aku pernah bertemu beberapa kali saat ada acara pesta di kekaisaran, tapi dia memiliki banyak selir di kediaman. Meskipun begitu, posisi permaisuri masih kosong. Dia tidak pernah menyentuh para selirnya….. ada yang bilang, jika dia tidak bisa berdiri….” Bisik Ratu Wang.
Mendengar itu, Xiufei melotot.
“Benarkah? Sayang sekali……” lirih Xiufei tak bersemangat.
Ratu Wang melihat keputusasaan Xiufei, namun dia tidak bisa memberikan info lebih banyak lagi.
Setelah berbincang cukup lama, Xiufei pun tertidur di kamarnya dengan pulas. Tanpa dia sadari, di depan kamarnya telah terjadi pertempuran yang langsung di hadang oleh Jenderal Chen dan pengawalnya yang lain.
Bahkan, Xiufei tidak terusik sama sekali dengan pertengkaran tersebut. Dia benar-benar menikmati malamnya yang melelehkan, bahkan dalam mimpi pun dia masih menyentuh laki-laki tampan.
Ratu Wang, pemilik asli tubuh ini hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah laku Xiufei yang menurutnya sangat aneh namun justru sangat menggemaskan.
“Xiufei, dengan keajaiban air suci ini, kau akan semakin membuat laki-laki yang kau inginkan tidak bisa menolak kehadiranmu. Asalkan kau suka, mereka akan takluk.”