Khoirunnisa Fajriansyah Seorang anak remaja yg sangat disayangi keluarganya.hingga tiba saat orang tuanya memilih berpisah dikarenakan orang ketiga,dan sang ayah lebih memilih selingkuhannya daripada dirinya dan ibunya.Bertahun tahun tinggal dengan keluarga yg lengkap membuat dirinya merasa begitu asing saat kata cerai terlontar dari ayahnya yg dia banggakan selama ini.Hidup nya yg dulu bahagia dengan semua kasih sayang orang tua dan teman terdekat kini semuanya menghilang.Ibunya pun berubah setelah mengenal duda kaya dan menikah.Ibunya lebih memilih merawat anak dari duda tersebut ketimbang dirinya anak kandung sendiri.temannya pun menjauhinya karna dianggap sial.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya tentang perjalanan gadis tak berdosa itu,mampukah dia bahagia????
Bantu like dan Koment ya biar makin semangat ,Makasih❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desi sukma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Selamat Jalan Kekasih
Azan subuh berkumandang,stelah solat subuh Nisa bersiap2 untuk pergi ke pemakaman Niko.
Pagi ini Nisa baru merasakan kehilangan sosok Niko,biasanya Niko akan cerewet di pagi hari lewat Hp yang mereka beli bersama hanya berbeda warna.kini Hp itu hanya jadi benda pajangan tak tersentuh.
Nisa menatap nanar hp layar sentuh yang kaca depannya sudah retak,tak ada notifikasi atau pun panggilan telepon yang biasanya mewarnai paginya dengan banyak panggilan masuk dari Niko.
Kini sunyi tak berpenghuni.
Nisa meraihnya dan menekan tombol untuk menghidupkan,di layar profil nya pun masih gambar dirinya dan Niko saat masib SMA tersenyum manis dengan Niko merangkul bahunya saat acara kelulusan Niko.
" Nik aku kangen sama kamu " Gumam Nisa tersenyum berkaca kaca memandang foto mereka.
" Tunggu aku ya,sebentar lagi aku akan jenguk kamu " Lanjut Nisa menghapus air matanya yang mulai menetes.
Tok tok tok..
" Nis,boleh kakak masuk ?? Teriak Sera dari luar.
" Masuk aja Kak,ngak di kunci " Jawab Nisa bangkit akan membuka pintu.
Ceklek pintu terbuka dari luar.
" Udah siap belum ?? Bunda udah nungguin tuh ! " Tanya Sera menatap Nisa dengan mata sembab.
" Udah Kak,Nisa titip Clara ya dia masih betah tidur. " Kata Nisa meminta tolong.
" Iya,biarin aja Clara tidur ini juga masih pagi, kasian dia " Kata Sera tersenyum.
" Ya udah gih sana,Bunda udah diluar ! " Titah Sera.
" Iya Kak " Nisa pun keluar kamar dan menghampiri Bunda Maya yang sudah siap dengan sebotol besar air dan Bunga diplastik berwarna hitam.
" Bunda " Panggil Nisa mendekat.
" Yuk jalan,Bunda udah siap " Sahut bunda Maya tersenyum.
Nisa mengangguk setuju dan langsung menghampiri motor yang biasa Niko pakai.
Nisa menggonceng Bunda Maya di belakangnya.
7 menit kemudian mereka sampai dipemakaman umum.
Nisa melangkah dengan kaki gemetar,Bunda Maya pun sama mereka ber2 berusaha kuat menerima kenyataan pahit ini.
Nisa mengikuti langkah kaki Bunda Maya dari belakang,hingga mereka berdua berhenti disebuah kuburan baru dengan tanah yang masih basah.
Nisa duduk bersimpuh menatap Nisan kayu yang bertuliskan nama kekasihnya dan dibawahnya di ikuti nama Ayahnya yang sudah almarhum.
Air mata Nisa turun dengan sendirinya ketika mengusap Nisan itu.
Nisa menunduk menahan tangis,tapi air matanya tetap saja menetes,Bunda Maya sudah terisak dari tadi saat mereka pertama kali datang.
" Niko anak Bunda hiks " Gumam Bunda memeluk Nisan anaknya.
" Maafin Bunda sayang,Bunda ngak perhatian sama kamu,Bunda ngak tau anak Bunda ternyata menahan sakit seorang diri " Sesal Bunda Maya menangis tersedu sedu.
Nisa menghampiri Bunda Maya dan memeluknya erat.mereka berdua menangis sesegukkan.
" Aku harus kuat,aku ngak boleh sedih.Niko nanti pasti tidak tenang kalau aku tidak tersenyum untuk dirinya" Batin Nisa menguatkan dirinya.
Nisa berusaha tersenyum sekuat tenaga menatap Nisan itu.
" Makasih Niko Sebastian,kamu udah setia sama aku,temani susah dan senang aku.kamu mau terima aku apa adanya,tapi kenapa kamu bohongin diri kamu sendiri,kamu berusaha nguatin aku setiap saat tapi kenyataannya kamu pun sudah sangat lemah.kenapa kamu ngak jujur sama aku Niko " Batin Nisa terus menangis meratapi nasib nya.
Wajahnya terus menampilkan senyum hangat dengan lelehan air mata.
" Nis,Bunda sebagai pengganti Niko ingin minta maaf sama kamu jika Niko pernah nyakitin kamu " Pinta Bunda sendu.
" Niko ngak pernah nyakitin Nisa Bunda,malahan Niko sangat menyayangi dan menjaga Nisa selama ini " Jawab Nisa tersenyum haru.
" Nisa yang harus berterima kasih kepada Bunda,karna telah melahirkan pria seperti Niko,Nisa sangat beruntung kenal sama Niko Bunda,Nisa bersyukur dan sangat menyayangi anak Bunda " Kata Nisa menangis haru.
" Kamu gadis yang baik sayang,Bunda berdoa agar kamu selalu bahagia seperti yang Niko harapkan " Sahut Bunda memeluk Nisa dan mencium pucuk kepalanya.
" Kamu akan tetap menjadi anak Bunda " Kata Bunda tersenyum hangat.
" Makasih Bunda " Haru Nisa memeluk erat Bunda Maya.
" Sekarang Bunda minta kamu Ikhlasin Niko,doakan Niko disana bahagia,agar diberi kelapangan,dan masuk surga " Pinta Bunda Maya.
" Iya Bunda,Nisa berusaha ikhlasin Niko " Jawab Nisa tegar.
" Sekarang,kita doakan Niko ya,biar dia diterima disisi Allah Swt.
" Iya Bunda, Amin " Doa Nisa.
Mereka pun mulai berdoa untuk ketenangan Niko yang sudah kembali kepada pemiliknya.
Setelah menaburkan air dan bunga,Bunda Maya menganjak Nisa pulang krumah.
" Selamat jalan kekasih hati ku,ku doakan semoga kita bertemu nanti di JannahNya,aku juga sangat mencintaimu Niko Sebastian " Doa Nisa yang akan meninggalkan Niko sebagai perpisahan terakhir.
Nisa mengecup Nisan Niko lama dan pergi dari pemakaman meninggalkan semua kenangan manisnya dengan sang kekasih disana.
Saat mereka sudah sampai dirumah Bunda Maya,Nisa melihat Beni sedang menyuapi Clara sarapan.
" Assalamualaikum Om " Salam Nisa.
" Waalaikumsalam Nis,kamu dari mana ? Tanya Beni memperhatikan penampilan Nisa yang cukup berantakan.
" Dari pemakaman Om " Lesu Nisa.
" Hm Om turut berduka cita atas meninggalnya Niko " Kata Beni sendu.
" Iya Om makasih,Om kemana aja ngak ngabari Nisa dan Clara seminggu ini ?? " Tanya Nisa sedikit kepo.
Biasanya Beni selalu menelpon mereka untuk menanyai kabar tapi selama 1 minggu ini Beni tak mengabarinya sama sekali saat Niko sakit.
" Sebenarnya Om sedang mencari dokter yang mau mengoperasi Niko saat itu,tapi banyak dokter sudah membuat keputusan bahwa penyakit Niko sudah sangat parah dan kemungkinan untuk sembuh pun sangat tipis " Cerita Beni dengan wajah menunduk.
" Hah,maksud Om,Om udah tau Niko sakit keras ?? " Tanya Nisa terkejut.
" Iya Nis,Niko udah cerita sama Om tapi Niko ngak mau sampai keluarga nya dan kamu tau bahwa dia sakit.Dia ngak mau menyusahkan kalian " jelas Beni sendu.
" Ya Allah Niko " Gumam Nisa yang sudah berkaca kaca lagi mendengar penuturan Beni.
" Maafin Om Nis,tapi itu permintaan terakhir Niko sama Om,makanya Om keliling rumah sakit untuk mencari Dokter yang bisa menyembuhkan Niko,tapi Tuhan berkehendak lain "
" Maafkan Om Nisa,Om gagal sembuhin pacar kamu " Kata Beni menyesal.
" Ini bukan salah Om,ini udah takdirnya.Nisa dan Niko bearti tidak berjodoh,Tuhan lebih sayang Niko.Nisa berdoa agar Niko mendapatkan bidadari tercantik disana menemani hari hari Niko " Kata Nisa tersenyum hangat.
Beni menatap Nisa dengan iba,sungguh jiwa gadis ini sangatlah rapuh,tapi raga nya berusaha kuat menerima kenyataan.
" Om akan melindungi dan menyayangi kalian seperti Niko menyayangi kalian,percaya sama Om !! " Kata Beni tegas.
" Makasih Om " Sahut Nisa tersenyum.
" Clara masih mau sama Ayah apa ikut mandi sama Kakak ?? " Tanya Nisa kepada adiknya yang selesai makan.
" Hmmm andi ulu lah,Cala udah au " Endus Clara dibagian keteknya.
Nisa dan Beni pun sontak tertawa melihat tingkah Clara yang seperti orang dewasa.
" Nisa pamit dulu ya Om " Kata Nisa pamit menggendong Clara.
" Iya " Jawab Beni menggangguk.
Nisa pun masuk kedalam rumah dan langsung bergegas mandi.