Anastasya atau biasa dipanggil Ana, seorang wanita berusia 24 tahun yang tengah mengejar gelar S1.
Pertemuan pertamanya dengan seorang laki laki membuat hidup Ana berubah. Nathaniel Francisco, seorang dosen berusia 30 tahun yang terobsesi dengan dirinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
Malam hari seperti biasa Ana harus bekerja, kondisinya belum cukup membaik tapi ia harus bekerja hari ini.
" Na, kamu sakit? " tanya salah satu rekannya
" Cuma kecapean aja "
" Istirahat sana gih, atau izin pulang "
" Tanggung Mba, 1 jam lagi pulang "
" Yaudah, kalau ga kuat kamu istirahat ya "
Ana mengangguk dan tersenyum.
Pukul 11 malam, akhirnya Ana berhasil menyelesaikan pekerjaannya.
Ana bersiap-siap untuk pulang, ia ingin segera sampai dirumah agar bisa merebahkan tubuhnya.
Saat Ana hendak menuju parkiran, Mas Bayu rekan kerjanya menghampiri Ana.
" Ana, kata mba ayu kamu ga enak badan ya " ucap Bayu
" Iyah Mas, tapi ga apa apa ko cuma meriang aja "
" Bahaya bawa motor, Mas antar ya "
" Engga usah Mas ngerepotin "
" Ngerepotin apa toh Na, ayo mas anter saja. Motor nanti biar dititip di dalam "
" Iyah Mas "
Ana pun akhirnya pulang dengan diantar oleh Bayu rekan kerjanya, sebenarnya Ana juga tak yakin bisa mengendarai motornya malam itu.
Sepanjang perjalanan Ana memilih diam, kepalanya terasa sakit.
Hingga akhirnya Ana pun sampai dirumahnya, ia pun segera turun dari motor milik Bayu.
" Makasih ya Mas udah anterin Ana " kata Ana sambil membuka helmnya
" Iyah, yaudah Na kamu istirahat ya " ucap Bayu dan Ana mengangguk
Segera Ana masuk kedalam rumah, ia ingin segera merebahkan tubuhnya yang butuh istirahat.
...
Hari ini Ana harus kembali menjalani hari-hari nya seperti biasa, tubuhnya masih terasa lemas bahkan kepalanya masih terasa sakit.
Tapi Ana harus tetap melakukan kewajibannya, langkahnya tinggal sedikit lagi.
Setelah selesai bersiap siap, Ana keluar dari rumah untuk memesan ojek online.
Baru Ana hendak memesan ojek online, Reyhan datang untuk menjemput dirinya.
" Hallo Na Pagi " sapa Reyhan
" Pagi, Lo ngapain Rey kesini ? "
" Mau ngajak lo bareng, pas banget kan untung lo belum jalan "
" Jadi ga enak gue "
" Udah ayo, nanti malah telat Na "
Ana pun naik keatas motor Reyhan, setelah itu ia segera pergi menuju kampus.
" Lo udah sarapan Na ? " tanya Reyhan
" Udah Rey " jawab Ana berbohong, sebab ia sendiri memang tidak nafsu makan
Sepanjang perjalanan tak ada percakapan diantara keduanya kembali, hingga akhirnya mereka tiba di kampus.
Ana dan Reyhan berjalan bersama menuju kelas, saat mereka menaiki lift tanpa disengaja Nathan pun ikut di lift yang sama.
" Pagi Pak Nathan " sapa Reyhan
" Hmm pagi " jawab Nathan singkat
Nathan tak menoleh kearah Ana sedikitpun, tapi mungkin itu hanya perasaan Ana atau memang Nathan yang tak melihatnya.
Begitu pintu lift terbuka, Ana dan Reyhan turun lebih dulu dibanding Nathan.
Ana dan Reyhan berjalan bersama menuju kelas, sedangkan Nathan ia harus lebih dulu keruangannya.
" Anaaa " panggil Fitri yang sudah duduk lebih dulu
Ana berjalan menghampiri Fitri, ia pun duduk di kursi yang sudah Fitri tempati untuk Ana.
" Na, lo sakit ya ? " ucap Fitri yang menyadari
" Cuma pusing aja Fit "
" Kenapa ga izin aja sih, panas gini badan lo Na " ucap Fitri usai memegang kening Ana
" Gue tidur bentar ya, kalau ada Pak Nathan nanti bangunin aja "
Fitri mengiyakan, dan Ana mulai merebahkan kepalanya diatas mejanya.
Tak lama Nathan masuk kedalam kelas, Fitri mencoba membangunkan Ana tapi sayangnya Ana juga tak kunjung bangun.
" Na bangun Na, udah ada pak Nathan " kata Fitri sambil menggoyangkan Ana
" Selamat pagi semuanya" ucap Nathan menyapa
" Pagi Pak " jawab semua murid
" Oke, seperti biasa pagi ini saya akan memanggil satu persatu"
Nathan mulai memanggil satu persatu nama, hingga akhirnya tiba giliran Ana.
" Anastasya " panggil Nathan
Ana tak merespon panggilan itu, hingga akhirnya Nathan kembali memanggil nama Ana.
" Anastasya " panggil Nathan kembali
Karena tak kunjung mendapatkan respon, Nathan berjalan menghampiri meja Ana.
" Ana, ini dikelas buka dirumah. Kalau kamu mau tidur kamu bisa tidur dirumah Ana " ucap Nathan
Fitri mencoba menggoyangkan tubuh Ana, namun saat Fitri memegangnya tubuh Ana terasa lebih panas dari sebelumnya.
" Na, bangun Na.. Ana " ucap Fitri khawatir
" Kenapa Ana ? " Nathan mulai khawatir
" Katanya ga enak badan pak, tadi izinnya mau tidur sebentar"
" Biar saya bawa ke UKS, Ketua kelas nanti saya titip tugas yang harus diselesaikan hari ini " ucap Nathan
Nathan langsung menggendong Ana, semua murid melihat betapa khawatirnya Nathan kepada Ana.
Nathan membawa Ana kerumah sakit terdekat, Nathan khawatir jika kondisi Ana memburuk.
..
Perlahan Ana membuka matanya, Ana melihat sekeliling yang nampak asing baginya.
" Kamu udah bangun " ucap Nathan yang sejak tadi menunggu Ana
" Saya dimana ? " tanya Ana sambil memegangi kepalanya
" Kamu dirumah sakit, kata dokter kamu harus dirawat inap beberapa hari "
Ana menghembuskan nafasnya kasar, ia tak menyangka harus berada ditempat ini.
" Kenapa kamu ga bilang kalau kamu sakit Na ? "
" Saya ga apa apa, cuma ga enak badan aja Nat "
" Ga enak badan gimana sih Na ? Saya berkali kali bilang sama kamu, kalau ada apa apa bilang sama saya Na "
" Iyah Maaf "
" Atau emang kamu ga anggap saya ada Na ? Apa kamu cuma anggap temen kerja kamu dan Reyhan ? "
" Kamu ngomong apa sih Nat ? Aku ga pernah mikir kayak gitu "
" Semalam kalau emang kamu ga bisa pulang kenapa ga hubungi aku Na ? Ya padahal aku ada disana buat jemput kamu, tadi pagi juga kamu bareng sama Reyhan kan ? "
" Nat, semua itu kebetulan aku ga tau kalau kamu ada disana. Kenapa kamu ga hubungi aku ? Kenapa ga bilang? "
" Aku udah kirim pesan ke kamu Na, tapi nomor kamu ga aktif. Yaudah ga usah di bahas, sekarang kamu istirahat "
Ana tau jika saat ini Nathan tengah marah kepada dirinya, Ana mencoba meraih tangan Nathan.
" Maaf ya, aku gatau. Kayaknya juga paket aku abis Nat dan belum sempat isi. Hari Minggu kemarin juga kamu bilang kalau kamu ga bisa ketemu aku karena ada urusan, jadi aku gamau ganggu kamu Nat "
Nathan mengusap kepala Ana dengan lembut, ia merasa bersalah sudah marah kepada Ana.
" Maafin saya juga ya Nat, kamu ga salah ko "
" Makasih udah jadi pacar yang siaga Nat, i love you " ucap Ana
Nathan tersenyum salah tingkah, ucapan Ana mempu membuat Nathan tersenyum.
" Ya kan katanya pacaran satu Minggu, jadi ya selayaknya orang pacaran aja ucapin makasih Nat "
" Iyah ga apa apa sayang "
Ana ikut tersenyum, walaupun ia merasa kepalanya masih terasa berat tapi dengan adanya Nathan disini mampu mengalihkan rasa sakitnya.
" Kenapasih ngeliatin kayak gitu Nat, kan jadi malu " ucap Ana saat Nathan menatap dirinya
" Aku udah siap Na, buat serius sama kamu "