" menikahlah dengan ku dan jadilah ibu untuk putriku, apa kamu mau ?"
" apa om meminta ku hanya untuk menjadi ibu untuk anak om bukan istri om ?"
Apa jadinya jika di lamar secara mendadak oleh duda dingin yang bahkan baru Mala temui dimana bukan menjadi istrinya tapi hanya menjadi ibu dari anaknya ?
Apakah Mala akan menerima pinangan duda dingin itu ?
Dan apakah cinta itu akan tumbuh saat keduanya masih memiliki luka yang di sebabkan karena cinta orang di masa lalu ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tamu Tak Di Undang
Seorang wanita tiba tiba saja memaksa masuk ke dalam rumah bahkan tanpa memperkenalkan diri membuat Mala mencoba menghentikan wanita itu tapi wanita itu jauh lebih galak dari Mala.
" siapa anda sebenarnya ?" tanya Mala yang masih mempertanyakan siapa wanita yang ada di hadapannya ini.
" siapa yang datang ?" tanya Darrel yang akhirnya menyusul Mala saat mendengar keributan di ruang tamu rumahnya.
" Nadia ?" ucap Darrel terkejut saat melihat adik sepupu jauhnya tiba tiba saja datang ke rumah nya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
" mas, Nadia kangen " ucap Nadia yang berjalan menuju Darren tanpa memperdulikan Mala yang masih bingung siapa wanita di hadapannya ini bahkan tanpa rasa malu menyebut kangen pada Darrel yang kini sudah menjadi suaminya.
" jangan seperti ini " ucap Darrel saat Nadia mencoba memeluknya.
" kenapa mas, Nadia kan kangen " ucap Nadia dengan gaya manjanya yang terlihat di buat buat.
" kenapa kamu datang bahkan tak memberitahu ku lebih dulu ?" tanya Darrel sambil melihat ke arah luar rumah karena Darrel yakin jika Nadia tidak datang sendiri.
" memang kenapa kalo Nadia datang langsung ke rumah ini, lagi pula cepat atau lambat Nadia akan menjadi nyonya di rumah ini saat kita sudah menikah nanti " ucap Nadia penuh percaya diri.
" nyonya rumah ?"
" menikah ?" tanya Mala yang masih belum bisa mencerna semua yang terjadi saat ini.
" sayang " panggil Darrel dengan sengaja sambil mengulurkan tangan ke arah Mala yang sedang bingung dengan semua yang ada di hadapannya.
" sayang ?"
" kenapa kamu memanggil pembantu ini dengan panggilan sayang ?" tanya Nadia yang berpikir jika Mala pembantu baru di rumah Darrel.
" sayang, kenalkan ini Nadia adik sepupu jauh ibu tiri ku " ucap Darrel sambil merangkul pinggang Mala tepat di hadapan Nadia.
" dan Nadia, kenalkan ini Mala istri ku yang juga menjadi ibu sambung Cantika " ucap Darrel menjawab rasa penasaran Mala dan juga Nadia secara bersamaan.
" siapa yang kamu panggil istri ?" tanya seorang wanita paruh baya yang baru saja masuk ke dalam rumah setelah Darrel menyebut Mala istrinya.
" Mala, Kemala Ayu " ucap Darrel sambil tetap merangkul pinggang Mala tanpa ingin menyalami ibu nya yang baru sampai ke rumahnya.
" jadi kamu menikah bahkan tanpa memberitahu ibu ?" tanya wanita itu yang ternyata ibunya Darrel atau lebih tepatnya ibu tirinya Darrel ibu Sasti.
" ibu ?" tanya Mala sambil melihat ke arah Darrel yang hanya mengedipkan matanya seolah memberi isyarat jika nanti akan iya jelaskan semuanya.
" untuk apa Darrel memberitahu ibu ?"
" aku tak pernah menganggap kamu ibu ku setelah kamu menghancurkan kehidupan ibu kandung ku !" ucap Darrel dengan penuh amarah.
" jadi semua keputusan dalam hidupku hanya aku yang boleh mengambilnya begitu pun dengan istri yang ingin aku nikahi setelah Alea pergi !" ucap Darrel seolah ingin memberi garis yang jelas pada Bu Sasti dan juga Nadia.
" Tante, jadi kedatangan Nadia ke rumah ini sia sia dong?" tanya Nadia sedih karena harapannya untuk bisa menjadi istri Darrel pupus sudah.
" tidak ada yang sia sia jika aku sudah memutuskan sesuatu " ucap Bu Sasti sambil menatap sinis kearah Mala yang hanya menundukkan pandangannya.
" maksud Tante ?" tanya Nadia bingung.
" bagi Tante kamu lah calon terbaik untuk istri Darrel " ucap Bu Sasti meski hubungannya dengan Darrel tidak baik baik saja tapi Bu Sasti tetap ingin mengatur kehidupan Darrel agar selalu di bawah kendalinya.
" terserah jika kalian ingin bermimpi seperti apa, tapi bagiku Mala lah istri ku dan tak akan ada wanita lain dalam hidup ku setelah Mala " ucap Darrel mengulangi garis batas yang jelas antara dirinya, Bu Sasti dan Nadia.
" baiklah, tapi kami datang dari jauh setidaknya biarkan kami tinggal di rumah ini selama beberapa hari sampai lelah kami ini hilang " ucap Bu Sasti sambil menatap ke arah Darrel dan juga Mala yang sampai detik ini tak menyuruh mereka duduk meski hanya sejenak.
Darrel menatap ke arah Mala sebelum dirinya mengambil keputusan meski keputusan itu sangat jelas tapi tetap saja Darrel ingin melihat pendapat yang Mala berikan tentang permintaan ibu tirinya.
" apapun yang akan mas putuskan Mala akan menyetujuinya " ucap Mala yang tak bisa memberi saran apapun pada Darrel apalagi Mala tak mengenal dua wanita yang tiba tiba saja ada di hadapannya.
" baiklah tapi hanya dua hari tidak lebih dan satu lagi kalian akan berada di satu kamar yang sama yaitu kamar tamu " ucap Darrel yang akhirnya mengizinkan ibu tiri dan wanita yang ibu tirinya bawa tinggal di rumahnya meski hanya dua hari.
" terima kasih, dua hari itu sudah sangat cukup bagiku untuk bisa masuk dalam hidup mu " ucap Nadia yang langsung memikirkan siasat licik untuk bisa menjerat Darrel dalam pelukannya.
" ayo sayang " ajak Darrel sambil menggandeng tangan Mala menuju ruang keluarga dimana Cantika sedang di temani oleh Bi Ani.
" Bi tolong tunjukan tunjukan dimana kamar mereka selama mereka ada di sini, tapi ingat Bi mereka hanya di sini selama dua hari " ucap Darrel yang tetap ingin mengingatkan tamu rumahnya jika mereka tak boleh lebih dari dua hari di rumah ini.
" bagaimana jika kami selamanya tinggal di rumah ini ?"
" apa kamu akan mengusir kami ?" tanya Bu Sasti dan Nadia secara berbarengan.
" jika memang itu di perlukan maka akan aku lakukan " ucap Darrel lagi.
" kita lihat saja nanti " ucap Nadia yang merasa sangat yakin bisa menyingkirkan Mala dari kehidupan Darrel dan juga Cantika.
" ayah, bunda malam ini Tika boleh bobo sama kalian ?' tanya Cantika ragu.
" tentu saja boleh " ucap Mala dengan senyum manisnya dan hal itu pun Mala putuskan tanpa persetujuan dari Darrel.
" ya temani saja anak mu itu biar mas Darrel aku yang temani " ucap Nadia dalam hati.
Bi Ani pun mengajak Bu Sasti dan juga Nadia menuju kamar tamu yang tak begitu jauh dari ruang keluarga.
" silahkan masuk Bu " ucap Bi Ani yang sudah membuka pintu kamar tamu dan mempersilahkan Bu Sasti dan Nadia masuk.
" sejak kapan Darrel dan wanita itu menikah ?" tanya Nadia penasaran.
" dua Minggu yang lalu " ucap bi Ani singkat.
" oh masih sangat baru " ucap Nadia yang kini sudah duduk di atas tempat tidur dengan tangan yang iya condongkan ke belakang.
" sebentar lagi wanita itu akan keluar dari rumah ini dan aku yang akan menjadi pemilik rumah ini dan menjadi istri Darrel " ucap Nadia penuh percaya diri.
" jangan terlalu percaya diri karena biasanya orang yang terlalu percaya diri akan kehilangan semuanya " sindir Bi Ani pelan tapi masih terdengar di telinga Nadia.
" akan ku buktikan jika ucapan ku benar dan jika hal itu terjadi, hal pertama yang akan ku lakukan adalah memecat mu, ingat itu !" tunjuk Nadia kesal.
✍️✍️✍️ apa Mala akan bisa menjaga pernikahan nya dengan Darrel dari serangan ulat bulu bernama Nadia ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
terus si Reva dan si Okta diusir dari rumah itu😏