NovelToon NovelToon
Kembalinya Pelindung Masa Kecil

Kembalinya Pelindung Masa Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Slice of Life / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Kisah cinta masa kecil
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Jika dunia membuangmu, ingatlah ada satu orang yang akan menghancurkan dunia demi menjemputmu kembali."
Bagi Kyrania Ruella, masa kecil di desa Sukamaju adalah satu-satunya memori indah yang tersisa. Di sana ada Herjuno Allegra, bocah dekil pembawa ketapel yang selalu melindunginya dari nyamuk hingga anak-anak nakal. Namun, takdir memisahkan mereka secara paksa saat Kyra diseret kembali ke kota oleh ayahnya yang serakah. Hidup Kyra bak di neraka. Menjadi istri dari Nathan Sagara, pria kaya yang patriarki dan pelit, Kyra diperlakukan lebih rendah dari pelayan. Ia terjebak dalam pernikahan hampa, bahkan nyaris dijual oleh suaminya sendiri demi menutupi hutang keluarga.
Di saat Kyra nyaris menyerah pada hidupnya, Juno kembali. Namun, ia bukan lagi bocah desa pembawa ketapel. Ia kini adalah Herjuno Allegra, pewaris tunggal kerajaan bisnis raksasa yang dingin, berkuasa, dan sangat protektif.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Sekadar Hiasan 21+

Pintu penthouse itu tertutup dengan bunyi klik yang solid, mengunci kebisingan Jakarta dan ancaman Nathan di luar sana. Ruangan itu luas, beraroma kayu cendana dan maskulinitas yang elegan. Juno tidak langsung menyalakan lampu utama, hanya lampu dinding remang yang memberikan semburat jingga, mirip dengan senja di desa mereka dulu.

Kyra berdiri mematung di tengah ruangan, tubuhnya masih sedikit basah. Ia merasa asing, bukan karena tempatnya, tapi karena perasaan berdebar yang sudah lama mati di bawah kuasa Nathan.

"Mandilah, Ra. Aku sudah siapkan jubah mandi dan pakaian ganti di dalam," suara Juno terdengar rendah, bergetar di udara malam.

Kyra menoleh, menatap Juno yang sedang melepas jasnya yang basah, menampakkan kemeja putih yang mencetak jelas otot tubuhnya yang atletis. "Juno... aku takut. Nathan pasti akan—"

Juno melangkah mendekat, menghentikan kalimat Kyra dengan menaruh telunjuknya di bibir wanita itu. "Sudah kubilang, jangan sebut nama itu di sini. Di sini, kamu bukan istri siapa pun. Kamu hanya Kyra. Gadis yang tertawa di sungai bersamaku."

Tiga puluh menit kemudian, Kyra keluar dari kamar mandi dengan jubah sutra putih. Rambutnya yang basah tergerai, dan kulitnya tampak merona karena uap air hangat. Ia menemukan Juno berdiri di balkon, menatap kerlap-kerlip lampu kota dengan segelas wiski di tangan.

Begitu mendengar langkah Kyra, Juno berbalik. Matanya menggelap, menatap Kyra dengan intensitas yang membuat lutut Kyra lemas.

"Sini," panggil Juno lembut.

Kyra mendekat. Juno meletakkan gelasnya, lalu meraih tangan Kyra. Ia menatap jemari Kyra, lalu dengan perlahan, ia menarik cincin berlian pemberian Nathan dari jari manis Kyra. Tanpa ragu, Juno melempar cincin mahal itu ke arah sudut ruangan seolah itu hanyalah sampah tak berharga.

"Juno! Itu harganya—"

"Harganya tidak sebanding dengan satu tetes air matamu, Ra," potong Juno. Ia menarik Kyra ke dalam pelukannya. "Selama lima tahun, pria itu hanya menganggapmu aset. Dia menghitung setiap rupiah yang kamu habiskan, tapi dia tidak pernah menghitung berapa kali dia membuatmu merasa hampa."

Juno merunduk, mencium leher Kyra dengan lembut, menghirup aroma sabun yang bercampur dengan aroma alami kulit Kyra. "Aku tahu betapa dinginnya dia padamu. Aku tahu dia tidak pernah menghargai keindahanmu."

Tangan Juno yang hangat mulai menjelajahi punggung Kyra, gerakannya penuh pemujaan, sangat berbeda dengan Nathan yang selalu terburu-buru dan hanya peduli pada kepuasannya sendiri yang singkat.

"Juno... aku sudah lama tidak merasa seperti ini," bisik Kyra, suaranya parau. "Aku merasa... kotor karena pernikahan itu."

"Kamu suci bagiku, Kyra. Selalu," Juno mengangkat wajah Kyra, menatap matanya dalam-dalam. "Biarkan aku menunjukkan padamu, bagaimana seharusnya seorang wanita dicintai. Bukan sebagai pajangan, tapi sebagai separuh jiwa."

Juno membungkuk, menggendong Kyra dengan mudah dan membawanya ke tempat tidur besar yang menghadap langsung ke pemandangan kota. Di bawah remang lampu, Juno membuka jubah Kyra dengan gerakan yang sangat pelan, seolah sedang membuka selubung sebuah mahakarya lukisan yang paling berharga di dunia.

"Cantik... Kamu jauh lebih cantik dari lukisan mana pun yang pernah kamu buat," gumam Juno saat matanya menyisir setiap inci tubuh Kyra.

Berbeda dengan Nathan yang selalu mematikan lampu karena minder dengan kekurangannya, Juno justru ingin melihat Kyra dengan jelas. Ia menyentuh setiap lekuk tubuh Kyra dengan jemarinya yang gemetar karena gairah, memberikan perhatian pada bagian-bagian yang selama ini diabaikan oleh Nathan.

Juno menunduk, bibirnya menyentuh puting Kyra yang mengeras, mengisapnya pelan sambil lidahnya berputar di sekitar areola. Kyra mendesah keras, "Juno... ahh...", tangannya meraih rambut Juno, menariknya lebih dekat. Juno tidak berhenti di situ; tangannya turun ke perut Kyra yang rata, lalu ke selangkangan, jemarinya menyentuh bibir liang milik Kyra yang sudah basah karena gairah.

"Kamu sudah basah sekali, Ra," bisik Juno vulgar, suaranya serak penuh nafsu. "Liang milikmu ini haus, ya? Biar aku puasinin dulu sebelum batangku masuk." Ia memasukkan satu jari ke dalam liang milik Kyra, merasakan dindingnya yang ketat dan lembab, lalu menambahkan jari kedua, menggerakkannya maju mundur sambil ibu jarinya menggosok klitoris Kyra yang bengkak.

Kyra merintih, pinggulnya bergoyang mengikuti irama jari Juno. "Juno... lebih dalam... sialan, rasanya enak banget..." Tubuhnya menggeliat, kakinya terbuka lebar, membiarkan Juno menjilat liang miliknya sekarang. Lidah Juno menyerbu, menjilat dari bawah ke atas, menghisap klitorisnya dengan rakus, membuat Kyra berteriak kecil. "Ahh! Juno, jangan berhenti!"

Juno bangkit, melepas kemejanya cepat, menampakkan dada berotot dan perut six-pack yang membuat Kyra menelan ludah. Celananya dilepas, batangnya yang tebal dan panjang sudah berdiri tegak, ujungnya mengkilap karena cairan pra-ejakulasi. "Lihat ini, Ra. Batangku ini buat kamu. Bukan buat yang lain."

Ia naik ke ranjang, memposisikan diri di antara paha Kyra yang terbuka. Batangnya menggesek bibir liang milik Kyra, membuatnya menggelinjang. "Mau masuk sekarang? Katakan kalau kamu mau batangku isi liang milikmu sampe penuh." Kyra mengangguk cepat, "Masukin, Juno... isi aku... aku butuh yang gede ini!"

Juno mendorong batangnya pelan, kepalanya membelah liang milik Kyra yang ketat, merasakan dindingnya memeluk erat. "Sial, Ra, sempit banget....." Ia dorong lebih dalam, sampe pangkal, lalu mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur dengan ritme lambat tapi kuat. Setiap dorongan membuat payudara Kyra bergoyang, dan ia meremasnya kasar, mencubit putingnya.

"Juno... lebih cepat... ahh, ya, gitu! penuh..." Kyra merintih vulgar, kakinya melingkar di pinggang Juno, menariknya lebih dalam. Juno mempercepat, suara benturan kulit mereka bergema di ruangan, campur dengan desahan basah dari liang milik Kyra yang makin licin.

Kyra orgasme pertama, tubuhnya kejang, liang miliknya berdenyut kuat di sekitar batang Juno, cairannya membasahi pangkal batang itu. Juno tidak berhenti sampe Kyra orgasme lagi, kali ini lebih hebat, teriakannya memenuhi ruangan.

Di atas ranjang itu, Juno membuktikan ucapannya. Ia tidak terburu-buru. Ia memanjakan Kyra, memberikan nafkah batin yang selama lima tahun ini hanya menjadi mimpi bagi Kyra. Setiap sentuhan Juno adalah bentuk permintaan maaf atas belasan tahun perpisahan mereka.

Kontras itu terasa begitu nyata. Jika bersama Nathan semuanya terasa mekanis, dingin, dan berakhir dengan kekecewaan hanya dalam hitungan menit, bersama Juno, Kyra merasa seperti bunga yang akhirnya disiram setelah kekeringan panjang. Juno sangat dominan namun penuh kasih, memastikan setiap jengkal tubuh Kyra merasakan kepuasan yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.

"Lihat aku, Ra," bisik Juno di tengah pergulatan panas mereka. "Katakan namaku. Bukan nama pria itu."

"Juno... Herjuno..." desah Kyra, tangannya meremas seprai saat Juno membawanya ke puncak gairah yang luar biasa.

Malam itu, di apartemen mewah itu, ruang hampa dalam diri Kyra Ruella akhirnya terisi penuh. Bukan oleh materi atau berlian, tapi oleh cinta yang meledak-ledak dan pemujaan tanpa syarat dari pria yang pernah menjanjikannya matahari terbit di pinggir sungai.

1
Naufal hanifah
bagus thoor,ceritanya menarik /Good//Good//Good/
Ariska Kamisa: terimakasih kakak🙏
total 1 replies
aditya rian
semangat thorr....
umie chaby_ba
Juno the best lah...😍
Ariska Kamisa
semoga berkenan juga di hati pembaca /Pray/
falea sezi
lagi lagi
Lina Octavianti
mantap thor, semangat 🫰🫰🫰
Ariska Kamisa: terimakasih banyak /Applaud/
total 1 replies
Lina Octavianti
so sweet banget sihh si juno
😍😍😍
didunia nyata ada gak sihh cowok kayak juno 🤭🤭🤭
Lina Octavianti
thor, please lah jangan sampe si nathan oon itu ngapa2 in kyra...
kasihan kyra udah terlalu banyak menderita apalagi lg hamil skrng 🥹🙏
umie chaby_ba
Juno ini definisi cowok apa yaa...
cintanya ugal-ugalan bet daahh....
baguslah.... buang eek ayam dapet berlian nih si Kyra.. /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
umie chaby_ba
Juno strong amat /CoolGuy/
umie chaby_ba
/Whimper//Whimper//Whimper//Whimper/
umie chaby_ba
Haryanto kocagghh /Facepalm/
umie chaby_ba
hmmm /Shame/
umie chaby_ba
Nathan Sialan /Panic/
umie chaby_ba
PEA emang Nathan/Left Bah!/
umie chaby_ba
udah sama Juno aja Kyra...
daripada sama cowok pelit/Bye-Bye/
umie chaby_ba
/Brokenheart/
umie chaby_ba
yyaaa... pisah /Whimper/
umie chaby_ba
Satria Fu pada masa Jamet /Curse/
umie chaby_ba
Darah Suci ceunah... /Left Bah!/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!