NovelToon NovelToon
How Can I Run Away From That Obsessive Man

How Can I Run Away From That Obsessive Man

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kensujishisu

#timetravel
Sebenarnya aku seharusnya sudah mati kan? kenapa tiba tiba aku berada di dunia seperti manhwa... aku baru aja selesai baca ini novel? loh kok bisa masuk?
dan lagi kenapa aku jadi villainess kejam yang akan mengganggu tokoh utama cowok dan cewek yang ada di dunia ini! Elisia Verderick salah satu anak marquiss ternama di dunia novel itu, aku tidak mau berususan dengan pria pria obsesif di dunia ini.. bahkan sampai dikurung!?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kensujishisu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Aku yang sudah bertekad akan melalui semuanya asalkan tidak mengganggu pemeran utama wanita aku masih bisa hidup, namun ceritanya berubah semenjak aku datang kesini.

Aku tidak tau di masa depan apakah akan tetap sama atau ada yang sedikit berubah, atau memang plotnya akan berjalan sesuai semestinya.

Kupastikan untuk kebahagian Lea dan Varenze dapat kuraih saat dimasa depan, aku yang berniat mengubah plot cerita membuatku harus berhati hati untuk tidak terjadi kesalahan apapun.

Pelayan yang sudah menyiapkan barang barangku dan perlengkapan yang akan ku bawa ke asrama akademi,terlalu banyak membuatku heran apa saja isinya.

Pelayan Elisia terutama Medina terlalu memperhatikan detail kecil untuk Elisia, itu bagus sekali sebenarnya namun aku jadi teringat Varenze, nasib Elisia dan Varenze selalu berkebalikan membuat aku selalu berpikir agar Varenze bisa diperlakukan adil secepatnya.

Aku berpamitan dengan Marquiss dan Marquisess di depan pintu mansion mereka menangisi putrinya atas kepergiannya bertahun tahun lamanya.

Aku berharap agar mereka mendoakan ku agar bisa hidup tenang tanpa konflik apapun.

Setelah berpuluh kilometer lamanya aku hampir tiba di Akademi, banyak sekali kereta kuda berada sejajar di sampingku untuk masuk ke dalam pintu gerbang akademi.

Banyak sekali lambang bangsawan yang juga lumayan terkenal yang kulihat, untung saja aku masih menghapal nama nama penting yang akan masuk ke dalam cerita.

Dan dipastikan aku sudah tau yang mana bangsawan yang bisa ditemani dan yang mana yang tidak, aku harus memperbaiki reputasi Elisia di akademi ini.

Menjadi orang yang baik dan tidak sombong ataupun mencari masalah.

"Elisia... jahat itu tidak akan ada di dunia ini lagi... "

Aku turun dari kereta kuda melihat banyak sekali bangsawan yang keluar masuk dari akademi, dan bangsawan yang baru datang dan sampai di aula.

Banyak pasang mata yang memandangku, ini lah kekuatan kedudukan yang terkenal dikalangan masyarakat juga posisi terkuat.

Dinovelnya Elisia Vederick sangat dihormati dan disegani oleh kalangan bangsawan disini,walau rumor nya seperti itu mungkin bagi mereka kedudukan lebih penting dari apapun.

Sepintar apapun kamu jika kedudukanmu dipandang jelek mereka maka itu tidak akan berguna disini.

Aku berlari cepat masuk ke dalam di akademi tidak akan ada pelayan yang mengikuti dan juga pengawal, diruangan besar dan seluruh lapangan juga tanah di akademi ini dipasang sihir perlindungan kuat yang tidak mudah diterobos oleh apapun.

Dan juga jika izin untuk keluar akademi itu juga akan susah tidak akan bisa sembarangan keluar jika ada alasan darurat dan ada yang mendampingi baru boleh keluar.

Jika sampai ketahuan oleh Kepala Akademi, akan diskor dan diturunkan peringkatnya, sebenarnya sangat ketat tapi ini demi keamanan diri sendiri.

Jika ada masalah terjadi dan siswa tidak menaati peraturan akademi,pihak akademi tidak ada kewajiban untuk bertanggung jawab.

Namun...Edwin adalah pengecualian, dinovelnya dia pernah meminta untuk keluar dari akademi tanpa alasan yang jelas dan kepala akademi dengan mudahnya menyetujuinya namun Edwin memang berbicara awalnya bahwa jika dia mendapatkan masalah akademi tidak masalah jika tidak bertanggung jawab.

Sementara itu ingatanku yang masih samar, mengapa dia meminta keluar akademi saat itu membuatku mencoba mengingat ngingat alasannya apa.

"Memang putra mahkota mah bebas yah.. enak sekali.. "

Ngomong ngomong soal Edwin aku harus segera ke asrama ku untuk menghindari dia karena waktu dia masuk akademi berbeda dari cerita di novelnya aku tidak tau kapan dia akan datang dan dimana dia akan masuk kelas, karena cerita sudah berbeda jadi kemungkinan ada perbedaan juga, aku tetap harus waspada dan jangan lengah.

Aku yang masuk kedalam kamar asrama ku dituntun oleh penjaga akademi, mereka sangat berhati hati dengan ucapannya.

Saat aku sampai ke kamarku aku melihat perbedaan yang jauh, kamarku sangat berjarak dengan pintu kamar lain yang mana pintu kamar lain itu jaraknya hampir sama semua sedangkan pintu kamarku jarak nya terasa lebih luas.

Tidak dijelaskan secara detail di novel namun Elisia berpikir bahwa kamar yang ada di asramanya sangat sempit tapi saat penjaga membuka kamar itu, menurutku kamar ini sudah sangat besar untuk seukuran asrama bangsawan.

Dilihat dari jarak pintu yang membedakan pintu kamar Elisia dengan pintu kamar lain bisa di lihat bahwa kamar Elisia yang satu satunya paling besar.

Aku heran Elisia merasa sempit dibagian mananya, sepertinya karena kamar Elisia yang sangat besar itu membuat dia tidak terbiasa dengan kamar barunya yang menurut dia sempit ini.

*ilustrasi kamar akademi Elisia.

Aku lalu berbaring ditempat tidur,istirahat sebentar karena kelas mulai besok hari, sangat beruntung aku tidak bertemu dengan Edwin ataupun Vion di aula tadi dan koridor asrama.

Kalau di asrama aku tidak mungkin bertemu pria disini karena asrama Pria dan Wanita jelas saja tidak campur.

Dan yang kupastikan pemeran utama pria di novel ini pernah berpapasan diasrama, jika itu akan sulit bagi Varenze yang beradaptasi disana.

"Dan aku belum bertemu dengan Lea tadi..... kemungkinan kamar Lea berada di lantai bawah satu lantai dari kamarku."

Aku bingung cara awal bagaimana untuk akrab dengan Lea,dikarenakan Elisia dicerita aslinya tidak pernah mengakrabkan diri dengan pemeran utama wanita.

Tapi jika dilihat dari sisi Lea sendiri dia juga mengharapkan seorang teman, jadi apakah Elisia yang terkenal itu tidak akan aneh dipandangannya jika tiba tiba mengajaknya untuk berteman?

Apa mungkin aku perlu praktek sendiri agar tidak aneh nantinya, atau aku harus pura pura terjatuh di hadapannya baru dia menolongku dan aku berterimakasih lalu bertanya namanya dan bilang padanya bagaimana jika berteman denganku??hmm... bingung banget, aku gak pernah mengajak seseorang berteman duluan soalnya, bagaimana ini..

Kehidupanku yang sangat Flat dan tidak berharap teman ataupun sahabat membuatku dikehidupan baru ini harus melakukan hal yang tidak pernah kulakukan sebelumnya dan belajar hal baru.

Dan trauma tentu saja menghampiriku, teman,ayah ataupun sahabat apapun itu dan bahkan ekonomi...kehidupan masa lalu yang tidak sangat ingin kuingat kecuali memori dengan ibuku.

Pengalaman berbicara dengan lelaki, bermain bersama dengan lelaki sudah ku lalui sebelumnya bahkan mendapatkan ancaman pun juga pernah.

Tetapi mengajak berteman dengan perempuan mengapa aku jadi segugup ini...aku tidak yakin Lea akan yakin untuk menerima permintaan berteman ku yang secara tiba tiba itu.

"Huftt........ mengapa hidupku semenyedihkan itu sih, seandainya saja aku pernah mengajak berteman duluan dengan teman perempuan seumuranku pasti gak akan se setres ini. "

Aku yang telah banyak berpikir pun tidak sadar bahwa jam sudah menujukkan pukul 6 sore saat aku sampai masih jam 3 sore saat berada dikamar.

Aku yang mulai mengantuk, tertidur dan mencoba melupakan dulu untuk beristirahat sejenak sampai hari esok tiba.

 --------------------------------------------

"Hai... kamu mau jadi temanku?..aku selalu melihat kamu dari kemarin tapi tampaknya kamu menjauhkan diri dari yang lain ya. "

"hm?... maaf? siapa ya? "

"Oh apa kau melupakan namaku, kita ini sekelas loh perkenalkan namaku Yeon Baek . "

Gadis itu mengulurkan tangannya duluan, Membuat gadis satunya yang bernama Haram Airin itu terlihat terkejut karena sebelumnya dia tidak pernah diajak berteman oleh teman sekelasnya.

Karena asal usulnya yang sangat menyedihkan itu.

Semenjak itu Yeon Baek terus terusan berbicara kepada Airin dengan mengajaknya menjadi temannya, mencoba membuka hati Airin yang tidak pernah membuka nya untuk siapapun.

-------seminggu setelahnya

"Kau lagi baca apa Airin.. "Tanya Yeon Baek., melihat Airin sangat serius membaca novel di handphonenya.

"Oh ini... novel kesukaanku.. aku sudah lama membaca ini tapi belum selesai juga. "

"Apa untungnya sih baca itu , buat halu aja itu mah.. "

"Apa maksudmu? ya buat hiburan lagi buat apa lagi memang nya kalau baca novel selain buat hiburan. "

"Apa pemeran utama wanita disitu dikelilingi pria pria tampan? "

"Hm.. iya diceritakan disini mereka terobsesi oleh pemeran utama wanita. "

"Oh sepertinya itu cocok untukku, dan apakah disitu ada Antagonisnya? "

"hm? ah ada... dia menyukai pemeran utama pria putra mahkota tapi tidak bisa digapai nya karena putra mahkota menyukai pemeran utama wanita. "

"Sepertinya pemeran antagonis itu cocok sekali untukmu Airin hahaha. "

Saat mendengar itu Airin yang agak terkejut dengan ucapan Yeon Baek, terdiam sejenak,dia berpikir kemungkinan Yeon Baek mengatakan itu karena sikap Airin yang tidak pernah bergaul dengan pria ataupun berkencan dengan seorang pria.. yang membuat tidak ada satupun pria yang tertarik padanya.

Perkataan Yeon Baek tersebut tidak membuat Airin membencinya karena dia sadar akan hal itu.

Namun kejadian yang membuat Airin terus terkejut dengan ucapan Yeon Baek membuat gadis itu tersadar semakin dia dekat dengan Yeon Baek semakin banyak sindiran yang tidak mengenakan dari gadis itu.

Sampai dimana waktu pun berlalu ada suatu kejadian yang membuat Airin benar benar harus menjauhi Yeon Baek,gadis yang awalnya mengajak berteman dengan Airin itu.

Ternyata menyebarkan hal hal buruk kepada teman yang ada dikelasnya, gosip yang buruk mengenai Airin yang dibuat buat oleh Yeon Baek, membuat Airin menangis seharian dikamarnya sempat dia bolos seminggu karena malu untuk masuk kelas.

Saat masuk kelas pun gosip itu tidak pernah pudar dan Airin dihantui cacian makian dari teman sekelasnya bahkan sudah menyebar di seluruh sekolah tempat dia belajar.

Semenjak saat itu Airin tidak pernah mengajak seseorang berbicara duluan atau menerima ajakan teman dari orang lain,trauma yang dia alami sangat membekas hingga ia dewasa.

1
Dania
semangat tor
GACHA LIFE
bagus!!
ygwegtloh
jgn jgn nnti pangeran nya masuk lebih awal juga
araraa
bdh bgt ga si😭 yang buat Vion tanggung jawab woi
KEITH
pintar banget putra mahkotanya keknya ga bisa dikibulin lagian yang malsuin juga tiba tiba bilang tampan kan ngakak🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!