NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Setelah Tewas Bersama Istri

Terlahir Kembali Setelah Tewas Bersama Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Cinta Seiring Waktu / Keluarga
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Leon Messi

Setelah hidup lontang-lantung selama separuh hidupnya, Denzel Bastian mengacaukan kehidupannya dengan tangan sendiri. Dia kehilangan istri dan ketiga anak kembar untuk selamanya. Hingga saat berada dalam lautan api, istri yang sudah bercerai bertahun-tahun dengannya tanpa ragu menerjang masuk ke kobaran api untuk mati bersamanya.

Denzel pun sadar, ternyata istrinya begitu mencintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Bab 12 Memberikan Gizi Kepada Anak-Anak

Masuk ke dalam halaman, Denzel langsung menutup pintunya. Dia menemukan pengki dan wadah untuk air di sudut halaman, kemudian masuk ke dalam ruang angkasa dan bersiap untuk menanam stroberi.

Tiba di ruang angkasa, Denzel meletakkan barang-barang di tangannya di tanah dan mengeluarkan beberapa bungkus benih stroberi dari kantong plastik.

Denzel menemukan sebidang tanah yang dekat dengan kolam, lalu membuka sebungkus benih stroberi, menuangkan sebagian benih stroberi di telapak tangan, mengepalkan tangannya,

Menyisakan celah antara jari telunjuk dan jari tengah, menggoyangkan pergelangan tangan dan menaburkan benih stroberi secara merata ke lahan di depannya.

Denzel juga tidak tahu cara spesifik melakukannya. Namun, dia sudah berada di desa selama beberapa waktu dan terkadang dia juga melihat para penduduk desa menanam sayuran di ladang. Sekarang, dia hanya perlu mengulangi langkah-langkah sesuai dalam ingatannya.

Sekarang, Denzel juga tidak tahu berapa banyak dari biji ini yang bisa bertumbuh.

Jadi, Denzel langsung menaburkan benih stroberi di area ini. Ketika benihnya sudah berkecambah, Denzel akan memilihi beberapa bibit stroberi

Yang berkualitas tinggi untuk ditanam.

Setelah beberapa saat, Denzel menaburkan tiga bungkus benih stroberi ke tanah, dengan total lebih dari tiga ratus benih.

Walaupun tingkat pertumbuhannya tidak tinggi, kalau ada seratus bibit lebih yang tumbuh, buah yang dihasilkan dapat menghasilkan banyak uang.

Setelah menaburkan benihnya, Denzel kemudian menutupi lapisan benih itu dengan tanah. Dia pun menghela napas lega setelah menyiramnya dengan air.

Setelah selesai, Denzel berjalan ke stroberi yang ditransplantasikan pagi hari dan melihat hanya dua buah stoberi yang tersisa di atasnya.

Walaupun sudah beberapa jam berlalu, ukurannya tetap sama dan hanya sebesar kepalan tangan orang dewasa. Seharusnya ukurannya sudah maksimal.

Namun, warnanya bahkan lebih merah cerah dari sebelumnya dan juga wangi.

Denzel sebenarnya ingin mencoba merasakan lagi kenikmatan stroberi ini.

Namun, dia teringat dengan Fiona yang masih hamil. Terutama ketika melihat ekspresi Fiona yang mirip hamster ketika makan stroberi, Denzel pun tersenyum dan tidak jadi memetik satu buah stroberi untuk dimakan.

Sekarang ini, Denzel tidak tahu kapan stroberi yang ditanam akan berbuah. Jadi, dia harus menyisakan dua buah ini untuk Fiona.

Namun, beberapa batang stroberi ini tidak menunjukkan tanda-tanda mekar setelah sekian lama. Tampaknya bahkan tanaman di dalam ruang angkasa, semuanya juga memiliki siklus pertumbuhan tertentu.

Setelah berdiam diri di depan bibit stoberi beberapa menit, Denzel pun berdiri dan kembali ke area di mana benih stroberi ditaburkan beberapa menit yang lalu.

Ketika dia melihat banyak tunas kecil telah menembus tanah di area ini, Denzel benar-benar kagum dengan keajaiban ruang angkasa ini.

Denzel juga tidak diam saja, dia segera mengambil cangkul yang dibelinya di toko alat pertanian dan berjalan ke sisi lain. Denzel mengepalkan pegangan cangkul dengan

Kedua tangannya, kemudian mengayunkan cangkul itu dengan sedikit canggung dan mulai menggali lubang.

Setelah menggali seratus lubang lebih, Denzel merasa bahwa tunas stroberi sudah tumbuh dengan baik. Jadi, dia bisa memindahkannya ke dalam lubang ini.

Ketika melihat orang-orang di desa mengayunkan cangkul dengan santai, Denzel harus mengakui bahwa ternyata itu sangat sulit dan tidak semudah itu.

Diikuti suara cangkul yang menancap tanah, Denzel yang pertama kali menggunakan cangkul membutuh waktu setengah jam lebih untuk menggali dua ratus lubang.

Mungkin karena postur genggaman cangkul yang kurang tepat, setelah

Melepaskan cangkulnya, Denzel baru menyadari bahwa telapak tangannya terluka.

Namun, luka kecil itu tidak seberapa bagi pria seperti Denzel.

Setelah menggosok tangannya, Denzel pun kembali ke sisi kolam.

Setelah lebih dari setengah jam, Denzel menyadari area penaburan benih yang masih kosong tiba-tiba sudah penuh dengan warna hijau!

Benih stroberi mulai meregangkan cabang dan penuh dengan vitalitas.

Denzel bahkan terkejut ketika menyadari tingkat bertunas dari benih stoberi jauh melebihi bayangannya.

Dilihat dari kepadatannya, seharusnya sudah mencapai sembilan

Puluh persen.

Semua ini mungkin berkat mata air di ruang angkasa ini dan energi spiritual yang terkandung di dalam tanah.

Selanjutnya, bibit stroberi akan ditanam.

Denzel menyingsingkan lengan bajunya, berjongkok dan mulai secara selektif menarik bibit stroberi dan memasukkannya ke dalam pengki yang dibawanya.

Meskipun ratusan bibit stroberi ini sangat kuat dan sehat, tetap ada beberapa bibit dengan kualitas yang jelek dan juga kecil.

Denzel juga tidak bisa menanam terlalu banyak untuk saat ini. Jadi, dia pun memilih beberapa bibit dengan

Kualitas yang lebih baik untuk ditanam.

Dalam waktu singkat, sebagian besar bibit stroberi yang awalnya padat hijau telah dicabut oleh Denzel.

Denzel membawa pengki yang penuh dengan bibit stroberi, lalu berjalan ke lubang yang dia gali sebelumnya. Dia mulai melemparkan setiap benih ke dalam lubang.

Setelah melemparkan tiga ratus lebih bibit stroberi, Denzel baru menyadari bahwa masih ada puluhan bibit di dalam pengki. Dia kemudian mengambil cangkul dan mulai menggali lubang lagi.

Selesai menggali lubang, Denzel memasukkan bibit stroberinya dan menyiram air ke tanah setelah semua lubang di tutup dengan tanah. Denzel

Melakukannya dengan teratur.

Denzel sibuk di ruang angkasa ini selama hampir tiga jam.

Konsentrasi tinggi dalam melakukan hal seperti ini merupakan pertama kali bagi Denzel. Setelah hidup dua kali, Denzel hanya pernah berkonsentrasi dalam judi.

Setelah menyirami bibit stoberti yang terakhir, Denzel menegakkan punggungnya yang terasa pegal. Dia merasa sangat senang ketika melihat deretan bibit stroberi yang tersusun rapi dan teratur.

Walaupun prosesnya sangat membosankan, Denzel merasa sangat senang ketika melihat hasil dari kerja

Kerasnya.

Perasaan gembira ini tidak bisa dibandingkan dengan perasaan ketika menang di meja judi.

Setelah selesai, Denzel pun menghela napas panjang sambil membereskan peralatannya. Denzel berjalan ke samping kolam karena merasa haus dan berjongkok, kemudian mengambil mata air dengan kedua tangan dan mulai meminumnya.

Setelah minum mata air dingin untuk beberapa saat, perasaan dingin yang tak terlukiskan tampaknya menyebar dari perut ke anggota badan dan tulang.

Dalam waktu kurang dari satu menit, Denzel merasa sebagian besar kelelahannya sudah menghilang dan

Otaknya jauh lebih jernih.

Ternyata mata air ini tidak sederhana!

Setelah minum, Denzel menyeka mulutnya, kemudian memasukkan sisa benih stoberi ke dalam kantong plastik.

Dia membawa kantong plastik itu dan keluar dari ruang angkasa ini.

Ketika kembali ke halaman, ternyata hari sudah gelap.

Tidak ada ponsel dan tidak ada jam di rumah. Denzel memperkirakan seharusnya sekarang sudah jam enam lebih.

Sekitar dua jam lagi, Fiona seharusnya sudah pulang bekerja.

Sekarang masih ada waktu. Denzel masih punya tiga puluh sembilan ribu

Rupiah di sakunya. Dia bisa membeli sedikit daging dan sayuran untuk masak hidangan enak malam ini. Dia harus memberikan gizi yang cukup untuk Fiona dan bayi di dalam perutnya.

Walaupun mereka tidak memeriksa ke rumah sakit, Denzel juga tahu bahwa kondisi Fiona dan anak-anak di dalam perutnya pasti kekurangan gizi.

Lagi pula, dalam beberapa bulan terakhir, mereka benar-benar sangat jarang makan daging. Terkadang, Denzel bahkan akan merebut daging di piring Fiona...

Saat ini, Denzel benar-benar tidak tahu apa yang dipikirkan dirinya di masa lalu.

Setelah dipikir kembali, Denzel ingin sekali menampar diri sendiri.

Setelah berdiri sebentar di halaman,

Denzel membersihkan noda lumpur kering di celananya, kemudian berjalan ke arah pintu. Dia membuka pintu, keluar dari halaman dan pergi membeli bahan makanan di kota.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!