NovelToon NovelToon
Kubalas Suami Brengsekku

Kubalas Suami Brengsekku

Status: tamat
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:296.9k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Suaminya berkhianat, anaknya di tukar dan dihabisii. Selama lima tahun dia merawat anak suami dan selingkuhannya yang bahkan tinggal satu atap dengannya berkedok sebagai pengasuh.

Bahkan dirinya diracuni oleh pelayan kepercayaannya. Ratih, berakhir begitu tragis. Dia pikir dia adalah wanita paling malang di dunia.

Namun nasib berkata lain. Ketika dia membuka mata, dia berada tepat dimana dia akan melahirkan.

Saat itu Ratih bersumpah, dia akan membalas suaminya yang brengsekk itu. Dia akan mengambil bunga dari setiap perbuatan suami dan semua yang telah menyakitinya dan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2. Kematian dan Kelahiran Kembali

Bak seseorang yang hatinya patah, Ratih juga merasakan dunianya seolah runtuh. 5 tahun lamanya, dia menjadi istri yang selalu mementingkan kepentingan suaminya. Karirnya yang cemerlang, dia tinggalkan demi menjadi ibu rumah tangga yang mengurus suami dan anak, yang bahkan anak simpanan suaminya.

Air matanya sudah habis, dia keluar dari dalam mobilnya dengan mata sembab, menuju ke rumah mewahnya yang bahkan dibangun sesuai dengan keinginan suaminya.

Ratih melangkah dengan langkah gontai.

Dari arah rumah, keluar seorang wanita paruh baya. Pengasuh yang menemaninya sejak kecil. Melihat Ratih yang begitu sedih, pelayan itu bergegas menghampiri Ratih.

"Nyonya, nyonya kenapa?"

Ratih menoleh, dan langsung memeluk pelayannya itu.

"Bibi Erma!"

Tangisnya pecah, dia tidak memiliki siapapun lagi. Kedua orang tuanya sudah tiada tiga tahun yang lalu. Karena sebuah kecelakaan. Hanya bibi Erma yang dia percaya saat ini.

"Mas Fandi, bi. Mas Fandi!"

Ratih seolah mengadu, berusaha membagi beban berat di dalam hatinya. Rasa sesak itu, rasa kecewa, rasa sedih, sakit yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata. Dia menumpahkannya lewat air mata di pelukan seseorang yang sudah dia anggap keluarga, bukan pelayan semata.

Usapan lembut bibi Erma di punggung Ratih, membuat Ratih tahu. Setidaknya dia tidak sendirian, tidak benar-benar sendirian.

Malam semakin larut, Ratih masih berdiri diam di belakang jendela kamar Naufal. Jika Naufal bukan anaknya, lantas dimana anaknya. Jawaban itu sungguh hanya bisa diberikan oleh Fandi, namun saat ini dia sungguh tidak ingin melihat Fandi. Dia takut tidak bisa menahan diri dan melakukan sesuatu yang akan dia sesali di kemudian hari.

Butiran air mata itu menetes lagi, 5 tahun lamanya. Artinya anaknya ada di luar sana selama 5 tahun ini. Entah bagaimana nasibnya. Pasti banyak kesulitan di luar sana. Sementara dia memanjakan anak orang lain, dengan kasih sayang dan kemewahan, dia tidak tahu apakah di luar sana anaknya bahkan bisa makan.

Air mata itu tak kunjung berhenti. Dia sudah menghubungi pengacaranya, untuk datang besok. Untuk membantunya mencari anaknya. Dia sudah berencana mengatakan semuanya pada pengacaranya.

Ceklek

"Nyonya, nyonya belum makan dari siang. Setidaknya minumlah susu hangat ini, nyonya!" kata bibi Erma.

Ratih menoleh ketika bibi Erma berjalan menghampirinya.

"Nyonya, nyonya harus kuat. Besok pak pengacara Markus pasti akan membantu nyonya menemukan anak nyonya yang sebenarnya. Minum dulu susunya selagi hangat, ini akan nyaman untuk perut nyonya!"

Bibi Erma menyerahkan gelas berisi susu putih hangat itu pada Ratih. Ratih menerimanya, meminumnya setengah.

"Terima kasih, bi Erma. Bibi istirahatlah, bibi pasti lelah!"

Bibi Erma meraih gelas itu, tapi tiba-tiba saja pintu kamar Naufal itu terbuka. Fandi dan Sarah masuk bersama.

Mata Ratih terbelalak lebar, dadanya bergemuruh, dia merasa begitu marah melihat keduanya.

"Berani-beraninya kalian datang kemari? bibi Erma, usir mereka pergi!" pekik Ratih yang memang tidak ingin melihat kedua pengkhianat itu.

"Nyonya, mana mungkin aku mengusir anakku sendiri?"

Deg

Ratih tertegun, matanya melebar. Menatap bibi Erma dengan raut wajah kaget bukan main.

"Anak?" tanya Ratih.

"Iya, bibi Erma adalah ibuku!" kata Sarah.

Ratih terhuyung, dia tidak percaya semua ini. Semua orang yang dia makan, semua orang yang dia anggap keluarga, ternyata para penipu.

"Uhukkk!"

Ratih merasa dadanya sesak, dan ketika dia batuk, cairan merah keluar dari mulutnya.

"Karena kamu sudah mau matii, maka aku akan katakan semuanya padamu. Percuma kamu cari anakmu, dia sudah kamu jual. Dia kami jual pada orang yang akan menjadikan dia pengemis di pinggir jalan. Aku dengar orang itu tak segan mematahkann kaki atau tangan, supaya banyak yang kasihan pada anak-anak yang dijadikan pengemis di jalanan itu!"

Ratih marah, mata dan wajahnya merah. Di sudut bibirnya kembali mengalir cairan merah itu.

Dadanya sakit, dia ingin memukul Fandi. Tapi dia malah terjatuh di lantai.

Brukk

"Susu itu beracun, kamu akan matii, nyonya!" kata bibi Erma yang mendekati Sarah dan merangkulnya.

"Kalian semua, kalian semua jahat!" pekik Ratih dengan semua sisa tenaganya.

"Orang tuamu, bukan jatuh ke jurang tanpa sengaja juga Ratih..."

Mata Ratih makin melebar, sakit di dadanya akibat racun itu tak sebanding dengan rasa sakit ketika dia mendengar pengakuan lain dari Fandi.

"Remnya blong, aku yang melakukannya. Satpam Joni, dia orangku. Dia yang melakukannya!"

Ratih seperti tertusukk dan tertusukk lagi. Kenapa orang-orang yang dia percaya semuanya menaikannya dari belakang seperti itu.

"Kamu merasa sendirian ya? tapi itu salahmu. Orang-orang yang setia malah kamu usir!"

"Itu karena kalian!" pekik Ratih, "kalian sudah menipuku..."

"Ya, dan kamu harus matii sekarang! Besok, pengacaramu akan datang, dan mengatakan kamu terkena serangan jantung!"

Ratih menggelengkan kepalanya. Pengacaranya juga? sungguh dia ingin menertawakan betapa bodohnya dirinya. Bagaimana bisa dia menyingkirkan orang-orang kepercayaan ayahnya, dan menggantinya dengan semua orang Fandi. Dia benar-benar sudah butaa.

"Kalian akan dapat balasan... agkh!"

Fandi mencekikk leher Ratih.

"Balasan? balasan katamu?" Fandi terkekeh, "bahkan kamu akan mati. Wanita kotor sepertimu, menurutmu pantas untukku!"

Brakk

Fandi kembali menghempaskan tubuh Ratih.

Ratih kesakitan, nafasnya terasa semakin tercekat dan pendek-pendek.

"Anak itu anakmu, kenapa kamu tega...." Ratih masih berusaha menyadarkan Fandi. Anaknya juga anak Fandi, kenapa harus sekejam itu pada anaknya sendiri.

Jika pun dia harus mati, setidaknya Fandi harus menyelamatkan anak itu.

"Yang menyelamatkanmu malam itu dari para perampok bukan aku! yang memberimu penawar obat itu juga bukan aku. Ada seseorang yang mendahuluiku. Tapi, karena aku tidak ingin kehilangan kesempatan menjadi orang kaya maka aku menikahimu. Anak itu bukan anakku!"

Ratih memejamkan matanya. Dia benar-benar menganggap Fandi penyelamatnya. Ternyata bukan. Betapa bodohnya dia.

Dadanya terasa sesak, meski sudah mengetahui semuanya. Dia juga tidak bisa melakukan apapun. Ratih terkulai lemas di lantai, pandangannya mulai kabur. Meski begitu dia bisa melihatnya samar. Ketiga orang di dalamnya sedang tertawa.

"Aku tidak akan memaafkan kalian! aku akan membalas...."

Brukk

Bip

Bip

Bip

"Ratih, Ratih?"

Ratih membuka matanya perlahan, semuanya putih. Dia pikir dia sudah matii. Tapi beberapa saat...

"Ratih, akhirnya kamu bangun. Jangan tidur nak, setelah melahirkan kamu tidak boleh tidur!"

"I...ibu!"

Ratih melihat ibunya.

"Iya ini ibu. Selamat ya nak, anak kamu laki-laki. Bibi Erma sedang mengikuti perawat yang membersihkannya..."

Ratih mencubit tangannya sendiri. Dan rasanya sakit.

'Ini bukan mimpi!' batinnya.

Ratih melebarkan matanya, dan berusaha bangun.

"Jangan bangun dulu..."

"Bu, tolong ikuti bibi Erma. Awasi anakku Bu, jangan biarkan dia sendirian, jangan biarkan anakku bersama bibi Erma. Cepat Bu!"

***

Bersambung...

1
Evy
Ben... memang tidak peka deh..
Evy
Kurang kerjaan juga si Ben..
Evy
Seharusnya biar kan saja mereka melihat dan menggendong bayi nya.. pasti mereka sayang banget dantidak akan mencelakai anak yang dikira anak kandung nya.nanti setelah kebenaran terungkap,. betapa shock nya menerima kenyataan,
Evy
Rasain tuh .. emang enak..
Evy
Apa jangan jangan pengawal pribadi itu lah Ayah dari bayi nya...
Sayekti 0519
s e m p u r naa... bravo author.
Noer Row_ling: terima kasih
total 1 replies
WHATEA SALA
Ben tolol,pengecut bisanya cuma bilang maaf..maaf terus mau minggat,gak malu,Ratih loh sudah lama cerai dari Fandi,kenapa gak tanggung jawab nikah sama Ratih dan Ratih belum nikah sama orang lain,gitu bilang gak kuat klu liat Ratih nikah sama orang lain terus mau minggat wkk..wkk,klu merasa bersalah ya di nikahin aja si Ratih,pakde..pakde..jelimet karepe dewe
Fitrian
cuuuuhhhhhhh mokondo tak punya 🧠🧠🧠🧠🧠🧠🖕🖕🖕
WHATEA SALA
Harus nya jangan di labrak dulu..bikin rencana matang untuk membalas,maaf cuma komen
Erna Masliana
bebaskan sambil kasih racun
Erna Masliana
Maya gak tau aja kehidupan pertama Ratih
Erna Masliana
Ben jadi sumber penderitaan Ratih karena diamnya dia
Erna Masliana
gitu dong ngobrol... apa yang mengganjal itu diobrolin jangan berasumsi sendiri...
Erna Masliana
aku setuju kamu ngasih tau Sarah..biar gak jadi hantu penasaran
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣selaw
Erna Masliana
nah kan jewer Bu 🤣🤣
Erna Masliana
greget ya Bu... nanti kalo ketemu jewer aja Bu
Erna Masliana
bagus..hajar 💪
Erna Masliana
sebenarnya sumber penderitaan Ratih emang Ben .. sebagai orang tua ngamuk wajar
Erna Masliana
efek bales dendam pelan pelan..ya gitu... duit ludes.. buat selingkuh.. buat foya foya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!