NovelToon NovelToon
Di Balik Kontrak Pernikahan

Di Balik Kontrak Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Nikah Kontrak
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Kaka's

Pernikahan kontrak atau karena tekanan keluarga. Mereka tinggal serumah tapi seperti orang asing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Istri yang Terlupakan

Pagi menyapa dengan kabut tebal yang menggantung rendah, seolah mewakili pekatnya kegelapan yang menyelimuti jiwaku. Setelah malam panjang yang melelahkan, penuh isak tangis dan gedoran pintu dari Mas Fikar, aku terbangun di atas lantai semen. Tubuhku kaku dan kedinginan. Di sampingku, ponsel tergeletak mengenaskan dengan layar yang retak seribu. Sebuah notifikasi muncul, namun bukan dari Mas Fikar. Pesan itu datang dari Ibu Sofia.

​Aris sedang dalam perjalanan menjemput Clara untuk pemeriksaan rutin. Jangan harap dia akan kembali padamu hari ini. Sadarlah, posisimu sudah digantikan oleh sesuatu yang lebih berharga.

​Kalimat itu rasanya seperti siraman air garam di atas luka yang masih menganga lebar. Aku bangkit dengan sisa tenaga yang ada, membasuh wajah sembabku, dan memutuskan keluar hanya untuk mencari udara yang lebih lega. Namun, entah mengapa di setiap sudut jalan aku merasa orang orang menatapku dengan iba. Aku merasa seolah seluruh dunia sudah tahu bahwa Kiki, si istri kontrak itu, kini hanyalah rongsokan yang tak lagi punya nilai guna.

​Langkah kakiku yang tanpa arah membawa aku berhenti tepat di depan sebuah butik perlengkapan bayi mewah di pusat kota. Napas mencekat. Di sana, terparkir mobil mewah yang sangat kukenal. Itu mobil Mas Fikar.

​Dari balik kaca besar butik, pemandangan di dalam sana menghancurkan sisa-sisa kewarasanku yang paling dasar. Mas Fikar berdiri tepat di samping Clara. Ia memegang pundak wanita itu saat Clara sibuk memilih kereta bayi berwarna biru langit. Mas Fikar tidak terlihat marah. Ia tampak patuh, seperti seorang pria yang sudah menerima takdirnya sebagai tawanan dari kesalahannya sendiri.

​Aku berdiri mematung di trotoar, membiarkan kebisingan jalanan mengabur. Di dalam sana, mereka terlihat seperti potret keluarga kecil yang sempurna. Pria sukses, wanita hamil yang cantik, dan masa depan yang terjamin. Sementara aku? Aku berdiri di sini dengan pakaian lusuh, uang di saku yang mungkin hanya cukup untuk makan dua hari, dan hati yang sudah dicabik cabik tak berbentuk.

​Tiba-tiba Clara menoleh ke arah jendela. Mata kami bertemu. Ia sama sekali tidak terkejut. Sebaliknya, ia mengembangkan senyum kemenangan yang paling lebar yang pernah kulihat. Dengan sengaja, ia menarik tangan Mas Fikar dan meletakkannya di atas perutnya yang membuncit. Aku melihat Mas Fikar sempat tertegun. Matanya menatap perut itu dengan tatapan yang sulit diartikan, mungkin campuran antara rasa tanggung jawab dan penyesalan yang terlambat.

​Aku berbalik dan lari sekuat tenaga. Aku lari sampai paru-paruku terasa mau pecah, sampai kakiku lemas dan aku jatuh tersungkur di pinggir jalan yang ramai. Tak ada yang menolong. Jakarta tetap sibuk dengan urusannya sendiri, tidak peduli pada seorang wanita yang dunianya baru saja kiamat untuk kedua kalinya.

​Satu kenyataan pahit menghantamku. Di rumah megah keluarga Dirgantara, namaku mungkin sudah dihapus dari daftar penghuni. Foto fotoku mungkin sudah diturunkan dari dinding, diganti dengan hasil USG anak Clara. Aku adalah istri yang terlupakan, sebuah bab yang ingin segera dihapus oleh Mas Fikar dan ibunya agar mereka bisa memulai lembaran baru yang terlihat lebih sempurna di mata sosial.

​Malamnya, saat aku kembali ke rumah petak, aku menemukan sebuah amplop besar terselip di bawah pintu. Isinya adalah surat gugatan cerai resmi. Nama penggugat di sana tertulis jelas: Fikar Dirgantara. Namun ada yang mengganjal. Di bagian bawah surat, goresan tanda tangannya terlihat ragu, seolah tangannya gemetar hebat saat menggoreskan pena itu di atas kertas.

​Aku memeluk surat itu dan menangis meraung raung. Bukan karena aku ingin mempertahankan pernikahan ini, tapi karena kenyataan bahwa dialah yang melayangkan surat ini lebih dulu. Seolah dia ingin segera mencuci tangannya dariku agar bisa menyambut kehidupan barunya tanpa cela sedikit pun.

​Kamu benar benar melakukannya, Mas, bisikku di antara isak tangis yang parau. Kamu benar benar membuangku seperti sampah.

​Aku meraih pena. Dengan tangan yang jauh lebih mantap dan tegas daripada tangannya, aku menandatangani surat itu. Jika dia ingin aku lenyap agar dia bisa menjadi ayah yang baik bagi anak Clara, maka aku akan memberikannya. Tapi aku bersumpah, mulai detik ini, Kiki yang dulu mencintainya dengan tulus telah mati bersama surat ini. Aku akan menghilang. Bukan sebagai pecundang, tapi sebagai wanita yang menolak untuk terus diinjak oleh laki laki yang bahkan tidak punya keberanian untuk jujur.

1
SHLDC’s Company
kalau pernikahan sama kiki sdh 2 th,harusnya anak clara sdh lahir ya.
aku kok bingung bacanya...
Murni Dewita
👣
Hunk
Apakah ini yang di sebut Cinta karena terbiasa. Atau Aris hanya khawatir jika Arini terluka sandiwara nya bakal terbongkar atau ibu nya akan khawatir.💪🙏
Val07
sok2an kai aris, ntar kmu yg ga bsa lepas dr arini.😡
ntar giliran kewajiban nuntut, tp hak sbagai suami ga d jalankan.
Serena Khanza
udahlah arini mending abaikan aris aja gak usah berharap banyak sama dia. ego nya aris lebih besar tertutup ego yang segede gunung salju😌
Panda
kak kok kayanya aku pernah baca yaaaaa
Kaka's: baca di mana hayoo... 🤭🤭🤭
total 1 replies
deepey
kasihan aris
𓆩🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴬᴸᶻ Ⓥⓘⓥⓘⓐⓝ𓆪
Sebaiknya jarang terlalu berharap lebih Arini, kalo tidak sesuai ekspetasi, nanti km bakal jauh lebih sakit dari sekarang.
deepey: semoga benar-benar muncul harapan buat arini
total 1 replies
Serena Khanza
najis banget ketemu model laki kek aris.. kek nya nama aris dimana mana nyebelin ya😏 yang viral itu juga namanya aris, eh disini namanya aris juga 🙄😌
ku doain semoga arini ketemu laki laki lain yang memperlakukan dia dgn baik, biar aris ini menyesal seumur hidup
Hunk
Dalem banget bagian ini… dialognya kerasa dingin tapi justru nusuk. Aris kelihatan realistis, tapi di saat yang sama kejam tanpa sadar. Sementara Arini posisinya bikin miris—dia jatuh cinta pada versi yang bahkan mungkin nggak pernah benar-benar ada. Konflik emosinya kerasa kuat dan relate, apalagi soal pernikahan yang cuma “kesepakatan”. Penasaran banget kelanjutannya bakal sejauh apa perasaan Arini bertahan atau malah hancur.
𓆩🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴬᴸᶻ Ⓥⓘⓥⓘⓐⓝ𓆪
Miris banget nasib Arini harus hidup dibawah keputusan orang lain, bahkan untuk mendapatkan hak nya sendiri, hak untuk bahagia aja engga bisa 🙃
Fra
Kasihan sekali kamu Arini, demi membantu keluarga juga lho ini ;(
Sedih
Serena Khanza
aku suka sama ceritanya , bener2 kehidupan pernikahan yang tanpa cinta tapi disini dikemas dengan cerita yang menurutku asik gitu buat di baca nya gak berat gak yang rumit gitu.. semangat terus thor 💪🏻
Serena Khanza
sejauh ini untuk di awal bab kerasa banget sih dua manusia yang menikah tanpa cinta, yg satu ingin sedikit aja ada perhatian/setidaknya kek aku disini loh ada gitu, sedangkan yang satu kek naif, sok gak butuh, sok gak peduli atau mungkin ada sesuatu nih..
Hunk
Bagus cerita nya tentang nikah kontrak.

Tapi maaf sebelum nya, apa narasi nya ke copy dua kali🙏🙏 Soal nya ada bagian yg sama pas ngebahas perjanjian pernikahan mereka.
Hunk: iya sama sama. Senang bisa membantu🙏
total 2 replies
𓆩🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴬᴸᶻ Ⓥⓘⓥⓘⓐⓝ𓆪
Begini lah gambaran nyata kalo menikah tanpa perasaan
deepey
arini big hug for u
deepey
semangat berkarya ya kk 💪
Kaka's: trimakasih kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!