Leana putri tunggal seorang pengusaha yang tidak pernah terekspos, sehingga dia di kenal sebagai anak orang miskin yang masuk ke tempat elit demi menaikkan derajat. Menjadi pacar seorang anak miliyader membuatnya menjadi pusat perhatian, Reno putra ke tiga dari keluarga ternama di kotanya, Ketika berkunjung kerumah sang pacar dia mendapati teman baiknya sedang berduaan. Meminta pertanggung jawaban namun tak di hiraukan Reno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhe vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
"Love, kamu mau taman di sini mau di buat gimana?". Tanya Ray tiba-tiba karena kami sedang berada di taman.
"Gimana apanya?".
"Kalau anak kita mau main nanti bagaiamana?".
"Ya biar kayak gini aja sih beb".
"Oh ya sudah, aku mau telpon orang taman dulu".
"Hah?".
Apa lagi yang akan di perbuat suamiku ini, aku aja heran dengan mama mertua yang tiba-tiba bongkar ruangan bawah buat jadi kamarku dan Ray, sedangkan beliau tidur di kamar atas, jadi di lantai 1 hanya ada kamarku.
Apa sekarang Ray yang mau merubah taman rumah ini? Kami kan hanya sementara tinggal di sini, kenapa dia jadi mau bikin taman di sini buat anak-anak.
"Lama ya love". Tanyanya yang baru selesai menelpon seseorang
"Kita kan di sini cuma sementara aja beb, kenapa harus bikin taman lagi sih".
"Kita memang sementara, tapi anak kita kan pasti sering kesini". alasannya
"Hais terserah kamu aja lah".
Aku benar-benar pasrah dengan suamiku ini, jika aku berkata tidak, dia tidak menggubrisku malah dia melakukan apa yang dia mau.
Perawat khusus untukku, pembantu baru spesial untukku, belum lagi nanti akan ada babysiter untuk menjaga bayiku.
"Beb".
"Ya?".
"Kalau nanti aku jadi gemuk gimana karena nggak ngapa-ngapain?".
"Terus? Mau kamu gemuk atau kurus yang pentingkan perasaan aku sama kamu, ingat ya Love fisik bisa di rubah tapi untuk masalah hati tidak. Jika niat seorang baik dalam hubungannya mau bagaimanapun rupa pasangannya dia bakal setia kok".
"Ya ampun siapa sangka suamiku ini gombal banget ya". Tawaku pada Ray
Bagaimana bisa di berfikir begitu? Sedangkan setauku pria itu memandang fisik, contohnya aja aku sama Reno dulu, dia malah selingkuh sama Melinda yang lebih cantik dari aku.
Sekarang Ray bilang begini aku jadi ragu padanya, pria sempurna seperti dia ini bukankah memiliki tipe wanita idamannya sendiri, apa lagi dengan status dan pekerjaannya sekarang ini.
Saat aku jalan-jalan dulu aku menemui banyak orang baru, selain dia di tinggal kemudian sebagai seorang ibu tunggal aku juga menemui seorang wanita cantik banget, tapi dia di selingkuhi oleh suaminya sendiri, dengan alasan karena dia mandul, lalu dia meninggalkan wanita itu dengan wanita yang biasa saja tapi memberinya seorang anak.
Terkadang hidup nggak adil banget untuk seorang wanita, wanita mana sih yang nggak mau di bahagiakan oleh pasangannya, apa lagi cinta bertepuk sebelah tangan saja.
"Melamun apa Love".
"Nggak cuma lagi kefikiran sesuatu aja kok. Masuk yuk sudah panas banget di luar".
Ketika kami masuk, ruang tengah sudah sangat ribut lagi-lagi Melinda dan Reno bertengkar dengan anak mereka yang menangis histeris di sana.
"Kalau ribut jangan di sini, di kamar kalian aja sana". Tegur Ray
"Apa sih kak mau ikut campur terus". Marah Reno
"Ikut campur kamu bilang, yang ada kalian yang bikin ribut di rumah ini, lihat anak kamu itu tenangin kek apa kek".
"Oh jadi kakak sudah membela Melin sekarang".
Hah? Rayku membela Melin apa hubungannya.
"Sudah Ren ini nggak ada hubungannya sama kakak kamu".
"Aku tanya kamu sekali lagi, maksud kamu apa lebih baik kak Ray dari pada aku? Yang menghidupi kamu adrian itu aku bukan dia".
Mereka lagi bahas apa sih kenapa Ray di bawa-bawa juga.
"Kamu nyalahin aku, kamu aja masih kefikiran tentang Leana kan ngaku aja kamu Ren".
Kenapa aku lagi?
"Berisik. Kalau kamu ribut di luar sana jangan di dalam rumah". tegur Ray
"Nggak usah sok jadi pahlawan kak, kakak mana mengerti tentang aku". Lawan Reno
"Kalian bertengkar karena apa aja aku tidak mengerti, sekarang kalian malah bawa-bawa kami dalam masalah kalian berdua, kalian waras tidak". Ray semakin marah di buat Reno
"Kamu juga Mel, sekali lagi kamu ngeluh masalah uang dan membandingkan aku sama kak Ray kita cerai aja". Ancam Reno
"Nggak bisa gitu Ren, kamu harus tanggung jawab ke aku sama Adrian".
"Sudah lah aku capek, mending kamu cari kerja sama Mel".
Jika aku dan Reno menikah apa kehidupanku juga akan seperti ini? Sepertinya ada kelainan pada Reno, untunglah kami sudah putus sejak lama ya walaupun tamparan itu masih terasa nyata.
"Kenapa ayah masih membiarkan dia tinggal di sini sih, menyebalkan". Gumam Ray di dalam kamar.
"Beb, mungkin ayah punya alasan tersendiri kenapa sampai sekarang beliau mengizinkan Reno dan Melin tinggal di sini".
"Ya Love mungkin kamu ada benarnya".
Peluk Ray dari belakangku, sekarang kepalanya menyender di bahuku.
Rasanya canggung memang satu rumah dengan mantan dan teman baik, karena di setiap pertengkaran mereka pasti akan ada aku di dalamnya.
Aku juga tidak menyangka akan menikah dengan keluarga Reno, tapi Ray bukanlah kakak kandungnya. Aku hanya penasaran akan masa lalu Reno, ibunya dan ayahnya Ray.
"Beb, aku penasaran".
"Penasaran apa?".
"Apa hubungan ibunya Reno sama ayah kamu beb".
Ray terdiam sesaat, seolah mengingat hal yang seharusnya tidak dia ingat.
"Berat ya beb?". Tanyaku dengan lembut
"Ya memang seharusnya kamu tau semuanya Love, karena sekarang kamu bukan orang lain di sini". Aku mengangguk menunggu Ray
"Ibunya Reno dan ayah cinta pertama ayah yang mau dia nikahi, tapi perusahaan ayah kolab dan harus segera mendapatkan dana investasi untuk membangkitkannya lagi". Aku mengangguk
"Tapi, syarat ayah untuk mendapatkan itu dengan menikahi mama, mama tidak mengenal ayah begitupun dengan ayah, karena perjodohan dengan alasan bisnis ayah tidak bisa menolak tawaran besar itu".
"Berat ya beb". Ray mengangguk
"Mama bisa hamil aku dan kak Asa karena mama melakukan program bayi tabung dan jadilah aku dan kak Asa".
Itu artinya mama dan ayah Ray jarang sekali berhubungan suami istri?
"Itu artinya mama sama ayah kamu jarang berduaan".
"Kata mama begitu, karena syarat mama agar bisa mendapatkan hak secara utuh untuk mendapatkan perusahaan atas nama beliau ya harus punya anak".
"Hmmm, lalu Reno?".
"Waktu kami liburan di yacth, mama Reno datang untuk bertemu dengan ayah, karena ayah yang mengundangnya".
"Astaga, itu kan acara keluarga".
"Mmm, dan aku ada di sana. Aku melihat semua yang ayah dan wanita itu lakukan, marah tentu saja aku marah bahkan ku dengar ibunya Reno sedang hamil".
"Hamil Reno?". Ray mengangguk
"Aku mengikuti mereka, dan dia bilang sedang hamil anak ayah. Ayah sudah menghianati mama itu salah satu yang membuatku marah dengan mereka. Waktu ayah memberikan perusahaanny padaku, aku senang tapi siapa sangka perusahaan itu jatuh dan aku di minta ayah mengelolanya".
Aku mengusap kepala Ray yang masih bersandar di bahuku dan salah satu tanganku menggenggam tangannya yang berada di perutku.
semangat ngetik thor sampe tamat..