Clarissa wanita cantik yang sangat ceria, berumur 22 tahun, ia adalah anak perempuan yang kuat dan mandiri.
Ibunya memperlakukannya dengan buruk, ibunya lebih menyayangi anak laki-lakinya. Bahkan ibunya lebih menyayangi menantu perempuannya di banding Clarissa.
Tantangan hidupnya tidak sampai di sana,
Clarissa jatuh cinta pada Zayn Austin, cinta pada pandang pertama.
Namun pria yang Clarissa sukai selalu berwajah datar dan bersikap dingin. Tapi itu semua tidak meredupkan semangat Clarissa untuk mengejar cintanya.
Akankah Clarissa mampu meluluhkan hati Zayn?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
"Jangan di biasakan mengutuk orang," ujar Zayn Austin tanpa menoleh pada Clarissa, tatapannya masih lurus kedepan, menunggu lampu hijau.
Clarissa berkedip kedip, "Apa dia tau isi hatiku? " batin Clarissa.
Suasana jadi hening, lampu sudah berubah hijau, mobil pun mulai melaju, Clarissa langsung berkata, "Kita akan pergi ke mana? "
"Mengantar kamu pulang," ujar Zayn Austin tanpa menoleh pada Clarissa, membuat wanita itu merasa di abaikan.
"Nanti di depan kita belok kanan ya," ujar Clarissa, meski merasa di abaikan. Tapi ia tidak boleh diam saja.
"Bukannya kiri ya? " Zayn pun menoleh sekilas pada Clarissa, lalu kembali fokus pada jalan.
"Aku sudah ngontrak," ujar Clarissa kali ini ia berkata tanpa menoleh pada Zayn, ia masih teringat sakitnya saat ia memutuskan untuk mengontrak.
Mobil pun mengikuti arahan dari Clarissa, lalu berhenti di sebuah kontrakan, Zayn Austin mengernyitkan keningnya, "Kamu pindah kesini hanya untuk dekati Aku, Sa? "
Clarissa tak mengerti dengan maksud ucapan Zayn Austin, Clarissa menatap Zayn dengan penuh tanda tanya, ia ngontrak hanya untuk menenangkan pikirannya bukan untuk mendekati Zayn.
Zayn turun dari mobil begitu juga Clarissa, Ia segera turun setelah melihat Zayn yang sudah turun dari mobil, tak lupa Clarissa membawa kantong plastik belanjaannya.
Zayn masih berdiri di dekat mobil, Clarissa jadi bingung Apakah ia harus berbasa-basi untuk menawari Zayn Austin mampir ke kontrakannya. Tapi kan itu tidak etis.
Clarissa jadi bingung sendiri, apalagi Zayn juga tidak langsung pulang. Tapi saat memperhatikan penampilan Zayn, yang masih mengenakan pakaian formal lengkap dengan sepatu, Clarissa yakin jika Zayn tidak akan mampir meski ia mengajaknya.
"Kak Zayn, apa mau mampir dulu?" ujar Clarissa, meski begitu Clarissa berharap Zayn menolaknya, karena ia takut jika hanya berduaan saja dengan pria yang sangat ia sukai dalam satu ruangan.
Zayn mengangguk kecil, "Yang mana kontrakannya? "
"Eh, apa ini? apa dia mau mampir," batin Clarissa sangat tak percaya, biasanya Zayn selalu menolak apa yang di katakan Clarissa. Tapi kali ini kenapa pria itu sedikit tidak tahu malu.
Clarissa sampai di depan pintu yang ia kontrak, Clarissa pun mengambil kunci di tas selempangnya lalu membuka kuncinya. Clarissa pun masuk terlebih dahulu, ia nampak ragu-ragu menatap Zayn.
Zayn Austin masuk tanpa sungkan bahkan sepatu hitam Yang mengkilat itu tidak ia lepas, ia memperhatikan ruangan tersebut, seperti biasa wajahnya datar tanpa ekspresi, sangat sulit ditebak.
Clarissa memang sangat menyukai Zayn Austin. Tapi saat ini Clarissa justru kebingungan di ruangan tersebut tidak ada Sofa hanya ada alas lantai yang kecil, Clarissa memperhatikan penampilan Zayn yang begitu rapi sangat tidak cocok jika ia harus duduk di lantai.
Clarissa mengusap tengkuknya bingung harus bagaimana namun pria itu justru duduk dengan santai di atas kasur.
Clarissa ingin melarang tapi ia sangat sungkan, masa iya Zain Austin harus tetap berdiri, itu tidak mungkin bukan. Apalagi saat Clarissa mengingat rumah Zayn yang besar yang cukup mewah sangat tidak etis jika Clarissa melarangnya duduk di kasur dan menyuruhnya duduk lesehan di lantai.
Zayn Austin mengamati ruangan tersebut Lalu menetap Clarissa, " Apa kamu yakin akan tinggal di sini? "
Clarissa mengangguk, "Iya. Memangnya kenapa? " ujar Clarissa yang merasa wajar-wajar saja jika Clarissa mengontrak, dan tidak perlu memberitahukan pada Zayn Jika ia mengontrak untuk menghindari pertengkaran dengan ibunya.
" Tempat ini sangat kecil, Apa kamu tidak merasa sesak? " ujar Zayn Austin tanpa peduli dengan perasaan orang, lalu ia pun kembali berkata, " lagi pula kontrakan ini terlalu bebas siapapun bisa masuk 'bukan? "
" Iya memang Ibu kontraknya membebaskan Siapapun boleh dibawa. Tapi kan jika teman cowok gak boleh nginap jadi apa salahnya, dan juga ada batasan jam 11:00 malam teman laki-laki harus sudah pulang," ujar Clarissa yang merasa semuanya wajar wajar saja.
Tiba-tiba Clarissa tersenyum, dan berkata, "Kak Zayn khawatir ya? "
Zayn tak menanggapi, ia justru melihat ke arah kantung plastik yang tergeletak di atas karpet kecil, "Itu apa? "
Clarissa mengikuti pandangan Zayn, yang tenyata tertuju pada kantung plastik yang ia bawa tadi, "Oh, itu nasi bungkus," ujar Clarissa.
Clarissa yang sejak tadi masih berdiri, ia pun pergi mengambil mangkuk berisi air, lalu duduk di karpet, ia sedikit mendongak menatap Zayn Austin.
"Emmm, Aku mau makan dulu ya, soalnya kalau sudah dingin, rasanya tidak enak lagi, "ujar Clarissa tanpa sungkan, lalu membuka nasi bungkus tersebut, yang wanginya sangat menggugah selera.
"Wanginya sangat enak," ujar Clarissa menggeleng, ia sudah tidak sabar ingin makan. Tapi sepertinya Zayn Austin juga tak ingin segera pergi, Clarissa sendiri takut khilaf dan justru menerjang pria tampan yang duduk di atas kasur, dengan pakaian formal lengkap dengan sepatunya yang mengkilap. Terlihat sekali sepatu mahalnya.