NovelToon NovelToon
Crowned Villains :The End Of Old World

Crowned Villains :The End Of Old World

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Fantasi
Popularitas:286
Nilai: 5
Nama Author: Asjoe the writer

Dunia adalah sebuah luka yang menolak untuk sembuh. Di Utara, perang suci antara Holy Kingdom dan Demon Realm tak kunjung usai. Di Selatan, tirani matriarki menciptakan perbudakan sistematis terhadap kaum pria. Sementara di Timur, jutaan nyawa menjadi tumbal bagi ambisi Federasi dan Aliansi. Bahkan di Barat, Kekaisaran Berline yang agung telah membusuk dari dalam akibat korupsi, nepotisme, dan kelaparan yang mencekik rakyatnya.Saat dunia memprediksi keruntuhan Berline akan menjadi awal dari domino kehancuran global, sebuah anomali muncul dari balik bayangbayang. Bukan pahlawan yang bangkit, melainkan Chara Initiative Organization (CIO). Sebuah organisasi villain yang kejam dan tak terduga. Lewat kudeta berdarah, mereka merebut tahta Berline dan memulai langkah radikal untuk menjungkirbalikkan tatanan dunia yang lama. Bagi mereka, dunia yang rusak tidak butuh diperbaiki; dunia butuh dihancurkan untuk dibangun kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asjoe the writer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Utopia di Balik Cerobong Asap

Berline bukan lagi kota yang kumuh dan tertindas seperti sebelum kudeta Aris. Kini, ibu kota itu adalah monumen efisiensi. Jalanan pusat kota tidak lagi becek oleh lumpur, melainkan dilapisi aspal halus yang diterangi oleh lampu-lampu gas yang menyala otomatis saat senja tiba.

Kehidupan Warga Berline: Kedamaian yang Terbeli.

Di distrik pemukiman, warga Berline menjalani hidup yang tidak pernah dibayangkan oleh kakek-nenek mereka. Tidak ada lagi penagih pajak dari bangsawan yang datang dengan cambuk. Sebagai gantinya, warga membayar "biaya langganan layanan" kepada CIO, yang jumlahnya jauh lebih kecil dan transparan.

Tanpa Rasa Lapar: Di pasar-pasar, bahan pangan melimpah. Mesin-mesin traktor uap CIO di pinggiran kota telah melipatgandakan hasil panen. Toko-toko roti selalu penuh, dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, rakyat jelata bisa membeli daging setiap hari.

Ketahanan pangan tercapai dan lumbung tempat menyimpan hasil panen melimpah. Tak ada yang perlu khawatir jika terjadi gagal panen. Mereka mempunyai cadangan melimpah di gudang mereka.

harga pangan di jaga agar tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, hingga penduduk masih mampu membeli bahan pokok makanan dan petani mendapat haknya dengan benar.

Tidak ada lagi sistem tuan tanah yang mengharuskan mereka membayar upeti hingga 50 persen ke bangsawan yang menguasai tanah mereka. Mereka hanya perlu membayar pajak yang wajar sebesar 10 persen saja tiap panen.

Tanpa Rasa Takut: Keamanan dijaga oleh unit patroli yang sopan namun tegas. Kejahatan jalanan hampir nol karena setiap sudut jalan diawasi oleh petugas keamanan yang dibayar layak oleh korporasi.

Hiburan dan Pendidikan: Di malam hari, bioskop-bioskop sederhana (proyeksi gambar bergerak awal) mulai muncul, menampilkan kejayaan teknologi CIO. Sekolah-sekolah didirikan untuk mendidik anak-anak menjadi teknisi masa depan.

Bagi warga Berline, Aris bukan tiran. Dia adalah Dewa yang memberikan mereka perut kenyang dan rasa aman. Mereka tidak peduli jika di tempat jauh seperti Barloa atau perbatasan Utara, tank-tank Aris sedang meratakan desa. Bagi mereka, itu adalah "biaya kemajuan".

Di Markas Pusat CIO: Laporan dari Garis Depan

Di lantai teratas gedung CIO yang menyerupai piramida baja, Aris duduk di meja kerjanya yang luas. Sebuah perangkat telepon canggih dengan enkripsi kabel khusus berdering. Itu adalah Silas dari garis depan Utara.

"Lapor, Direktur Utama," suara Silas terdengar jernih melalui pengeras suara perak.

"Penyusupan logistik dari Selatan telah kami pantau. Sesuai dugaan Anda, Ratu Valeriana telah mengirimkan bantuan organik kepada Frederick. Mereka berencana memancing kita ke Lembah Sunyi."

Aris menyesap kopi hitamnya, matanya menatap pemandangan kota Berline yang gemerlap di bawah sana.

"Dan Kaelen?"

"Dia tampak ragu, namun dia tetap menjalankan perintah," Silas tertawa kecil.

"Dia membiarkan 'pengungsi' lewat, berpikir itu adalah tindakan kemanusiaan, padahal itu adalah umpan yang kita biarkan agar rencana Frederick berjalan sesuai skenario kita."

"Bagus," ucap Aris tenang.

"Biarkan mereka merasa menang di Lembah Sunyi. Aku ingin Kaelen melihat bahwa harapan yang diberikan Selatan hanyalah ilusi. Biarkan dia bertarung dengan Jenderal mereka. Aku ingin melihat seberapa jauh ksatria kita yang hancur itu bisa bertahan sebelum dia benar-benar melepaskan sisa-sisa hatinya."

"Bagaimana dengan persiapan di Ibu Kota, Sir?" tanya Silas.

"Produksi 'Automata Mark II' berjalan 120% dari target. Rakyat di sini sangat produktif karena mereka merasa bahagia. Mereka tidak tahu bahwa kebahagiaan mereka adalah pelumas bagi mesin perang kita."

Menjelang Badai: Lembah Sunyi

Bab ditutup ini dengan gambaran kontras. Di Berline, seorang ibu sedang menidurkan anaknya di tempat tidur yang hangat dengan lampu listrik yang lembut. Sementara itu, di Lembah Sunyi, salju mulai turun menutupi mayat-mayat ksatria yang membeku.

Kaelen berdiri di kegelapan, memegang botol kecil berisi air suci yang sudah mulai retak—satu-satunya benda yang tersisa dari masa lalunya. Ia melihat ke arah pegunungan, di mana ia tahu Jenderal Kaelia dan pasukan Selatan sedang menunggunya dengan senjata kimia organik yang mematikan.

Ia tidak tahu bahwa Aris sudah tahu segalanya. Ia tidak tahu bahwa pertempuran besok hanyalah sebuah "tes laboratorium" lainnya.

1
anggita
mampir like👍 iklan ☝saja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!