NovelToon NovelToon
REINKARNASI ALKEMIS SUCI

REINKARNASI ALKEMIS SUCI

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Kelahiran kembali menjadi kuat / Reinkarnasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: ARIYANTO

Xue Xiao adalah seorang alkemis hebat nomor satu di alam abadi, bahkan bakatnya di gadang-gadang akan mampu memecahkan batasan alam abadi dan membuka jalur kenaikan menuju alam Dewa yang telah tersegel selama jutaan tahun melalui Dao alkimia.

Namun pada suatu saat, Xue Xiao dikhianati oleh sahabat dan kekasihnya untuk merebut Artefak Dewa yang dimiliki Xue Xiao.

Selama ratusan tahun, Xue Xiao hanya berfokus pada Dao Alkimia. Meskipun kultivasinya tinggi, namun dibandingkan mereka yang menempuh jalur Dao beladiri tentu ia tidak bisa menjadi lawan.

Hingga akhirnya, Xue Xiao yang terpojok dan putus asa, memilih untuk meledakkan dirinya dan menyeret para penghianat itu untuk menemaninya di jalan kematian.

Tapi tak disangka, Artefak Dewa yang ia miliki justru menyelamatkan jiwanya disaat-saat terakhir dan membawanya ke dunia yang sama sekali baru, bahkan merekonstruksi tubuh fisiknya yang sudah hancur berkeping-keping.

bagaimana perjalanan Xue Xiao di dunia baru, ikuti terus cerita ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Pagi itu, distrik Jing’an tidak sedamai biasanya. Meskipun matahari mulai mengintip dari balik gedung-gedung tinggi Shanghai, ada ketegangan yang merayap di udara, seolah-olah kota itu sendiri sedang menahan napas. Di depan Klinik Medis Xue, antrean pasien rakyat jelata yang biasanya mengular kini tampak agak renggang. Beberapa orang berdiri di seberang jalan, berbisik-bisik sambil melirik takut-takut ke arah pintu kaca otomatis yang baru saja diperbaiki.

Kabar tentang hancurnya tangan Wang Ruo telah meledak seperti bom di pasar-pasar tradisional dan gang-gang sempit. Bagi orang kecil, Xue Xiao adalah pahlawan, tapi bagi mereka yang tahu aturan main di Shanghai, Xue Xiao adalah orang mati yang sedang berjalan.

Di dalam klinik, Xue Xiao duduk dengan tenang di balik meja kayu. Di depannya, sebuah periuk tanah liat kecil mengeluarkan uap harum dari rebusan akar alang-alang dan kulit kayu manis. Ia sedang menyesap tehnya saat suara deru mesin mobil yang halus namun bertenaga berhenti tepat di depan pintu.

Sebuah Range Rover hitam berhenti, dan Lin Qingyan keluar dengan langkah terburu-buru. Wajahnya yang biasanya anggun dan tenang kini tampak pucat, dengan lingkaran hitam tipis di bawah matanya, tanda bahwa ia tidak tidur semalaman karena memikirkan konsekuensi dari tindakan Xue Xiao.

"Master Xiao!" seru Qingyan begitu pintu kaca bergeser terbuka. Ia tidak memedulikan Pak Tua Han yang sedang menyapu lantai dan langsung menuju meja Xue Xiao.

Xue Xiao tidak mengangkat kepalanya. Ia hanya menuangkan secangkir teh lagi ke cangkir porselen yang sudah kosong di depannya. "Duduklah, Lin Qingyan. Nafasmu tidak stabil, dan detak jantungmu berdetak terlalu cepat. Itu buruk untuk kecantikanmu."

Lin Qingyan mengabaikan komentar itu dan duduk dengan kasar. "Master Xiao, apakah Anda tahu apa yang telah Anda lakukan? Wang Ruo bukan sekadar pemuda kaya. Dia adalah satu-satunya pewaris teknik Telapak Api Utara yang sah di generasinya. Dengan menghancurkan tangannya, Anda bukan hanya melukainya, Anda telah memutus garis keturunan beladiri Keluarga Wang!"

Xue Xiao menyesap tehnya, matanya menatap uap yang menari di udara. "Bagaimana kau mengatakan aku telah memutuskan garis keturunannya? yang ku hancurkan hanyalah telapak tangannya, bukan tangan lain yang ada di selangkangannya. Lagi pula, dengan karakter bocah itu cepat atau lambat pasti akan menemui nasib yang sama. Aku hanya membantu alam melakukan pembersihan sedikit lebih cepat."

"Tapi dunia ini tidak bekerja sesederhana itu!" balas Qingyan, suaranya naik satu oktav karena frustrasi. "Keluarga Wang sudah membawa masalah ini ke Asosiasi Seniman Beladiri Shanghai. Mereka tidak akan menyerang Anda dengan preman jalanan. Mereka akan menggunakan Jalan Seni Beladiri. Mereka akan menuduh Anda sebagai praktisi ilegal yang membahayakan ketertiban umum. Lalu...."

Xue Xiao akhirnya meletakkan cangkirnya. Ia menatap Lin Qingyan dengan pandangan yang membuat wanita itu merasa seolah-olah sedang berdiri di depan gunung yang sangat tinggi. "Jalan Seni Beladiri? Lin Qingyan, kau sepertinya lupa satu hal. Di dunia manapun, hukum hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki taring paling tajam. Jika asosiasi itu ingin menjadi taring bagi keluarga Wang, maka aku akan mematahkan taring mereka satu per satu."

Lin Qingyan tertegun. Kepercayaan diri Xue Xiao sepertinya bukan berasal dari kesombongan buta, melainkan dari sebuah kepastian yang mutlak. Ia menghela napas panjang, mencoba meredam emosinya. Ia mengeluarkan sebuah map kulit berwarna hitam dari tasnya dan meletakkannya di meja.

"Kakek meminta saya memberikan ini. Ini adalah dokumen pendaftaran resmi klinik Anda, namun ada satu masalah. Di Shanghai, setiap klinik yang mengobati cedera internal atau menggunakan metode beladiri harus memiliki sertifikasi dari Asosiasi Seniman Beladiri. Tanpa itu, pemerintah bisa menutup tempat ini kapan saja dengan alasan malapraktik."

Xue Xiao mengambil map itu, namun bukannya membacanya, ia justru menyentuh tekstur kulitnya. "Teknologi kertas kalian sangat halus, tapi isinya sangat merepotkan. Mengapa manusia modern sangat suka membelit diri mereka dengan aturan yang dibuat oleh orang-orang yang bahkan tidak bisa menyembuhkan diri mereka sendiri?"

"Itulah cara dunia ini berjalan, Master Xiao. Birokrasi adalah rantai yang mengikat kita semua," ucap Qingyan lirih.

Tiba-tiba, percakapan mereka terhenti oleh suara langkah kaki yang berat dan teratur dari arah pintu masuk. Pak Tua Han, yang sedang berada di dekat pintu, refleks melangkah mundur dengan wajah waspada.

Tiga orang pria masuk. Berbeda dengan pengawal Wang Ruo yang memakai setelan jas, ketiga orang ini mengenakan tangzhuang berwarna abu-abu gelap dengan bordir logo harimau di kerahnya. Mereka tidak memancarkan hawa membunuh yang meledak-ledak, melainkan aura yang berat dan menekan, seperti batu besar yang siap menggelinding.

Pria di tengah, seorang lelaki tua dengan rambut yang sudah memutih seluruhnya namun memiliki otot lengan yang kokoh, melangkah maju. Matanya menyapu ruangan sebelum terpaku pada Xue Xiao.

"Atas nama Asosiasi Seniman Beladiri Shanghai, Cabang Distrik Jing'an," pria tua itu berbicara dengan suara yang berat dan berwibawa. "Saya, Inspektur Zhao, datang untuk menyampaikan surat panggilan resmi."

Ia mengeluarkan sebuah amplop berwarna merah tua dan meletakkannya di atas meja, tepat di samping cangkir teh Xue Xiao.

"Anda dituduh telah menggunakan kekuatan yang tidak sah untuk mencelakai anggota keluarga besar dan menjalankan praktik pengobatan tanpa lisensi beladiri. Anda diminta hadir di balai asosiasi besok pagi untuk menjalani audit kekuatan dan persidangan disiplin," lanjut Zhao.

Xue Xiao menatap amplop merah itu, lalu menatap Zhao. "Bagaimana jika aku menolak? Aku sedang sibuk menumbuk obat untuk orang-orang yang benar-benar butuh bantuan."

Zhao menyipitkan mata, aura di sekitarnya tiba-tiba menjadi sangat dingin. "Menolak panggilan asosiasi berarti menantang seluruh komunitas beladiri Shanghai. Klinik ini akan disegel, dan Anda akan dianggap sebagai buronan tingkat tinggi. Pikirkan baik-baik, anak muda. Bakatmu mungkin besar, tapi Shanghai adalah kolam yang sangat dalam. Banyak naga yang tenggelam karena terlalu sombong."

Xue Xiao tertawa pelan, sebuah tawa yang kering dan tanpa humor. Ia mengambil amplop itu, namun bukannya membukanya, ia memegangnya dengan ibu jari dan telunjuknya.

"Kalian menyebut diri kalian naga?" Xue Xiao meremas amplop itu.

Di depan mata Zhao dan Lin Qingyan, amplop merah beserta isinya itu perlahan-lahan mengkerut dan berubah menjadi butiran abu halus yang jatuh ke atas meja. Xue Xiao tidak menggunakan api, ia hanya menggunakan getaran frekuensi tinggi dari kekuatan fisiknya untuk menghancurkan struktur molekul kertas tersebut.

Wajah Zhao dan semua orang yang hadir berubah drastis. Ia mundur satu langkah, tangannya secara refleks membentuk posisi kuda-kuda. "Kau... manipulasi mikro-vibrasi? Bagaimana mungkin tubuh manusia bisa menghasilkan frekuensi seperti itu tanpa Qi?"

1
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!