Adven Mahardhika Alkhatiri, seorang lelaki yang penuh rahasia dalam hidupnya. Bahkan keberadaan anaknya juga menjadi rahasia dan teka teki tersendiri untuk keluarga Alkhatiri yang begitu terpandang.
Rahasia besar apakah yang selama ini dia simpan? dan mampukah dia mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya terhadap seorang perempuan bernama Sukma Paramitha?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 ( Terungkap )
"Paramitha awas!"
Adven yang mendengar teriakan Adam langsung menoleh ke arah Paramitha yang sedang menatap mobil sedan hitam yang melaju ke arahnya dengan kecepatan tinggi, tanpa basa basi Adven segera berlari untuk menyelamatkan Paramitha.
"Sukma!"
Brak.
"Mitha! Axel!" panik Adven segera memeluk Paramitha dan Axel yakin berhasil selamat, dan menatap seorang lelaki yang lebih dulu menolong Paramitha.
"Kak Syahrul" kaget Paramitha terkejut karena ternyata Syahrul lah yang tertabrak mobil itu sampai terpental jauh dengan luka di sekujur tubuhnya.
"Kejar mobil itu!" perintah Adven dan para bodyguard segera mengejar mobil Tsania yang kabur
"Segera telpon ambulans" ucap Anthony yang tidak jadi pulang karena dia juga terkejut.
"Yang mengemudi mobil itu perempuan dad" ucap Dean
"Perempuan, Monica!" tebak Adven tapi Adam hanya diam saja karena shok melihat Syahrul terkapar di depan hotel dengan kerumunan para petugas keamanan hotel dan juga para tamu yang khawatir dan ikut panik.
"Kak, kakak pasti akan baik baik saja" ucap Paramitha duduk di samping Syahrul yang tak sadarkan diri
"Mas, telepon Tante Leni" ucap Paramitha
"Aku akan meneleponnya dan menjemputnya juga" ucap Adam meminta bantuan Anthony
"Daddy, tadi itu mama Tsania" ungkap Axel
Adam yang hampir masuk ke dalam mobil Adven bersama Anthony langsung berhenti, dia mendengar nama Tsania di sebutkan Axel dan itu membuatnya semakin gusar.
"Apa maksud kamu nak?" tanya Adven
"Itu.. orang yang di dalam mobil itu mama Tsania, tadi Axel lihat karena wajahnya kena lampu mobil Daddy" jawab Axel
Trak.
Kunci mobil yang di pegang Adam terjatuh, dia mulai gemetar karena Adam juga melihat wajah orang yang menabrak Syahrul memang Tsania, tapi dia pikir itu hanya kebetulan saja atau mungkin Adam salah lihat. Tapi setelah Axel menyatakan apa yang dia lihat juga, Adam jadi yakin kalau itu adalah Tsania.
"Tapi kenapa? untuk apa dia mau mencelakai Paramitha" gumam Adven
"Adven kakak harus pulang untuk memastikan Tsania ada di rumah atau tidak, pak Anthony saya akan memberikan alamat ibunya Syahrul, bisakah bapak menjemput dia?" tanya Adam
"Tentu saja, saya dan Dean akan menjemputnya sampai ke rumah sakit" jawab Anthony segera pergi bersama Dean.
Lima menit kemudian ambulans sudah tiba dengan peralatan yang lengkap, mereka membawa Syahrul dengan hati hati karena mungkin saja Syahrul mengalami luka patah tulang ataupun cidera kepala.
"Mitha ayo kita juga ke rumah sakit" ajak Adven menggendong Axel
"Kak Syahrul mas"
"Syahrul tidak akan kenapa napa, dia sudah menyelamatkan kamu jadi aku akan memastikan dia dapat perawatan terbaik, tapi kenapa dia ada di hotel ini" gumam Adven
"Aku juga tidak tahu mas, setahuku kak Syahrul kerja di toko kelontong" jawab Paramitha
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di rumah keluarga Alkhatiri.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam"
"Dad, di mana Tsania?" tanya Adam
"Baru saja pulang dan langsung pergi lagi sambil membawa tas, katanya mau menginap di rumah Om dan tantenya" jawab Akhtar
"Ada apa?" tanya Jocelyn
"Paramitha hampir di tabrak orang tak di kenal mom, tapi untungnya ada yang menolong dan dia yang tertabrak. Adam mau ke kamar dulu, setelah itu mau ke rumah Om Luis untuk menyusul Tsania dan ke rumah sakit" jawab Adam
"Iya, nanti Daddy juga akan menyusul" jawab Akhtar
"Oh iya, ini adalah paket untuk kamu, katanya dari teman lama" ucap Jocelyn memberikan kotak yang di kirim kurir paket ke rumah Akhtar
"Akan Adam buka di dalam kamar saja mom"
Adam pergi ke kamarnya, tadinya dia ingin mandi karena ada bercak darah di celananya, tapi dia penasaran dengan paket yang dia pegang karena Adam tidak pernah memesan apapun.
"Teman lama, siapa ya" gumam Adam menggunting plastik hitam yang membungkus kotak itu.
"Apa ini?"
Adam melihat sebuah amplop coklat besar yang di dalamnya terdapat banyak foto, tapi yang paling menarik perhatian Adam adalah foto Anita yang sedang hamil dan berdiri di pinggir jalan di depan sebuah panti asuhan. ada kedua orang tuanya di dalam mobil itu dan di foto terakhir adalah pemandangan sebuah mobil yang menghantam mobil Anita tepat saat Anita akan masuk ke dalam mobil.
"Itu hanya sebagian saja yang kamu lihat, lengkapnya ada di dalam flashdisk, kamu bisa melihat siapa Tsania yang sebenarnya"
Itu adalah isi dari surat yang di temukan Adam di dalam amplop itu, ada foto Tsania yang sedang merokok, pergi ke club malam dan minum minuman keras bersama beberapa perempuan dan sepertinya itu adalah foto lama Tsania karena Adam melihat pakaian dan rambut Tsania seperti saat pertama dia bertemu dengannya di dalam mobil.
"Apa Tsania dulunya seorang karyawan di club malam" gumam Adam lagi sambil memasukkan flashdisk yang dia pegang ke laptop miliknya.
Brak.
Itu adalah suara yang di dengar Adam saat video di dalam flashdisk itu dia klik, Adam melihat mobil kedua orang tua Anita di tabrak sampai terpental dan terbalik, Anita terjatuh karena belum sempat masuk dan perutnya membentur pembatas jalan, orang orang berkerumun dan mengelilingi mobil itu.
Tapi video tidak berhenti di sana, ada video lain yang dia klik dan itu adalah saat Tsania turun dari dalam mobil dan mendorong mobil itu ke dalam sungai di bantu dua orang lelaki. bahkan si perekam juga menghampiri Tsania tanpa takut.
"Monica" kaget Tsania saat berbalik dan melihat yang merekam dia adalah Monica.
"Ternyata kak Tsania kita ini adalah seorang pembunuh, siapa yang kak Tsania tabrak?" tanya Monica
"Berhenti merekam Monica!"
"Katakan dulu siapa perempuan hamil itu? Apa dia selingkuhan kak Adam?"
"Dia... dia adalah perempuan yang di lece hkan mas Adam delapan bulan lalu, dan aku tidak mau mas Adam tahu aku menipunya, aku tidak mau rahasiaku terbongkar" jawab Sania
"Jahat, jadi selama ini kak Tsania berbohong dengan mengatakan kalau kamulah yang sudah di lece hkan kak Adam? Tanya Monica dan Tsania mengangguk.
"Tsania sayang, mobilnya sudah tenggelam, apa perlu perempuan ini kita lenyapkan juga?" tanya seorang lelaki merangkul Tsania
"Wah... Selain pembunuh, kamu juga penipu kak, hahaha...aku tidak akan ikut campur tapi aku ingin kamu membantuku untuk membuat Adven jatuh cinta padaku" ungkap Monica
"Baiklah, kita akan bekerja sama mulai sekarang"
"Aakhhh!"
Brak. Brak.
Adam menghancurkan semua skincare Tsania yang berjajar rapi di meja rias, dia juga memecahkan kaca rias Tsania dan menghancurkan semua barang barang Tsania yang ada di kamar itu.
Akhtar dan Jocelyn yang mendengar teriakan Adam segera masuk ke dalam kamar dan mendapati kamar Adam sudah berantakan, sementara Adam masih terus mengamuk merobek pakaian milik Tsania.
"Adam! apa yang kamu lakukan!" teriak Jocelyn khawatir segera menghentikan Adam yang terus berteriak sambil memaki Tsania.
"Perempuan jahat! Tsania ular di rumah kita mom, dia yang jadi komplotan Monica dan dia juga yang sudah menipu Adam, dia membunuh kedua orang tua Anita dan membuat Abimanyu lahir prematur mom, dia membuat jantung anak Adam hampir berhenti berdetak!" teriak Adam dengan mata memerah karena marah.
"Apa maksud kamu Adam?" tanya Akhtar dan Adam menunjuk paket juga video yang masih terputar di laptop miliknya.
"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un" kaget Akhtar
"Ada apa ini pa? Siapa Anita dan Abimanyu?" tanya Jocelyn yang tidak tahu apa apa.