Anastasya atau biasa dipanggil Ana, seorang wanita berusia 24 tahun yang tengah mengejar gelar S1.
Pertemuan pertamanya dengan seorang laki laki membuat hidup Ana berubah. Nathaniel Francisco, seorang dosen berusia 30 tahun yang terobsesi dengan dirinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
Ana dan Fitri tengah duduk bersama di kantin sambil menatap layar laptop mereka, Ana merasa kepalanya yang mulai sakit karena skripsi miliknya.
" Mau lulus gini banget ya " ucap Fitri sambil memegangi kepalanya
" Gue pengen bilang lo nikah aja biar ga pusing kuliah, tapi Lo udah nikah Fit "
" Lo tuh sana nikah, gausah kelamaan pacaran lah Na. Nikah tuh seru, asal lo ketemu sama orang yang tepat "
" Nah itu masalahnya "
" Yaelah Ana, emang Pak Nathan kurang tepat apa lagi sih ? Tapi ya gue lagi bayangin, Pak Nathan kan ganteng nih, Lo juga ya cantik lah hampir mirip sama Amanda Zahra. Gimana ya anak lo nanti "
" Gila lo Na gila "
" Ehh serius tau Na, lo tuh hampir mirip sama Amanda Zahra. Tau ga bedanya apa ? "
" Apa emang bedanya ? "
" Lo kurang gede aja Na, hahaha "
" Sial lo Fit "
Keduanya pun tertawa karena candaan mereka, disaat bersamaan keduanya melihat Nathan yang tengah diikuti oleh seorang perempuan yang bisa mereka tebak jika itu ada mahasiswi juga.
" Na liat pacar lo " ucap Fitri sambil menunjuk kearah Nathan
" Pelet gue lebih kuat Fit, liat aja pasti Nathan kesini "
Nathan dan Fitri memperhatikan secara terus menerus, dan benar saja Nathan pun mengabaikannya dan berjalan menuju meja Ana.
" Boleh gabung? " tanya Nathan sembari membawa segelas minuman
" Boleh pak boleh " jawab Fitri
" Lagi ngerjain skripsi ? " tanya Nathan menoleh kearah laptop milik Ana
" Menurut andaaa ?? " jawab Ana sambil melirik sinis
" Semangat ya " ucap Nathan sambil menyeringai
" Duh Fit, lo haus ga sih Fit ? " ucap Ana
" Gu..gue ? Oo iya haus sih gue Na "
" Ada ya Na orang beli minuman untuk dirinya sendiri "
" Kamu mau minum apa Ana ? " Tanya Nathan sambil tersenyum
" Emm apa yah, yang enak deh lo juga kan Fit ? "
" Boleh deh Na "
" Yaudah tunggu"
Ana terkekeh melihat Nathan yang bangun dari kursinya untuk memesan minuman, disaat bersamaan Reyhan pun ikut bergabung bersama dengan Fitri dan Ana.
" Wiih rajin bener nih dua perempuan ini " ucap Reyhan
" Iya dong biar cepet lulus, biar si Ana bisa cepet nikah " jawab Fitri dan Ana terkejut
" Gue ga ada ngomong gitu yah, gausah di dengarim " ucap Ana
Nathan kembali dengan membawa dua minuman ditangannya, ia melihat Reyhan yang sudah berada disana.
" Loh ada Pak Nathan toh " kata Reyhan
" Kenapa kalau ada saya ? "
" Ya engga apa apa sih Pak "
" Ini buat kamu sama Fitri " ucap Nathan sambil memberikan dua gelas minuman
" Buat saya mana pak ? " ucap Reyhan
" Kamu beli sendiri, ga ada uang ? " jawab Nathan
" Ada pak aman aman "
Nathan melirik laptop milik Ana, ia melihat Ana yang tengah merasa kebingungan.
" Gitu aja ga bingung " ucap Nathan membuat Ana melirik sinis
" Yaudah nih bantuin kerjain "
" Saya dapat apa kalau bantuin kamu ? kalau ada hadiahnya sih saya mau "
" Ga ikhlas itu namanya dong "
" Ikhlas ikhlas, sini saya ajarin biar kamu nanti bisa paham "
Nathan pun mulai mengajari Ana dengan pelan pelan.
Reyhan nampak sedikit cemburu melihat kedekatan Nathan dan Ana, ia merasa jika Nathan sengaja melakukan hal itu didepan dirinya.
" Tadi udah pakai cara ini loh, tapi ko berantakan ya. Yakan Fit ? " ucap Ana kepada Fitri yang ikut memperhatikan
" Iyah, orang kita lihat di internet juga "
" Harusnya lo nanya gue, gue juga bisa ko " kata Reyhan
" Lo aja baru muncul ya " jawab Ana
" Ohh lo nungguin gue Na, bilang dong "
" Ge'er banget lo Rey "
Nathan tau jika Reyhan sengaja memanasi dirinya, ia pun bersikap santai agar Reyhan tidak merasa curiga.
" Ssstt udah udah, nih mendingan lo kerjain punya gue deh Rey " kata Fitri sambil memberikan laptop miliknya
" Gue aja belum nyentuh punya gue "
" Yaudah lo kerjain lah, kayak Ana tuh semangat ngerjain biar cepat lulus terus kawin " ucap Fitri
" Nikah dulu Fit, baru kawin " jawab Ana
" Emang beda ? " saut Nathan
" Ya bedalah, nikah yah nikah kawin ya kawin " jelas Ana
" Ya bedanya apa Ana, saya mau tau "
" Tanya Fitri tuh, kan dia yang udah dua duanya"
" Apa Fit ? " Nathan bertanya
" Ya kalau nikah itu ijabnya pak, kawin ya buat anaknya hehe " jawab Fitri canggung, ia pun memukul lengan Ana
" Ohh " Nathan mengangguk
" Bapa mau yang mana dulu nih ? " ucap Fitri
" Saya ? Ya saya sih terserah aja yah, enaknya yang mana ya Fit ? "
" Ya nikah dulu lah ngaco, jangan mesum deh " jawab Ana
" Nikah dulu katanya Fit, terus kapan ? " jawab Nathan kembali
" Apanya yang kapan ? " saut Ana
" Nikahnya ? kapan jadinya? "
" Ekhm kode keras Na " ucap Fitri
" Ya ga tau, bapa yang mau nikah ko nanya saya " jawab Ana gugup
" Yaudah saya duluan ya, kalian lanjutin aja " ucap Nathan yang kemudian bangun dari kursinya
Saat Ana hendak mengambil minuman, Ana melihat ponsel milik Nathan yang tertinggal diatas meja.
Ting..
Bunyi sebuah notifikasi, Ana melirik ponsel yang tergeletak disampingnya.
" Hp siapa Na ? " tanya Fitri
" Punya Pak Nathan, ketinggalan " jawab Ana
" Mau gue anterin Na ? " ucap Reyhan menawarkan
" Gue aja deh nanti Rey " kata Ana dan Reyhan mengangguk
Begitu ponsel Nathan menyala, Ana melihat Nathan memasang foto dirinya dan Nathan di layar ponselnya.
..
Ana pergi keruangan Nathan untuk mengantarkan ponsel milik Nathan, sekaligus Ana juga ingin bertemu dengan Nathan.
" Pak Nathan " panggil Ana sambil mendorong pintu
" Ana, masuk Na " ucap Nathan yang tengah kebingungan
" Kamu cari apa sih Nat ? "
" Hp aku Na, ko ga ada yah yang satu "
" Tadi ketinggalan " Ana meletakkan ponsel itu dihadapan Nathan.
" Astaga Nat, aku fikir hilang sayang. Makasih ya "
" Nat.. "
" Ya sayang, kenapa ? "
" Kamu beneran sayang ga sih sama aku Nat ? "
" Kenapa tiba tiba kamu nanya gitu, aku sayang sama kamu Ana sayang banget malahan "
" Beneran kamu sayang sama aku Nat ? "
" Iyah Ana, kenapa ada apa ? "
" Bantuin aku ya kerjain skripsi"
Nathan terkekeh mendengar ucapan Ana, sedangkan Ana ia memberikan senyuman manisnya kepada Nathan.
" Iyah Iyah aku bantu kamu, tapi sebagai upahnya kamu jadi istri aku ya "
" Nathan... "
" Iyah Iyah Ana iya, yaudah jangan manyun gitu dong sayang "
Nathan memeluk kekasihnya itu, ia merasa senang karena Ana membutuhkan dirinya