NovelToon NovelToon
My Shaneen

My Shaneen

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Di mata dunia, Shaneen von Asturia hanyalah putri bangsawan lulusan Oxford yang cantik dan tenang. Namun di balik layar, dia adalah "Nin", penulis lagu jenius yang menguasai industri musik global. Sebagai seorang Virgo yang perfeksionis dan mandiri, Shaneen tidak butuh pangeran, apalagi sebuah pernikahan kaku.

Namun, ketenangannya terusik saat Duke Matthias von Falkenhayn, sang Jenderal berdarah dingin yang terobsesi pada aturan, mulai mengejarnya. Matthias menginginkan Shaneen yang tangguh dan bermulut tajam, sementara Shaneen hanya ingin bebas.

Bagi Matthias, ini adalah misi penaklukan. Bagi Shaneen, ini adalah gangguan yang harus disingkirkan dengan cara elegan. Ketika si Jenderal kolot bertemu si Dewi Modern yang bermulut pedas, siapa yang akhirnya akan bertekuk lutut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Permaisuri Es dan Penantian yang Tak Diakui

Dua tahun bukanlah waktu yang singkat, namun bagi Shaneen von Asturia, waktu itu ia gunakan untuk membangun kekaisaran. Di usianya yang ke dua puluh enam tahun. Shaneen telah bermutasi menjadi wanita dewasa yang kematangannya mengintimidasi siapa pun. Kecantikannya kini bukan lagi seperti bunga yang mekar, melainkan seperti pedang perak yang berkilau—tajam, dingin, dan sangat mahal.

Dunia mengenalnya sebagai "The Ice Queen of Industry". Sebagai produser Nin, dia adalah dalang di balik kesuksesan para bintang global.

Banyak pria yang mencoba peruntungan. Aktor pemenang penghargaan mencoba merayunya dengan puisi, idol papan atas mencoba mendekatinya dengan lagu cinta, hingga pangeran-pangeran dari negeri tetangga yang datang membawa peti emas. Namun, bagi Shaneen, mereka semua hanyalah "kekacauan" yang tidak perlu.

"Kau meleset satu nada saat bernyanyi di depanku tadi," ujar Shaneen dingin pada seorang idol populer yang mencoba menembaknya di studio. "Keluar. Kau merusak frekuensi ruanganku."

Tidak ada yang tahan dengan lidah tajamnya. Para bangsawan menyebutnya "Wanita Gila Berkedok Galak". Jika ada yang berani melintasi garis privasinya, Shaneen tidak akan segan-segan menghancurkan reputasi mereka hanya dengan satu telepon.

Dalam dunianya yang sangat rapi dan steril, hanya ada dua pria yang pernah "lolos" dan ia izinkan bernapas di dekatnya tanpa ia maki: Julian, si Baron receh yang tetap setia menjadi pelawak pribadinya, dan... dia.

Sebuah Kilasan di Tengah Malam

Malam itu, Shaneen berdiri di balkon paviliunnya, menatap kunci perak pemberian Matthias yang masih tergantung di lehernya (tersembunyi di balik gaun tidurnya yang sangat rapi).

Tiba-tiba, ingatannya melayang pada momen di atas kuda Ares. Dia merindukan aroma parfum kayu dan stroberi yang aneh itu. Dia merindukan suara berat yang selalu memanggilnya "Ninin" dengan nada posesif.

"Dua tahun... dan kau benar-benar tidak mengirim satu surat pun setelah bunga itu," gumam Shaneen, matanya menyipit tajam menatap kegelapan. "Dasar Jenderal menyebalkan. Kau pikir aku akan menunggumu sambil menangis?"

Shaneen segera menepis perasaan itu dengan kasar. Dia memukul pagar balkon dengan kesal. "Tidak. Aku tidak merindukannya. Aku hanya merindukan seseorang yang bisa ku pukul bahunya tanpa merasa bersalah. Itu saja!"

Sisi Virgo-nya mencoba mengatur ulang emosinya ke dalam kotak-kotak yang rapi. Dia tidak boleh terlihat lemah. Baginya, Matthias adalah satu-satunya "kesalahan matematis" dalam hidupnya yang belum sempat ia perbaiki.

Keesokan paginya, saat Shaneen sedang memeriksa laporan penjualan albumnya dengan teliti (memastikan tidak ada selisih satu sen pun), Stellan masuk ke ruangannya tanpa mengetuk.

"Ninin," panggil Stellan dengan nada serius yang jarang ia gunakan.

Shaneen tidak mendongak. "Keluar, Kak. Kau mengganggu konsentrasi ku pada baris ketujuh."

"Armada Utama Kerajaan baru saja melewati teluk," ujar Stellan pelan. "Kapal The Great Eagle milik Duke Falkenhayn sudah terlihat di cakrawala. Mereka akan bersandar di Pelabuhan Pusat dalam tiga jam."

Tangan Shaneen yang sedang memegang pena mendadak kaku. Dia tetap tidak mendongak, namun jantungnya berdenyut sangat keras hingga ia yakin Stellan bisa mendengarnya.

"Lalu?" Tanya Shaneen dengan suara yang sangat datar dan dingin. "Apa hubungannya denganku? Aku punya jadwal rekaman jam satu siang."

"Ayah dan aku serta Samuel akan pergi ke pelabuhan untuk penyambutan resmi sebagai perwakilan bangsawan. Mereka memintamu ikut," tambah Stellan.

Shaneen akhirnya mendongak. Matanya yang tajam menatap kakaknya dengan dingin. "Katakan pada Ayah, aku sibuk. Aku bukan panitia penyambutan tentara. Jika dia ingin bertemu denganku, dia tahu di mana rumahku berada."

"Ninin, kau tidak mau melihatnya? Dia pergi dua tahun demi..."

"Dia pergi karena tugasnya sebagai Jenderal, bukan demi aku," potong Shaneen tajam. "Jika dia pulang, itu urusannya. Urusanku sekarang adalah menyelesaikan lagu ini tepat waktu. Keluar, Kak."

Stellan menghela napas, menyerah pada keras kepalanya sang adik. Setelah kakaknya pergi, Shaneen mencoba kembali fokus pada kertas di depannya. Namun, tangannya mulai gemetar. Dia mencoret kertas itu dengan kasar karena tulisannya sedikit miring—sesuatu yang sangat ia benci.

"Sialan!" umpat Shaneen. Dia berdiri, berjalan ke arah cermin besar di sudut ruangan.

Dia menatap pantulan dirinya: wanita berusia dua puluh enam tahun yang sangat cantik, berwibawa, dan dingin. Dia memoles lipstik merahnya hingga simetris sempurna, lalu merapikan rambutnya.

"Baiklah, Matthias von Falkenhayn," bisiknya pada cermin. "Mari kita lihat, apa kau masih punya nyali untuk menyebut wanita sehebat aku sebagai 'Ninin' setelah dua tahun ini."

Meskipun mulutnya berkata tidak akan pergi, satu jam kemudian, Sarah sudah menyiapkan gaun biru safir paling menawan milik Shaneen. Karena jauh di dalam hatinya yang paling rapi, ada satu ruang yang sangat berantakan dan hanya bisa diperbaiki oleh kedatangan Sang Jenderal.

1
Vivi
👍😍
Hana Nisa Nisa
sampai tahan.nafas bacanya
Mamanya Raja
Thor cerita mu keren loh
Bae •: terimakasih ya^^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!