NovelToon NovelToon
Sandiwara Di Ujung Dendam

Sandiwara Di Ujung Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aliyah Ramahdani

Kehidupan yang di jalani Hana sangat bahagia, apalagi saat kekasihnya menikahinya. Namun kehidupan bahagia itu hanya sebentar saja berpihak padanya. Kehidupannya yang dulu bahagia kini perlahan hilang saat sang suami berselingkuh dengan seorang wanita yang sangat dia percaya. Bahkan mereka pun mencoba untuk membunuhnya. Lalu apa yang akan di lakukan oleh Hana setelah menyadari semua itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengerjai mayang

  Keesokan harinya, angel melajukan mobil mewahnya ke kediaman Rangga. begitu mobilnya memasuki halaman rumah, Mayang sedikit penasaran dengan sang pemilik mobil

" Mobil mewah siapa itu yang masuk?" gumamnya melangkah keluar untuk memastikan sang pemilik

   Nampak raut terkejut di wajah Mayang melihat sosok wanita cantik yang keluar dari mobil mewah itu

" Dia? bukankah dia wanita sombong itu? untuk apa dia datang kemari?" gumamnya

" Hai, dimana majikanmu?" tanya angel begitu menghampiri Mayang

" Untuk apa kau kemari?" Tanya Mayang terlihat tak suka

" Memangnya tidak boleh aku kemari? lagian ini juga bukan rumahmu, kan?"

" Apa maksudmu?"

" Kau hanya pembantu di rumah ini" ucap angel memasuki rumah

   Dia menatap setiap sudut rumahnya yang sudah berubah. di sana tak ada lagi foto keluarga mereka, di gantikan dengan sebuah lukisan. dia menatap kamar sang ayah, tiba-tiba muncul sedikit ide konyol di kepalanya

" Apa pria tua itu ayah mas Rangga?" tanyanya pada Mayang

   Mendengar ucapan angel, Mayang pun segera menghampirinya ke dalam rumah

" Apa maksudmu? siapa pria tua yang kau maksud?" tanya Mayang

" Apa kau buta? kau tak melihat pria tua yang duduk di kursi roda itu? siapa dia? apa dia ayah pak Rangga?" tanyanya sekali lagi sembari menunjuk ke arah kamar almarhum ayahnya

   Mayang panik dan terlihat takut mendengar ucapan angel. dia memastikan pandangannya ke arah telunjuk angel

   Angel tau jika saat ini Mayang sedang takut, dia pun segera melangkah ke arah kamar sang ayah. dia berdiri tak jauh dari pintu

" Halo paman, kenalkan aku angel. aku mungkin akan menjadi calon istri putra anda" ucapnya seraya berjongkok seakan sedang berbicara pada seseorang

" Kenapa paman ini tak bergerak? apa mungkin dia tertidur?" ucapnya lagi kemudian kembali duduk di sofa

   Mayang masih berdiri di tempatnya, dia melirik ke arah kamar pak Rinto. tiba-tiba saja bulu kuduknya berdiri

" Hei... apa yang kau lakukan disitu? kau tak melihatku di sini? aku calon istri majikanmu, loh. kamu gak berniat menawariku minum, gitu?" ucapnya membuat Mayang tersadar dan segera berlalu ke dapur

" Tidak.. pria tua itu sudah mati. dia gak mungkin kembali lagi. dia sudah lama mati, arwahnya pun pasti tidak akan kembali ke rumah ini" gumamnya mencoba menyakinkan dirinya

   Tak lama dia pun keluar membawa minuman untuk angel. dia duduk di sofa yang sama dengan angel

" Hei, kenapa kau duduk disitu? kau tak sadar posisimu siapa? duduk di bawah, bodoh..!!" ucap angel

" Kau bukan siapa-siapa di rumah ini, kenapa aku harus mengikuti semua perintahmu?" ucap Mayang

" Baiklah kalo begitu, akan ku adukan kelakuanmu pada Rangga" ucapnya segera menghubungi Rangga

  Tak lama Rangga pun datang, angel segera berlari menghampirinya. dia mengadukan Mayang yang tak sopan padanya

" Mayang..!! sudah aku katakan, kau itu hanya pembantu di rumah ini. jangan kurang ajar kamu..!!!" Ucap Rangga

" Maafkan saya, tuan" ucapnya menunduk tapi dengan kepalan tangan

" Maafkan atas ketidaknyamanan kamu di rumah ini ya" ucap Rangga membawa angel duduk di sofa

" Iya aku memang tidak nyaman di rumah kamu ini. rasanya sumpek banget, pengap dan auranya kurang bagus. jika berhasil menikahimu aku tidak mau tinggal di rumah kecil seperti ini" ucapnya menyandarkan kepalanya di bahu rangga

" Iya, kamu tenang saja. aku janji setelah aku berhasil mendapatkanmu, aku akan membeli rumah yang besar untukmu" jawabnya menggenggam tangan angel

    Mayang yang masih berdiri di sana sangat kesal melihat kemesraan yang di berikan Rangga pada wanita itu. sementara angel makin tertawa melihat Mayang merasa cemburu

" Oiya, aku ingin tau besok apalagi yang akan kau lakukan untuk pertarungan para pria?" tanya Rangga

" Kamu gak boleh tau. itu kan rencanaku. yang harus kau tau, besok aku akan menunggumu di sana. jangan mau kalah sama mereka" ucapnya tersenyum

" Tenang saja aku pasti akan datang" jawabnya mencium tangan angel

       Setelah angel pamit pulang, Mayang segera memberikan protes pada rangga dia tak terima perlakuan Rangga padanya

" Apa aku harus menjadi pembantu mu setiap kali wanita gila itu kemari?" Ucap Mayang kesal

" Jaga mulutmu..!! kenapa kau harus mengatainya wanita gila?" Protes rangga

" Karena dia memang gila. dia berbicara seorang diri di depan pintu kamar itu. katanya dia melihat seorang pria tua di kursi roda" ucap Mayang menunjuk kamar pak Rinto

" Apa maksudmu?"

" Dia bertanya, apakah pria tua yang duduk di kursi roda itu ayahmu?"

" Tidak mungkin. darimana dia tau jika dulu ada pria tua itu di rumah ini? kecuali jika dia itu Hana" ucap Rangga

" Atau mungkin dia adalah Hana?"

" Kau gila..!! mana mungkin dia Hana. kau lihat sendiri saat di pegunungan"

" Aku tak suka sama wanita itu. aku ingin kau berhenti saja, Rangga"

" Jangan bodoh kamu..!! aku sudah setengah jalan dan kau memintaku untuk mundur?"

" Tapi aku tak suka padanya. dia terlalu kasar dan seenaknya sendiri"

" Itu karena hidupnya bergelimang harta. dia sudah terbiasa melakukan itu pada semua orang. makanya jika kau ingin di hargai juga, kamu harus punya uang banyak. dengan aku menikahinya maka kau akan mewujudkan itu" ucap Rangga sebelum pergi meninggalkan mayang

*******

    Waktu pertemuan ketiga pria itu dan angel pun terlaksana. kali ini mereka berada di salah satu gedung milik keluarga Widjaja

" Baiklah kali ini pihak kami akan memilih pria yang akan melakukan investasi paling besar ke perusahaan nona angel" ucap seorang pengacara

" Maksudnya? Apa kami harus memberikan investasi pada perusahaan nona angel? siapapun yang berhasil berinvestasi paling besar, makan dia akan menang?" tanya Krisna pura-pura tak mengerti

" Iya, benar sekali. siapa dia antara kalian yang memberikan investasi terbesar, maka kali ini aku akan liburan sehari semalam bersamanya" ucap angel

" Baiklah kalo begitu, aku akan ikut berinvestasi, nona" ucap Krisna

" Berapa yang akan anda berikan?" Tanya pengacara angel

" Aku...? Dua puluh persen saham yang akan aku berikan" ucap pria lain

" Aku akan memberikan empat puluh persen" ucap Krisna

" Enam puluh persen" ucap Rangga bangga

" Kalo kayak gini sudah pasti aku kalah. aku menyerah, deh" ucap pria lain yang memang sengaja di sewa oleh angel

" Jadi sekarang hanya ada kita berdua. aku ingin lihat apa kau sanggup menyamai kemampuanku?" ucap Rangga

" Baiklah, aku akan memberikan enam puluh persen juga. sama seperti dirimu"

" Mana bisa begitu? sekarang aku akan naikkan menjadi tujuh puluh persen"

" Aku juga akan menaikkan menjadi nilai yang sama dengannya" ucap Krisna

" Sialan..!!!" ucap Rangga mencengkram kerah baju Krisna

" Stop....!!!!!!" teriak angel

" Aku mengundang kalian bukan untuk membuat keributan. jika kalian seperti ini persetujuan kita batal" ancam angel

" Maafkan aku nona, aku tidak akan mengulangi kesalahan lagi" ucap Krisna

" Baiklah, karena hari ini nilai yang kalian berikan sama. jadi masih ada kesempatan sekali lagi untuk menentukan pemenangnya. kami akan menghubungi kalian berdua untuk waktu dan tempatnya" ucap sekretaris angel

   Angel masih berada di tempat itu. sementara Krisna sudah keluar, dia sengaja memberikan waktu pada angel dan Rangga

" Apa kau marah? maafkan aku, aku hanya tidak suka pada pria itu. dia terlihat seperti tak mau kalah" ucap Rangga

" Tapi aku tidak suka dengan cara seperti tadi, aku tidak suka ada keributan" ucap angel

" Iya maafkan aku, aku janji tidak akan melakukannya lagi" ucap Rangga tapi angel hanya terdiam

" Jangan marah ya. coba katakan apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku padamu?" bujuk Rangga

" Tidak perlu. aku sedang tidak enak badan" jawabnya kemudian meninggalkan Rangga yang masih terdiam di tempatnya

   Angel segera masuk ke dalam mobilnya, kemudian melaju keluar dari parkiran. tak lama dia menerima sebuah panggilan dari Krisna

" Halo angel, kamu harus hati-hati. Mayang sedang membuntuti mobilmu, dia tepat berada di belakang mu" ucapnya

" Benarkah? baiklah, terima kasih atas informasinya" jawab angel

     

1
Mega Arum
buat Mayang gila Thoor... ,
Mega Arum
semoga angel bs segera merebut perusahaanya kembali...
Mega Arum
Lanjuut thoor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!