NovelToon NovelToon
Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Rania Wiratama seorang gadis yang dipaksa menikahi pembully-nya di Masa lalu atas keinginan terakhir Eyang Kartika, Rania bekerja sebagai Photography dan penjual foto lewat website.
Arga Prananda seorang pria yang bekerja di anjungan laut lepas, nampak menyesali perbuatannya pada Rania. Rasa bersalah selama bertahun-tahun mengubahnya menjadi obsesi sekaligus cinta. Rania yang sudah memendam rasa benci dan trauma tak mampu menatap apalagi bersama Arga. Tapi Arga selaku suami dan Imam bagi Rania berjanji untuk membimbing dan menuntun istrinya ke jalan agama, sekaligus mencintai Rania. Bagaimana akhir pernikahan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Di rumah Arga Prananda, sinar matahari masuk melalui celah jendela kamar.

Seorang gadis berambut keriting panjang pagi ini tengah duduk bersila di atas kasur, tangannya sibuk dengan laptopnya.

Beberapa tab terbuka menampilkan dasboard sebuah website untuk penjual foto digital.

Di Dashboard menampilkan penjualan foto, statistik pengunjung, serta halaman web yang sedang di bangun perlahan.

Jarinya dengan lincah menari di keyboard untuk mempromosikan foto-foto yang waktu di Bandung sudah di potret.

Sesekali berhenti untuk melihat hasil unggahan terbarunya, mata Rania melirik layar, dan tersenyum kecil

Pagi ini Rania mengenakan kaos abu-abu muda lengan pendek, dan celana panjang warna abu-abu tua.

Hari yang tak ada kesibukan seperti memasak karena sang suami tak ada di rumah, jadi dirinya pagi ini lebih santai---jika mau makan tinggal pesan saja lewat online.

Rania tengah berkutat dengan laptopnya, dan dirinya fokus dengan pekerjaannya dari rumah.

"Alhamdulilah foto gua ada yang laku," ujar Rania sambil tersenyum.

"Eh tapi ada yang minta dibikinin website nih," ujar Rania.

Tangan Rania baru saja mau membuat website, namun terhenti saat ada dering ponsel yang masuk.

Drrrttt....Drrrttt.

Dering panggilan telepon membuat Rania tersenyum karena mengira itu adalah suaminya, tangannya meraih ponsel.

Matanya yang melihat layar ponsel siapa yang meneleponnya, senyumnya langsung memudar.

Nama Bonar Salim tertera disana.

Rania amat jengkel, kenapa saat nomer Bonar satunya sudah di blokir.

Muncul lagi nomer lainnya.

Jari-jarinya langsung mengetik, sebelum Bonar menulis pesan lagi padanya.

"Lu ngapain sih, Bonar? Gua udah bilang kalo udah bersuami!" Rania bicara pada Bonar dengan menulis pesan.

Rania kembali memejamkan matanya mengingat saat dulu Bonar menjadi salah satu geng Arga----suaminya dulu yang juga ikut membullynya.

"Gua mau nanyain kabar lu," jawab Bonar.

"Kabar gua masih hidup," sahut Rania dengan jutek.

"Sekarang lebih baik lu pergi dan nggak usah hubungin gua lagi!" tegas Rania menolak Bonar.

Rania dulu berjanji akan menjauh dari kehidupan orang-orang yang telah menyakitinya, tapi semakin dirinya berlari menjauh.

Semakin pula takdir mendekatkan diri padanya.

Bonar dan Arga---adalah dua pria yang menyakitinya dahulu, masih teringat jelas bagaimana Rania di jadikan bahan ejekan, sasaran candaan kejam, dan bahkan bully sampai pemukulan fisik.

Bonar Salim sekarang menjadi Dokter muda yang tak pernah menyerah terus menghubunginya.

"Ran, please dengerin gua dulu bentar," pinta Bonar.

"Apalagi lu mau ngomong apa Dokter Bonar Salim!" tanya Rania dengan nada yang terdengar ketus.

"Gua...mau minta maaf soal waktu dulu, dan asal lu tahu Karin udah kembali...," jelas Bonar dengan lirih.

"Gua nggak lupa lu dulu siapa? termasuk yang dilakuin Arga ama gua yang sekarang jadi suami gua, tolong banget gua nggak tertarik buat nostalgia apapun lagi," jelas Rania.

Bonar yang masih di rumah sakit hanya menghela napas panjang.

"Rania gua minta maaf soal---" ucapan Bonar berulang kali.

"Eh Dokter gemblung, sekali lagi gua ngomong ama lu! Gua ini istri orang, gua nggak tertarik kenal ama lu!" ucap Rania.

Dengan jengkel langsung mematikan panggilan telepon, dadanya naik turun.

Perasaannya atau mood langsung turun drastis, mata Rania memandang langit-langit kamar dan kedua wajahnya di tutup oleh tangannya.

"Kenapa! Kenapa! Mesti kembali mereka dalam hidup gua," ucap Rania menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Pikirannya nampak frustasi memikirkan apa yang terjadi dalam hidupnya, Bonar Salim melihat Rania di Bandung waktu bulan madu.

Hatinya langsung tertarik pada Rania, senyumnya dan cara bicaranya.

"Ya allah...Hamba belajar mencintai Arga dan mulai berlapang dada menerimanya, tapi kenapa engkau tambah cobaan hidup hamba."

Rania membatin dan berdoa dalam batinnya.

Tak lama ada panggilan telepon lagi, Rania dengan marah melihat panggilan teleponnya dan ternyata itu dari Eyang Kartika.

"Alhamdulilah bukan dari si sengklek," ujar Rania yang di maksud adalah Bonar.

Rania langsung mengangkat panggilan teleponnya.

"Hallo eyang ada apa?" tanya Rania.

"Hallo Nduk," sapa Eyang Kartika.

Ternyata Eyang Kartika akan ke rumah malam ini, dan dia mau memastikan jika Rania meminum jamu yang di buatnya.

"Oh iya eyang," ujar Rania.

Saat ponselnya di matikan Rania langsung kaget, paginya yang santai menjadi sibuk setelah Kartika Wiratama mengabarkan ingin ke rumah.

"OMG, eyang mau kesini! mesti masak kalo kagak masak gua di demo!" gumam Rania, segera mematikan laptopnya dan langsung menuju dapur.

Hari ini Rania memasak, masakan tradisional Jawa---tempe mendoan, dan masakan khas jawa tengah lainnya.

Setelah selesai memasak Rania mencuci piring, agar nanti eyang Kartika santai dirinya bisa tinggal rebahan.

Setelah semuanya selesai, Rania langsung ke duduk di ruang tamu sambil membuat kopi.

Dirinya langsung bekerja kembali---membuat website untuk sebuah toko kue.

Rania minum kopi sambil berkutat dengan laptopnya, dan berhenti saat suara adzan---setelah berdoa dan solat.

Rania tetap melakukan aktivitasnya yakni bekerja.

Tanpa terasa waktu sudah menunjukan waktu malam, sesuai yang di janjikan eyang Kartika sampai di malam hari.

Wanita tua itu masuk rumah Arga.

Kartika Wiratama malam ini nampak anggun dengan mengenakan kebaya warna hijau tua, dan bawahan batik warna coklat tanah muda.

Rambutnya yang sudah memutih nampak anggun dengan di gelung.

Rania mencium tangan neneknya lalu sang nenek dengan penuh perhatian memeluk cucunya, keduanya masuk duduk di ruangan tamu.

"Bagaimana kamu ama Arga?" tanya Rania.

Rania yang paham arah pembicaraannya mau kemana langsung menghela napas panjang.

"Yah, kita belum hubungan badan eyang...haid aku baru selesai hari ini dan Mas Arga berangkat kerja kemarin," jelas Rania.

Kartika langsung berdiri menuju dapur dan menanyakan kemana jamu yang sudah dirinya buat, "di kulkas eyang aku belum sempat minum," jawab Rania.

Kartika menghela napas lalu mengambil gelas kaca, dan segera menuangkan jamu.

Baru saja Rania bernapas lega, langsung di sodorkan minuman jamu oleh eyangnya.

"Langsung di minum!" marah eyang.

Rania yang tak kuasa menolak perintah ibu negara langsung meraih gelas itu dan meminumnya, kedua matanya langsung juling saat merasakan jamu kuat itu.

*

*

*

1
Dias Larasss
kok lama bgt Thor up nya, kangen rania😌
Putri Sabina: maaf ya kemarin lagi renov rumah🤭 ttp komen ya kak biar author update sehari satu bab, janji dehh🙏
total 1 replies
DewiKar72501823
kak putri cerita mu bagus sekali..the best 👍🏻🥰
Putri Sabina: makasih kakak udah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!