{Area khusus dewasa}
"Saya mohon tolong lepaskan saya, saya mohon." Permintaan wanita itu dengan suara lirih memohon pada pria itu.
"Tidak bisa,hanya kamu yang bisa melakukannya, sampai kapanpun kamu tak akan bisa pergi."ucap pria itu dengan nada serius.
"Tapi kenapa harus saya, masih banyak wanita lain yang mau dengan Anda."
Wanita itu semakin ketakutan, setelah Apa yang dilakukan oleh pria itu.Berharap mampu bisa menghindarinya, tapi tetap saja tak bisa dia hindari ketika ambisi dari pria itu begitu besar terhadap dirinya.
Apakah nantinya dirinya akan menerima kehadiran pria itu atau dirinya lebih memilih untuk pergi dari kehidupannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Waktu berdua romantis ~(21+)
"Ada Asistenmu." kata Malia dengan nada menekan memperingati suaminya agar tak terlalu sembarangan mencium di depan umum.
"Memang kenapa,ada yang salah jika melakukan hal itu." Jawab Dio yang dengan santainya menjawab.Tanpa mereka ketahui apa yang dilakukan oleh mereka memang dilihat oleh Rian, Rian pun hanya bisa memejamkan mata setelah melihat kejadian itu.
"Benar-benar tekanan batin ,apa mereka tidak tahu jika ada orang lain didekat mereka." Batin Rian yang harus melihat tuannya begitu menunjukkan kemesraan didepan asistennya yang masih jomblo ini.
"Sudahlah,sana berangkat kasihan tuh asistenmu menunggu" ucap Malia yang akhirnya mereka berpisah di tempat itu.
Malia kembali ke apartemen sedangkan Dio suaminya pergi ke kantor menyelesaikan pekerjaannya.
Posisi Dio berada di tempat kerja,Ia sibuk mengecek dokumen itu satu-persatu,"Apa hanya ini yang tuan Zio berikan padamu?" Tanya Dio pada Asistennya yang bertanggung jawab mengurus segala masalah di perusahaan.
"Iya tuan,bahkan tuan Zio menginginkan jika besok tuan Zio ingin bertemu dengan Anda." Mendengar jawaban itu Dio hanya menganggukkan kepala.
"Memangnya tuan Zio sedang sibuk jika hari ini bertemu?" Tanya Dio pada Asistennya.
"Kebetulan tuan Zio masih berada di luar negeri,mungkin besok siang beliau bisa bertemu." Jawab Hendri yang sekedar melaporkan hasil dari informasi tuan Zio.
"Baiklah,besok aku akan menemuinya." Jawab Dio yang segera menyelesaikan tugasnya dan segera dia ingin pulang cepat karena dirumah sudah ada istri yang sedang menunggu dirinya.
Di tempat lain
Malia terlihat bingung semua barang di kamarnya seolah-olah lenyap menghilang,"Di mana barangku,kenapa tidak ada." Ucap Malia yang memeriksa kamar miliknya dan Malia iseng-iseng masuk kedalam kamar suaminya, dirinya sangat terkejut melihat barang miliknya sudah ada di kamar suaminya.
"Kenapa bisa ada disini,apa mungkin dia menyuruh seseorang untuk memindahkan semua barangku disini." Batin Malia yang langsung membuka korden kamar yang secara langsung pemandangan.
Malia terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu,"aku tak menyangka jika akhirnya aku menjadi istri dari Pak dosenku sendiri."Malia menghela nafas meratapi nasibnya kini.
Malia langsung mengecek semua barang miliknya,dan pandangan Malia tertuju pada sebuah kotak mini dimeja rias.
"Ini kotak apa?" Batin Malia yang penasaran dengan kotak itu,Malia langsung membuka terdapat geleng dan sebuah surat.
"Dari ibu." gumam Malia yang membaca sebuah surat dari ibunya yang dimana ada gelang yang tidak sengaja belum beliau berikan padanya.
"Aku baru tahu selama ini ibu menyimpan gelang ini." Ucap Malia yang terus memperhatikan gelang itu.
"Apa mungkin gelang ini peninggalan keluargaku." Batin Malia yang terus memperhatikan dan tiba-tiba saja dia memakainya.
"Lebih baik aku pakai saja." Ucap Malia yang akhirnya memakai gelang itu,dan Malia mencoba membuka surat dari ibunya.
Malia membaca hingga selesai,dan memahami apa surat yang di berikan oleh ibunya."Semoga saja setelah aku pakai gelang ini nantinya aku menemui keluargaku yang sebenarnya." Malia sekedar memohon semoga dirinya di pertemukan oleh keluarga kandung Malia.
Saat dirinya hendak memasak di dapur, tiba-tiba saja ada sebuah tangan melingkar diarea perutnya."Sayang." Ternyata orang itu adalah suaminya sendiri.
Malia terkejut dengan kehadiran suaminya yang tiba-tiba saja datang memeluknya."Ada apa,jangan mengangguku masak."protes Malia pada suaminya yang saat itu dirinya sedang sibuk memasak didapur.
Dio berdiri sembari memeluk istrinya dengan hangat,"Iya sayang." Dio mengecup dahi istrinya dan langsung pergi menuju kamarnya untuk berganti baju.
Malam hari
Keduanya menikmati makan malam berdua, dengan beberapa masakan yang sudah Malia persiapkan."Tadi sore Mama menelepon menyuruh kita untuk besok ke rumah Mama." Mendengar informasi itu Malia melirik kearah suaminya.
"Apa besok?"
"Iya sayang, Bagaimana?" Tanya balik Dio pada Malia.
"Terserah,jika besok kita kesana." Jawab Malia yang hanya bisa pasrah mengikuti keinginan mertuanya itu.Apalagi dirinya sudah menjadi bagian keluarga suaminya.
Mereka pun menyelesaikan makan malam mereka dan mereka berdua tampak duduk santai di ruang tamu.
Dio terus saja mendekati istrinya hingga posisi duduk Malia didepan suaminya dan Dio memeluknya dari belakang.
"Sayang." Dio terus mengecup leher istrinya hingga Malia mencoba menahan rasa itu.
"Geli." Ucap Malia yang mulai protes suaminya mulai iseng dengannya, Dio pun membisikkan sesuatu ditelinga istrinya.
"Saya ayo kita lakukan lagi."bisik Dio yang sudah tak bisa menahan rasa itu dan dengan langkah cepat Dio mencium bibir manis istrinya dan tangan kirinya meraba bagian dada istrinya.
Malia mengikuti suaminya dengan sesekali mengeluarkan suara desahan yang diam-diam membuat Dio semakin gencar untuk melakukan.Dio melepaskan semua baju istrinya dan melakukan penyatuan yang semakin membuat gila Dio.
"Ahhh sayang." Ucap Dio disela penyatuan dengan hentakan sembari memegang pinggang istrinya untuk semakin bergerak cepat.
"Ahhh..." Malia tak bisa menahan lagi,bahkan Dio terus memompa dengan cepat dengan posisi kedua tangannya menggenggam dada istrinya.
"Sangat nikmat sayang,kita lakukan sampai pagi." Bisik Dio yang benar saja mereka lakukan di ruang tamu sampai di dapur barulah mereka melakukan di Kamar mereka.
Tenaga Malia benar-benar terkuras hingga berakhir di tempat tidur dirinya tak bisa untuk bangkit lagi yang dimana suaminya terus menyentuh dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Aku lelah." Ucap Malia dengan suara lirih,sedangkan posisi Dio masih ada diatas tubuh istrinya.
"Sebentar lagi sayang." Jawab Dio yang masih saja melakukan penyatuan mereka,dengan cepat Dio menghentak tubuhnya hingga rasa puas mulai terpancar di wajah Dio.
"Ahhh,nikmatnya sayang." Dio merasa puas dengan apa yang dia lakukan, setelah itu Dio memeluk istrinya.
"Maaf,jika membuatmu lelah." Permintaan maaf Dio pada istrinya yang telah membuat lelah kepada istrinya.
"Lepaskan itu,kenapa tidak kamu lepaskan."Malia mulai protes pada suaminya.
"Biarkan dia ada disana, tempat itu begitu hangat." Jawab Dio yang mengecup leher istrinya.
"Tapi aku risih."
"Kenapa harus risih,jika hanya kamu yang mampu membangunkannya." Bisik Dio yang tidak sengaja merasakan sesuatu gerakan dari istrinya.
"Jangan bergerak sayang, nantinya dia akan bangun lagi." Bisik Dio yang akhirnya mereka tidur bersama dengan posisi berpelukan.
Pagi hari
Terlihat kedua pasangan itu masih terlelap tidur,Malia perlahan-lahan membuka mata dan merasakan berat diarea pinggangnya.Mata Malia tertuju pada sosok tangan hangat melingkar di tubuhnya.
Malia hanya menghela nafas,"Sepertinya dia benar-benar tak akan melepaskan ku, setelah apa yang semalam dia lakukan." Batin Malia yang menilai suaminya ini benar-benar tak pernah puas.
tapi belum ada kelihatan Melia menunjukan dan membuktikan cinta nya
kata2 ini pun tidak pernah keluar dari mulut Melia, "Terima kasih suamiku, karena kau telah memilihku dan memberikan begitu banyak cinta dan kebahgiaan padaku, aku mencintai mu"
kenapa kata2 itu perlu karena dio pantas mendapat kata2 Terima kasih itu, dan kata2 membuktikan Melia wanita pandai berterima kasih pada suami yang telah memberi dan berjuang untuk nya
thor jangan hanya pria kau buat membuktikan cinta nya buat juga wanita membuktikan cinta, thor bukan hanya wanita yang membutuhkan kata2 cinta, lelaki juga butuh pengakuan cinta dari istri nya