NovelToon NovelToon
Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Dark Romance
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

​"Menikahi ku atau melihat ayahmu membusuk di penjara?"

Elena tidak punya pilihan. Demi melunasi utang yang dijebak oleh Arkan—pria masa lalunya yang kini menjadi penguasa angkuh—ia setuju menjadi istri di atas kertas. Namun, di balik kemewahan rumah Arkan, Elena bukanlah nyonya, melainkan budak. Ia dijambak, diludahi, bahkan dipaksa melayani selingkuhan suaminya sendiri.
​Setiap hari adalah neraka, hingga Arkan melampaui batas dengan menyentuh satu-satunya alasan Elena untuk hidup.

​Di saat Elena hampir menyerah, sosok pria dari masa lalu yang menghilang selama lima tahun kembali. Ia bukan lagi pemuda desa yang miskin, melainkan putra mahkota dinasti mafia yang haus darah.

​"Siapa pun yang menyentuh milikku, hanya punya satu tempat: liang lahat."

​Pembalasan dendam dimulai. Ketika Sang Mafia menjemput ratunya, istana emas Arkan akan berubah menjadi abu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: Pengorbanan Sang Raja

Suara baling-baling helikopter di atas gubuk itu terdengar seperti suara malaikat maut yang sedang mencabik langit.

Angin kencang yang dihasilkan mesin raksasa itu meniup salju masuk melalui celah-celah dinding kayu, memadamkan api kecil yang baru saja Elena nyalakan. Gubuk itu kembali gelap, hanya diterangi kilatan lampu sorot helikopter yang menyapu masuk secara ritmis, menciptakan bayangan-bayangan panjang yang menakutkan.

​"Sepuluh detik lagi, Eros Volkov!" Suara dari pengeras suara itu kembali menggelegar, dingin dan tanpa ampun.

​Eros menarik Elena ke dalam pelukannya untuk terakhir kali. Ia bisa merasakan tubuh Elena yang bergetar hebat, tapi wanita itu tidak lagi menangis. Ketakutan Elena telah berubah menjadi semacam kepasrahan yang pedih.

​"Dengarkan aku, Elena," Eros berbisik tepat di telinganya, suaranya kini stabil meski napasnya berat. "Saat aku keluar, kamu harus merangkak lewat pintu belakang gubuk ini. Ada celah kecil di bawah tumpukan jerami. Lari ke arah lembah, jangan pernah menoleh ke belakang."

​"Tidak! Aku tidak akan meninggalkanmu!" Elena mencengkeram kemeja Eros yang basah karena darah. "Jika kita mati, kita mati bersama di sini!"

​"Elena!" Eros memegang wajah Elena, menatapnya dengan intensitas yang seolah bisa membakar salju di sekitar mereka. "Jika kamu mati, maka semua pengorbananku selama lima tahun ini tidak ada gunanya. Hidupmu adalah satu-satunya kemenanganku atas mereka. Kamu harus hidup demi Ayah."

​Eros melepaskan pelukannya. Ia mengambil flashdisk merah itu dan menggenggamnya erat. Eros berdiri dengan tertatih-tatih, menggunakan dinding gubuk sebagai tumpuan. Luka di kakinya terasa seperti ditusuk ribuan jarum es, tapi ia mengabaikannya. Keangkuhan seorang Volkov kembali menyelimuti wajahnya.

​Rudy, yang masih berlutut di ambang pintu, menatap Eros dengan mata penuh penyesalan. "Tuan... saya benar-benar minta maaf..."

​"Diam kau, pengkhianat," desis Eros. Ia menendang Rudy keluar dari pintu, kemudian ia melangkah keluar ke tengah badai salju, menantang lampu sorot raksasa yang langsung mengunci posisinya.

​Elena merangkak di dalam kegelapan gubuk, air mata jatuh membasahi jerami. Sesuai instruksi Eros, Elena menemukan celah di dinding belakang. Tapi, ia tidak segera lari. Elena mengintip melalui celah kayu, menyaksikan apa yang terjadi di luar.

​Eros berdiri tegak di atas salju yang memutih, tangannya terangkat tinggi memegang flashdisk merah itu. Helikopter tempur itu turun merendah, debu salju terbang ke segala arah. Dari pintu helikopter yang terbuka, turun empat pria berpakaian taktis lengkap dengan senjata otomatis yang diarahkan tepat ke jantung Eros.

​"Aku punya apa yang kalian mau!" teriak Eros menantang gemuruh mesin. "Ambil benda ini, biarkan gadis itu pergi! Dia tidak tahu apa-apa!"

​Salah satu pria taktis itu maju, ia memakai baret merah—tanda bahwa dia adalah komandan lapangan dari 'The Great Council'. Ia tertawa dingin. "Eros, kau tidak dalam posisi untuk bernegosiasi. Kami mengambil datanya, dan kami mengambil wanitanya. Itu adalah hukum dewan."

​Pria itu memberi isyarat pada anak buahnya untuk masuk ke dalam gubuk.

​"TIDAK!" Eros menerjang maju meski kakinya pincang. Ia mencoba menghantam pria itu dengan sisa tenaganya, tapi sebuah popor senjata menghantam ulu hatinya dengan keras.

​Eros jatuh tersungkur di atas salju. Darah segar merembes dari mulutnya, menodai warna putih di bawahnya. Elena yang melihat itu dari celah gubuk nyaris menjerit, tangannya menutup mulutnya sendiri hingga berdarah agar suaranya tidak keluar.

Tepat saat para tentara itu hendak memasuki gubuk untuk menjemput Elena, sebuah suara tembakan sniper yang sangat sunyi—hanya suara pfftt dari peredam—terdengar dari arah hutan yang lebih gelap.

​DOR!

​Komandan berbaret merah itu jatuh seketika dengan lubang tepat di dahinya.

​Semua orang membeku. Tentara taktis lainnya segera berpencar mencari perlindungan, tapi rentetan tembakan sunyi lainnya menyusul dengan akurasi yang tidak manusiawi. Satu per satu, mereka tumbang di atas salju sebelum sempat menarik pelatuk.

​Helikopter di atas mulai panik dan mencoba naik kembali, tapi sebuah roket peluncur granat (RPG) melesat dari kegelapan hutan, menghantam baling-baling belakang helikopter tersebut.

​BOOOMM!

​Ledakan dahsyat menerangi hutan salju. Helikopter itu hilang kendali, berputar gila-gilaan sebelum akhirnya menghantam lereng bukit di kejauhan dan meledak menjadi bola api raksasa.

​Keheningan kembali menyergap, hanya menyisakan suara api yang merambat di sisa-sisa reruntuhan. Eros terbaring lemah di salju, menatap tak percaya pada kekacauan yang terjadi dalam hitungan detik itu.

Dari balik pepohonan pinus, muncullah belasan sosok bayangan yang bergerak sangat cepat dan senyap. Mereka tidak memakai seragam dewan mafia, melainkan jubah putih kamuflase salju. Di depan mereka, seorang wanita berjalan dengan langkah angkuh, memegang senapan sniper yang masih berasap.

​Vanya.

​Ia melangkah mendekati Eros, menatap pria itu dengan pandangan yang sulit diartikan—campuran antara benci dan kepuasan karena telah menjadi penyelamatnya.

​"Aku sudah bilang, Eros... 'The Great Council' tidak selembut aku," ucap Vanya dingin. Ia melirik ke arah gubuk di mana Elena masih bersembunyi. "Keluar, Elena. Kau tidak perlu lagi bersembunyi di balik jerami busuk itu."

​Elena keluar dari celah gubuk dengan tubuh gemetar. Ia berlari menuju Eros, memeluk pria itu yang kini sudah setengah sadar.

​Vanya berdiri di atas mereka, menatap pemandangan itu dengan sinis. "Kalian beruntung aku sedang ingin bermain-main dengan dewan. Jika tidak, aku akan membiarkan roket itu menghantam gubuk ini."

​"Kenapa kau membantuku, Vanya?" tanya Eros parau.

​Vanya berjongkok, ia mengambil flashdisk merah yang terlepas dari tangan Eros. "Bukan untukmu, Eros. Tapi untuk apa yang ada di dalam benda ini. Dengan data ini, aku bisa menghancurkan tujuh keluarga dewan dan membangun kerajaanku sendiri."

​Vanya kemudian berdiri dan menatap ke arah hutan di belakangnya. "Bawa mereka. Kita punya tamu lain yang harus dibereskan."

​"Tamu lain?" Elena bertanya dengan perasaan tidak enak.

​"Arkan," jawab Vanya singkat. "Si kecoak itu ternyata diselamatkan tim evakuasi cadangan dewan. Dia sedang menuju ke titik di mana Ayahmu disekap. Jika kalian ingin melihat pria tua itu masih memiliki jari tangan yang tersisa, kita harus bergerak sekarang."

​Vanya melemparkan sebuah jaket bulu tebal ke arah Elena. "Pakai itu. Perjalanan ke markas dewan akan jauh lebih berdarah daripada kecelakaan pesawatmu. Dan Elena... siapkan mentalmu. Ayahmu mungkin hidup, tapi dia tidak lagi sama seperti yang kau ingat."

​Elena menggenggam tangan Eros. Mereka selamat dari maut di gubuk, tapi kini mereka harus masuk ke sarang iblis yang sebenarnya, dipimpin oleh seorang wanita yang motifnya masih menjadi tanda tanya besar.

1
𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆ᴍᴜᴍᴜ
cetirinya menarik
gas up yng bnyk ka semoga makin sukses dikarya" nya aamiin 🤲
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
caeritanyabgus ka dan keren
smngat up kaka🤗
🧡⃟𝚉𝚑𝚘𝚞𝚔𝚎ͫ𝚌ᷴ𝚑ͫ𝚞ᷴ𝚗⁷
cerita bagus ka, penulisan juga rapi dan enak dipahami jdi gmpang kebawa isi novel
smngat up kaka🤗🤗
🧡𑇙ᴄнᷟєᷲηɢ тιαη χιαηɢ⁶
cerita luar biasa bagus ka
semangat cerita smpai pnjang dan semangat update juga kaka
novel kaka good
🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
bagus karyanya ,sukses selalu untuk kaka
semoga makin sukese disemua karya" nya
ceritanya bagus kak
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅͫᴏᷰᴜͫʙᷰᴇʟˢ🧡
ceritanya bagus, penulisan juga rapih
dan mudah dipahami
semangat kaka untuk update iya
❤️⃟Wᵃfᴄͫᴇᷰɢͫɪᷰʟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳
semoga Elena bisa selamat dari dendam msa lali wkwkwk
🍁🧡⃟ᴍᴜᷟғᷰᴀᷟɴᷴᴅʏ❣️ѕ⍣⃝✰
aku mampir kak smeoga makin sukses skedepannya
Ma Em
Semoga Elena dan Eros selamat dan orang2 yg akan menghancurkan Eros bisa dikalahkan sama Eros .
Eve_Lyn: hehehe...nyaman bacanya bunda? baca novel aku yang judulnya gara2 biji kedondong aku menikahi tapir dong bund...itu komedi rumah tangga,,habis baca istri di atas kertas meluncur kstu sbgai penawar nya bund.hihihi
total 1 replies
Ma Em
Semoga Elena dan Eros selamat dari orang2 yg akan berbuat jahat pada Eros .
partini
penasaran lanjut Thor
Arin
Arkan ini sakit jiwa. Psikopat sebenarnya
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
lanjut thor
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
ni orang ya.. pengen ku lempar pakai kayu tuh mulut rasanya
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
ku tampol juga ya mulutmu arkan
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
sabar ya elena ngadepin arkan
Ma Em
Mampir Thor , tapi sepertinya ceritanya membuat hati sakit dan deg2 an dgn nasib Elena , semoga Elena bisa menghadapi cobaan dgn sabar tapi jgn diam Elena hrs bisa melawan .
Eve_Lyn: terimakasih Bunda...iya bund..alurnya bakalan berkembang kok..tapi aku bakalan bawa pembaca ngilu sama penderitaan elena dulu hehehe...sekali lagi makasih yaa bund..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!