NovelToon NovelToon
Jetro, Pengantin Pengganti

Jetro, Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Pengantin Pengganti
Popularitas:36k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Jetro Julian Wisesa, pengusaha sukses, masih single.

"Aku yang akan menikahimu."

Febi Karindra, bekerja di kantor polisi, sudah dijidohkan dengan rekan kerjanya hanya bisa mematung. Semua tamu yang awalnya kasihan karena pengantin prianya tidak datang, sekarang menatap iri. Karena pengganti pengantinnya lebih segala galanya dari pada pengantin aslimya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ronde satu part dua

Febi yang baru membuka pintu kamar mandi terkejut melihat kehadiran Jetro yang baru jiga membuka pintu kamar mereka.

Keduanya sama sama terpaku dalam kecanggungan.

"Kamu mau ganti pakaian, ya. Emm.... Aku keluar dulu," Tanpa menunggu jawaban Febi, Jetro segera keluar dan menutup pintu kamarnya dengan jantung berdebar cepat.

Waktu kenalan pertama saat melihat Febi mengenakan seragam polwannya saja sudah membuatnya terpesona. Berlanjut saat gadis itu mengenakan gaun pengantinnya yang membuat hatinya makin terpikat. Sekarang dia bisa melihat dengan jelas dan bebas gadis itu yang mengenakan kimono mandinya. Juniornya malah sudah bangkit. Celananya mulai sesak.

Jetro memaki dalam hati kenapa dia begitu gugup, mungkin jam terbangnya masih nol banget dibanding Abiyan atau sepupunya yang lain.

Jetro menyandarkan punggungnya di balik pintu dengan debar cepat yang aneh di rongga dadanya.

Dia memang sudah mengagumi gadis itu sejak awal mereka bertemu. Sepupu dan kerabatnya pun mengkomporinya membuat dia penasaran. Ditambah pengakuannya yang sudah bertunangan tapi tunangannya berselingkuh. Peraasaan tertariknya makin kuat.

Kemudian calon suaminya, poli si itu menantangnya malah membuat Jetro makin menggebu. Sekarang dia sudah berhasil menikah dengan Febi. Tapi rasanya masih belum usai rasa penasarannya. Jantungnya malah makin berdebar. Mereka sekarang sudah berada di dalam satu kamar yang sama.

Apa sekarang dia sudah bisa meminta haknya seperti katanya tadi. Satu ronde? Jetro tersenyum miring.

Setelah merasa cukup untuk Febi mengganti pakaian yang membuat juniornya harus ditenangkan, Jetro kemudian membuka pintu kamarnya lagi.

Seperti tadi, tatap mereka bertemu lagi. Tapi kali ini gadis itu sudah berpakaian yang sangat sopan. Jetro hampir menampakkan senyumnya. Menurutnya gadis itu tampak lucu dan manis dengan baju tidurnya yang sama sekali tidak mencerminkan seragam yang sering dia kenakan.

Mungkin kalo Jetro mengenalnya sekarang, dia tidak akan pernah menyangka kalo gadis itu seorang polwan.

Jetro membuka jasnya perlahan dan menggantungnya. Kemudian melepas dasinya. Dia kemudian dengan santai melangkah ke depan Febi yang masih mematung.

"Mau langsung tidur?" tanyanya sambil menatap pipi yang sudah sangat merona itu.

Febi kelihatan salah tingkah.

Jetro semakin ingin menggodanya. Dia meletakkan satu tangannya di pipi gadis itu, sementara tangannya yang lain berada di dalam saku celananya.

Jetro mendekatkan wajahnya pada wajah yang kini membelalakkan matanya tapi tetap bertahan.

Jetro tersenyum ketika sepasang mata yang tadinya membelalak sekarang terpejam. Niatnya yang hanya ingin menggoda malah keterusan.

Jetro menjatuhkan bibirnya pada bibir di depan polwan yang sudah jadi istrinya. Tangannya yang awalnya berada di pipi, kini sudah berpindah ke tengkuk Febi hingga gadis itu tidak bisa menolak.

*

*

*

Fiola melihat sisa sisa pesta yang sudah ditinggalkan dengan perasaan marah yang masih mengendap di dadanya. Malam sudah mulai larut.

Kemudian dia pergi ke hotel yang sudah disewa keluarganya dan keluarga Cakra.

Tapi dia merasa ada keanehan ketika menjejakkan kakinya di lobi hotel tersebut. Apa karena sudah larut malam jadi hotel terlihat sepi?

Seingatnya tamu yang akan menginap dihotei cukup rame. Keluarganya, mua, pengawal papanya, juga keluarga Cakra.

Atau keluarga Cakra tidak jadi menginap?

Tapi keluarga Jetro menginap di sini, kan?

Mungkin karena Fiola terlihat lingkung, seorang staf hotel berinisiatif mendekatinya.

"Nona mau menginap di sini?"

Fiola menatap staf perempuan muda yang ditaksir seusia dengannya.

"Saya, Fiola, dari keluarga Anggareksa yang sudah membooking hotel ini."

"Ooh... Pak Anggareksa sudah mengganti hotelnya, nona. Tapi nona tetap bisa menginap di sini," ucap staf perempuan itu dengan ramah.

Fiola terkejut.

"Pindah kemana?" kagetnya tak bisa dia sembunyikan.

"Maaf, nona. Pak Anggareksa tidak mengatakannya."

Fiola segera melihat ponselnya. Terdapat banyak panggilan tak terjawab dari papanya.

Ada notif pesan kalo mereka menginap di salah satu hotel mewah milik keluarga Airlangga. Bahkan papanya sudah memberikan nomer kamar untuk dia tempati.

"Nona jadi menginap? Kami akan siapkan kamar buat nona," ucap staf hotel itu dengan nada penuh tanya.

Fiola menggeleng.

"Saya ke hotel tempat papa saya berada saja."

"Baik, nona. Terimakasih."

Fiola hanya mengangguk sambil memutar tubuhnya. Tadi dia kembali ke unit apartemennya dan menelpon temannya Gisella, menceritakan nasib apes yang menimpanya.

"Lebih baik kamu kembali ke Cakra aja. Soal mamanya ngga usah kamu pikirkan. Kamu tinggal ngomong sama papa kamu aja, biar papa kamu yang tatar mamanya Cakra. Bereskan," saran Gisella anteng.

"Aku ngga yakin mamanya bisa berubah baik ke aku. Soalnya dia cukup banyak tau sikap burukku," tawa Fiola.

"Dasar. Jadi kamu lebih milih jadi istri kedua Jetro? Aku ngga yakin kamu akan diterima. Sudahlah. Jangan aneh aneh."

Fiola terdiam.

"Gisel, menurutmu, Febi lebih cantik dari aku, ya? Tenang, aku ngga bakalan marah, kok."

Terdengar helaan nafas Gisela.

"Cantik itu relatif."

Fiola menghembuskan nafas dan menatap lagi wajahnya di cermin kecil di dalam mobilnya.

Tetap saja dia merasa kalo dia lebih cantik dari adiknya

Kemudian dia pun menjalankan mobilnya ke arah hotel keluarga Jetro yang lebih mewah.

*

*

*

Jetro menyelimuti Febi yang sudah pulas tertidur. Dia tersenyum. Niatnya hanya menggoda Febi, tapi malah kebablasan.

Satu ronde saja. Jetro ngga tega minta lagi karena Febi terlihat sangat kelelahan dan sudah pulas tertidur.

Jetro baru berjalan ke kamar mandi.

Setelah setengah jam kemudian, dia berjalan meninggalkan kamar hotelnya, bermaksud mau ngopi. Beberapa sepupunya juga sedang berkumpul di restoran.

"Pak Jetro?"

Jetro yang baru keluar dari dalam lift menoleh. Ternyata kakaknya Febi. Gadis itu menatapnya penuh binar, seperti menemukan harta karun.

Jetro hanya menatap acuh, tetap lanjutkan kakinya ke arah restoran.

"Emm..... Pak Jetro, selamat atas pernikahannya."

Langkah Jetro terhenti, dan dia menoleh.

"Thank's." Jetro melanjutkan langkahnya lagi.

"Pak Jetro mau kemana? Saya boleh ikut?" Fiola bertanya sambil menjejeri langkah Jetto.

Jetro menghela nafas.

Dia tidak mungkin berjalan berdua dengan kakak Febi yang sudah sangat jelas menyukainya.

"Saya tidak jadi pergi," ucapnya sambil memutar balik langkahnya, meninggalkan Fiola yang malah terbengong dengan sikap Jetro.

Kini Fiola malah melihat Jetro yang putar balik ke arah liftnya tadi.

Dia kenapa, sih. Apa salahnya jalan bareng ipar, batin Fiola mengomel.

1
ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
gak ada yang mau sama Fiola karena para sepupu Jetro udah tau kebusukan hati Fiola tante🤣cocoknya sama Cakra emang sesama pecundang
Rahayu Ayu
Ga bakalan mau lah Baim sama Dave
lagian kan mereka dah tau gimana sifat aslinya Fiola,
Tri Handayani
mungkin kalau tante adriana tau sifat dan kelakuan fiola dia akan sana kya mama cakra g akan mengharap fiola jadi menantunya.
Ernaaaaa
dah tau kelakuan sifiona mana mau mereka
Susma Wati
fiola dengan keegoisan , kesombongan, dan iri hatinya akhirnya tidak mendapatkan apapun, cakra yang tadinya inginkan fiola apa adanya dan mengajak fiola berjuang untuk mendapatkan restu mamanya akhirnya pun dia menyerah melepaskan fiola dengan semua mimpinya yang ingin mengejar jetro, tapi kalau fiola sadar dengan kesalahan nya apakah cakra masih mau menerima fiola, walau restu mamanya sudah di dapat?
Evi Solina
sisi gelap pramugari YTTA 🤭
🔵MENTARY
mana mau Baim Dave ama Fio bekas kokop Cakra
Ariany Sudjana
bagus semua menolak kalau jalang murahan jadi istrinya 🤭🤭🤣🤣 tapi harus diwaspadai jangan sampai fiola menggunakan segala cara untuk menjebak Jetro, demi bisa jadi nyonya besar di rumah Jetro, maklum kan perempuan peliharaan
Zea Rahmat
baguss.. baim peka klo fiola calon2 playing victim
partini
ko bisa mommy mommy main jodohin aja
Lia Kiftia Usman
baim..dave... sudah tau kartunya fiola.
Zea Rahmat
jgn masuk ke circle Airlangga sm artha mahendra
Zea Rahmat
skakmat🤣🤣🤣🤣
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Rahmawati
hahahha jetro lebih milih balik, ketimbang jalan bareng fiola.
jalan bareng aja jetro enggan ini malah berharap jadi istri keduanya 😂
Tri Handayani
jelas salah lah'apalagi jetro tau iparnyabisa jadi maut karena jelas-jelas menyukai dan terobsesi.
hansen
bagus cakra tingal kan aja terus kamu sudah buat yang terbaik, moga ada jodoh tu teman sekantor mu juwita🤭
Ariany Sudjana
jelas salah, karena kamu akan berusaha menghancurkan rumah tangga Jetro dan Febi, dasar jalang murahan kamu fiola
Diyah Saja
tapi apes bagi si mamas jetro🤭
Diyah Saja
ndasmu🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!